
Tetapi gerakan serangan yang dilakukan oleh Wen Kuo selanjutnya cukup efektif sehingga mampu membuat Shuyang terlempar lumayan jauh dari tempatnya berdiri membuat Xui dan yang lainnya terkejut.
"Rasakan tendangan petir ku ini!!!"
Buakkkk!!!!!
Terdengar suara yang cukup keras saat tendangan petir Wen Kuo mendarat di tubuh Shuyang, tapi untungnya ia sempat mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi bagian tubuh yang terkena serangan itu.
"Hah.... hah.... hah.... aku sedikit lengah." Shuyang berusaha bangkit dan menopang tubuhnya dengan pedang yang ada di tangannya.
"Tenaga dalam ku terkuras cukup banyak karena terkena serangan tadi, tapi sepertinya kondisi lawanku juga kurang baik sekarang." Batin Shuyang yang merasakan ada kesempatan baginya untuk menang.
"Apakah dia tidak apa-apa, tadi itu serangan yang cukup telak bukan?" Tanya Zhu Qing sedikit khawatir.
Tapi saat melihat Shuyang yang sudah kembali berdiri tanpa menopang tubuhnya dengan pedang, ke empat rekan Shuyang itu kembali tersenyum lega.
Ling Yan yang berdiri di sisi arena yang lain masih terlihat tenang malah lama kelamaan ia pun kembali tersenyum.
"Sepertinya sudah waktunya ia bersinar sekarang." Senyuman penuh makna terukir di sudut bibir Ling Yan.
Di sisi lain, Wen Kuo yang terlihat tidak memiliki ekspresi sebenarnya tengah menahan gejolak tenaga dalamnya yang saat ini menurun drastis.
"Sial!! bagaimana bisa ia tidak tumbang karena serangan yang mengenainya barusan, aku bahkan sudah menggunakan sangat banyak tenaga dalam untuk serangan tadi." Batin Wen Kuo sambil menggertakkan giginya.
"Tenaga dalam ku terkuras cukup banyak, aku harus mengalahkannya dengan serangan terakhir ku." Batin Wen Kuo yang kembali mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.
Di tempat para tetua pedang, seorang tetua pedang yang pada awalnya berniat untuk merekrut Shuyang sebelumnya terlihat tersenyum kecut di atas tempat duduknya.
"Sayang sekali ia menolak permintaan ku waktu itu, padahal dia memiliki kemampuan yang cukup berada di atas rata-rata, tapi sepertinya aku memang tidak pantas untuk menjadi pembimbingnya." Batin tetua pedang itu yang bernama Hai Dong Bo.
Ia lalu menatap ke arah kelima jagoan terkuat sekte seribu pedang yakni ketua sekte Zhao Zhang, ketua paviliun rumah obat Shen Yu, ketua keamanan Wu Ya, pemimpin tetua pedang sekaligus pembimbing murid dalam Mu Beiyan, dan jagoan terkuat terakhir bernama Li Guang.
"Mungkin akan lebih baik jika yang menjadi pembimbing dari murid itu adalah salah satu diantara kelima jagoan." Gumamnya pelan.
Di dalam arena pertarungan, Shuyang yang bisa melihat keadaan lawannya sedikit goyah terlihat tersenyum menyeringai, karena saat ini sisa tenaga dalam yang ia miliki masih lebih besar dari sisa tenaga dalam yang dimiliki oleh lawannya.
"Ini kesempatan ku." Shuyang mengalirkan tenaga dalam pada kakinya untuk menggunakan ilmu meringankan tubuh yang beberapa waktu lalu diberikan oleh Ling Yan.
"Langkah kilat!!!" Tiba-tiba saja Shuyang maju menyerang Wen Kuo dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa di imbangi oleh lawannya itu.
Wen Kuo yang mendapatkan serangan secepat kilat itu pun terlihat begitu kewalahan menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Shuyang.
"Bagaimana mungkin ia tiba-tiba bisa bergerak secepat ini." Wen Kuo yang kewalahan perlahan mendapatkan beberapa tendangan serta pukulan yang mendarat di wajah dan perutnya.
Tenaga dalam yang ia miliki juga semakin berkurang membuat Shuyang yang berada di atas angin semakin menyudutkan posisi lawannya itu.
Wajah Wen Kuo perlahan berubah menjadi buruk saat menyadari tenaga dalam yang dimiliki lawannya terasa seperti tidak ada habisnya.
"Tetua Li Guang, apakah kau tertarik untuk merekrut seorang murid khusus lagi, sepertinya anak ini lumayan berbakat." Tanya Mu Beiyan pada Li Guang yang merupakan sahabatnya itu.
Sama seperti para jagoan terkuat sekte seribu pedang yang lainnya, Li Guang juga memiliki kekuatan pendekar suci bintang 9.
"Entahlah, aku hanya berpikir mungkin akan ada murid lain yang bisa membuatku menjadi lebih tertarik nantinya." Jawab Li Guang.
"Oh seperti itu rupanya, kalau begitu biarkan aku yang merekrutnya nanti, lagi pula pemahaman ilmu pedang elemen petirnya sudah cukup membuatku tertarik." Sambung Mu Beiyan.
Tak lama berselang, ketika Wen Kuo sedang bersusah payah bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Shuyang, tanpa ia sadari ia melakukan sebuah kesalahan kecil yang membuat pertahanan yang ia miliki menjadi terbuka.
Shuyang yang melihat ada kesempatan yang terbuka lebar langsung menyeringai, ia kemudian melompat sambil mengalirkan tenaga dalam pada kepalan tangannya setelah melemparkan pedangnya hingga tertancap di lantai arena.
"Teknik amukan naga petir!!!!" Serangan Shuyang berhasil mendarat ke tubuh lawannya dan membuat Wen Kuo terlempar dan hampir saja keluar dari arena pertarungan.
Lalu pada saat ia kembali mendarat, dengan cepat ia meraih pedangnya sebelum bergerak begitu cepat bagai kilat dan menodongkan pedangnya ke arah Wen Kuo.
Karena kejadian yang terjadi begitu cepat, para murid yang melihat itu tidak sempat bereaksi bahkan ada beberapa yang menatap Shuyang dengan ekspresi menganga.
"Menang, dia.... dia menang..... dia mengalahkan Wen Kuo." Salah seorang murid berkata dengan nada tidak percaya, dan di detik berikutnya sorakan dari para murid akhirnya terdengar setelah Gao Lang mengumumkan bahwa Shuyang berhasil keluar sebagai pemenang.
"Pemenangnya Shuyang, Wen Kuo yang kalah harus turun peringkat menjadi murid luar dan posisinya peringkatnya di gantikan oleh Shuyang." Teriak Gao Lang.
Shuyang yang mendengar itu lalu menghela nafasnya sambil memasukkan pedangnya kedalam sarungnya.
Ia lalu bergerak maju dan mengulurkan tangannya untuk membantu Wen Kuo yang masih mematung di tempatnya.
"Maaf senior, aku tidak punya pilihan lain." Ujar Shuyang.
"Cih aku pasti akan mengingat ini." Wen Kuo tidak meraih tangan itu dan malah berusaha berdiri sendiri sebelum meninggalkan tempat tersebut, karet walaupun serangan yang ia terima cukup telak, namun nyatanya Shuyang sengaja tidak terlalu banyak menggunakan tenaga dalam dan membuat Wen Kuo selamat dari luka dalam.
Shuyang yang melihat itu hanya mengangkat kedua bahunya sebelum akhirnya turun dari arena dan menghampiri Ling Yan.
"Kerja bagus, kau bahkan mengalahkan dia yang berada dua tingkat di atas mu." Ujar Ling Yan pada saat Shuyang menghampirinya.
Ling Yan lalu melemparkan sebuah pil pengembalian tenaga dalam pada Shuyang sebelum akhirnya berjalan ke atas arena karena pertarungan selanjutnya adalah gilirannya..
"Hehehe maaf jika senyuman hangat yang baru saja kau dapatkan dari orang-orang nantinya akan tertuju poadaku." Ucap Ling Yan sambil melambaikan tangannya.
Shuyang hanya tersenyum kecut pada saat Ling Yan mengatakan hal itu karena ia tahu Ling Yan pasti akan mengalahkan lawannya dengan sangat mudah, apalagi kekuatan dari peringkat satu murid dalam paling tinggi adalah seorang pendekar berlian bintang 5.
"Baru saja ingin menjadi salah satu murid populer, Ling Yan malah sudah akan bertanding dan menghilangkan tatapan kagum dari para murid wanita itu padaku, haihh..." ia lalu memasukkan pil tersebut kedalam mulutnya sebelum akhirnya tenaga dalamnya pulih dengan cepat.
Shen Yu dan Zhao Zhang yang melihat Ling Yan naik ke atas arena terlihat tersenyum tipis dan larut kedalam pikirannya masing-masing.