LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 174. Guru Shuyang


Sementara dari kejauhan, ternyata sama seperti sebelumnya, Shen Yu kini sedang memantau perkembangan Ling Yan muridnya.


"Seandainya saja ia tahu, kalau pil yang baru saja ia buat itu sudah sekelas dengan pil pengumpul energi tingkat 2." Shen Yu tersenyum puas dengan perkembangan Ling Yan.


"Sepertinya aku memang terlalu khawatir pada anak ini, hehe mungkin tidak akan lama lagi ia akan menjadi penerus aklemis yang sudah tua ini." Ujar Shen Yu sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Ling Yan yang sudah berhasil menguasai pembuatan pilnya yang pertama kini menghentikan latihannya dan mengeluarkan sebuah gulungan lagi dari dalam cincinnya.


"Pisau bara api." Gumam Ling Yan sambil membaca isi gulungan tersebut.


"Shuyang yang melihat Ling Yan mengeluarkan sebuah gulungan baru terlihat begitu antusias dan ikut melihat kedalam gulungan tersebut.


"Woow Ling Yan, bagaimana mungkin kau memiliki teknik bertarung tingkat Hitam sebanyak ini?" Tanya Shuyang sambil melirik ke arah Ling Yan.


"Aku mendapatkannya dengan sedikit keberuntungan." Jawab Ling Yan yang kini sudah mengeluarkan beberapa buah belati dari dalam cincin natnya kemudian berjalan mengambil jarak dari arah pohon yang tadinya menjadi tempat beristirahat Shuyang.


Shuyang yang mengetahui niat Ling Yan kini ikut menjauh dan memperhatikan Ling Yan yang mulai bersiap dengan belati-belatinya.


"Baiklah aku mengerti." Ujar Ling Yan sambil memainkan belati di tangannya.


Ling Yan lalu menggenggam 4 buah belati ditangan kanan dan juga tangan kirinya sambil menghadap ke pohon yang ada di depannya.


Ling Yan mengalirkan tenaga dalam dan api kehidupan pada kedelapan belati yang ia genggam seperti petunjuk yang tertera pada gulungan yang ia pelajari.


Oh iya, Ling Yan masih tetap menggunakan api kehidupan di hadapan Shuyang karena ia masih menyembunyikan ketiga api spiritual lainnya yang ia miliki.


Sementara itu, Ling Mei dan Ling Xuilan yang baru saja sampai di tempat tersebut kini mendapati Ling Yan yang sedang melatih teknik bertarungnya di temani oleh Shuyang.


"Pisau bara api!!" Setelah beberapa saat, akhirnya Ling Yan melemparkan ke delapan belatinya ke arah pohon yang ada di depannya.


Syut...Syut..syut..


Lemparan belati yang Ling Yan lakukan membuat Shuyang, Ling Mei, dan Xui jadi mengikuti arah kemana belati tersebut di lempar.


Karena ketajaman belati serta tenaga dalam yang sudah Ling Yan latih sebelumnya, belati yang Ling Yan gunakan tersebut kini dengan mudahnya menembus pohon itu hingga memecahkan batu yang kebetulan berada dibelakangnya.


Shuyang yang melihat itu sampai membelalakkan matanya dan tak bisa berkata apa-apa.


"Itu.... itu tadi.... bagaimana mungkin bisa sampai seperti itu, aku saja yang mengajarinya pengontrolan tenaga dalam belum bisa melakukan yang seperti itu, tapi Ling Yan, dia...... benar-benar seorang monster." Batin Shuyang.


Sementara Ling Mei dan juga Xui kini terlihat tidak bisa menahan kekagumannya melihat kekuatan yang baru saja Ling Yan keluarkan.


"Kuat sekali." Ling Mei sampai menelan ludahnya sendiri.


Ling Mei dan Ling Xuilan kini menghampiri Ling Yan yang langsung disambut senyuman dari Ling Yan.


Sementara Shuyang, ia hanya menatap kedatangan keduanya sambil bergumam.


"Eh siapa lagi gadis yang satu ini, aku belum pernah melihatnya." Gumamnya yang memang belum pernah bertemu Ling Mei.


"Oh ternyata kalian, aku pikir siapa yang datang." Ling Yan memang sudah merasakan kehadiran keduanya sedari tadi.


"Bisakah kau mengajari kami juga." Tanya Xui.


Ling Yan yang mendengar itu kini hanya bisa tersenyum canggung di hadapan Shuyang, pasalnya orang yang mengajarkan itu padanya kini sedang berada di sana, tapi kedua gadis itu malah bertanya dan ingin di ajari hal yang sama oleh Ling Yan.


"Ahahaha Ling Mei, Xui, jika kalian ingin memiliki kekuatan seperti tadi, sepertinya kalian harus belajar dari guruku." Jawab Ling Yan sambil menatap Shuyang dan tersenyum penuh makna.


"Guru kak Ling Yan, maksud kakak, guru Shen." Tebak Ling Mei.


Ling Mei memang tidak heran jika teknik pengendalian tenaga dalam milik Ling itu diajarkan langsung oleh Shen Yu, karena Shen Yu memang seorang pendekar suci yang sangat hebat.


Namun ternyata dugaannya salah, karena yang dimaksud oleh Ling Yan sebagai gurunya bukanlah Shen Yu, tapi orang itu adalah Shuyang yang sedang berdiri di depannya.


"Bukan, orang yang mengajariku adalah Shuyang." Jawab Ling Yan sambil menggaruk kepalanya.


Ling Mei dan Xui yang mendengar jawaban Ling Yan yang berbeda dari ekspektasi mereka, sontak terkejut dan memalingkan pandangannya pada Shuyang yang kini tengah tersenyum canggung.


"Shuyang? tapi bagaimana bisa, bukankah kekuatan Shuyang....." Belum sempat Ling Mei menyelesaikan perkataannya, Ling Yan tiba-tiba memotongnya.


"Tidak ada yang mustahil di dunia persilatan ini, meskipun Shuyang memiliki kekuatan yang berada di bawahku, tapi cara dia mengontrol tenaga dalam berada jauh di atasku." Jelas Ling Yan.


Keduanya pun mengangguk mengerti dan secara bersamaan memandangi Shuyang yang kini menjadi salah tingkah.


"Hehehe maaf Shuyang, tapi untuk kali ini tolong bantu aku." Batin Ling Yan sebelum berkata.


"Guru Shuyang, bisakah kau mengajari kedua gadis cantik ini." Ujar Ling Yan sambil mengedipkan mata yang membuat Shuyang menggerutu karena Ling Yan menggunakannya sebagai alat untuk menghindari keduanya.


"Ehehe Ling Yan, bukankah sebaiknya kau saja yang mengajari mereka, kau kan juga sudah menguasai teknik ini." Jawab Shuyang.


"Tolong lah guru Shuyang, sebagai imbalannya, bagaimana jika nanti aku memberikan semua pil obat yang berhasil aku buat dengan sukses." Jawab Ling Yan sambil mengeluarkan 7 gulungan resep pil obat yang ia dapatkan dari Shen Yu.


"Eh...." Shuyang nampak berpikir sejenak setelah apa yang dikatakan oleh Ling Yan sebelum akhirnya mengangguk.


"Hmm baiklah, bagaimanapun juga pil obat yang kau buat lumayan berguna untuk meningkatkan pelatihanku." Jawab Shuyang yang kini bergerak mengumpulkan ranting kayu seperti yang ia lakukan kemarin untuk Ling Yan.


Ling Mei dan Xui yang melihat itu kini mengerutkan dahinya.


"Kak Ling Yan, untuk apa Shuyang mengumpulkan ranting kayu sebanyak itu?" Tanya Ling Mei yang belum mengetahui metode latihan yang akan diberikan oleh Shuyang.


"Hehehe, ranting kayu itu akan menjadi alat yang akan kalian gunakan dalam latihan." Jawab Ling Yan yang sudah membaca salah satu resep pil di tangannya.


"Pil Pembeku Darah, bahan pertama kelopak bunga Yangyi, sebuah inti kekuatan siluman elemen air tingkat 1, dan juga satu buah ginseng darah." Ucap Ling Yan sambil memasukkan ketiga bahan itu.


Ginseng darah yang dimaksud oleh Ling Yan disini adalah ginseng darah yang jenisnya sama dengan yang pernah ia serap dulu, namun yang satu ini adalah ginseng darah yang umurnya relatif lebih muda.


Setelah memasukkan dan meleburkan kristal silumannya, Ling Yan lalu memulai meracik pil obat dengan api kehidupan.


Sementara itu, Shuyang yang sudah selesai dengan kegiatan mengumpulkan ranting kayunya kini memulai mengajarkan Ling Mei dan Xui cara mengontrol tenaga dalam hingga dapat membuat sebuah ranting kayu bisa menjadi senjata yang mematikan.