LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 117. Pewarisan Api Samudera


"Tekad dan stamina anak ini ternyata sangat kuat, bahkan saat guru Shen melatihku waktu itu aku hanya bisa berlatih 3 kali percobaan dalam 1 hari, tapi anak ini..... ia bahkan sudah mencobanya 5 kali sejak pagi sampai detik ini." Gumam Wei Tian Long.


Ling Yan memang memiliki stamina dan kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, hal itu dikarenakan ia memiliki kualitas tulang raja naga yang memperkuat tubuhnya.


Berkat kualitas tulang raja naga yang ia miliki, Ling Yan juga dapat memulihkan kondisi serta tenaga dalamnya dengan cepat, namun itu juga tidak didasarkan oleh kualitas tulangnya semata melainkan teknik tingkat tinggi yang ia gunakan memiliki pengaruh besar pada pemulihan tenaga dalam yang Ling Yan miliki.


Setelah beberapa lama, akhirnya Ling Yan sudah berhasil memulihkan kondisinya seperti semula dan bersiap untuk melanjutkan latihannya lagi, tapi belum sempat dia memperagakan teknik tingkat tingginya.


"Yan'er, beristirahatlah dulu, kau tidak boleh terlalu memaksakan diri seperti itu, karena sekarang waktunya untuk makan siang." Ucapnya yang entah sejak kapan duduk di depan api unggun dan juga terlihat ada 2 ekor ayam yang tengah dipanggang disana.


Ling Yan sebenarnya ingin beristirahat setelah berlatih sekali lagi, namun sepertinya saat ia melihat 2 ayam yang tengah dipanggang itu, perutnya yang lapar sudah protes meminta untuk segera di isi.


Ling Yan akhirnya menuruti perkataan gurunya dan menyantap 1 ayam panggang tersebut dengan lahapnya, dan tak lupa ia juga memberikan Xiao Hu 2 kristal siluman sebagai makan siangnya.


Wei Tian Long yang melihat Xiao Hu memakan kristal siluman hanya meliriknya sejenak dan bergumam pelan, "Walaupun aku sudah pernah melihat binatang ini memakan kristal siluman, tapi tetap saja aku belum terbiasa."


Setelah gumamnya itu, Ling Yan yang tengah menyantap makanannya mulai bertanya pada Wei Tian Long.


"Guru, sebenarnya jika aku sudah berhasil mengendalikan tenaga dalam dengan baik, seberapa banyak aku bisa menggunakan teknik tingkat tinggi secara berulang-ulang?" Tanya Ling Yan.


"Hehehe aku sudah menduga kau akan menanyakan hal itu." Wei Tian Long menaruh tulang ayamnya sebelum menghadap ke arah Ling Yan.


"Sebenarnya dalam pengendalian tenaga dalam dibagi menjadi 3 bagian, yaitu pengendalian biasa, mahir, dan sangat mahir."


"Pengendalian biasa adalah seorang yang dapat menggunakan satu teknik tingkat bumi dengan menggunakan 120 garis tenaga dalam yang ia miliki atau setara dengan kekuatan seorang pendekar emas bintang 1."


"Sedangkan pengendalian mahir, adalah seorang pendekar yang dapat menggunakan 3 teknik tingkat bumi dengan menggunakan 120 tenaga dalam yang ia miliki."


"Dan yang sangat mahir adalah seorang pendekar yang dapat menggunakan teknik tingkat bumi dengan hanya menggunakan 30 garis tenaga dalam saja."


"Dalam kasusmu saat ini, kau hanya bisa menggunakan 5 kali teknik tingkat bumi dengan menggunakan 250 garis tenaga dalam atau setara dengan seorang pendekar jiwa yang berarti kau sudah mendekati pengendalian mahir dalam pengendalian tenaga dalam." Jelas Wei Tian Long.


"Hmm itu berarti aku harus menggunakan teknik tingkat bumi ini dengan hanya menggunakan 150 tenaga dalam saja untuk mendapatkan penguasaan sangat mahir?"


"Ya itu benar, dan itu masih sangat jauh dari harapan." Ucap Wei Tian Long sambil tertawa kecil.


Ling Yan menghela nafasnya pelan sebelum akhirnya menghabiskan makanannya dan langsung saja berdiri untuk melanjutkan latihannya.


"Hmm anak ini mempunyai semangat yang luar biasa, ya... walaupun ia sedikit bodoh dalam mengambil keputusan." Batin Wei Tian Long yang memang sering memperhatikan Ling Yan dari kejauhan beberapa hari yang lalu.


"Teknik tinju kobaran api!!!" Teriak Ling Yan yang mengeluarkan serangannya.


Terlihat di sekeliling tempat ia berlatih sudah terdapat banyak sekali kawah yang lumayan dalam karena efek serangannya.


Tak terasa akhirnya waktu sudah menjelang malam hari, Wei Tian Long akhirnya menyuruh Ling Yan untuk berhenti untuk beristirahat dan melanjutkan latihannya besok pagi.


Ling Yan tidak membantah dan mengikuti arahan gurunya itu, ia lalu berlari menuju sungai yang berada tidak jauh dari tempatnya berlatih dan membersihkan dirinya disana.


Setelah membersihkan dirinya, Ling Yan lalu kembali ke tempat gurunya saat hari sudah mulai gelap, kini ia mendapati gurunya itu sedang duduk di perapian bersama Xiao Hu yang ada di pangkuannya.


"Uhuk!" Sama seperti sebelumnya Wei Tian Long kembali berbatuk keras dengan darah segar yang keluar dari mulutnya.


"Guru!!!" Ling Yan khawatir.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Jawab Wei Tian Long dengan wajah pucatnya.


Walaupun Wei Tian Long mengatakan ia tidak apa-apa, namun di dalam benaknya ia tahu betul kondisi tubuhnya saat ini.


"Hehe, sepertinya dewa kematian ingin aku pergi lebih cepat." Gumam Wei Tian Long yang menyadari kalau saat ini tubuhnya tidak akan bertahan dalam 7 hari lagi.


Wei Tian Long memang terlihat seperti layaknya orang yang tidak memiliki penyakit sama sekali pada saat siang hari karena tenaga dalam yang ia miliki begitu besar, namun setelah malam hari tiba semua itu akan berubah karena angin malam yang berhembus.


"Ling Yan." Wei Tian Long memanggil Ling Yan dan langsung disambut olehnya dengan cepat.


"Ya guru, apakah kau butuh sesuatu." Wei Tian Long hanya menggeleng dan memperagakan sebuah gerakan yang sama sekali Ling Yan tidak tahu.


"Dia akan mengeluarkan inti kekuatan api samudera." Suara ketiga api spiritual yang Ling Yan miliki kini terdengar di telinganya.


"Apa? maksudmu guru..." belum sempat Ling Yan bereaksi, inti kekuatan api samudera milik Wei Tian Long sudah keluar dari dalam tubuhnya dan terlihatlah sosok roh api samudera yang menyerupai kuda dengan surai yang diselimuti api berwarna biru laut serta ekornya yang menyerupai ikan.


Ling Yan yang melihat langsung kejadian tersebut hanya dapat melebarkan matanya serta mulut yang tidak dapat berkata apa-apa.


"Hmm Wei Tian, apakah ini sudah waktunya bagiku?" Tanya api samudera melalui telepati yang tidak dapat di dengar oleh Ling Yan maupun ketiga api spiritual yang ia miliki.


"Hehehe maafkan aku api samudera, tapi ini memang sudah waktunya, karena sepertinya aku tidak akan bertahan dalam 7 hari kedepan." Balas Wei Tian Long dengan telepati pula.


"Hmp, tak kusangka aku akan bertemu dan akan bertarung kembali bersama dengan kawan lama, walaupun pada pemilik yang berbeda." Ucap roh api samudera menggelegar.


Ling Yan yang mendengar perkataan api samudera sontak saja tersadar.


"Guru, apa maksudnya kau mengeluarkan inti api samudera milikmu?" Tanya Ling Yan yang hanya disambut senyuman dari gurunya sebelum akhirnya api samudera bergerak mengelilingi tubuh Ling Yan.


"Ap, apa yang terjadi?" Ling Yan semakin kebingungan dan tanpa ia sadari Wei Tian Long sudah tidak ada di tempatnya bersamaan dengan api samudera yang mulai bersatu di dalam tubuhnya.