
Setelah melewati malam dengan hanya berlatih meningkatkan kualitas tulangnya, akhirnya mentari pagi sudah menunjukkan sinarnya di ufuk timur.
Cahaya dari matahari pun mulai menembus gelapnya hutan di sela-sela dedaunan yang begitu lebat, tetapi terlihat Ling Yan masih tetap berada dalam posisi duduk di atas batu sambil bersila dengan matanya yang masih tertutup.
Inti kekuatan siluman yang semalaman ia serap kini sudah mulai pudar warnanya yang menandakan bahwa energi alam dari kristal tersebut sudah hampir terkuras habis sepenuhnya.
Didekat tempatnya berlatih, terlihat Xiao Hu yang sedang meringkuk dan masih terlelap dalam mimpinya, namun jika semalam ia ditemani oleh tubuh ilusi Ling Yan, saat ini tubuh ilusi tersebut sudah tidak ada lagi karena teknik tersebut memiliki batas waktu penggunaan.
"Tinggal sedikit lagi..." Ling Yan berkata dengan posisi masih sama, dan tak lama kemudian.
"Kretak kretak kretak." Suara tulang retak serta rasa sakit yang luar biasa pada tulangnya kini dapat dirasakan oleh Ling Yan.
Bertepatan dengan itu, kristal siluman kura-kura tempurung besi raksasa yang ia serap juga terlihat sudah menghitam dan tak memiliki energi alam sedikitpun.
"Aaaaaa!!!!" Karena rasa sakit yang dia alami, Ling Yan tak kuasa menahan suara teriakan kesakitan saat tulangnya mulai hancur dan kembali bersatu dan meningkat menjadi tulang raja naga.
Suara teriakan tersebut sontak membuat Xiao Hu terkaget dan langsung saja terbangun dari tidurnya sambil menggeram sesekali sambil menatap ke arah Ling Yan.
Berselang beberapa menit kemudian akhirnya rasa sakit yang Ling Yan rasakan sudah mulai menghilang dan berganti menjadi kekuatan yang 5 kali lebih besar dari biasanya.
Ling Yan akhirnya membuka kedua matanya dan menghela nafasnya yang terengah-engah.
"Hah hah hah, tadi itu sakit sekali, bahkan rasa sakit yang aku rasakan 10 kali lipat lebih besar daripada saat aku menaikkan kualitas tulang ku menjadi tulang naga muda." Gumamnya pelan.
"Tapi setelah kualitas tulang ku meningkat, aku merasakan kekuatan fisikku kini begitu kuat dari biasanya." Ling Yan kembali bergumam sebelum pandangannya tertuju pada Xiao Hu yang menatapnya dengan wajah khawatir.
"Grrrrrrr"
"Hahaha tidak apa-apa Xiao Hu, aku baik-baik saja sekarang, lihat aku masih bisa berdiri bukan." Ucapnya sambil melompat dari atas batu besar dengan posisi berdiri.
"Nah sekarang waktunya untuk menguji kekuatan baruku, hehehe maaf ya batu tempat berlatih ku, aku terpaksa menggunakanmu sebagai samsak latihan." Ling Yan berkata sambil mengelus batu tempatnya duduk semalam itu.
Ling Yan lalu mulai bersiap dan memasang kuda-kudanya di depan batu besar tersebut. Dan tanpa berpikir panjang lagi Ling Yan langsung saja melayangkan tinjunya ke arah batu tersebut tanpa menggunakan tenaga dalamnya.
bertepatan pada saat pukulan Ling Yan mengenai tepat di tengah-tengah batu tersebut, langsung saja batu besar itu terbelah menjadi dua akibat pukulan Ling Yan.
"Wah kuat sekali, padahal tadi aku hanya menggunakan setengah dari kekuatanku, akan bagaimana hasilnya kalau aku menggunakan seluruhnya ya?" Ling Yan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara Xiao Hu hanya bisa menatap wajah Ling Yan yang masih menggaruk kepalanya.
"Hah... sudahlah lebih baik aku pergi ke kota sekarang agar bisa mengikuti acara lelang di asosiasi." Ucap Ling Yan sebelum mengenakan topeng dan jubahnya dan tak lupa ia juga memberi Xiao Hu 2 buah inti kekuatan siluman tingkat 2 sebagai sarapannya.
Namun setelah selesai memakai jubah serta memberi makan Xiao Hu, Ling Yan kini mendapati sebuah masalah yang lumayan serius.
"Astaga, aku lupa kalau Xiao Hu sudah naik ke tingkat 2 dan sudah menjadi sebesar harimau dewasa sekarang, bagaimana aku menyembunyikannya." Ling Yan menggaruk kepalanya lagi sambil menatap Xiao Hu yang sedang memakan sarapannya.
Syuttt
Di depan matanya sendiri ia melihat Xiao Hu mengubah bentuk tubuhnya menjadi kecil bahkan kini ia sudah tidak terlihat seperti seekor siluman melainkan seekor kucing biasa.
"Xiao Hu, kau... bagaimana bisa." Ling Yan membelalakkan matanya dengan mulut yang menganga lebar.
"Miao..." Keterkejutan Ling Yan hanya di jawab suara kecil Xiao Hu yang kini kembali seperti seekor kucing kecil.
"Hehehe kalau begini aku akan dengan mudah menyembunyikan Xiao Hu, bahkan seorang pendekar raja juga tidak akan bisa merasakan kehadirannya." Ling Yan tertawa riang sebelum bergerak memasukkan Xiao Hu kedalam jubahnya.
"Baiklah.... kalau begitu ayo kita berangkat ke pelelangan sekarang." Ling Yan lalu memakai topengnya dan melesat menuju kota Bufeng bersama Xiao Hu.
*****
Gedung Asosiasi Lelang Harta bagian pengurus pelelangan.
Terlihat seorang pria dengan pedang di pundaknya sedang berjalan mendekati seorang pengurus pelelangan di ruangan tersebut.
Pendekar itu terlihat mengenakan pakaian sederhana serta topi jerami di kepalanya.
Pria ini tidak lain adalah orang yang sama yang di temui oleh Ling Yan di rumah makan kota Bufeng sebelumnya.
Sesampainya di meja pengurus pelelangan tersebut, pria itu langsung saja di sambut ramah oleh panitia pelelangan yang setidaknya memiliki kekuatan seorang pendekar emas bintang 2.
"Selamat pagi tuan, selamat datang di gedung Asosiasi Lelang Harta kami, apakah ada sesuatu yang bisa ku bantu?" Tanya panitia pelelangan itu.
"Aku kemari ingin memberikan ini pada kalian." Pria bertopi jerami itu terlihat memberikan sebuah gulungan berwarna putih pada panitia pelelangan itu.
Panitia pelelangan tersebut nampak bingung dengan ucapan pria tersebut. "Memberikan?" Ia bertanya di dalam hati sebelum menerima dan memeriksa gulungan putih itu.
Setelah membuka gulungan tersebut, alangkah terkejutnya pria itu saat mengetahui kalau isi dari gulungan putih itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi perkembangan seorang pendekar.
"Tuan pendekar ini....." Pria itu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya saat melihat pendekar bertopi jerami tersebut sudah berjalan menjauh sambil melontarkan sebuah kalimat.
"Aku harap kalian melelang barang itu hari ini, karena aku sangat yakin gulungan itu akan jatuh ke tangan pemilik nya yang sebenarnya."
Setelah mengatakan hal itu, pendekar bertopi jerami tersebut langsung saja melesat dan menghilang tanpa jejak sedikit pun.
"Siapa pendekar itu, aku bahkan tidak dapat merasakan kekuatan yang ia miliki?" Ucap panitia pelelangan itu.
Sementara itu didepan gedung Asosiasi Lelang Harta, terlihat Ling Yan yang baru saja sampai bersamaan dengan orang-orang yang juga ingin mengikuti acara lelang tersebut.
"Ternyata ada banyak sekali pendekar yang datang ke pelelangan ini, dan juga ada beberapa orang yang mewakili sakte mereka." Ucap Ling Yan yang kini sedang menatap ke sekelilingnya.