
"Hmm tapi penawaran yang kau berikan padaku masih tetap sangat tidak seimbang dengan bantuan yang sekteku bisa berikan." Sambung Gu Liang lagi yang sudah tidak terlalu tertarik dengan penawaran kerjasama dari Yan Susu.
Karena jika tujuan adik seperguruannya itu adalah untuk menyerang sekte seribu pedang, maka Gu Liang setidaknya paling sedikit harus mengerahkan dua pertiga kekuatan sektenya sendiri.
Walaupun setelah misi penyerangan itu berhasil ia bisa mendapatkan pil pelindung jiwa dari Yan Susu dan bisa menyerap api kematian, tetapi tetap saja sebuah pil pelindung jiwa tetap tidak akan sebanding dengan bantuan yang ia berikan.
Apalagi sekte seribu pedang memiliki jagoan-jagoan kuat seperti Mu Beiyan, Zhao Zhang, Li Guang, Wu Ya, serta seorang lagi yang bahkan memiliki api spiritual yaitu Shen Yu yang masih belum ia ketahui seberapa besar kekuatannya.
Yan Susu yang melihat Gu Liang mulai tidak tertarik dengan penawaran tersebut terlihat kembali mengeluarkan sesuatu yang lain di dalam cincin natnya dan berhasil menarik perhatian Gu Liang.
Kening Gu Liang berkerut sedikit mendapati Yan Susu mengeluarkan sebuah gulungan yang terlihat sedikit kusam beserta 2 botol obat yang salah satu dari keduanya tidak pernah ia temui sebelumnya.
"Bagaimana kalau aku menambahkan ini 3 butir pil naga merah tua, sebutir pil pelindung jiwa lagi, dan sebuah gulungan peta keberadaan api spiritual yang lain." Tawar Yan Susu yang langsung membuat Gu Liang membulatkan matanya.
Gu Liang begitu terkejut saat Yan Susu langsung mengeluarkan sebuah peta yang menunjukkan sebuah tempat yang menyimpan api spiritual serta pil naga merah tua yang dapat membuatnya naik tingkat untuk sementara waktu dalam sekejap tanpa adanya efek samping sedikitpun.
Artinya, jika ia mengkonsumsi pil ini, maka kekuatan yang ia miliki akan naik sebanyak 3 bintang dalam sekejap dalam kurun waktu tertentu tanpa adanya efek samping sedikitpun yang akan ia terima.
"Sialan wanita ini, dari mana ia mendapatkan pil tingkat tinggi yang seperti itu, bahkan ia juga memiliki sebuah peta tempat sebuah api spiritual bersemayam." Batin Gu Liang.
Pil pelindung jiwa memang begitu berharga bagi Gu Liang karena pil tersebut dapat membantunya menyerap api spiritual tanpa mendapatkan efek samping.
Tetapi pil naga api merah tua adalah benda yang jauh lebih berharga dari pil tersebut, bayangkan saja, dari mana lagi ia bisa mendapatkan sumber daya yang dapat membuatnya memiliki kekuatan di tingkatan selanjutnya.
Walaupun hanya mendapatkan kekuatan itu sementara waktu, tapi itu sudah lebih dari cukup baginya jika suatu saat menemukan situasi dimana ia sedang ada dalam keadaan yang begitu terdesak.
Setelah beberapa saat Gu Liang berpikir, ia lalu teringat kalau wanita yang ada di depan ini juga mengincar api spiritual, dan masih ada kemungkinan kalau ia memberikan peta yang sebelumnya sudah pernah ia telusuri.
"Saat ini kau tidak mencoba untuk menipuku bukan? aku tidak yakin kalau kau belum pernah memeriksa tempat yang ada di peta itu." Ucap Gu Liang dengan ekspresi curiga.
"Jika kau berpikir aku menipumu, maka sepertinya tidak akan ada negoisasi lagi yang perlu kita bicarakan." Yan Susu lalu memasukkan kembali semua barang miliknya kedalam cincin nat sembari memasang senyuman penuh makna di dalam hatinya.
Sementara Gu Liang yang mendapatkan jawaban tersebut terlihat memasang ekspresi wajah bimbang.
"Sialan, wanita ini membuat ku tidak mempunyai pilihan lain, walaupun peta itu adalah peta palsu, tapi 3 butir pil naga merah tua itu bisa membuatku tidak perlu melarikan diri lagi jika aku bertemu dengan Yun Zhao, dan juga aku masih belum tau pasti ke aslian dari peta yang ia miliki." Batin Gu Liang.
Setelah berpikir sejenak akhirnya Gu Liang memutuskan untuk menyetujui kerjasama yang ditawarkan oleh Yan Susu kepadanya.
"Baiklah, aku terima tawaranmu, tapi aku juga menginginkan beberapa teknik bertarung milik sekte seribu pedang jika kita berhasil merampasnya dari mereka." Jawab Gu Liang setuju dengan penawaran Yan Susu.
"Tidak masalah, kalau begitu aku menunggu bantuan yang akan kau berikan nantinya." Yan Susu terlihat mengeluarkan pil pelindung jiwa lalu melemparkannya ke arah Gu Liang.
Tanpa ragu Gu Liang menangkap botol tersebut yang di dalamnya berisi 2 butir pil pelindung jiwa.
"Itu adalah bayaran awal sebagai tanda persetujuan kerja sama kita." Setelah memberikan pil tersebut, Yan Susu dan Yu Lao kini berjalan keluar dari tempat tersebut.
Yu Lao yang sedari tadi hanya diam akhirnya buka suara setelah keduanya keluar dari tempat yang di penuhi oleh aura kematian yang sangat pekat itu.
"Yan Susu, apakah kau yakin orang itu tidak akan menarik kata-katanya, mengapa kau memberikan kedua pil pelindung jiwa itu begitu mudah padanya." Ucap Yu Lao.
"Tenang saja, walaupun kekuatan yang ia miliki berada di atas kekuatan ku sekalipun dan memiliki 2 api spiritual, ia tetap saja masih berada di tingkat yang sama sepertiku, apalagi setelah ia mengetahui kalau aku mempunyai pil tingkat tinggi, ia pasti tidak akan bertindak begitu sembrono." Jelas Yan Susu disambut anggukan kepala dari Yu Lao.
Tetapi di detik berikutnya, Yu Lao kembali bertanya tentang peta yang dimaksud oleh Yan Susu karena peta tersebut juga membuatnya menjadi cukup penasaran.
"Lalu bagaimana dengan peta api spiritual yang akan kau berikan padanya, apakah di daerah tersebut memang terdapat api spiritual? atau kau hanya membodohinya." Tanya Yu Lao lagi penasaran.
Yan Susu melirik Yu Lao sejenak sebelum berkata.
"Peta itu memang benar adalah peta asli yang menyimpan keberadaan roh api spiritual."Jawaban Yan Susu itu sudah cukup untuk membuat Yu Lao terkejut.
Akan tetapi perkataan Yan Susu selanjutnya kembali membuat Yu Lao bersikap tenang.
"Tetapi daerah yang dimaksud di dalam peta tersebut merupakan daerah yang tidak dapat dijangkau oleh pendekar seperti kita, jadi peta itu termasuk tidak akan berguna bagi kita walaupun kita memilikinya." Jawab Yan Susu yang membuat Yu Lao bernafas lega.
"Dan untuk ketiga pil naga merah tua yang aku miliki ini...." Yan Susu tersenyum licik di hadapan Yu Lao dan membuat pria paruh baya itu langsung mengerti.
"Huhh.. Aku pikir kau akan menyerahkan sebuah peta api spiritual serta 3 butir pil yang sangat berharga dengan begitu mudahnya, ternyata kau sudah memiliki rencana lain di balik semua itu." Sambut Yu Lao yang juga ikut tersenyum licik.
Yan Susu terkekeh sembari kembali berkata.
"Hehehe jangan berpikir kalau aku akan membiarkan dia memiliki kekuatan dengan begitu mudah, aku tau setelah kita berhasil menyerang sekte seribu pedang nanti, si tua bangka penyamar itu pasti memiliki niat untuk berkhianat dan merampas kedua api spiritual yang kita maksud.
Dialah yang ingin memulainya, jadi jangan salahkan aku jika aku juga memiliki rencana cadangan, dan jika pada saat hal itu benar-benar terjadi nantinya, kita akan dengan mudah melawannya bahkan mungkin membunuhnya."
Seandainya saja keduanya sudah berada di luar wilayah markas sekte gunung tengkorak, mungkin saat ini kedua orang itu akan tertawa terbahak-bahak dengan rencana yang baru saja mereka susun tersebut.
Setelah percakapan antara keduanya itu, keduanya kini sudah keluar dari arena sekte gunung tengkorak dan pada akhirnya keduanya kini melesat pergi dari tempat tersebut.