LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 58. Teknik Seribu Pukulan Angin Raksasa


"Aku tidak akan mengecewakan seluruh anggota Klan Ling." Ling Mei lalu mengalirkan tenaga dalam dan memusatkannya pada kedua tinjunya, tenaga dalam yang begitu besar kini menyeruak keluar membentuk 2 buah aura angin yang menyelimuti kedua tinju miliknya.


"Ini adalah teknik bertarung yang aku dapatkan berkat bantuan dari kak Ling Yan." Batin Ling Mei yang terus memusatkan tenaga dalamnya hingga aura petarung yang sangat kuat kini menekan Chu Ma.


Chu Ma yang kini merasakan bahaya di depannya sontak bereaksi dan menyarungkan pedangnya. "Tak ku sangka ia memiliki teknik bertarung yang cukup kuat." Ucap Chu Ma.


Ling Han yang melihat putrinya menggunakan teknik andalan dari klan Ling kini mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.


"Tak ku sangka Ling Mei sudah menguasai teknik ini." Ucap Ling Han.


Chu Ning dan Li Wei yang juga melihat aura petarung yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh Ling Mei, hanya bisa membelalakkan kedua matanya karena terkejut.


"Kekuatan ini, jika anak dari pak tua Ling Han ini memiliki teknik bertarung sekuat ini di tingkat perak, bagaimana dengan Ling Han yang sudah mencapai tingkatan pendekar raja." Batin Chu Ning.


Sementara itu Chu Ma yang berada di atas arena, kini mengalirkan tenaga dalam yang ia miliki dan memperagakan sebuah teknik bertarung.


Akan tetapi saat ini Ling Mei sudah selesai dengan persiapannya dan lalu maju menyerang Chu Ma dengan kecepatan tinggi.


"Teknik Seribu Pukulan Angin Raksasa." Teriak Ling Mei yang sontak mengarahkan pukulannya ke arah Chu Ma.


Terlihat ada banyak sekali sebuah tinju angin raksasa yang mengarah kepada Chu Ning, tetapi sebelum serangan Ling Mei mengenai sasarannya, "Teknik perisai kobaran api!!" Teriaknya.


Seketika muncul kobaran api yang kini mengelilingi tubuh Chu Ma seperti sebuah pelindung. dan saat kedua elemen yang berbeda itu berbenturan, sebuah ledakan besar terjadi dan menimbulkan kepulan asap di sekitar tempat Chu Ma berdiri.


"Hah hah hah apakah aku berhasil." Ucap Ling Mei terengah-engah setelah melakukan serangan itu dan menguras banyak tenaga dalam yang ia miliki.


Semua orang yang melihat kejadian barusan termasuk tetua Klan bahkan ketua Klan sendiri, hanya bisa melongo melihat efek serangan yang dilancarkan oleh Ling Mei.


Sementara itu Ling Haotian yang berada di atas arena sudah lebih dulu mengambil jarak dan menggunakan tenaga dalamnya untuk melindungi tubuhnya.


Dan saat kebulan asap yang tebal itu menghilang perlahan, para penonton dan yang lainnya tidak menemukan keberadaan Chu Ma di tempatnya.


"Eh di... dimana tuan muda Chu, apakah dia sudah...." Ucap para penonton dengan suara yang bergemuruh.


"Di mana dia." Batin Ling Mei yang kini mengedarkan pandangannya ke sekeliling arena namun tidak menemukan keberadaan Chu Ma.


Dan berselang beberapa saat, sebuah tendangan keras dari arah belakang, kini menghantam punggung Ling Mei dan membuatnya terlempar ke luar arena tak sadarkan diri.


"Ling Mei!!!" Teriak Ling Han yang kini melompat turun dan mendarat di sebelah putrinya.


"Hah hah hah aku hampir saja kalah." Ucap Chu Ma terengah-engah dengan pakaian yang sudah rusak akibat pertukaran jurus keduanya.


Sementara itu Ling Mei yang terlempar keluar dari arena nampaknya terkena luka dalam yang cukup serius bisa dilihat dari darah segar yang kini mengalir dari dalam mulutnya.


Walaupun sekilas terlihat saat Chu Ma menendang keluar Ling Mei seperti hanya sebuah tendangan biasa, akan tetapi sepertinya ia menggunakan tenaga dalamnya hingga membuat Ling Mei mengalami luka dalam.


Dengan cepat Ling Han lalu mengeluarkan sebuah pil penyembuh yang bentuknya sama dengan pil yang Ling Yuan berikan pada Ling Feng tempo hari dan memasukkannya ke dalam mulut Ling Mei.


"Ketua." Seru Ling Yan dan Xui.


"Tidak apa-apa, setelah meminum pil penyembuh ini, keadaan Ling Mei akan baik-baik saja." Ucap Ling Han.


Beberapa saat kemudian setelah menelan pil penyembuh, akhirnya keadaan Ling Mei mulai kembali pulih dan tenaga dalam yang ia miliki pun sudah mulai terisi secara perlahan.


Chu Ma yang masih berada di atas arena hanya tersenyum sinis dan kini menyadarkan Ling Haotian yang masih terdiam.


"Hoi pak tua, apakah aku belum menang." Ucap Chu Ma menyindir.


"Ah, Ling Mei keluar dari dalam arena, pemenangnya adalah Chu Ma dari Klan Chu." Ucap Ling Haotian yang disambut sorakan meriah dari penonton yang memihak kepada Klan Chu.


Chu Ning yang menonton dari bangku ketua, kini tersenyum puas dengan hasil yang di raih oleh putranya.


Sementara itu Ling Yan yang merasa bahwa yang dilakukan oleh Chu Ma terlalu berlebihan, kini mengalihkan pandangannya ke arah Chu Ma yang sedang berjalan turun dari arena.


"Sial! pasti dia sengaja melakukan ini." Ling Yan lalu berjalan mendekati Ling Han dan juga Ling Mei dan membisikkan sesuatu ke telinga Ling Han.


"Ketua, sepertinya klan Chu akan melancarkan serangannya hari ini, lihatlah bukankah orang yang berada di samping ketua Chu Ning adalah seorang pendekar raja?" Ling Yan berbisik pelan pada Ling Han.


Ling Han yang mendengar perkataan Ling Yan sontak terkejut dibuatnya, pasalnya bagaimana mungkin Ling Yan yang hanya seorang pemuda berusia 13 tahun dapat mengukur kekuatan seorang pendekar raja.


"Bagaimana kau bisa mengukur kekuatan seorang pendekar raja?" Tanya Ling Han pada Ling Yan.


"Untuk itu aku akan menjelaskan semuanya nanti, yang terpenting saat ini adalah ketua harus waspada terhadap orang itu, karena aku belum sepenuhnya tau berada di tingkat berapa kekuatan yang sebenarnya dari orang itu." Jawab Ling Yan berbisik.


"Baiklah, kalau begitu, bisakah aku memintamu untuk membawa Ling Mei ketempat yang aman?" Tanya Ling Han pada Ling Yan.


"Eh, aku, tapi......" Ling Yan menjawab ragu.


Akan tetapi setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju dan menggendong Ling Mei menuju kediaman ketua Klan.


"Xui, aku akan mengantar Ling Mei dulu, aku akan kembali sebentar lagi." Ucap Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Xui sebelum berlalu mengantar Ling Mei.


Xui yang melihat itu hanya menatap punggung Ling Yan yang perlahan menjauh sebelum memasang wajah cemberutnya, sementara itu Ling Yan yang sedang menggendong Ling Mei menuju kediaman Ling Han, merasa sedikit tidak enak dengan Xui.


Akan tetapi, Ling Yan membuang perasaan tidak enak itu jauh-jauh dan terus melesat hingga kini ia sudah sampai di kediaman ketua Klan Ling.


Namun saat ia sudah ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam, tiba-tiba saja Ling Mei yang sedang berada di dalam gendongan Ling Yan tersadar dan membuka matanya.


Sontak pandangan keduanya bertemu dan hal pertama yang dilihat oleh Ling Mei ketika sadar dari pingsannya adalah wajah Ling Yan yang saat ini sedang menggendongnya.


"Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Ling Yan tersenyum lega dengan Ling Mei yang masih berada dalam gendongannya.