LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 248. Roh di Dalam Menara


Sementara itu ditempat lain, yakni di bagian belakang sekte seribu pedang, terlihat beberapa murid sekte seribu pedang tengah berkumpul sambil berlatih ilmu tenaga dalam menggunakan ranting kayu di bawah bimbingan seorang murid bernama Shuyang.


Namun di tengah latihan mereka itu, salah seorang murid yang berlatih mulai membuka pembicaraan dan membahas tentang di tutupnya menara latihan seribu pedang.


"Apakah kalian sudah mendengar kabar penting, ketua sekte Zhao Zhang memerintahkan kepada pengurus menara seribu pedang untuk menutup menara sementara waktu." Ucap Yan Yang yang baru saja sampai.


Mendengar perkataan Yan Yang itu membuat rekannya yang sedang berlatih bersamanya di tempat itu terkejut dan menghentikan latihan yang mereka lakukan.


Hanya Zhao Yun Zhi yang memasang ekspresi wajah datar karena dirinya memang sudah mengetahui hal tersebut lebih dulu daripada Yan Yang.


"Kenapa bisa begitu, padahal aku berencana untuk memasuki menara seribu pedang selama 3 hari kedepan." Ucap Ling Mei sambil mengehela nafas panjang.


Xui yang mendengar itupun tidak bertanya kepada Yan Yang melainkan mengalihkan pandangannya ke arah Zhao Yun Zhi yang setiap hari memasang wajah datar.


"Senior Yun Zhi, kau adalah putri dari ketua sekte Zhao Zhang, apakah kau tahu alasan mengapa ketua sekte menutup menara seribu pedang untuk semua murid?" Tanya Ling Xuilan.


Mendapatkan pertanyaan dari Ling Xuilan, Zhao Yun Zhi hanya menunduk sedikit sebelum menjawab pertanyaan gadis yang sangat dekat dengan Ling Yan itu.


"Hmmm... aku juga tidak tau pasti alasan ayahku melakukannya, tetapi menurut perkiraan ku, sepertinya ada sebuah keadaan mendesak yang membuat ayahku menutup menara latihan seribu pedang untuk sementara waktu." Jawab Yun Zhi.


Mendengar jawaban Yun Zhi itu, semua murid yang tidak lain adalah rekan-rekan Ling Yan sendiri hanya bisa tertunduk lesu dan mengehela nafas panjang secara bersamaan.


"Bahkan putri dari ketua sekte saja tidak mengetahui alasannya, haruskah kita bertanya kepada tetua Shen Yu?." Celetuk Ling Mei yang membuat Zhao Yun Zhi mengubah ekspresi wajahnya karena teringat akan sesuatu.


Zhao Yun Zhi berbatuk pelan sebelum kembali angkat bicara.


"Ekhm! berbicara mengenai tetua Shen Yu, sesekali aku pernah tidak sengaja mendengar percakapan antara ayahku dengannya." Ucap Zhao Yun Zhi lagi.


"Memangnya apa yang mereka bicarakan, apakah itu ada hubungannya dengan menara seribu pedang?" Tanya Ling Mei lagi.


"Ya... begitulah, waktu itu aku tidak sengaja lewat di depan ruangan pribadi ayahku dan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang membahas tentang sebuah roh yang tersegel di dalam menara seribu pedang, tetapi aku tidak tahu pasti roh seperti apa yang ia maksud, mungkin ini ada kaitannya dengan hal itu." Jawab Zhao Yun Zhi yang membuat Shuyang bergidik ngeri.


"Uhuk-uhuk, tunggu dulu, apakah roh yang kau maksud adalah roh gentayangan seorang pendekar." Ucap Shuyang dengan wajah ketakutan dan wajahnya yang dipenuhi keringat dingin.


"Entahlah, mungkin juga itu benar, tetapi ada kemungkinan juga itu salah." Jawab Zhao Yun Zhi yang membuat Shuyang sedikit bernafas lega.


Walaupun Shuyang adalah seorang pendekar yang pemahaman ilmu tenaga dalamnya tinggi, tetapi salah satu kelemahan Shuyang adalah hal-hal yang berbau menyeramkan seperti yang mereka bahas saat ini.


Sementara itu selagi teman-temannya membahas tentang roh di dalam menara seribu pedang, Han Li yang sedari tadi merasakan kalau ada yang kurang dari mereka terlihat menatap sekelilingnya seakan mencari keberadaan seseorang.


Ling Mei yang melihat gelagat Han Li yang terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling area terlihat mengukir arah pandangannya sampai akhirnya memutuskan untuk bertanya pada pemuda itu.


"Han Li!! Apakah ada sesuatu yang kau cari? kulihat sedari tadi kau selalu mengedarkan pandangan ke sekeliling seakan mencari seseorang!" Ucap Ling Mei memecah konsentrasi Han Li.


Shuyang dan yang lainnya yang mendengar itu pun ikut menatap wajah Han Li yang memasang ekspresi kebingungan.


"Emmmm apakah kalian tidak merasakan ada sesuatu yang kurang? diantara kalian semua apakah ada yang melihat Ling Yan selama 3 hari terakhir ini?" Tanya Han Li.


Pertanyaan Han Li tersebut sontak membuat mereka semua tersadar karena sudah 3 hari semenjak Ling Yan pergi bertemu dengan Shen Yu ia tidak pernah lagi terlihat di tempat ini.


"Kau benar, sudah 3 hari ini kak Ling Yan tidak muncul." Ucap Ling Mei


"Ya!! biasanya dia akan meledakkan tungku obatnya jika waktu sudah menjelang siang hari seperti ini." Tambah Shuyang.


Sementara Zhao Yun Zhi yang mendapati masternya sedang tidak berada di tempat yang biasanya, terlihat memasang ekspresi wajah kebingungan dan memiliki pertanyaan di dalam hatinya.


"Sebenarnya kemana master Ling Yan pergi?" Batinnya.


*****


Di tempat lain, yakni di depan menara sekte seribu pedang, Ling Yan yang sudah melakukan persiapan kini sudah berdiri di depan menara seribu pedang yang menjulang tinggi ke atas.


Ling Yan menatap jauh kedalam pintu lantai paling bawah menara itu dan dapat dengan jelas melihat wujud dari roh api pembakar jiwa berbentuk Phoenix sedang menatapnya dari dalam segel.


Shen Yu yang berdiri di belakangnya kini berjalan mendekatinya sebelum tangan pria tua itu menepuk pundak Ling Yan.


"Ingatlah, jangan pernah mempedulikan apapun saat berada di dalam sana, serahkan semua ini pada kami." Ucap Shen Yu mengingatkan.


Ling Yan menganggukkan kepalanya lalu menghela nafas panjang sebelum berjalan masuk kedalam menara seribu pedang. Lalu bertepatan dengan Ling Yan yang sudah berhasil masuk kedalam menara.


Shen Yu, Zhao Zhang, Mu Beiyan, Li Guang, dan Wu Ya beserta 10 tetua pedang yang sudah berada di tingkat pendekar suci kini bersatu membuat sebuah segel penghalang untuk melindungi menara seribu pedang.


Tenaga dalam dari kelima belas pendekar suci itu kini mulai bersatu dan membentuk sebuah segel berlapis 7 yang menyelimuti menara seribu pedang.


Dalam beberapa bulan terakhir, Shen Yu yang memang masih mempelajari teknik penyegelan 7 lapisan kini sudah sepenuhnya menguasai teknik tersebut walaupun masih memerlukan bantuan tenaga dalam dari para pendekar suci yang lain.


Awalnya ia berencana menyempurnakan teknik penyegelan itu dan menyegel roh api pembakar jiwa sendirian menggunakan tenaga dalamnya sendiri lalu setelah itu ia berencana menyuruh Ling Yan untuk menyerap api langit terlebih dahulu sebelum menyerap api pembakar jiwa.


Akan tetapi karena keadaannya mendesak, dimana sekte aliran hitam memiliki peluang untuk menyerang kapan saja membuat Shen Yu dan Zhao Zhang mengubah rencana tersebut karena tidak ingin api pembakar jiwa jatuh ke tangan para pendekar aliran hitam itu.


Apalagi roh api pembakar jiwa adalah api spiritual yang berada di peringkat ke 10 api spiritual dan itu lebih kuat dari api spiritual yang dimiliki oleh Shen Yu yang merupakan jagoan terkuat sekte seribu pedang.


Dan jika sampai aliran hitam itu berhasil mendapatkannya, maka peluang bagi aliran putih untuk memenangkan pertempuran akan menjadi semakin kecil dan kemungkinan terburuknya adalah semua anggota sekte seribu pedang akan binasa.


Selain itu sekte-sekte aliran putih lainnya juga pasti akan menjadi sasaran selanjutnya dari penyerangan yang di lakukan oleh aliansi aliran hitam ini.


"Terus pertahankan posisi kalian, hanya tinggal sedikit lagi segel ke empat terbentuk!!! para tetua yang lain harap bersiap untuk menggantikan posisi tetua pedang yang mulai kehabisan tenaga dalam." Teriak Shen Yu memperingatkan para tetua pedang yang tenaga dalamnya terbatas.