
Setelah menyelesaikan kegiatan makan mereka, Ling Yan, Shuyang, Qianlin, Xui, dan juga Jin Yuan kini sudah berada di atas kereta kuda yang baru saja meninggalkan ibukota beberapa waktu lalu.
"Ling Yan, sebenarnya apa yang kau bahas bersama orang tua itu hingga lama sekali, apakah kau memberikan ginseng kehidupan itu padanya?" Tanya Shuyang.
"Tidak, aku tidak memberikan ginseng itu padanya, sebaliknya ia malah memberikan 3 barang langka dan berharga padaku." Jawab Ling Yan sambil tersenyum sumringah.
"3 barang langka?, bukankah tadi dia menginginkan ginseng kehidupan itu, tapi kenapa ia malah memberi kak Ling Yan barang yang lain." Sahut Xui disambut anggukan kepala dari Qianlin.
"Hahaha mungkin karena aku sedang beruntung." Jawab Ling Yan sambil tertawa, tapi di sela tawanya itu, Ling Yan dapat merasakan kalau ada sekelompok orang yang tengah mengikuti kereta kuda mereka sedari tadi.
"Satu orang di puncak pendekar suci, 2 orang pendekar suci bintang 4, 3 orang pendekar raja bintang 3 dan 5 orang pendekar jiwa, serta 20 orang pendekar perak dan emas, Klan tanda surgawi benar-benar menginginkan ginseng kehidupan ini." Batin Ling Yan.
"Sepertinya ada sekelompok orang yang sedang mengikuti kita." Qianlin yang merasakan aura itu nampak sedikit melirik ke belakang.
"Hehehe, persepsi jiwa yang kau miliki cukup baik ternyata." Sahut Ling Yan sebelum menyuruh teman-temannya untuk berpura-pura tidak mengetahui hal itu.
"Kemungkinan besar kelompok ini adalah orang-orang dari Klan tanda surgawi, ada sekitar 20 sampai 30 orang yang sedang membuntuti kita, dan 6 orang dari mereka adalah pendekar suci dan pendekar raja." Jawab Ling Yan.
Shuyang yang mendengar hal itu nampak menelan ludahnya kasar, karena kali ini sepertinya orang yang membuntuti mereka memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada perampok yang sebelumnya mengikuti mereka.
"Klan tanda surgawi?, bukankah mereka juga salah satu peserta lelang tadi, apa yang mereka inginkan dari kita, apa mungkin mereka berniat untuk merebut apa yang sudah kita dapatkan pada lelang tadi?." Tebak Xui.
"Bukan mungkin Xui, tapi memang itulah yang mereka rencanakan, mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama dengan Jiang Zhu." Jawab Ling Yan seraya melirik ke belakang.
Kereta kuda mereka terus berjalan dan masih belum ada tanda-tanda dari kelompok tersebut yang ingin menyerang mereka, bahkan saat ini matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat.
"Mungkin mereka akan menyerang pada saat kami lengah dengan keadaan sekitar." Batin Ling Yan.
Karena hari sudah mulai gelap, Ling Yan akhirnya memutuskan untuk berhenti dan beristirahat di dekat sebuah bukit yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Kita berhenti disini, kita tidak boleh terus bergerak di malam hari, karena penglihatan kita bisa terganggu dan membuat mereka lebih mudah menyerang kita." Jelas Ling Yan di sambut anggukan setuju dari rekannya.
Ling Yan dan yang lainnya kini mulai mengumpulkan kayu bakar sebelum membuat perapian untuk mereka berempat, sementara Jin Yuan, ia nampak tengah memperhatikan sekelilingnya sambil memeriksa keadaan sekitar.
Dibalik kegelapan yang tidak terlalu jauh dari tempat Ling Yan berada, Shi Ning yang selaku pemimpin dari rombongan Klan tanda surgawi terlihat menggunakan sebuah teknik yang membuat kedua bola matanya bersinar.
"Hmm aku sudah melihat mereka, hanya orang berwajah datar itu yang memiliki kekuatan terkuat di antara mereka, aku sendiri yang akan mengurusnya." Ucap Shi Ning sebelum memerintahkan bawahannya untuk berputar dan mengepung kereta kuda itu.
Tepat setelah anak buahnya berpencar, tiba-tiba saja Shi Ning merasakan adanya aura pembunuh dari arah atas yang membuatnya sepontan menghindar dari tempat itu.
Syut syut!!
Benar saja, setelah ia menjauh, 3 buah pisau terbang langsung menancap di tanah tempat dimana ia berjongkok sebelumnya.
"Kau!! Bagaimana bisa kau ada di sini." Ucap Shi Ning mendapati seorang pendekar bertopeng di hadapannya yang tidak lain adalah Ling Yan.
"Hehehe, ternyata seorang tetua Klan kuno sepertimu juga tidak bisa menahan diri jika menginginkan barang bagus." Ling Yan memutar-mutar pisau yang ada di genggamannya.
Ling Yan mendarat tepat di dekat ketiga pisau yang sebelumnya ia lemparkan. Kemudian ia memungut ketiga pisau itu tanpa mengalihkan pandanganya dari Shi Ning yang tengah menatapnya tajam.
Di dalam hatinya saat ini sedang campur aduk, karena pemuda bertopeng di depannya ternyata tau kalau dia bukanlah pemimpin Klan Tanda Surgawi melainkan hanya seorang tetua, dan yang mengetahui tentang hal itu biasanya hanya orang-orang tertentu saja seperti anggota Klan kuno yang lain ataupun orang yang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Klan tersebut.
Dan jika orang luar yang mengetahui tentang hal tersebut, maka orang itu tidak boleh dibiarkan hidup.
"Sepertinya kau mengetahui terlalu banyak tentang kami, dan karena itu, aku tidak boleh membiarkanmu hidup." Shi Ning mengeluarkan sebuah tombak dari dalam cincinnya sebelum mengalirkan tenaga dalam pada tombak itu.
Namun belum sempat ia bergerak lebih jauh, 2 orang pendekar suci dan seorang pendekar raja tiba-tiba mendarat di samping Shi Ning dengan posisi siaga dengan senjatanya masing-masing.
Sontak saja Shi Ning menjadi terkejut karena ketiga pendekar itu adalah bawahannya dan ketiganya terlihat seperti sedang mencari perlindungan dari Shi Ning.
"Apa yang terjadi pada kalian? dan mengapa ada banyak luka lebam pada tubuh kalian." Tanya Shi Ning yang mendapati ketiga bawahannya yang terluka.
Ia nampak mencari-cari para bawahannya yang lain tapi ia tidak dapat menemukan mereka, dan sebaliknya ia hanya menemukan seorang pendekar suci bintang 9 yang keluar dari kegelapan di dekat Ling Yan berdiri.
"Dia...." Shi Ning bisa melihat ada darah yang menetes dari senjata yang ada di tangan pendekar itu.
"Kau cepat sekali Jin Yuan, apakah kau menyisakan sedikit untuk Shuyang dan yang lainnya?" Tanya Ling Yan sambil membersihkan telinganya dengan jari kelingking.
"Semua yang ada di tingkat pendekar jiwa dan pendekar raja selain orang itu sudah aku selesaikan tuan, saat ini sepertinya mereka sedang bertarung melawan para pendekar emas dan perak, tapi sepertinya mereka sudah hampir selesai." Ucap Jin Yuan datar.
Benar saja, tak lama kemudian Qianlin Shuyang dan juga Xui sudah sampai di tempat yang sama dan mendapati Ling Yan bersama Jin Yuan sedang berdiri berhadapan dengan 4 orang pendekar.
"Kalian cepat juga." Ling Yan berkata sambil tersenyum sinis ke arah Shi Ning yang memasang wajah marah.
"Beraninya kalian membunuh anggota klan kuno kami!, akan ku pastikan kalian tidak bisa pergi dari aini!!" Ucap Shi Ning dengan nada berteriak.
Mendengar itu Ling Yan kembali menyunggingkan senyum sinis dengan aura petarung yang ia miliki.
"Kalian berkata seperti ini seakan kalian adalah korban, padahal kalian sendiri yang datang untuk mencuri dari kami."
Ling Yan menarik pedang kabut ilusi dari sarungnya sebelum berkata kepada Jin Yuan.
"Aku yang akan mengurus orang tua itu, kau urus 3 orang lainnya." Ucap Ling Yan sambil menyelimuti pedangnya dengan tenaga dalam.
"Kali ini aku akan mencoba menggunakan teknik pertama dari ilmu pedang tanpa wujud." Batin Ling Yan yang api abadinya sudah mulai menyelimuti pedang kabut ilusi.
**********************************************
Hi para readers, maaf ya karena updatenya agak lama, soalnya author lagi berencana untuk merilis novel baru berjudul PEMILIK KEKUATAN NAGA, jadi kalian harap bersabar ya.
Mungkin besok author akan usahakan update 1 episode perhari karena author juga masih menyusun kerangka novel author yang baru, dan rencananya akan author rilis bulan depan.
HAPPY READING FOR ALL.....