
"Bocah, aku akan menjadi kekuatanmu, aku berharap kau bisa menggunakan kekuatanku untuk melindungi semua orang yang kau sayangi." Sebuah suara kini terdengar jelas di telinga Ling Yan, akan tetapi Xui tidak dapat mendengar itu sama sekali.
Tenaga dalam yang Ling Yan miliki kini sudah kembali sepenuhnya, kobaran api berwarna hijau yang mengelilingi Ling Yan dan Xui tiba-tiba saja bergerak masuk kedalam tubuh Ling Yan.
"Aaaaa!!" Ling Yan berteriak sekeras-kerasnya menahan rasa sakit yang seakan-akan membakar tubuhnya saat kobaran api berwarna hijau itu mulai terserap ke dalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan berhasil menyatu sepenuhnya dengan kobaran api tersebut dan mengeluarkan aura petarung yang begitu kuat dari dalam tubuhnya.
Kini di dalam tubuh Ling Yan terdapat 3 jenis api spiritual dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Sementara itu Wushang yang merasakan aura petarung yang begitu kuat keluar dari dalam tubuh Ling Yan, membuat kedua kakinya gemetar karena tekanan aura petarung yang mengarah padanya.
Ling Yan bergerak memungut pedangnya lalu mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar dari dalam tubuhnya.
"Teknik permainan api, penggabungan 3 jenis api spiritual!!!" Ling Yan mengeluarkan 3 jenis api dari dalam dirinya dan menggabungkannya menjadi satu.
"Api Abadi!! Api Sakral Surgawi!! Api Kehidupan!!" Ketiga api tersebut kini mulai menyatu dan menyelimuti tubuh Ling Yan.
Aura petarung yang Ling Yan miliki kembali meningkat, Wushang yang melihat itu dapat merasakan bahwa kekuatan bocah yang ada dihadapannya berada di atasnya.
Apalagi saat ini Wushang sudah kehilangan banyak tenaga dalamnya saat menahan serangan yang dilancarkan oleh Ling Yan sebelumnya.
"Sial, jika aku memaksakan diri untuk melawannya, maka sudah pasti aku akan tamat." Wushang yang menyadari bahaya di depannya sontak menggunakan teknik meringankan tubuhnya mencoba kabur dari sana.
Dia sadar, bahwa kekuatannya saat ini sama sekali tidak dapat mengimbangi Ling Yan yang memiliki aura petarung sekuat itu bahkan jika ia masih memiliki kekuatan penuhnya.
Ling Yan yang melihat lawannya yang mencoba kabur, sontak bereaksi dengan cepat mengejarnya. "Kau sudah melukai kedua adikku, Ling Mei, bahkan ibuku juga, dan sekarang kau ingin pergi begitu saja." Ling Yan melesat begitu cepat mengejar Wushang.
Tanpa kesulitan yang berarti, Ling Yan akhirnya berhasil menyusul Wushang dan mendaratkan pukulannya hingga membuat Wushang terhempas sejauh 5 meter.
Wushang yang terkena serangan tersebut dapat merasakan organ dalam tubuhnya berpindah tempat saat terkena pukulan telak dari Ling Yan.
"Padahal dia tidak menggunakan tenaga dalamnya sama sekali, tapi... mengapa kekuatannya bisa sekuat itu." Wushang mengumpat kesal sambil mencoba menahan rasa sakit yang ia dapatkan.
Kondisi pertarungan keduanya kini kian berbalik arah, jika sebelumnya Ling Yan yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya, sekarang giliran Wushang yang merasakan hal itu.
Wushang mengalirkan tenaga dalam untuk menekan rasa sakit yang ia derita, akan tetapi tenaga dalam yang ia miliki saat ini tidak cukup untuk menekan rasa sakit itu.
Ling Yan yang kini berdiri dihadapan Wushang langsung memberikan tatapan mata yang dingin disertai aura pembunuh yang diarahkan pada Wushang.
Mendapatkan tatapan mata yang seperti itu membuat Wushang merubah ekspresi wajahnya menjadi buruk, keringat dingin mulai mengucur deras membasahi tubuhnya, serta wajahnya yang mulai pucat.
Baru kali ini ia merasakan ketakutan yang begitu besar dari dalam dirinya, apalagi rasa takut itu bukan karena bertemu seekor siluman tingkat tinggi ataupun karena melawan seorang pendekar yang sangat hebat melainkan hanya karena aura pembunuh dari seorang bocah berusia 13 tahun.
"Pendekar muda, tolong berikan aku kesempatan untuk menebus dosa-dosa yang telah aku perbuat, aku berjanji akan merubah sikapku dan menjadi orang baik-baik yang membantu sesama."
Wushang memohon dengan nada bicara yang bergetar karena ketakutan, "Aku berjanji pendekar muda, bukankah kau adalah pendekar aliran hitam yang baik hati dan bijaksana?" Wushang menyanjung Ling Yan dan berharap Ling Yan memberikan belas kasihan padanya.
Ling Yan yang mendengar perkataan Wushang yang memohon kepadanya mendapati tidak adanya kejujuran dimata pendekar aliran hitam itu.
"Hmm apakah aku bisa mempercayai apa yang kau katakan." Ling Yan berkata sambil mengikuti alur pembicaraan Wushang.
Mendengar perkataan Ling Yan, Wushang kini mendapatkan sedikit harapan, ia kembali mengutarakan pujian-pujian yang biasanya ia gunakan jika ia sedang berada di posisi terpojok seperti ini.
"Itu benar pendekar muda, aku pasti akan berubah menjadi orang baik-baik." Wushang kini merubah ekspresi wajahnya sedikit tersenyum.
Akan tetapi didalam hatinya, Wushang tersenyum licik dan membatin.
"Hehe dasar anak bodoh, untunglah dia memiliki kepribadian yang sama dengan pendekar aliran putih yang naif diluar sana."
"Hmm kalau begitu aku akan memberikan 1 kesempatan untukmu." Ucap Ling Yan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Wushang yang mendengar perkataan Ling Yan kini tersenyum puas dan tertawa didalam hatinya, namun ekspresi wajah senangnya itu tidak bertahan lama setelah Ling Yan kembali membuka suara yang membuat ekspresi wajahnya menjadi buruk seketika.
"Tapi kesempatan itu tidak akan kau dapatkan sekarang, melainkan di neraka." Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalamnya dan memusatkan pada kepalan tangan kanannya.
"Tinju 3 jenis kobaran api spiritual!!" dengan jarak yang sangat dekat, Ling Yan menggunakan teknik tinju kobaran api hingga membuat Wushang mati seketika.
Wushang yang menerima serangan dari Ling Yan bahkan tidak sempat berteriak saat rasa sakit menyerang tubuhnya sebelum mati mengenaskan.
"Hmp ingin membodohiku dengan beberapa pujian, sayangnya aku tidak seperti pendekar aliran putih yang memiliki sifat yang naif." Ling Yan lalu membalikkan badannya dan mendapati Xui yang menatapnya tanpa ekspresi sedikitpun.
"Xui.... kau..." Ling Yan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.
"Kak Ling Yan, tidak perlu mengatakan apapun, aku bisa mengerti itu semua." Xui langsung bergerak dan memeluk Ling Yan dengan erat.
"Hmm terimakasih telah karena telah mengerti." Ling Yan mengelus rambut Xui lembut sebelum akhirnya keduanya tersadar dengan keadaan sekitarnya.
Pandangan keduanya kini terarah pada Yu Fei, Yu Qian, Ling Mei dan juga ibu Ling Yan yang saat ini masih tergeletak tak sadarkan diri.
Keduanya lalu bergerak menghampiri keempatnya, beruntung Yu Qian dan juga Yu Fei tidak mengalami luka yang begitu serius dan sepertinya mereka hanya pingsan.
Tapi lain halnya dengan Ling Mei dan juga ibu Ling Yan, keduanya menderita luka dalam yang cukup parah akibat serangan yang dilancarkan oleh Wushang.
Sepertinya sebelum keduanya sampai di kediaman Ling Han, Ling Mei dan juga Ling Yue bekerja sama untuk melawan Wushang demi melindungi kedua adik angkat Ling Yan.
Akan tetapi karena perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, keduanya kini berakhir seperti ini.
Ling Yan dengan cepat mengeluarkan pil penyembuh yang ada di dalam cincin natnya dan memasukkannya kedalam mulut Ling Mei dan ibunya.
Setelah itu Ling Yan mengalirkan tenaga dalamnya untuk membantu menekan dan menghentikan pendarahan pada luka keduanya.
Ling Han yang baru saja sampai kini mendapati pemandangan seorang pendekar berjubah hitam yang mati dalam keadaan bersimbah darah dengan api kecil yang masih membakar sebagian tubuhnya.
"Apa yang sudah terjadi di kediamanku?" Ling Han bertanya dengan ekspresi wajah memburuk sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.