
"Itu benar ayah, selain itu kita juga harus meningkatkan keamanan serta mewaspadai kediaman Klan Chu, karena sepertinya Klan Chu merencanakan sesuatu bersama para anggota sakte aliran hitam itu." Ucap Ling Yan
Percakapan diantara keduanya akhirnya berakhir saat matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat.
Setelah percakapan diantara keduanya, Ling Yan dan ayahnya lalu memutuskan kembali ke kediaman mereka, dan sesampainya di rumah, hari juga sudah mulai gelap menandakan malam telah tiba.
Saat keduanya masuk kedalam rumah, mereka sudah di sambut dengan aroma makanan buatan Ling Yue yang kini sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.
Terlihat Yu Fei dan Yu Qian sedang duduk manis di meja makan serta Ling Yue yang sedang menata makanan diatas meja makan.
Ling Yue yang sudah selesai menyiapkan makan malam kini mendapati Ling Yan dan ayahnya yang baru saja pulang.
"Kalian dari mana saja, ayo makan malam sudah siap." Ucapnya.
Keduanya hanya tersenyum dan mengangguk lalu berjalan menuju meja makan dan menikmati makan malam yang telah disiapkan.
Setelah menikmati makan malam bersama, Ling San lalu pamit pergi menuju kediaman ketua Klan Ling Han.
"Yue'er, aku akan pergi mengunjungi kediaman ketua Ling Han malam ini, karena ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengannya, dan juga tidak perlu menungguku karena mungkin saja malam ini aku akan menginap." Ucapnya.
Ling Yue yang mendengar itu hanya mengangguk dan tidak menanyakan tentang hal itu lebih lanjut.
Sementara itu setelah ayahnya keluar, Ling Yan lalu masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya rapat-rapat dan tidak lupa menguncinya.
Tanpa pikir panjang ia lalu naik ke atas tempat tidur dengan posisi duduk bersila, ia lalu mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu saat ia menggunakan teknik tubuh ilusi untuk mengikuti salah satu dari anggota sakte Petir Hitam itu.
"Jika sakte Petir Hitam memang memiliki sebuah rencana bersama dengan Klan Chu, itu berarti hanya ada 2 kemungkinan, yaitu teknik ilmu halilintar bumi dan juga api spiritual." Ucap Ling Yan.
"Hmm bahkan mungkin Klan Chu juga menginginkan kekuasaan penuh di kota Teratai ini, jika seperti itu, aku harus mengantisipasi semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi." Ucap Ling Yan.
Ling Yan lalu mengeluarkan seluruh inti kekuatan siluman dari dalam cincin nat miliknya yang ia dapatkan dari hutan kegelapan sebelumnya.
"Sepertinya ini sudah waktunya menyerap semua inti kekuatan ini." Ucap Ling Yan yang kini menatap lekat semua inti kekuatan siluman yang ia miliki.
Kini di hadapan Ling Yan ada 7 buah inti kekuatan siluman, diantaranya adalah 3 buah inti kekuatan api tingkat 7, tiga inti kekuatan petir tingkat 7 dan juga 1 inti kekuatan api tingkat 4.
"Dari semua inti kekuatan yang aku miliki saat ini, hanya ada 4 inti kekuatan api yang bisa aku serap, dan juga perlu sampai qktu sekitar 4 hari untuk menyerap semuanya." Ucap Ling Yan.
Akan tetapi setelah mengatakan itu, Ling Yan kembali mendengar suara yang ia kenali dari dalam fikirannya."Hahaha! dasar bocah bodoh, kau pikir hanya inti kekuatan api saja yang bisa meningkatkan tenaga dalammu." Ucap roh api abadi dengan tawanya.
"Apa maksudmu, seharusnya memang seperti itu bukan?." Ucap Ling Yan.
"Tuan Yan, sebenarnya dengan teknik Ilmu Jalan Langit yang tuan miliki, semua energi alam baik itu elemen api maupun bukan elemen api, itu semua bisa meningkatkan tenaga dalam yang tuan miliki." Ucap salah satu kepala roh inti api kehidupan bernama Xiao Bao.
"Ah ternyata teknik ini begitu hebat, aku baru tahu soal ini ahahaha." Ucap Ling Yan yang kini tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Heh tak ku sangka kau tidak mengetahui ini, jika kau ingin menyerap dan meningkatkan tenaga dalammu tanpa membuang waktu, masuk saja kedalam ruang bawah sadarmu, karena perbedaan waktu di sini lebih lambat dari pada dunia luar." Ucap api abadi.
Mendengar perkataan api abadi, Ling Yan lalu menurutinya dan kini memueatkan pikirannya untuk memasuki alam ba ah sadarnya, akan tetapi sebelum ia berhasil berkonsentrasi penuh, suara api abadi kembali terdengar di telinganya.
"Tunggu sebentar." Ucapnya.
Mendengar itu sontak membuat konsentrasi Ling Yan buyar dan kembali tersadar.
"Ada apa lagi." Ucap Ling Yan bingung.
"Bawa pedang darah api milikmu bersamamu, karena ada sesuatu hal yang ingin aku pastikan." Ucapnya.
Mendengar perkataan api abadi, Ling Yan sedikit mengerutkan keningnya namun tidak mencoba menanyakan alasannya lebih jauh, ia lalu mengambil pedang darah api dan kembali duduk bersila serta berkonsentrasi penuh untuk memasuki alam bawah sadarnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan berhasil dan kini mendapati roh inti kekuatan api abadi beserta roh inti kekuatan api kehidupan berada dihadapannya dan menatapnya dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan.
"Ternyata memang benar, semuanya sesuai dengan yang kita duga." Ucap api abadi yang kini mengalihkan pandangannya ke arah api kehidupan.
Roh api kehidupan hanya mengangguk dan kembali menatap lekat ke arah Ling Yan yang saat ini sedang memasang ekspresi wajah yang bingung.
"Ada apa dengan kalian." Ucap Ling Yan.
"Tidak, tidak ada apa-apa, lebih baik kau mulai menyerap inti kekuatan siluman yang kau miliki itu." Ucap api abadi.
Ling Yan yang merasa penasaran dengan kedua roh inti kekuatan api spiritual itu hanya bisa menatap keduanya dengan penuh tanda tanya di dalam pikirannya.
"Ini, tadi kau menyuruhku membawa pedangku bukan." Ucap Ling Yan yang kini memberikan pedang darah api pada roh api abadi yang menyerupai tubuhnya.
Setelah roh inti kekuatan api abadi menerima pedang itu, Ling Yan lalu duduk bersila dan mulai menyerap inti kekuatan siluman yang ia miliki satu persatu menggunakan teknik ilmu jalan langit.
Sementara itu saat Ling Yan sedang berkonsentrasi pada proses penyerapan inti kekuatan siluman yang ia miliki, roh api abadi dan juga api kehidupan terlihat menatap lekat ke arah pedang darah api.
"Apa kau bisa merasakannya." Ucap Huo pada Xiao Bai dan Xiao Bao.
"Ya tidak salah lagi, itu pasti energi miliknya." Ucap Xiao Bao dan Xiao Bai.
"Pantas saja saat bocah ini mengalirkan tenaga dalamnya pada pedang ini, aku bisa merasakan energi lain yang begitu kuat." Ucap api kehidupan.
"Hmm aku juga sama dengan mu, berarti tinggal 2 lagi." Ucap api kehidupan yang disambut anggukan kepala dari Xiao Bao dan Xiao Bai.