
Malam hari kini sudah tiba, matahari yang tadinya bersinar terang kini dalam sekejap sudah tidak menampakkan sinarnya lagi, sementara itu hutan kegelapan yang pada saat siang hari saja sudah cukup gelap, saat ini keadaannya menjadi semakin gelap tanpa ada cahaya sedikitpun.
Di tengah hutan kegelapan itu terlihat seorang bocah tengah duduk bersila di depan sebuah api unggun yang tidak terlalu besar.
Ling Yan yang baru selesai membuat sebuah api unggun, langsung mendudukkan dirinya di dekat api dengan posisi bersila untuk mencari letak meridian-meridian kecil di dalam tubuhnya.
Setelah beberapa lama, Ling Yan lalu membuka matanya sambil menghela nafas panjang.
"Hahh aku belum berhasil menemukan kelima titik meridian kecil ku, mengapa harus sesulit ini untuk mencari letak meridian-meridian kecil itu." Gumam Ling Yan.
"Hehehe bersabarlah tuan Ling Yan, kau itu masih muda, kau masih punya banyak waktu untuk membuka meridian kecil pada tubuhmu." Ucap roh api sakral surgawi.
"Hmm iya iya aku juga tau aku masih muda, tapi sumber daya yang barusan aku dapatkan tidak akan berguna jika aku tidak memurnikan kekuatan jiwaku secepatnya." Jawab Ling Yan sambil mengubah posisinya menjadi berbaring.
"Hehehe tuan memang anak yang keras kepala, memangnya apa yang membuat tuan sampai ingin meningkatkan kekuatan dengan cepat seperti itu, bukankah itu akan memicu kecurigaan banyak pihak nantinya?" Tanya roh kobaran api kehidupan.
Mendengar perkataan api kehidupan Ling Yan sontak terdiam sesaat sebelum kembali berbicara. "Karena itulah aku ingin meningkatkan kekuatanku secepat mungkin agar saat itu semua terjadi, aku sudah memiliki kekuatan untuk melindungi diriku dan semua orang yang aku sayangi." Jawab Ling Yan yang berhasil membuat ketiga roh api spiritual di dalam tubuh Ling Yan tertegun.
"Hehehe sepertinya aku memang tidak salah memilih bocah ini sebagai tuan ku." Batin api abadi yang saat ini sedang tersenyum setelah mendengar perkataan Ling Yan.
"Baru kali ini aku merasa begitu yakin pada tekad yang dimiliki oleh seseorang, tuan Ling Yan aku berjanji akan menemanimu sampai saat terakhir." Ucap roh api kehidupan tegas.
"Dulu tuan Shen Long juga memiliki tekad yang kuat, namun aku merasa tuan Ling Yan memiliki tekad yang lebih kuat dari pada itu, tuan Ling Yan, izinkan aku ikut menemanimu juga sampai saat terakhir." Sambung roh api sakral surgawi.
"Walaupun aku benci mengatakan ini, tapi... aku akan memberikan seluruh kekuatan yang aku miliki padamu tuan Ling Yan."
Ling Yan sedikit terkejut mendengar perkataan api abadi yang memanggilnya sebagai tuan.
"Hei api abadi, apakah kau yakin akan memanggilku dengan sebutan seperti itu?" Tanya Ling Yan tersenyum.
Pertanyaan Ling Yan tidak di sambut jawaban apapun dari roh api abadi. "Hehehe kalau kau diam maka aku anggap kau menjawab iya."
"Dasar bocah bodoh." Ling Yan yang mendengar itu sontak tertawa pelan sejenak sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.
*****
Pagi harinya Ling Yan terbangun karena merasa seperti ada cairan yang sedikit berlendir membasahi wajahnya berulang kali.
"Ugh apa ini." Ling Yan merasakan wajahnya seperti sedang di jilati oleh sesuatu.
Sontak Ling Yan membuka matanya dan samar-samar mulai dapat melihat sekelilingnya, dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati seekor anak harimau putih kecil sedang duduk manis di atas tubuhnya.
"Wah!!!" Ling Yan yang begitu terkejut sontak bangkit dari posisinya dan melompat ke belakang hingga membuat anak harimau putih kecil itu terjatuh dari atas tubuhnya.
"Huhh aku kira apa." Ucap Ling Yan sambil menghela nafas lega.
Ling Yan lalu berjalan ke arah harimau putih kecil itu dan mendudukkan dirinya di dekatnya.
"Miao." Harimau putih kecil itu bersuara imut dan memasang wajah yang begitu menggemaskan di hadapan Ling Yan.
Ling Yan nampak memperhatikan anak harimau putih kecil itu dan mendapati anak harimau itu memiliki surai serta ekor dari api berwarna biru muda.
"Eh bukannya ini siluman harimau ekor api? tapi setahuku siluman harimau ekor api tidak memiliki surai dan ekor api seperti ini." Ucap Ling Yan sambil memperhatikan siluman harimau kecil ekor api di hadapannya.
"Miao." Harimau putih kecil itu bersuara dengan suara perut yang kelaparan.
"Eh kau lapar, hmm tunggu sebentar." Ling Yan lalu mengeluarkan daging siluman banteng dari dalam cincin natnya dan memotongnya sedikit lalu memberikannya pada harimau putih kecil itu.
Melihat daging itu, harimau putih kecil nampak mendekatinya dan mencium aroma daging itu sejenak, namun setelah itu ia nampak menjauh dan menatap tidak suka pada daging siluman banteng di hadapannya.
"Eh kau tidak menyukainya, lalu kau ingin makan apa." Ling Yan lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kini ia begitu kebingungan karena baru kali ini ia mendapatkan seekor siluman yang tidak menyukai daging.
Tanpa sengaja pada saat ia menggaruk kepalanya, salah satu dari inti kekuatan siluman api yang ia miliki kini terjatuh dari dalam cincin natnya dan menggelinding ke arah harimau putih kecil itu.
Melihat inti kekuatan api itu, siluman harimau ekor api itu sontak menatapnya dengan tatapan mata yang berbinar dan tanpa pikir panjang langsung melahap dan menelannya.
"Hah kau kau memakan inti kekuatan siluman." Ling Yan begitu terkejut saat melihat siluman kecil itu mengunyah inti kekuatan siluman api tanpa merasa kesakitan atau yang lainnya.
"Hei siluman kecil, apakah gigimu tidak sakit setelah mengunyah inti kekuatan siluman itu." Ucap Ling Yan sambil menelan ludahnya.
"Miao.." Ling Yan melihat siluman kecil itu mengulas senyum puas pertanda ia sudah kenyang.
"Hehehe sepertinya siluman ini bukan siluman biasa." Ucap Ling Yan sambil tersenyum tipis.
Tak lama kemudian harimau putih kecil itu berjalan ke arah Ling Yan dan menggesek-gesekkan tubuhnya pada tubuh Ling Yan.
"Miao...."
"Hehehe sepertinya harimau putih kecil ini menyukaiku, kalau begitu... hei kucing kecil, bagaimana kalau kau ikut denganku." Ucap Ling Yan sambil tersenyum hangat pada harimau putih kecil itu.
"Miao..." Seakan mengerti apa yang dikatakan oleh Ling Yan, harimau putih kecil itu sontak melompat ke atas bahu kanan Ling Yan sambil menjilati wajahnya.
"Hahaha hentikan itu geli." Ling Yan tertawa sambil menahan rasa geli di wajahnya.
"Hehehe tuan Ling Yan sepertinya mendapatkan seekor binatang gaib." Ucap api kehidupan dari dalam tubuh Ling Yan.
"Itu benar, bahkan anak harimau putih itu memakan inti kekuatan api untuk mengisi perutnya." Sambut api abadi.
"Hmm menurut legenda, jika seekor binatang gaib sudah beranjak dewasa dan sudah naik ke tingkat 5 maka ia akan memiliki kemampuan berbicara seperti layaknya seorang manusia." Roh kobaran api sakral surgawi menambahkan.
Berbeda dengan siluman, binatang gaib adalah makhluk legenda yang terlahir seribu tahun sekali, walaupun induk dari binatang gaib juga merupakan seekor siluman, akan tetapi biasanya seekor binatang gaib yang baru saja lahir akan langsung dibunuh dan di makan oleh induknya.
Dan sepertinya binatang gaib yang ditemukan oleh Ling Yan berhasil lolos dari keadaan itu dan tanpa sengaja bertemu dengan Ling Yan yang tadinya masih tertidur lelap.