LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 56. Pertandingan Pertama


Ling Yan yang mendengar perkataan Chu Ma yang mencoba merayu Xui kini angkat bicara.


"Hei Xui, apakah kau mendengar sebuah suara anjing yang menggonggong barusan." Ucapnya mengejek.


Xui yang mendengar perkataan Ling Yan barusan, kini tertawa pelan mendengar maksud Ling Yan yang mengatai Chu Ma sebagai seekor anjing yang menggonggong.


Lain halnya dengan Chu Ma yang saat ini memasang ekspresi wajah memerah karena marah, "Apa kau bilang? beraninya kau mengataiku sebagai seekor anjing." Ucap Chu Ma dengan wajah yang memerah marah.


"Eh, aku tidak mengataimu anjing, mengapa kau menjadi tersinggung seperti itu, bukankah sekarang kau sendiri yang mengatai dirimu." Balas Ling Yan.


"Cih awas saja kau nanti." Ucapnya lalu membalikkan badannya.


"Hehh mengganggu saja." Ucap Ling Yan sambil mengangkat kedua bahunya.


Disisi lain tempat Ling Yan berdiri, terlihat seorang pemuda anggota Klan Li yang saat ini sedang menatap ke arah Ling Yan dan juga Xui.


"Tuan muda, bukankah itu adalah anak dari tetua pertama klan Ling, aku dengar saat ini dia adalah jenius no 1 di kota Teratai ini." Ucap salah satu teman dari pemuda itu.


"Aku juga tau itu, tapi walaupun begitu, jika aku di beri kesempatan untuk bertarung dengannya di arena, aku sebagai anak dari ketua Klan pasti tidak akan dikalahkan semudah itu." Jawab pemuda itu yang bernama Li Xuya.


Sementara itu di kursi tempat ketua Klan Chu


"Kau tenang saja, setelah kami mendapatkan anak laki-laki yang ada di sana, sisanya terserah padamu." Ucap Yu Huang pada Chu Ning.


Chu Ning yang mendengar itu, kini hanya tersenyum sinis dan mengarahkan pandangannya ke arah Ling Han dan juga Li Wei.


"Hehehe tunggu saja kalian berdua, tidak lama lagi, Klan Chu kami akan menjadi penguasa tunggal di kota Teratai ini." Batin Chu Ning.


Tak lama kemudian Ling Han yang kini sudah melihat seluruh persiapan kompetisi sudah selesai, langsung bangkit dari tempatnya duduknya dan berbicara menggunakan tenaga dalam yang ia miliki.


"Tanpa menunggu waktu lama lagi, kompetisi antar ketiga Klan kota teratai langsung saja kita


Mulai!!" Ucapnya yang dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


Setelah mengatakan itu, Ling Huotian yang akan menjadi wasit dalam pertarungan, kini naik ke atas arena dengan membawa sebuah wadah yang berisi kertas undian.


"Bagi para peserta yang akan ikut bertanding, silahkan maju keatas arena untuk mengambil kertas undian." Ucapnya menggunakan tenaga dalamnya.


Setelah mengatakan itu, para peserta yang akan mengikuti kompetisi mewakili Klannya masing-masing, satu persatu mulai naik ke atas arena dan mengambil kertas undian.


Jumlah keseluruhan peserta kompetisi yang mewakili ketiga Klan besar berjumlah 16 peserta, 5 peserta dari klan Chu dan Klan Li, dan 6 peserta dari Klan Ling sebagai tuan rumah.


Setelah mengambil kertas undian, para peserta kini diberi arahan untuk membuka kertas tersebut untuk menentukan dengan siapa mereka akan bertemu di babak pertama.


Tanpa pikir panjang Ling Yan kini membuka kertas undian yang telah ia ambil, Ling Yan dapat melihat sebuah angka 7 tertulis di dalam kertas tersebut.


"Kak Ling Yan, kak Ling Yan mendapatkan urutan ke berapa?" Tanya Xui yang ada di sebelahnya.


"Ah sepertinya aku akan maju pada pertarungan ke tujuh, bagaimana denganmu?" Ling Yan balik bertanya kepada Xui.


"Hmm aku akan maju di pertandingan pertama." Jawab Xui sambil menunjukkan no urutnya.


Li Xuya yang sudah dari tadi selesai membuka kertas undian yang ia dapatkan, kini berjalan mendekati Ling Yan dan juga Xui, tak pernah ia duga, ternyata no urut yang ia dapatkan sama dengan Ling Yan.


Ling Yan yang menyadari kehadiran Xuya kini mengalihkan pandangannya ke arah Xuya.


"Tapi walaupun kau adalah jenius no 1 di kota Teratai saat ini, kau juga tidak boleh meremehkanku." Ucapnya.


"Kalau begitu, mari kita tunjukkan seluruh kemampuan kita saat pertandingan nanti." Ucap Ling Yan tersenyum hangat.


Xuya yang mendengar perkataan Ling Yan itu hanya tersenyum sejenak sebelum berjalan melewati keduanya.


Sementara itu di sisi lain, terlihat Ling Mei yang kini sedang menatap ke arah kertas undian ditangannya yang bertuliskan no 2 disana.


Tak lama kemudian Ling Haotian yang sedari tadi berada di atas arena, kini kembali berbicara dengan menggunakan tenaga dalamnya.


"Bagi seluruh peserta selain yang mendapatkan no urut 1 silahkan turun dari arena, karena pertandingan pertama akan segera di mulai." Ucapnya.


Mendengar itu, ke enam belas peserta yang mengikuti kompetisi kini mulai berjalan turun dari atas arena kecuali 2 orang yang mendapatkan no urut 1.


"Xui, aku yakin kau pasti bisa mengalahkannya, berjuanglah." Ucap Ling Yan sebelum berjalan turun dari atas arena.


Kini di atas arena pertarungan tersisa Ling Haotian, serta Xui dan salah satu peserta yang menjadi lawan pertamanya yang mewakili Klan Chu bernama Chu Ying dengan kemampuan pendekar perak bintang 4.


"Berkat pil pemberian ketua, kekuatanku langsung meningkat 4 tingkatan dalam satu malam." Batin Chu Ying.


"Sebelum pertandingan dimulai, aku akan mengumumkan peraturan yang tidak boleh di langgar dalam pertandingan, yaitu tidak boleh menggunakan pil dalam bentuk apapun, dan juga tidak boleh saling membunuh dalam pertandingan."


"Jika di temukan memakai pil atau sumberdaya yang semacamnya, peserta akan langsung di diskualifikasi dan gugur dalam kompetisi."


Setelah mengatakan itu, Ling Haotian lalu berjalan ke tengah arena, sontak kedua peserta kini memasang kuda-kuda dan menarik pedangnya masing-masing.


Ling Haotian yang melihat keduanya sudah bersiap, tanpa pikir panjang langsung berteriak dan memulai pertandingan pertama.


"Mulai!!" Kedua peserta yang mendengar itu sontak maju menyerang bersamaan dengan pedang yang masing-masing berada di genggamannya.


Tak berselang beberapa lama, kedua pedang itu bertemu dan terdengar suara dentingan pedang yang lumayan keras.


Terlihat aura elemen petir menghiasi kedua pedang yang sedang beradu itu karena keduanya sama-sama pengguna elemen petir.


Pertukaran jurus di antara keduanya sudah terjadi, walaupun saat bertarung keduanya terlihat seimbang, akan tetapi saat ini sebenarnya Chu Ying sedang dalam tekanan.


Xui terus menerus menyerang dengan pedangnya dengan gaya bertarung yang sulit ditebak, membuka Chu Ying gelagapan dan kesulitan menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh lawannya.


Tak butuh waktu lama sebelum Chu Ying kehabisan tenaga dan kini menunjukkan celah dalam gaya bertarungnya, Xui yang melihat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung menyerangnya tanpa ampun.


"Teknik pedang petir menguasai langit!" Xui langsung menggunakan teknik pedang pemberian Ling Yan dan berhasil membuat pedang yang ada di genggaman lawannya jatuh dan menancap ketanah.


Melihat celah yang terbuka lebar, Xui lalu kembali maju menyerang dan berhenti dengan menempatkan pedangnya di depan mata Chu Ying.


Chu Ying yang melihat ujung pedang Xui yang saat ini berada di depan matanya, sontak langsung terdiam dan terpaku.


"Aku.... aku menyerah." Ucapnya.


Ling Haotian yang melihat itu langsung menghentikan pertandingan dan mengumumkan pemenangnya.


"Chu Ying menyerah, pemenangnya perwakilan dari Klan Ling, Ling Xuilan." Teriaknya.