
"Emm tidak apa-apa kak Ling Yan, sebenarnya aku hanya ingin bilang kalau dalam beberapa hari lagi perwakilan dari sakte seribu pedang akan datang untuk merekrut murid-murid baru yang berbakat dan masih berumur di bawah 17 tahun." Ucap Xui.
Dalam 2 tahun terakhir setelah serangan yang dilakukan oleh Klan Chu dan sakte Petir Hitam, Xui yang merupakan anak dari tetua kelima Ling Haotian juga tidak bermalas-malasan dalam meningkatkan kekuatannya.
Dengan bakat beladiri yang ia miliki, ia saat ini sudah berhasil menembus tingkatan pendekar perak bintang 9 dalam 2 tahun.
"Sakte seribu pedang? bukankah sakte seribu pedang adalah sakte terkuat aliran putih yang ada di kekaisaran Wei?" Tanya Ling Yan.
"Iya, itu benar kak Ling Yan, aku dengar... sakte seribu pedang sekarang ini juga sudah memberikan pendidikan bagi para murid yang ingin menjadi seorang aklemis, bukankah kak Ling Yan pernah bilang ingin menjadi seorang aklemis?"
"Eh itu..." Mendengar perkataan Xui, Ling Yan hanya bisa tersenyum canggung menanggapinya, karena pada saat Ling Yan mengatakan hal tersebut kepada Xui, Ling Yan sebenarnya ingin kembali mengunjungi desa rumput giok dan bertemu dengan tabib yang mengetahui tentang api kehidupan yang ia miliki.
Akan tetapi entah mengapa dalam dua tahun terakhir ini, Ling Yan malah melupakan hal tersebut dan tidak pernah sekalipun pergi menemui tabib itu.
"Ya ampun, bagaimana bisa aku melupakan tentang tabib itu." Ling Yan membatin sambil mengingat kembali pertemuannya dengan tabib misterius itu.
"Saat itu... ia sengaja memperlihatkan aura petarung yang ia miliki padaku, dan saat itu aku merasakan kalau kekuatannya setidaknya berada pada tingkat pendekar suci." Batin Ling Yan.
Yu Qian yang mendengar kata aklemis kini dipenuhi pertanyaan di dalam benaknya dan sontak membuyarkan lamunan Ling Yan.
"Kak Ling Yan, apa itu seorang aklemis, apakah seorang aklemis adalah seorang yang sangat hebat?"
Mendengar pertanyaan Yu Qian, Ling Yan sontak tersadar dari lamunannya dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Xui dan Yu Qian.
"Hehehe Qian'er, seorang aklemis itu adalah orang yang memiliki kemampuan untuk meracik pil obat yang digunakan oleh semua kalangan pendekar." Jawab Ling Yan sambil mengelus kepala Yu Qian.
"Wah benarkah, berarti pil obat yang aku makan beberapa hari yang lalu adalah pil yang dibuat oleh seorang aklemis?" Yu Qian bertanya dengan nada antusias.
"Ya itu benar." Jawab Ling Yan singkat.
"Kalau begitu kakak jadi seorang aklemis yang hebat saja, supaya kakak bisa meracik pil obat untuk seluruh anggota Klan Ling." Sambung Yu Qian lagi.
"Eh itu..." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan kalimatnya, Yu Qian sudah berlari menuju ayahnya.
"Ayah.... kak Ling Yan ingin menjadi seorang aklemis!!!" Teriaknya sambil berlari ke arah Ling San dan Yu Fei.
Ling Yan hanya bisa tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya melihat tingkah laku adik angkatnya itu, sementara itu Xui yang melihat tingkah Yu Qian yang terlihat menggemaskan hanya tertawa pelan sebelum kembali mengalihkan perhatiannya pada Ling Yan.
"Hmm jadi bagaimana pendapatmu kak Ling Yan, apakah kau tidak tertarik untuk masuk ke sakte seribu pedang?"
Xui terlihat menatap penuh harap ke arah Ling Yan saat ini, karena memang ia juga ingin sekali bergabung dengan sakte seribu pedang.
"Mengenai itu, aku belum memikirkannya Xui, walaupun begitu aku akan tetap mempertimbangkannya, dan juga disisi lain, aada sesuatu yang harus ku pastikan terlebih dahulu." Jawab Ling Yan.
"Hmm sesuatu seperti apa yang kak Ling Yan maksud?" Xui kembali bertanya.
"Ah tidak, bukan apa-apa." Jawab Ling Yan.
Sebenarnya hal yang ingin dipastikan oleh Ling Yan adalah tabib yang ia temui di desa rumput giok 2 tahun yang lalu, karena Ling Yan masih begitu penasaran dengan orang itu.
Selain itu ia juga berencana ingin mengunjungi makam Shen Long yang bertempat di bagian terdalam hutan kegelapan.
*****
Di kediaman pangeran mahkota Zhu Hyun, terlihat seorang gadis cantik tengah duduk santai di depan sebuah cermin besar di dalam kamarnya.
Gadis cantik itu tidak lain adalah tuan putri kekaisaran Wei sekaligus juga tuan putri kekaisaran Ning yang bernama Zhu Qing.
Terlihat saat ini ia tengah memakai pakaian layaknya seorang yang ingin berlatih beladiri, ya dalam 2 tahun ini, Zhu Qing anak dari pangeran mahkota kekaisaran Wei itu sedikit tertarik dengan ilmu beladiri dan memutuskan untuk mempelajarinya.
Entah angin apa yang mengenainya hingga membuat ingin sekali mempelajari ilmu beladiri. Dibawah bimbingan jendral Wu selama 2 tahun, Zhu Qing saat ini sudah berhasil meningkatkan kekuatannya hingga setara dengan kekuatan pendekar perunggu bintang 7.
Tentunya perkembangan pelatihan beladiri Zhu Qing yang meningkat begitu pesat juga berkat sumberdaya yang di sediakan oleh ayahnya pangeran Zhu Hyun.
Setelah pertemuannya dengan Ling Yan 2 tahun yang lalu, Zhu Qing saat ini tumbuh menjadi seorang gadis dengan paras yang begitu cantik.
"Hmm sudah dua tahun sejak hari itu, tapi aku sama sekali tidak mendapatkan kabar tentangnya, apakah kak Ling Yan baik-baik saja ya sekarang." Gumamnya.
Zhu Qing kembali teringat dengan kejadian 2 tahun yang lalu dimana saat itu Ling Yan menyelamatkan nyawanya saat perjalanan pulang menuju istana kekaisaran.
Tak lama kemudian, Zhu Qing yang saat ini memang ingin berlatih tenaga dalam bersama jendral Wu kini beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar menuju halaman istana.
Tapi belum sempat ia sampai ke tempat yang ia tuju, ia berpapasan dengan ayahnya yang saat ini sedang tersenyum manis ke arahnya.
"Selamat pagi ayah." Sapa Zhu Qing.
"Hmm selamat pagi putriku, bisakah kita bicara sebentar?" Ucap Zhu Hyun pada putrinya.
Mendengar perkataan ayahnya sontak Zhu Qing mengangguk. "Ada apa ayah?" Tanya Zhu Qing.
"Hmm ayah hanya bingung padamu nak, tapi akhir-akhir ini kau sangat sering berlatih beladiri bersama jendral Wu." Ucap Zhu Hyun.
"Hmm tapi bukankah ayah juga mendukungku selama ini, jadi apa salahnya?"
"Ah tidak bukan begitu nak, tapi sepertinya ayah mengetahui alasanmu yang ingin sekali berlatih beladiri, bukankah itu karena anak muda dari Klan Ling itu."
Mendengar perkataan ayahnya sontak membuat wajah Zhu Qing memerah karena yang dikatakan oleh ayahnya memang benar.
"Hahaha ayah sudah menduganya, dengar Zhu Qing, ayah tidak akan melarangmu jika memang kau ingin berlatih beladiri, maka dari itu." Zhu Hyun menggantungkan kata-katanya sambil mengeluarkan sebuah token dengan gambar pedang dari dalam sakunya.
Tanpa pikir panjang Zhu Hyun memberikan token itu kepada Zhu Qing sambil tersenyum lebar ke arahnya.
"Hmm ayah apa ini?" Tanya Zhu Qing sambil menelisik token itu.
"Hmm itu adalah token milik salah satu tetua pedang dari sakte seribu pedang, jika kau memang ingin bersungguh sungguh untuk belajar beladiri, maka pergilah kesana dan perlihatkan token ini pada seorang tetua pedang bernama Gao Lang, maka ia akan mengerti setelah melihatnya." Ucap Zhu Hyun pada putrinya.
Zhu Qing nampak menatap lekat token itu sejenak kemudian kembali mengalihkan pandangan ke arah ayahnya.
"Hmm aku akan mempertimbangkannya terlebih dahulu ayah, tapi... bolehkah aku pergi berkunjung ke kota Teratai." Ucap Zhu Qing.
"Eh kota Teratai, apa yang ingin kau lakukan di sana?" Zhu Hyun menatap wajah putrinya yang sedikit merona dan dengan cepat ia bisa menebak apa yang sedang ia pikirkan.
"Hmm dasar anak muda." Batin Zhu Hyun.