LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 217. Kakak? Kau Punya Kakak?


Hari pertandingan perebutan peringkat sekte seribu pedang kini sudah tiba, di pagi yang cerah itu terlihat ada banyak murid sekte seribu pedang yang berbondong-bondong berjalan menuju arena utama sekte yang bertempat di dekat menara seribu pedang.


Dalam waktu yang lumayan singkat, sekitaran arena utama sudah mulai di penuhi oleh para murid dan juga tetua pedang termasuk para petinggi dan jagoan-jagoan terkuat sekte seribu pedang.


Selain para murid yang bertujuan untuk mengikuti pertandingan agar peringkat mereka bisa naik ke tingkat selanjutnya, sebagian dari para murid juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan berbagai macam makanan, senjata, serta ada juga yang menjual bahan obat dan kristal siluman yang biasanya digunakan untuk meracik obat.


Sebenarnya ini adalah pertama kalinya ada murid sekte yang menjual bahan-bahan obat, dan para murid itu merupakan murid sekte yang kebanyakan sudah bergabung dengan paviliun rumah obat sekte seribu pedang.


Sementara itu di sekitaran arena utama, seorang gadis cantik terlihat sedang memperhatikan sekelilingnya seperti mencari keberadaan seseorang.


"Kak Ling Yan kemana, mengapa dia belum juga datang sampai sekarang." Ling Mei masih mencari keberadaan Ling Yan dan tak lama kemudian pandangannya tertuju pada Han Fung yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya.


"Hmm... gadis manis, ini adalah pertama kalinya aku melihatmu disini, apakah kau seorang murid dalam?" Tanya Han Fung sambil tersenyum ramah.


Ling Mei sedikit terkejut saat Han Fung tiba-tiba muncul di hadapannya, namun pada saat ia memperhatikan wajah pria itu dengan seksama, ia bisa melihat wajah pria itu agak sedikit mirip dengan salah satu teman Ling Yan bernama Han Li.


"Siapa pria ini, dan mengapa dia mirip dengan Han Li, apakah mereka memiliki hubungan darah?" Ling Mei terlihat mengerutkan dahinya saat mengetahui kalau pria yang ada di hadapannya adalah seorang murid inti.


"Ah maaf senior, aku hanya sedang mencari keberadaan temanku, dan aku...." Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba pandangan Ling Mei tertuju pada Ling Yan yang sedang bersama Xui dan yang lainnya sedang berjalan mendekat.


"Ah itu mereka." Ujar Ling Mei tanpa melihat ke arah Han Fung lagi dan langsung berjalan menuju ke arah Ling Yan.


Han Fung yang merasa sedikit di abaikan hanya tersenyum kecut sebelum mengikuti langkah Ling Mei yang berlari ke arah 2 orang murid luar dan 3 orang murid dalam yang sedang berjalan beriringan.


*****


Sementara itu, Ling Yan yang tadinya baru saja ingin mengajak Shuyang menuju arena pertarungan, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Zhu Qing, Xui, Han Li, beserta Shuyang yang sedari tadi sudah menunggu di depan kediamannya.


"Mengapa kau lama sekali, kau tahu, kedua gadis ini terus saja berbicara tentang dirimu sedari tadi " Ujar Shuyang sambil memasukkan jari kelingking kedalam telinganya.


Tepat setelah mengatakan hal tersebut, kedua gadis yang di sebutkan oleh Shuyang kini sudah berada di samping kiri dan kanan Ling Yan sambil memegang lengannya.


Mendapatkan situasi seperti itu, Ling Yan menjadi salah tingkah dan merasakan adanya hawa persaingan di antara kedua gadis tersebut.


"Mengapa aku merasa sekarang aku sedang di apit oleh dua harimau yang sedang bertengkar ya?" Batin Ling Yan.


Dan saat itu juga, Xiao Hu yang sedari tadi berada di balik jubah Ling Yan pun keluar untuk sekedar mengintip, tapi karena ia melihat kehadiran Ling Xuilan disana, Xiao Hu langsung bergerak keluar dan melompat ke arah Xui yang reflek menangkapnya masuk kedalam pelukannya.


"Sepertinya Xiao Hu memang lebih menyukai Xui daripada yang lain." Batin Ling Yan.


"Kalau begitu, ayo kita ke arena sekarang." Ajak Ling Yan yang akhirnya di ikuti oleh ke empat rekannya itu.


"Selamat pagi semuanya, selamat pagi kak Ling Yan." Ling Mei sebenarnya hanya ingin menyapa Ling Yan, namun melihat ia sedang berjalan bersama beberapa orang membuatnya merasa tidak enak dan akhirnya menyapa mereka semua.


Sementara Han Fung yang berada di belakang Ling Mei terlihat hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya buka suara.


"Lama tak bertemu adik Li." Ucap Han Fung pada adiknya.


Sementara Han Li hanya menatapnya malas sebelum menyadari kalau saat ini ia tengah mendapatkan tatapan penasaran dari teman-temannya.


"Adik Li, apakah dia kakakmu, kau tidak pernah mengatakan kalau kau punya seorang kakak." Ujar Shuyang menatapnya heran.


Sementara Ling Yan, ia terlihat menatap Han Fung dan Han Li secara bergantian dan memang menemukan adanya kemiripan pada wajah keduanya.


"Ahahaha ternyata seperti itu ya, kalau begitu izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Han Fung, aku adalah kakak Han Li, aku adalah salah satu murid inti yang belum lama ini naik ke peringkat 10." Jelas Han Fung yang membuat mereka semua terkejut kecuali Han Li.


"Pe peringkat 10 murid inti.... bukankah peringkat sepuluh murid inti adalah seorang pendekar raja bintang 4, dan kau adalah orang itu." Shuyang sampai terbata-bata mengatakan hal tersebut.


Sementara Han Fung, ia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebelum menjawab.


"Ah itu hanya cerita yang dilebih lebihkan oleh para murid sekte, aku bahkan baru saja naik ke tingkat pendekar raja." Jawab Han Fung merendah.


"Aku dengar-dengar pada saat ujian masuk sekte beberapa hari lalu, ada seorang murid luar bernama Ling Yan yang memiliki api spiritual dan menjadi anggota paviliun rumah obat, apakah itu adalah kau?" Tanya Han Fung.


"Junior Ling Yan memberi hormat." Jawab Ling Yan sopan.


Ling Yan yang bisa melihat kalau Han Fung adalah seorang yang rendah hati membuatnya bersikap sopan juga terhadap pria tersebut, apalagi di adalah kakak dari salah satu rekannya saat ini.


Baru beberapa saat mereka berbincang-bincang, seorang pria berpakaian murid inti sekte seribu pedang bersama beberapa bawahannya terlihat berjalan mendekati Ling Yan dan yang lainnya.


"Sepertinya selera pergaulan junior Han Fung begitu rendah sampai ketulangnya, apakah kau tidak takut perkembangan mu bisa menurun karena bergaul dengan para murid luar rendahan ini." Ejek pria itu sambil menatap Han Fung dengan tatapan merendahkan.


Han Fung hanya tersenyum tipis sebelum membalas perkataan pria itu san berhasil membuatnya kesal.


"Heh... Lui Yang, kau tahu, perkataan rendah mu itu bisa saja membuatmu jatuh dari peringkat 8 menuju ke dasar peringkat murid inti, entah sudah berapa lama kau tertahan di tingkat pendekar raja bintang 3 yang kau banggakan itu." Jawab Han Fung yang mengetahui kalau pria yang ada di depannya saat ini memiliki masalah dengan perkembangan pelatihannya.


"Apa katamu.... beraninya kau..." Lui Yang berkata dengan nada bicara yang cukup tinggi di hadapan Han Fung.


Perkataan Han Fung sendiri itu pun sudah cukup untuk membuat Ling Yan dan lainnya menertawakan Lui Yang dan membuatnya semakin kesal.


"Sialan!!! kalian tunggu saja, aku pasti akan mengingat semua ini." Lui Yang menunjuk wajah Han Fung sebelum akhirnya berlalu dan pergi dari tempat tersebut.