
Tak sampai disitu, roh api pembakar jiwa kembali melakukan serangan susulan dengan cara menabrakkan dirinya ke arah Ling Yan sebelum kembali melesatkan 3 buah bola api yang membuat Ling Yan terpental kebelakang.
Ling Yan yang terpental terlihat memegang dadanya yang sedikit terasa sakit tanpa menyadari kalau saat ini roh api pembakar jiwa sudah menyiapkan sebuah serangan yang cukup kuat di hadapannya.
Dan pada saat matanya kembali tertuju pada roh api spiritual itu, Ling Yan tidak dapat menahan keterkejutannya pada saat melihat api pembakar jiwa telah bersiap untuk menyerangnya dengan sebuah teknik yang tidak pernah ia lihat.
"Dari mana datangnya energi api berbentuk pedang sebanyak itu." Umpat Ling Yan dengan mata yang membulat.
"Teknik seribu pedang api jiwa!!!!" Suara itu terdengar dari mulut api pembakar jiwa sebelum api Abadi menyadarkan Ling Yan.
"Ling Yan sadarlah dan gunakan teknik tingkat tinggi yang kau miliki!!" Ucap api abadi.
Tanpa pikir panjang Ling Yan menggunakan teknik naga api menguasai langit dengan api abadi yang ia miliki untuk menyambut serangan api pembakar jiwa.
Hingga pada akhirnya kekuatan api keduanya kini bertabrakan dan menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat, dan membuat area sekitarnya dipenuhi kepulan asap yang sangat tebal.
*****
Sementara itu di luar area menara, pertempuran antara aliran hitam dan aliran putih masih terus berlangsung, dimana pertarungan tersebut terlihat cukup berimbang walaupun sudah cukup banyak murid sekte seribu pedang maupun aliran hitam yang menjadi korban dalam pertempuran.
Hiahh!!!
Di dalam kediaman murid inti, para kelompok aliran hitam yang rata rata memiliki kekuatan pendekar raja dan pendekar berlian terlihat sedang bertarung melawan murid inti sekte seribu pedang.
Han Fung yang merupakan salah satu dari murid inti itu kini terlihat cukup kerepotan karena harus menghadapi serangan dari 2 orang pendekar berlian sekte iblis bayangan dan seorang pendekar raja sekte serigala neraka.
Buak!!!
Han Fung terkena tendangan yang cukup keras sehingga membuatnya terpaksa melompat untuk mengambil jarak dari ketiga pendekar aliran hitam itu.
"Sial, aku menjadi susah untuk menyerang balik karena kedua pendekar berlian itu cukup mengganggu." Umpat Han Fung kesal sambil memegang dadanya yang terkena tendangan pendekar berlian itu.
Ada beberapa luka sayatan kecil pada tubuhnya saat ini, tetapi keadaan ketiga lawannya pun tidak terlalu baik ,arena ia berhasil mendaratkan sebuah sayatan yang cukup lebar pada tubuh pendekar raja itu sebelum kedua rekannya datang membantu.
Pada saat Han Fung masih bertatapan dengan ketiga lawannya seorang pendekar raja lagi yang tidak lain adalah Wang Zu kini mendarat di sebelah Han Fung sambil menatap ketiga pendekar aliran hitam itu dengan tajam.
"Perlu bantuan?" Ucapnya dengan senyuman santai sambil menarik pedangnya.
"Bisakah kau tidak bertanya di saat seperti ini?" Han Fung menjadi sedikit kesal dengan murid dari sahabat gurunya itu.
Ia lalu kembali berdiri tegak dan bersiap untuk menyerang ketiga pendekar aliran hitam yang ada di hadapannya, namun belum sempat ia mengalirkan tenaga dalam, dua orang pendekar yang mereka tidak ingin lihat tiba-tiba mendarat tepat di depan ketiga pendekar aliran hitam itu.
mereka berdua adalah Si kong Yu ketua sekte panah kegelapan serta Xiang Yu ketua kelompok pembunuh bunga darah yang saat ini menatap keduanya disertai dengan aura pembunuh.
Han Fung dan Wang Zu terlihat sedikit bergetar pada saat merasakan aura pembunuh yang di arahkan kepada keduanya itu apalagi kedua pendekar tersebut memiliki kekuatan pendekar suci.
"Han Fung, apakah kita akan benar-benar berakhir disini." Wang Zu tersenyum kecut dengan wajah yang sudah mulai memucat.
Sementara Han Fung yang mendengar perkataan Wang Zu juga terlihat cukup pucat dengan keringat dingin yang mengucur di punggungnya.
"Hanya dua orang bocah ingusan rupanya, aku pikir mereka bisa membuat kita sedikit terhibur." Ujar Si Kong Yu sambil menarik dua pedang hitam dari pinggangnya.
"Lebih baik segera selesaikan ini sebelum yang lebih kuat datang." Ucap Xiang Yu sambil menyilangkan tangan di dadanya.
Sementara Han Fung dan Wang Zu yang mendengar itu hanya bisa memasang kuda-kuda dan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.
Walaupun kemungkinannya sangat kecil bagi mereka untuk menang, tetapi setidaknya mereka sudah memberikan perlawanan dari pada mati dengan sia-sia.
Si Kong Yu kembali mengulas senyum licik dan dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh Han Fung dan Wang Zu, Si Kong Yu maju menyerang keduanya dengan pedang yang telah ia aliri dengan tenaga dalam itu.
Han Fung dan Wang Zu yang tidak sempat bereaksi pun terlihat hanya bisa menunggu pedang Si Kong Yu memotong tubuh mereka dengan mata terpejam.
Namun setelah beberapa saat berlalu, hal yang mereka tunggu dan sangat mereka takutkan itu tidak kunjung datang, sebaliknya mereka malah merasakan adanya aura petarung yang hangat dan dapat mereka kenali.
Perlahan Han Fung dan Wang Zu membuka matanya dan mendapati kedua pedang Si Kong Yu telah tertahan oleh sebuah pedang putih yang bersinar.
Sementara Wang Zu, kali ini sudah berubah ekspresi menjadi tersenyum karena saat ini dihadapannya telah berdiri Yao Qiu dan Wu Ya yang juga seorang pendekar suci.
"Apa kami datang terlambat?" Wu Ya mengulas senyum lebar sambil melirik kedua murid inti di belakangnya.
"Ahh tidak tetua, kalian datang tepat waktu." Jawab Han Fung sambil bernafas lega.
Sementara itu Yao Qiu yang sedang menahan pedang Si Kong Yu terlihat tersenyum tipis ke arahnya.
"Sepertinya tadi aku mendengar kau membutuhkan lawan sepadan untuk menemani kalian bermain, apakah kami berdua bisa dibilang cukup sepadan?"
Si Kong Yu dengan cepat bergerak mengambil jarak dan kembali ke tempatnya semula.
"Sepertinya dia orang merepotkan sudah datang." Ucap Xiang Yu sambil mengeluarkan senjatanya, yakni sebuah pedang yang ujungnya sedikit melengkung.
"Kalian berdua pergilah, serahkan mereka berdua pada kami." Wu Ya berkata sebelum memalingkan wajahnya ke arah Xiang Yu sambil mengeluarkan pedangnya.
Han Fung dan Wang Zu mengangguk bersamaan sebelum meninggalkan tempat tersebut sambil bergumam di dalam hatinya masing-masing.
"Kami berdua hampir saja mati." Batin Han Fung dan Wang Zu bersamaan.
Sementara di tempat sebelumnya, baru beberapa detik keduanya pergi, pertarungan antara ke empat pendekar tingkat tinggi kini sudah tidak terelakkan.
Wu Ya dan Yao Qiu kini sudah berhadapan dengan lawannya masing-masing dan bisa dilihat kalau kekuatan mereka cukup berimbang.
Trang!!!!
Yao Qiu dan Si Kong Yu terlihat saling beradu ilmu pedang karena keduanya sama-sama merupakan pengguna 2 pedang sementara Wu Ya dan Xiang Yu terlihat saling beradu teknik senjata rahasia sambil beberapa kali melepaskan serangan ke arah Yao Qiu maupun Si Kong Yu.
Walaupun Wu Ya adalah seorang pendekar yang terkenal dengan teknik pedangnya, namun salah satu kemahiran Wu Ya dalam bertarung ia lah senjata rahasia, sementara Xiang Yu tidak perlu di tanyakan lagi tentang kemampuan senjata rahasia yang ia miliki.