
Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Yan kemudian di ajak oleh Zhao Zhang dan Shen Yu untuk ikut menuju kediamannya dan sesampainya di kediaman tersebut.
"Sebenarnya mengapa ketua Zhao mengajakku kemari?" Tanya Ling Yan penasaran.
Zhao Zhang hanya tersenyum tipis sebelum menjawab.
"Kau akan mengetahuinya nanti." Jawab Zhao Zhang.
Ling Yan melirik ke arah Shen Yu yang juga ikut bersama mereka dan hanya mendapati gurunya itu menganggukkan kepalanya.
Zhao Zhang kemudian memimpin jalan menuju ruangan pribadinya sebelum berjalan ke arah rak gulungan dan terlihat menggeser sebuah gulungan berwarna hitam ke arah kanan.
Tepat setelah gulungan hitam itu bergeser, sebuah pintu rahasia yang berada di dekat rak gulungan tersebut terbuka menampakkan sebuah lorong gelap dengan tangga yang menuju kebawah.
"Ini adalah ruang rahasia sekte seribu pedang, tempat para leluhur sekte menyimpan banyak pusaka serta harta Karun yang berharga." Jelas Zhao Zhang sebelum turun lebih dulu.
"Jin Yuan, kau tunggu disini dan awasi keadaan, jangan sampai ada satupun orang yang masuk." perintah Ling Yan pada boneka rohnya.
"Baik master!!" Jawab Jin Yuan.
Miao!!!
Ling Yan dan Shen Yu tanpa pikir panjang mengikuti Zhao Zhang meninggalkan Jin Yuan dan Xiao Hu di atas, dan sesampainya di bawah, mereka mendapati lorong tersebut sangat gelap dan tidak tersentuh oleh cahaya sedikitpun.
"Tetua Shen, aku perlu sedikit apimu." Dengan bantuan Shen Yu, obor yang sudah berada di tangan Zhao Zhang kini dinyalakan dan terlihat ia berjalan ke satu tempat.
Tak lama kemudian ia mengarahkan obor tersebut pada pinggiran lorong yang ternyata berisi bahan bakar yang menyusuri lorong tersebut.
Ling Yan cukup takjub dengan pemandangan pada saat api itu menjalar dan menerangi jalan mereka.
Setelah jalan itu menjadi terang sepenuhnya, Zhao Zhang kini kembali memimpin jalan ke depan dan sampai di tempat dimana harta Karun sekte seribu pedang disimpan.
"Ini....." Ling Yan tidak dapat berhenti berdecak kagum melihat deretan pedang yang tersimpan didalam lorong tersebut, karena harta karun yang tersimpan disana semuanya berbentuk pedang dan tidak ada yang lain selain itu.
"Semua ini adalah koleksi pedang milik leluhur sekte seribu pedang terdahulu, dan ada juga beberapa koleksi milikku diantara mereka, tapi bukan hanya ini yang ingin aku tunjukkan padamu."
Zhao Zhang kembali berjalan dan masuk lebih dalam, lalu tak lama kemudian ia berhenti di depan sebuah batu yang masih berjarak tujuh meter dari dirinya.
Ling Yan mengerutkan dahinya sambil memasang ekspresi bingung, ia dapat menebak kalau yang ingin diperlihatkan oleh Zhao Zhang adalah sesuatu yang ada di depannya saat ini.
"Kau lihat pedang yang ada disana?" Tanya Zhao Zhang menunjuk ke arah pedang bersarung hitam yang bersandar di sebuah batu yang cukup besar.
Ling Yan hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat dari jauh, dan menurut penglihatannya, pedang bersarung hitam itu setidaknya berada di atas kualitas pedang pusaka langit.
"Itu adalah harta karun paling berharga sekte seribu pedang bernama pedang kabut ilusi, pedang inilah yang dulunya menemani leluhur sekte seribu pedang selama masa hidupnya.
Lalu sebuah buku berwarna emas didekatnya ialah salah satu dari 4 kitab tanpa tanding diseluruh penjuru daratan tengah bernama kitab ilmu pedang tanpa wujud." Jelas Zhao Zhang.
Ling Yan yang tidak pernah mendengar tentang kedua benda tersebut terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ilmu pedang tanpa wujud? Haha aku belum pernah mendengar itu sebelumnya." Jawab Ling Yan sambil menggaruk kepalanya.
"Lalu... Apa hubungannya pedang ini dengan ku." Ling Yan masih tidak mengerti mengapa ketua sektenya memperlihatkan pedang dan kitab itu padanya.
"Hmmm aku ingin kau mencoba menarik pedang itu dari sarungnya, dan jika memang kau berhasil, maka pedang itu boleh kau miliki." Jawab Zhao Zhang yang berhasil membuat Ling Yan tersentak.
"Apa!!" Ling Yan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Tidak seperti pedang lainnya, pedang kabut ilusi adalah pedang istimewa yang di dalam legendanya memiliki kesadarannya sendiri, dan pedang ini tidak akan mau tunduk kepada sembarang orang.
Hanya ada 3 orang saja yang dapat menyentuh pedang kabut ilusi yaitu leluhur sekte kita yang pertama dan juga putranya, sedangkan orang ketiga adalah ketua sekte seribu pedang sebelum diriku.
Tetapi ketua sekte terdahulu hanya bisa sekedar menyentuh pedang itu saja tanpa bisa menggunakan ataupun hanya sekedar menarik pedang ini dari sarungnya."
Mendengar penjelasan ketua sekte membuat Ling Yan penasaran dengan pedang yang ada di hadapannya saat ini dan berniat mencoba untuk mendekatinya.
Namun sebelum itu.
"Lalu mengapa ketua Zhao tidak mencoba untuk mengendalikan pedang ini?" Tanya Ling Yan yang membuat Zhao Zhang tersenyum kecut.
"Dapat mendekati pedang ini dengan jarak 5 meter saja aku sudah sangat puas!" Jawab Zhao Zhang sambil tertawa kecil.
Ling Yan yang mengerti akhirnya mengangguk sebelum menatap Shen Yu yang juga mengangguk setuju padanya, hingga saat ia mulai berjalan dan mendekati pedang itu.
Whussss!!!
Tiba-tiba saja energi alam di sekitar pedang kabut ilusi bergejolak membuat Shen Yu dan Zhao Zhang terpaksa mengambil jarak dari pedang kabut ilusi.
Sementara Ling Yan, ia malah tidak merasakan apapun sama sekali selain akar roh surgawinya yang mulai menyerap energi alam tersebut.
"Ini terlalu banyak, aku harus menggunakan ilmu Jalan Langit!!" Beberapa detik selanjutnya kedua bola mata Ling Yan bersinar bersamaan dengan energi alam yang semakin cepat ia serap.
Dalam waktu singkat, akar roh surgawi kelima yang baru saja memiliki tenaga dalam di lautan rohnya kini sudah setara dengan 4 akar roh surgawi lainnya yang ia miliki, bahkan 3 akar roh surgawi lainnya juga sudah mulai berkembang secara bersamaan.
"Energi alam ini tidak ada habisnya." Ucap Ling Yan yang masih berdiri di tempatnya.
"Ketua Zhao!! Kita harus menghentikan Ling Yan, jika tidak energi alam itu akan." Belum sempat mereka berdua bertindak lebih jauh tiba-tiba saja sebuah energi yang tak terlihat mengarah pada mereka berdua.
Boom!!!
Ledakan energi alam itu berhasil membuat keduanya terhempas kebelakang hingga menabrak dinding dan membuat beberapa pedang yang terpajang berjatuhan.
"Sial!! pedang kabut ilusi mencegah kita untuk mendekatinya." Ucap Zhao Zhang sambil mengalirkan tenaga dalam untuk mengobati luka dalam yang ia terima.
Saat ini keduanya hanya bisa berharap kalau Ling Yan bisa mengatasi gejolak energi alam yang terus keluar dari dalam pedang kabut ilusi.
"Akar roh surgawiku hampir mencapai batasnya." Ling Yan merasakan kesembilan akar rohnya sudah hampir tidak memiliki ruang lagi untuk menyimpan tenaga dalam.
Ia bahkan mencoba meminta bantuan kepada ke enam api spiritual yang ada di tubuhnya tetapi ke enam api spiritual itu tidak menjawab sama sekali.