
Perjalanan misi pertama Ling Yan kali ini bisa dibilang adalah misi yang penuh dengan keberuntungan baginya, meskipun dalam perjalanan itu juga terdapat kesulitan pada saat Klannya diserang.
Namun semua harta Karun yang dia dapatkan bisa dibilang cukup banyak dan bahkan dia juga berhasil membangkitkan akar roh surgawi serta menemukan pecahan roh api abadi di makam leluhur Klannya.
Kota Heihan
Kedatangan rombongan kereta kuda keluar Jia yang membawa begitu banyak barang dagangan terlihat menjadi pusat perhatian dari orang-orang di kota yang letaknya tidak jauh dari sekte seribu pedang itu.
Apalagi pada saat pandangan orang-orang kota jatuh pada keindahan wajah dari Jia Li yang baru saja mengeluarkan kepalanya dari kereta kuda serta para pengawal kereta kuda tersebut yang merupakan anggota dan murid sekte seribu pedang.
"Inikah salah satu dari keluarga pedagang yang terpandang itu, lihatlah barang bawaan yang mereka bawa banyak sekali, bahkan masih ada lebih dari 10 kereta kuda lagi dibelakang sana, selain itu mereka juga dikawal oleh murid sekte seribu pedang secara langsung." Bisik-bisik dari para penduduk kota yang sedang berdiri di pinggiran jalan.
Sesampainya di tempat dimana keluarga Jia akan membuka bisnisnya, terlihat ada seorang pria paruh baya berpakaian bagus sudah berdiri bersama beberapa prajurit yang masing-masing memegang tombak dan perisai di tangannya.
Tanpa bertanya kepada orang-orang pun dapat dilihat kalau orang ini adalah sang pemimpin kota yang datang untuk menyambut kedatangan rombongan keluarga Jia tersebut.
"Haihhh, aku kira jika kota heihan berada dekat dengan sekte seribu pedang, maka tidak akan ada seorang penjilat yang menjadi pemimpin kota ini." Ujar Ling Yan sambil menatap malas ke arah pemimpin kota tersebut.
Walaupun pemimpin kota heihan termasuk salah satu orang yang berada di dalam kota dan mendapatkan jaminan dari kerajaan, namun tetap saja membuat koneksi dengan salah satu keluarga terpandang di tiga kekaisaran adalah hal yang dapat membuatnya memiliki pengaruh besar dimasa depan.
Pada saat kereta kuda berhenti, tentu saja dengan cepat pemimpin kota itu berjalan mendekat ke arah Jia Li sambil memasang senyuman di wajahnya.
"Ah, putri Jia Li, sebuah kehormatan besar bisa bertemu dengan putri yang akan membuka bisnisnya di kota heihan, saya datang kesini berencana untuk mengundang putri Jia Li untuk menghadiri jamuan makan yang telah saya siapkan." Ucap pemimpin kota itu.
Bisa di lihat Jia Li merasa begitu tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh pria paruh baya itu, bahkan ia sampai memutar matanya dan memberikan kode kepada Tao Ming untuk menyuruh pria paruh baya itu pergi.
"Maafkan kami pemimpin kota, tetapi selama perjalanan putri Jia Li kami sangat kelelahan dan membutuhkan istirahat, mungkin tuan putri akan menghadiri jamuan makan anda si lain waktu." Tolak Tao Ming secara halus.
Mendapatkan penolakan dari pengawal pribadi Jia Li, pemimpin kota hanya bisa tersenyum kecut sambil berkata "Aihhh sayang sekali, kalau begitu aku selaku pemimpin kota akan menunggu kedatangan tuan putri Jia Li di lain waktu."
Pada akhirnya, pemimpin kota beserta beberapa pengawalnya akhirnya pergi meninggalkan kediaman baru keluarga Jia.
Pada saat yang sama, Yan Shiki beserta ketiga murid sekte seribu pedang termasuk Ling Yan Ki i menemui Tao Ming dan juga Jia Li.
"Senior Tao, kalau begitu misi kami kali ini sudah selesai, aku dan ketiga murid sekte akan kembali ke kediaman kami." Ujar Yan Shiki sambil mengepalkan tangannya kedepan.
Tao Ming mengangguk pelan sambil berterima kasih.
"Terimakasih telah membantu kamu menjaga tuan putri."
Setelah mengatakan itu, Yan Shiki dan yang lainnya akhirnya pergi dari tempat tersebut menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju sekte seribu pedang.
Setelah berpisah dengan ketiga murid sekte yang menjalankan misi bersamanya, Yan Shiki kini terlihat sedang berjalan ke arah salah satu bangunan besar sekte seribu pedang yakni paviliun pedang naga untuk melaporkan misi yang telah mereka selesaikan kepada Zhao Zhang.
Dan setelah sampai di tempat yang ia ingin datangi itu, tanpa pikir panjang ia langsung saja masuk kedalam dan menemukan ketua sektenya Zhao Zhang yang sedang membaca selembar gulungan di atas mejanya.
"Kalian kembali lebih cepat dari perkiraanku." Ujar Zhao Zhang tanpa melihat ke arah Yan Shiki.
Tak lama kemudian Zhao Zhang menutup gulungan tersebut dan menatap ke arah Yan Shiki yang saat ini sudah berdiri di hadapannya.
"Apakah keluarga Jia sudah memberikan barang yang aku inginkan?"
"Tentu saja." Yan Shiki kini menyerahkan cincin nat yang sebelumnya di berikan oleh Jia Wang pada saat sebelum mereka melakukan perjalanan menuju ibukota beberapa waktu lalu.
Zhao Zhang lalu menerima cincin nat itu dan memeriksa isinya sebelum akhirnya tersenyum puas dan membatin.
"Aku harap tidak ada kendala lain yang dapat membuat Ling Yan gagal menyerap roh api pembakar jiwa itu."
Walaupun pada saat Ling Yan bertemu dengan roh api pembakar jiwa pada waktu itu aktivitas berbahaya darinya menjadi lebih sedikit, akan tetapi setelah cukup lama, roh api itu kembali bertindak agresif dan kembali mulai menghancurkan segel yang mengurungnya di bawah menara seribu pedang.
"Sebenarnya apa yang dilakukan Ling Yan waktu itu, ia bahkan bisa membuat api pembakar jiwa menjadi jinak." Batin Zhao Zhang lagi dengan tatapan kosong, ia bahkan sampai mengabaikan Yan Shiki yang masih berdiri di depannya.
Sementara itu di lain tempat, Ling Yan yang tidak langsung kembali ke kediamannya kini terlihat berjalan ke arah paviliun rumah obat dan disambut tatapan mata dari beberapa murid yang baru saja bergabung menjadi anggota paviliun.
Sementara itu di dalam paviliun sendiri terlihat Shen Yu yang sedang tersenyum di sela latihan yang sedang ia lakukan.
"Hmmm setelah beberapa hari keluar dari dalam sekte, anak ini malah membawa pulang sesuatu yang menarik." Gumamnya sambil tersenyum karena merasakan kalau api abadi milik Ling Yan serta kekuatan yang ia miliki kembali meningkat sangat banyak.
Namun senyumannya itu tiba-tiba menghilang setelah merasakan ada aura pembunuh yang begitu kuat mendekat dan itu berasal dari Ling Yan.
"Ugh.... aura ini.... ini bukan aura pembunuh milik Ling Yan, ini..... bagaimana mungkin ada orang yang memiliki aura pembunuh sekuat ini." Tubuh Shen Yu bahkan sedikit bergetar.
Tetapi setelah beberapa saat, aura pembunuh itu tiba-tiba menghilang bagai di telan bumi.
"Ling Yan, sebenarnya apa yang telah ia bawa ke dalam sekte ini."
Shen Yu tanpa pikir panjang bangkit dari tempatnya dan berniat untuk segera menemui muridnya itu.
Tapi belum sempat ia berdiri.
"Salam guru Shen." Ucap Ling Yan yang baru saja masuk ke ruangan Shen yu sambil mengepalkan tangannya.