LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 77. Pohon Buah Apel Keabadian


"Teknik permainan api jurus pertama! jurus penggabungan 3 jenis kobaran api spiritual!!"


Tiga kobaran api spiritual kini menyelimuti tubuh Ling Yan dan memancarkan aura petarung yang begitu kuat.


"Teknik tinju kobaran api!!" Ling Yan membentuk tinju kobaran api dengan 3 jenis api spiritual.


Ling Yan mengarahkan tinju kobaran apinya pada siluman musang api tersebut dan kali ini berhasil mengenai sasarannya.


Walaupun siluman musang api memiliki kecepatan gerakan yang luar biasa, tetapi kecepatan serangan Ling Yan kini jauh lebih kuat berkat 3 jenis api spiritual yang ia miliki.


Setelah terkena tinju kobaran api spiritual milik Ling Yan, kini tubuh siluman musang api itu terbakar oleh kobaran api itu hingga menjadi gosong.


"Hah hah hah berhasil, aku berhasil." Perlahan kobaran api spiritual yang menyelimuti tubuh Ling Yan meredup dan kembali seperti semula.


Ling Yan lalu berjalan ke arah tubuh siluman musang api itu dan tanpa pikir panjang mengambil inti kekuatannya.


"Walaupun ia lemah, tapi tetap saja kecepatan serangan siluman musang api ini cukup merepotkan ku." Gumam Ling Yan sambil menatap ke arah inti kekuatan siluman itu.


Ling Yan lalu memasukkannya ke dalam cincin nat miliknya lalu mencari tempat untuk memulihkan kembali tenaga dalam yang baru saja ia gunakan.


Setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan menemukan tempat yang pas dan tanpa pikir panjang langsung duduk bersila untuk memulihkan tenaga dalamnya.


*****


Di sebuah jalan yang menghubungkan antara desa rumput giok dan desa Huazi, terlihat sebuah rombongan kereta kuda dengan bendera berlambangkan kekaisaran Wei sedang bergerak dengan kecepatan sedang menuju desa Huazi.


Nampak rombongan anggota kerajaan tersebut dikawal oleh beberapa prajurit kerajaan yang memiliki kemampuan pendekar perak dan juga satu orang jendral yang saat ini memiliki kekuatan puncak pendekar berlian.


Siapa lagi orang itu kalau bukan jendral Wu yang selalu mengawal Zhu Qing kemanapun ia pergi. Dalam tiga tahun 2 tahun terakhir selain membantu Zhu Qing mempelajari teknik beladiri, jendral Wu juga tidak bermalas-malasan dalam meningkatkan kekuatannya.


Dengan bantuan sumberdaya yang ia miliki, jendral Wu berhasil menaikkan Tingkat kekuatannya hingga mencapai tingkat pendekar berlian bintang 9.


Akan tetapi sampai saat ini ia masih belum juga bisa membuka meridian-meridian kecilnya untuk memurnikan kekuatan jiwanya dan menembus tingkat pendekar jiwa.


Sementara itu di dalam kereta kuda, terlihat seorang gadis cantik berusia 14 tahun sedang duduk manis sambil menikmati perjalanan menuju kota Teratai.


"Paman Wu, berapa lama lagi kita akan sampai?" Teriak gadis itu sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta kuda.


Jendral Wu yang mendengar itu sontak menjawabnya. "Tidak lama lagi tuan putri, setelah sampai di desa Huazi, besok pagi pasti kita akan sampai di kota Teratai."


Mendengar jawaban jendral Wu, Zhu Qing lalu tersenyum tipis dan kembali memasukkan kepalanya ke dalam. "Hmm kira-kira bagaimana ekspresi wajah kak Ling Yan nanti ya, jika bertemu dengan ku?"


*****


Ling Yan yang baru selesai memulihkan tenaga dalamnya kini terlihat sedang memakan daging siluman banteng yang ia dapatkan semalam.


Setelah merasa kenyang, Ling Yan kembali duduk bersila dan mengatur energi yang bergejolak di dalam tubuhnya karena daging siluman itu, dan setelah beberapa saat akhirnya ia bangkit dari posisinya dan merasakan kalau kekuatan tulangnya kembali meningkat.


"Sepertinya sebentar lagi kualitas tulang ku akan meningkatkan menjadi tulang harimau giok." Ucap Ling Yan.


"Groarr!!!" Ling Yan mendengar suara auman yang begitu keras dari arah yang begitu jauh dari tempatnya.


"Suara auman ini, selama aku tinggal di dalam hutan kegelapan waktu itu, aku bahkan belum pernah mendengar sekalipun suara auman sekeras ini."


Ling Yan merasa tubuhnya sedikit bergetar setelah mendengar suara auman tersebut.


"Groarr!! "Groarr!!!" Suara ini sepertinya berasal dari bagian terdalam hutan kegelapan, tapi mengapa aku merasa suara auman keras ini tidak berasal dari satu jenis siluman saja.


Walaupun Ling Yan merasa sedikit takut untuk pergi melihat apa yang sebenarnya terjadi, tetapi ia membuang jauh-jauh rasa takutnya itu dan mulai melesat menggertakkan ilmu meringankan tubuhnya masuk ke bagian terdalam hutan kegelapan.


Disepanjang perjalanan, Ling Yan bertemu dengan banyak sekali siluman tingkat tinggi yang terlihat sedang berlari ke arah berlawanan darinya.


Nampak siluman-siluman tersebut terlihat ketakutan dan bahkan tidak memperdulikan kehadiran Ling Yan yang sedang melesat di dekatnya.


"Bahkan siluman tingkat 8 juga ikut berlari keluar dari bagian terdalam hutan ini, apa yang sebenarnya terjadi." Ling Yan yang merasa penasaran kini mempercepat langkahnya.


Suara auman keras tersebut kini terdengar lebih keras saat Ling Yan sudah hampir sampai di tempat suara auman tersebut berasal, dan alangkah terkejutnya ia saat didepan matanya ia menemukan 3 jenis siluman raksasa yang berbeda sedang berhadap-hadapan.


Ketiganya adalah siluman gorila titan api tingkat 9, siluman kura kura besi tingkat 9 dan juga siluman ular hijau raksasa tingkat 9.


Ling Yan yang melihat itu sontak menghentikan langkahnya dan memantau ketiganya dari kejauhan. "Jadi ini yang membuat para siluman-siluman tadi sampai berlari ketakutan."


Ling Yan bisa melihat kalau ketiga siluman raksasa itu adalah raja siluman yang sudah mencapai tingkat 9 dan sedang bertarung untuk memperebutkan daerah kekuasaannya.


Selain itu Ling Yan juga melihat hal lain yang mungkin juga menjadi pemicu pertarungan antara kedua siluman tersebut.


"Itu... bukankah itu adalah...." Ling Yan melihat sebuah sumberdaya yang begitu berharga yang tidak lain adalah pohon buah apel keabadian.


Buah apel keabadian sendiri memiliki khasiat meningkatkan kualitas tulang, meningkatkan tenaga dalam, meningkatkan kualitas darah dan juga memperbaiki meridian kecil yang rusak bagi para pendekar.


Sementara bagi para siluman sendiri, buah apel keabadian akan membantu meningkatkan kekuatan mereka hingga mampu menembus ke tingkat selanjutnya dengan mudah.


*****


Sementara itu di lain tempat, Xui yang sedang berlatih di bukit belakang kediaman Klan Ling terlihat sedang mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.


"Teknik pedang petir menguasai langit!!" Xui menggunakan teknik pedangnya dan maju menyerang sasaran yang telah ia siapkan.


"Hiyah...!!!"


"Hah hah hah kak Ling Yan sangat menyebalkan, dia pergi tanpa mengajakku." Xui mengumpati Ling Yan.


Xui lalu menyarungkan pedang petir anginnya dan kembali menstabilkan tenaga dalamnya.


Selang beberapa saat tiba-tiba Xui mendengar suara perempuan dari belakang dan sontak membalikkan badannya.


"Ternyata kau disini." Ucap suara itu.


Xui yang mendengar itu langsung membalikkan badannya dan mendapati Ling Mei yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.


"Ling Mei, sedang apa kau disini?" Tanya Xui pada Ling Mei.


"Tidak ada, hanya saja.. dulu aku sering sekali melihat kak Ling Yan berjalan kemari, jadi aku hanya ingin melihat-lihat dan tak sengaja bertemu denganmu." Jawab Xui yang mulai berjalan mendekati Xui.


Ia lalu ikut mendudukkan dirinya di sebelah Xui seraya bertanya, "Kau sendiri sedang apa disini?" Tanya Ling Mei balik.


"Hmm aku hanya sekedar berlatih untuk melampiaskan kekesalan ku." Jawab Xui dengan wajah yang masih kesal terhadap Ling Yan.


"Hmm memangnya apa yang dia lakukan hingga membuatmu kesal." Ling Mei sedikit mengangkat alisnya.


"Hmm kak Ling Yan pergi dari kediaman Klan Ling lagi tanpa memberitahu apa-apa padaku, katanya ia ingin pergi berpetualang sebelum bergabung dengan sakte seribu pedang."


"Hmm benarkah, kalau begitu ayo kita kembali ke kediaman Klan Ling, karena perwakilan dari sakte seribu pedang sudah sampai." Ucap Ling Mei sambil tersenyum.