LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 230. Api Kematian


"Itu.... itu adalah....." Ucapan Yan Susu tertahan dengan pandangannya yang masih tertuju pada dinding penyegel tersebut.


"Pandangan matamu cukup jeli juga rupanya." Ucap Gu Liang sambil berjalan ke arah dinding penyegel tersebut.


"Apakah kau sudah puas memperhatikan koleksi pertama roh api spiritual ku, api kematian(peringkat 27)." Ucap Gu Liang dengan senyuman sinisnya.


Ia terlihat menyentuh dinding segel penghalang itu dan membuatnya roh api tersebut mengamuk dan menyerang segel yang ada dihadapannya tetapi tidak dapat menembus segel tersebut.


"Pantas saja pada saat aku baru sampai di tempat ini aku merasakan aura kematian yang begitu pekat, entah dari mana si tua bangka ini mendapatkan roh api kematian." Batin Yan Susu.


Api kematian sendiri merupakan api spiritual yang berada di peringkat 27 dalam rentetan api spiritual setelah api kehidupan dan terbentuk dari aura kematian yang berkumpul menjadi satu.


Kelebihan dari api kematian sendiri adalah jika api kematian berada di tempat dimana wilayah tersebut memiliki aura kematian, maka dengan sendirinya api kematian tersebut akan menyerap semua aura kematian yang ada di tempat itu hingga membuatnya menjadi jauh lebih kuat.


Gu Liang masih berada di hadapan api kematian kini kembali mengalihkan pandangan ke arah Yan Susu seraya mengatakan.


"Kau pasti heran dan bertanya-tanya bagaimana bisa aku memiliki api kematian di sini kan." Ucap Gu Liang sambil sedikit terkekeh.


"Kau bisa melihat sendiri, disekeliling wilayah sekteku ini memiliki banyak sekali tumpukan tengkorak manusia yang sudah mati, dan semua itu membuat gunung tengkorak menjadi tempat dengan aura kematian yang sangat pekat." Ucap Gu Liang yang membuat Yan Susu tersadar.


"Jangan-jangan roh api kematian ini terbentuk dari aura kematian yang ada di gunung ini, dan kau membangun markas ini untuk menyembunyikan keberadaannya." Yan Susu menebak perkataan Gu Liang yang membuatnya tertawa.


"Hahahaha!!! Kau memang pintar adik Yan Susu, tapi tebakan mu itu sedikit kurang tepat, karena sebenarnya markas ini dulunya adalah sebuah makam milik seorang pendekar, dan pendekar itu tidak lain adalah pemilik dari api kematian ini.


Kau lihat semua tengkorak yang ada di sekitar gunung ini, semua tengkorak itu adalah tengkorak orang-orang yang sebelumnya sudah lama mati terbunuh oleh pemilik api kematian ini, dan aura kematian para mayat itu jugalah yang membuat api kematian ini bertambah kuat." Jelas Gu Liang sambil berjalan kembali ke tempat duduknya.


Sementara Yan Susu dan Yu Lao masih larut dalam pikirannya masing-masing dengan pandangan mata yang masih tertuju pada roh api kematian itu.


"Kalian berdua masih belum bercerita tentang tujuan kalian datang kemari." perkataan Gu Liang tersebut akhirnya menyadarkan Yan Susu dan kini ia kembali menatap datar ke arah Gu Liang.


"Aku datang kemari menawarkan kerjasama untuk menyerang sekte seribu pedang dan merebut sebuah inti kekuatan api spiritual bernama api pembakar jiwa yang di sana." Ucap Yan Susu kepada Gu Liang, tetapi ia tidak menceritakan kalau di dalam sekte tersebut terdapat api spiritual yang lain.


Mendengar perkataan Yan Susu yang mencoba membohonginya, ia sontak langsung mengeluarkan aura petarung yang sangat kuat dan menekan kekuatan wanita itu.


"Ugh......" Yan Susu berusaha sekuat tenaga untuk menahan kekuatan tersebut.


"Kau pikir aku ini orang yang bodoh, bisa-bisanya kau menganggap diriku tidak mengetahui keberadaan api spiritual yang lain disana, apakah kau mencoba untuk membohongiku." Ucap Gu Liang marah disertai aura dari roh api hati dari dalam tubuhnya perlahan keluar.


"Ughhh.... tidak mungkin, apakah dia juga sudah mengetahui keberadaan murid ke enam guru Wei disana." Batin Yan Susu tetapi ia tidak buru-buru memberitahukan hal tersebut kepada Gu Liang.


Yan Susu akhirnya kembali bisa bernafas lega saat aura Petarung milik Gu Liang perlahan hilang.


"Cih, sifat mu yang pasif itu masih saja tidak berubah dari dulu, aku memang mengetahui api semesta juga berada di sana, tapi aku belum mengutarakan keuntungan yang bisa kau dapatkan dari kesepakatan ini." Jawab Yan Susu sambil berdecih kesal.


"Oh, begitukah, lalu keuntungan apa yang akan aku dapatkan jika aku membantu kalian mendapatkan kedua roh api itu, jika penawaran kalian cukup bisa membuat diriku puas, maka aku akan membantu kalian."


Aura roh api hati milik Gu Liang perlahan memudar.


Melihat Gu Liang yang tertarik dengan apa yang akan ia bahas, Yan Susu terlihat tersenyum penuh makna sambil membatin.


"Hahaha aku pikir dia mengetahui keberadaan murid guru Wei, ternyata dia memang pendekar suci yang bodoh, kalau begitu jangan salahkan aku jika aku memanfaatkan mu."


Yan Susu yang mengetahui kelemahan pria yang sebenarnya adalah orang yang sudah sangat tua dihadapannya itu adalah ia tidak memiliki pil pelindung jiwa terlihat mengukir senyum penuh makna di sudut bibirnya.


Ia lalu mengeluarkan sebuah pil pelindung jiwa dari dalam cincin natnya dan memperlihatkan pil itu sekilas di hadapan Gu Liang sebelum memasukkannya kembali.


"Apa pil pelindung jiwa!! dari mana kau mendapatkannya." Tanya Gu Liang dengan nada bicara sedikit meninggi, ia bahkan sampai setengah berdiri karena terkejut dengan pil yang sangat langka itu.


Bagaimana tidak, walaupun pil pelindung jiwa hanyalah pil yang termasuk kedalam pil tingkat menengah, tetapi pil sejenis ini sudah sangat jarang di dapatkan karena salah satu sumber daya untuk membuatnya sudah sangat sulit untuk ditemukan.


Yan Susu kembali tersenyum sinis saat melihat wajah terkejut dari Gu Liang itu.


"Tidak penting aku mendapatkannya dari mana, tetapi yang jelas, aku bisa mendapatkan pil itu jika kau bersedia membantu kami mendapatkan kedua roh api spiritual itu."


Merasa keuntungan yang ia dapatkan kurang, Gu Liang terlihat mengerutkan dahinya sambil berkata dengan nada bicara yang begitu dingin.


"Apakah kau tidak berpikir sebelum berbicara, keuntungan yang kau tawarkan padaku bahkan sangat rendah, tidak bisakah kau membiarkanku memiliki salah satu dari api spiritual itu." Jawab Gu Liang.


Yan Susu yang mendengar itu pun dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya tidak setuju.


"Jangan berpikir bodoh seperti itu Gu Liang, walaupun kekuatan yang kau miliki berada di atas ku, aku sama sekali tidak pernah menyimpan rasa takut jika berhadapan dengan mu.


Apakah kau sudah lupa kalau aku mempunyai api naga Yin Yang, walaupun nantinya kau berhasil mengalahkan ku, aku pastikan kau tidak akan membayar murah kemenangan mu itu." Jawab Yan Susu dengan nada menantang.


Gu Liang sedikit terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh adik seperguruannya itu, memang kekuatan yang ia miliki saat ini sudah berada di atas kekuatan Yan Susu, tetapi tetap saja api spiritual yang ia miliki bisa saja membuatnya mendapatkan luka dalam yang cukup untuk menekan dan menghentikan kultivasinya hingga membuatnya terbunuh secara perlahan.


"Hehehe kau benar, walaupun aku memiliki kedua api ini sekalipun, keduanya masih tetap tidak bisa dibandingkan dengan api naga Yin Yang milikmu, seandainya saja kau adalah Jin Fan, mungkin aku sudah membunuhmu sejak tadi." Jawab Gu Liang dengan senyuman mengerikannya.