
Sementara pil tadi kini terhempas jauh bersama jarum energi milik Yan Shiki dan berakhir hancur menjadi debu.
Pendekar raja itu segera mengumpat kesal dengan wajah buruknya.
"Sialan." Tenaga dalam yang ia miliki kini mulai memudar dan kembali ke tingkat kekuatannya seperti semula.
"Kekuatan dari pil darah naga sudah pudar, aku harus pergi dari tempat ini." Baru saja ia ingin beranjak dari posisinya, tiba-tiba langkah kakinya terhenti karena didepannya saat ini telah berdiri seorang pendekar senior yang sedari tadi ia hadapi.
Entah sejak kapan Yan Shiki yang tadinya berada cukup jauh dari tempat pendekar raja itu, kini sudah berada di hadapannya dengan energi pembunuh yang ia arahkan pada Pendekar raja itu.
"Kemana kau akan pergi." Tatapan tajam Yan Shiki membuat lawannya mengeluarkan keringat dingin dengan wajah yang semakin memburuk.
Pendekar raja itu terlihat sedikit menelan ludahnya sebelum pikirannya tertuju pada debu yang ada di bawahnya.
"Akh.... sialan kau!!" Pendekar raja itu sempat melemparkan debu ke arah mata Yan Shiki hingga membuat penglihatannya terganggu.
Melihat ada kesempatan untuk dirinya kabur, pendekar raja itu tidak menyia-nyiakannya dan bergerak melesat dengan kecepatan tinggi.
Namun sepertinya keberuntungannya tersebut tidak berlangsung lama, karena Yan Shiki kini sudah bisa memulihkan penglihatannya kembali.
"Jangan harap pendekar aliran hitam sepertimu bisa lolos dariku." Yan Shiki lalu mengalirkan tenaga dalam pada pedagnya sambil memperagakan sebuah jurus.
"Teknik pedang angin!! Pedang angin tornado!!!" Energi angin milik Yan Shiki segera menyerang pendekar raja itu dan membuatnya terhempas, lalu tanpa berpikir panjang lagi, Yan Shiki segera menghampiri orang itu sambil mengayunkan pedangnya.
Srakhhh
Darah terlihat menetes dari ujung pedang Yan Shiki yang menandakan kalau ia telah membunuh lawannya dengan sekali tebasan pedang.
Ia lalu mencari dimana keberadaan Ling Yan yang tadinya sedang bertarung dengan seorang pendekar suci, namun setelah memeriksa sekeliling kediaman klan Ling, Yan Shiki tidak menemukan Ling Yan karena ia tadinya memang memancing Yu Zhong pergi ke tempat yang jauh dari kediamannya
Pada saat mencari keberadaan Ling Yan, pandangan mata Yan Shiki tidak sengaja tertuju pada tubuh seorang pria paruh baya yang terkulai lemah di depan sebuah kediaman yang tidak terlalu luas.
Yan Shiki sontak menghampirinya dan menemukan pria itu masih hidup.
"Ugh.... sekte seribu pedang..... kau tetua sekte seribu pedang..." Ucap pria paruh baya itu yang tidak lain adalah Ling San ayah dari Ling Yan.
"Tolong selamatkan istri dan kedua anakku." Ling San berkata sambil memandang ke arah rumahnya.
Sementara Yan Shiki langsung mengeluarkan sebuah pil penyembuh dan memberikannya pada Ling San sebelum bergerak masuk kedalam kediaman Ling Yan.
Yan Shiki yang sudah masuk kedalam dikejutkan oleh 2 anak kecil yang tengah tergeletak bersama seorang wanita paruh baya yang keadaannya sudah kritis.
"Kedua anak ini hanya pingsan." Ucap Yan Shiki.
Yan Shiki kemudian memeriksa denyut nadi ibu Ling Yan dan menemukan kalau wanita paruh baya itu masih hidup dan segera mengalirkan tenaga dalam untuk memberikan pertolongan pertama.
Pada saat ia tengah memberikan bantuan pada wanita paruh baya itu.
"Yan Gege, orang itu membawa gulungan milik kakek." Yu Fei yang setengah sadar dan mengira Yan Shiki adalah Ling Yan mengatakan kalimat itu sebelum kembali kehilangan kesadarannya.
"Gulungan??" Yan Shiki menatap bingung ke arah Yu Fei yang kembali pingsan.
Area pertarungan yang tadinya adalah hutan yang berada di bukit belakang kediaman Klannya itu kini sudah berubah menjadi area yang dipenuhi oleh kawah-kawah kecil dan besar bekas efek serangan yang dilancarkan keduanya.
Ting !!! Bamm !! Bammm!!!
Dentingan pedang beradu serta pukulan dan tendangan keras yang berbenturan terus menerus terjadi di antara keduanya.
"Pedang api pemusnah!!!"
Ling Yan maju menyerang dengan pedangnya namun dapat dihindari dengan cepat oleh Yu Zhong yang membuat serangannya mendarat di tanah dan kembali menghasilkan sebuah kawah besar.
Yu Zhong nampak menggertakkan giginya sambil mengumpat kesal dengan matanya yang menatap raja ke arah Ling Yan.
"Sial, padahal kekuatan yang aku miliki saat ini berada di atasnya, tapi mengapa kecepatan dan kemampuan bertarungnya tetap bisa mengimbangi ku." Umpatnya.
Ling Yan kembali maju menyerang Yu Zhong dan berhasil membuatnya bertarung dengan posisi bertahan.
Setiap serangan yang dilancarkan oleh Ling Yan cukup membuatnya kesulitan menghindarinya karena pola serangan Ling Yan yang begitu bervariasi dan sangat tidak beraturan.
Buak!!!
Sebuah tendangan keras berhasil mendaratkan pada perut Yu Zhong dan membuat terpental sebanyak 5 meter.
Walaupun tendangan tersebut tidak membuat dirinya mengalami luka, akan tetapi serangan Ling Yan itu menandakan kalau kekuatan Ling Yan saat ini berada di atasnya.
"Sial!! Bagaimana mungkin kekuatannya sudah berada di atasku sekarang." Yu Zhong merasa tidak paham dengan kekuatan Ling Yan yang semakin lama semakin berada jauh di atasnya itu.
Sementara Ling Yan sendiri, ia juga merasa kalau ada 5 energi jenis energi berbeda yang bergejolak di dalam tubuhnya dan membuat kekuatannya terus meningkat sedikit demi sedikit.
"Sepertinya ini adalah efek dari kelima energi tenaga dalam yang baru terbentuk di dalam tubuh ku itu." Ling Yan lalu tersenyum tipis lalu kembali mengalirkan tenaga dalamnya.
"Pedang api membelah samudra!!!" Pedang darah api yang diselimuti oleh ke empat api spiritual milik Ling Yan terlihat menjadi lebih tajam dan lebih besar karena Ling Yan mengalirkan lebih banyak tenaga dalam pada pedang itu.
Yu Zhong yang melihat itu juga bereaksi dan ikut mengalirkan lebih banyak tenaga dalam pada pedangnya juga.
"Gelombang Pedang Petir!!!" Pedang dan tenaga dalam keduanya saling beradu.
Pada saat keduanya saling berhadap-hadapan, tanpa Yu Zhong sadari, Ling Yan malah mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada tinjunya dan melancarkan serangan tiba-tiba pada Yu Zhong.
"Tinju kobaran api!!!" Pukulan tinju kobaran api kembali mendarat untuk kedua kalinya di tubuh Yu Zhong.
Berbeda dari sebelumnya, tenaga dalam yang digunakan oleh Ling Yan saat ini lebih besar dan membuat Yu Zhong terlempar hingga menabrak pohon besar hingga membuatnya tumbang.
Pakaian yang digunakan oleh Yu Zhong kini terlihat robek dengan bekas luka bakar pada dadanya yang membentuk sebuah kepalan tangan.
"Uhuk-uhuk."
Yu Zhong kembali berbatuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya menandakan kalau saat ini ia terkena luka dalam yang cukup parah.