
"Hahaha sebenarnya aku sangat bingung kenapa kau begitu khawatir dengan kondisimu saat ini, bukankah kau sudah memiliki penawar racunnya." Ujar Guo Kai yang sudah mengetahui kalau Ling Yan memiliki sebuah sumberdaya yang sangat langka.
Ling Yan yang masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Guo Kai masih memasang ekspresi wajah kebingungan.
"Apa maksudmu aku memilikinya bukannya aku tidak....."
Beberapa saat kemudian Ling Yan akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh Guo Kai di selingi oleh senyuman manis yang merekah di sudut bibirnya.
"Hahaha benar juga, aku mengerti apa maksudmu sekarang." Ling Yan lalu mengeluarkan lampu pengikat roh dan kembali memasukkan roh Yan Susu kedalam lampu tersebut bersama roh api naga Yin Yang dan api dingin.
Lalu setelah itu barulah Ling Yan kembali ke kediaman Bing An dimana ia menemukan Jin Yuan sedang berdiri di luar sambil mengawasi sekitar bersama para petinggi sekte pulau es utara yang lainnya.
Ling Yan sedikit menaikkan alisnya pada saat mendapati ekspresi para petinggi sekte terlihat sedikit gusar seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mereka.
Tap!!!
Ling Yan mendarat dihadapan Jin Yuan sebelum para petinggi sekte pulau es ikut menghampiri keduanya.
"Ling Yan!!! Bagaimana dengan roh api dingin?" Tanya Bing Xuyan langsung ke intinya.
Ling Yan hanya tersenyum sembari berkata.
"Tidak masalah, aku berhasil mendapatkannya." Ling Yan mengeluarkan lampu pengikat roh dan memperlihatkan api dingin kepada para petinggi sekte pulau es utara.
Melihat api dingin ada pada Ling Yan membuat para petinggi sekte itu bernafas lega, namun ekspresi wajah mereka masih terlihat belum berubah sama sekali.
Awalnya Ling Yan merasa kalau para petinggi sekte berekspresi seperti itu karena roh api dingin yang dicuri, akan tetapi sepertinya ada masalah yang lebih besar dari hal tersebut.
Merasa penasaran dengan hal itu akhirnya Ling Yan bertanya kepada mereka.
"Ada paman, mengapa aku merasa kalian seperti begitu mengkhawatirkan sesuatu?"
Wajah Bing Xuyan terlihat sedikit memburuk pada saat Ling Yan bertanya tentang hal itu sebelum akhirnya menjelaskan keadaan yang sebenarnya menimpa mereka.
*****
Di sebuah hutan di desa batu hitam, 3 orang pendekar suci yang tadinya berencana untuk merebut api dingin dari pulau es Utara kini terlihat duduk di bawah sebuah pohon dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Sialan!!! Aku tidak menyangka kalau pemimpin sekte mereka sudah hampir naik ke tingkat pendekar bumi sama sepertiku bahkan lebih kuat." Huang Zitao mengumpat kesal karena baru saja menelan kekalahan melawan Bing An.
Terlihat salah satu lengannya putus dan hanya menyisakan lengan kanannya saja beserta Liang Qi dan Yuan Xuqi yang terkena luka dalam yang cukup parah.
Sebenarnya pada saat ketiganya memutar arah untuk melarikan diri dari pulau es utara, Bing An memang sempat berhasil mengejar ketiganya dan berakhir bertarung 3 melawan satu.
Karena tidak memiliki pilihan lain, pertarungan tersebut akhirnya pecah dan mengakibatkan Bing An dikalahkan oleh ketiganya.
Namun dengan hasil itu tentu saja membuat Bing An juga harus membayar mahal untuk pertarungan tersebut, karena selain luka dalam yang cukup parah, Bing An juga kehilangan lengan kirinya sama seperti Huang Zitao.
"Jika saja kita tidak melawannya dengan bekerjasama, maka sudah dipastikan salah satu dari kita akan mati di pulau itu." Liang Qi mengeluarkan 3 buah pil penyembuh sebelum memberikan satu persatu pada kedua rekannya.
Sementara itu di Pulau Es Utara, Bing An terlihat tengah berbaring lemah dengan lengan kirinya yang sudah putus setelah bertarung melawan 3 orang pendekar suci.
Di dalam ruangan itu pula Ling Yan terlihat sedang meracik sebuah pil obat tingkat 6 yaitu pil rembulan putih yang sebelumnya sudah pernah ia buat.
Ling Yan kembali membuat pil tersebut karena seluruh pil yang dulunya ia simpan sudah habis setelah ia gunakan untuk menyembuhkan anggota sekte seribu pedang yang menjadi korban perang beberapa waktu yang lalu.
Semua petinggi serta rekan Ling Yan yang saat ini sudah sadar dari tidurnya terlihat memperhatikan Ling Yan yang tengah berusaha membuat pil tersebut.
Bing Xuyan dan Qianlin bahkan sampai kagum pada saat mengetahui kalau Ling Yan adalah seorang peracik obat bahkan sudah berada di tingkat 6.
"Pil terbentuk!!!" Tak lama kemudian 5 buah pil rembulan putih melayang dari dalam tungku dan siap untuk di gunakan.
Namun belum sempat Ling Yan meraih pil tersebut.
"Uhuk!!" Ling Yan tiba-tiba memuntahkan seteguk darah berwarna hitam disertai tubuhnya yang bergetar hebat dan juga rasa sakit yang menyerang dadanya.
"Sepertinya racun ular hantunya bereaksi pada saat aku menggunakan tenaga dalamku, aku harus menghilangkan racun ini dari tubuhku secepatnya." Batin Ling Yan sambil memegang dadanya yang masih terasa sakit.
Xui dan Shuyang yang melihat itu sontak bereaksi secara bersamaan dan menghampiri Ling Yan.
"Kak Ling Yan!! Kau tidak apa-apa." Xui berkata begitu khawatir setelah melihat ada cairan hitam yang keluar dari dalam mulut Ling Yan.
"Ling Yan.... Ini...." Shuyang yang mengenali cairan hitam itu nampak sedikit bergetar dan bergidik ngeri, namun Ling Yan mengatakan kalau ia tidak apa-apa dan bisa mengatasinya.
"Tidak masalah, aku bisa mengatasi kondisi tubuhku, paman Xuyan, berikan pil ini pada ketua Bing An dan bisakah aku menemukan sebuah ruangan untuk berlatih sendirian." Ucap Ling Yan yang masih di papah oleh Xui dan Shuyang.
Bing Xuyan mengangguk dan menyuruh salah seorang tetua untuk mengantar Ling Yan, namun Bing Qianlin sudah menawarkan diri terlebih dahulu.
"Kau bisa ikut denganku." Ucapnya dingin sebelum berjalan keluar dari ruangan itu.
Xui dan Shuyang kini memapah Ling Yan mengikuti Qianlin menuju sebuah ruangan di mana di dalamnya terdapat sebuah bongkahan es bening berbentuk lingkaran.
"Batu es ini bernama batu es giok, jika kau duduk di atasnya sambil melatih kekuatan energi alam, maka itu akan dapat membantumu menyerapnya, selain itu ia juga bisa membantu untuk menetralisir racun di dalam tubuh." Jelas Qianlin.
"Racun? Kak Ling Yan terkena racun?" Ling Xuilan kembali memasang wajah khawatir tapi Ling Yan malah tetap memasang ekspresi seperti biasanya.
"Hehehe sayangnya batu ini masih belum cukup untuk menetralisir racun ular hantu, tapi tidak masalah aku masih punya cara lain untuk itu." Jawab Ling Yan sebelum berjalan dan duduk atas batu es giok tersebut.
"Ayo kita keluar, dia pasti membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya." Ucap Qianlin kembali dengan nada datar.
Shuyang dan Xui sebenarnya masih ingin berada di dalam ruangan tersebut karena khawatir terhadap kondisi tubuh Ling Yan, apalagi saat mengetahui kalau Ling Yan terkenal racun dari ular hantu.
Akan tetapi setelah Ling Yan berkata kalau ia akan baik-baik saja akhirnya keduanya hanya bisa menuruti perkataan Ling Yan.
Sementara Qianlin, entah mengapa ada sedikit rasa khawatir juga di dalam hatinya terhadap pemuda yang baru saja berhasil merebut kembali api dingin untuk sektenya itu.
Gadis yang awalnya memiliki sifat dingin dan tidak pernah berbicara dengan lawan jenis sekalipun kecuali ayah dan kakeknya itu malah baru saja berinisiatif untuk menunjukkan ruangan berlatih untuk Ling Yan.