
Matahari pagi kini sudah mulai terbit di ufuk timur dan memancarkan cahaya yang begitu terang, akan tetapi cahaya yang terang itu masih belum cukup untuk menerangi gelapnya hutan kegelapan yang ditumbuhi oleh banyak pohon besar dan juga lebat.
Hanya terlihat sedikit titik-titik sinar matahari yang menembus dedaunan pohon yang lebat itu. Dibawah gelapnya hutan kegelapan, terlihat seorang pemuda berusia 15 tahun sedang berhadapan dengan seekor siluman serigala angin tingkat 3.
Terlihat siluman di hadapan pemuda tersebut sedang menggeram marah dan menatap Ling Yan dengan tatapan mata yang begitu tajam dan bola matanya yang memerah.
Ling Yan yang baru saja bertemu dengan siluman serigala angin itu sontak menarik pedang darah api dari sarungnya dan bergerak menyerang siluman tersebut dengan kecepatan tinggi.
Jika seekor siluman tingkat 5 saja Ling Yan dapat mengalahkannya dalam sekali serangan telak, apa lagi siluman serigala yang ada dihadapannya saat ini.
Tanpa menggunakan tenaga dalam atau teknik bertarung yang Ling Yan miliki, Ling Yan kini berhasil mengakhiri nyawa siluman serigala itu dengan cepat.
Ling Yan lalu dengan cepat mengambil inti kekuatan siluman serigala itu dan memasukkannya ke dalam cincin natnya.
"Hmm aku baru saja berjalan selama 2 jam, tapi aku sudah bertemu dengan 12 ekor siluman tingkat rendah, bagaimana jika aku terus masuk kedalam hutan ya?" Gumam Ling Yan pelan seraya memasukkan inti kekuatan siluman yang baru saja ia habisi.
Ling Yan lalu melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya dan melangkahkan kakinya masuk lebih dalam lagi ke hutan kegelapan.
Dan setelah menempuh perjalanan hingga siang hari, Ling Yan akhirnya sudah sampai di bagian pertengahan hutan. "Hah hah hah, sial sekali, gara-gara bertemu dengan siluman di sepanjang jalan, aku sampai membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai di bagian ini." Ling Yan mengumpat sambil mengatur nafasnya yang.
Di sepanjang perjalanannya dari pagi hingga siang hari, Ling Yan sudah membunuh sebanyak 50 ekor lebih siluman tingkat rendah maupun tingkat menengah yang ia temukan disepanjang perjalanan.
Sebenarnya di sepanjang perjalanannya, Ling Yan malah bertemu dengan jumlah yang lebih banyak dari yang ia bunuh, akan tetapi sebisa mungkin Ling Yan menghindari pertarungan yang tidak perlu untuk menghemat tenaga dalamnya.
"Hmm perilaku siluman siluman di hutan ini begitu aneh, bahkan aku merasa bagian terluar hutan kegelapan saat ini juga kebanyakan di huni lebih banyak siluman tingkat menengah."
Ling Yan berpikir sambil mendudukkan dirinya dibawah pohon besar hutan kegelapan.
"Hmm sepertinya ada sesuatu yang salah di dalam sana yang menyebabkan hal ini terjadi." Sambung Ling Yan lagi.
Ling Yan lalu kembali memutar otaknya dan mulai menerka-nerka apa sebenarnya yang menyebabkan siluman siluman tingkat menengah kini lebih banyak berada di bagian luar hutan kegelapan.
Tetapi setelah beberapa waktu berpikir namun tidak mendapatkan jawaban apapun, Ling Yan memilih membuang jauh-jauh pikirannya itu dan fokus memulihkan tenaganya.
Ling Yan mengeluarkan beberapa potong roti kering dari dalam cincin natnya dan tanpa pikir panjang langsung menyantapnya.
"Hah... dari pada memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting, lebih baik aku memulihkan tenaga ku sebelum kembali melanjutkan perjalanan."
Ling Yan lalu menyilangkan kakinya dan mulai menyerap energi alam untuk memulihkan tenaga dalamnya, akan tetapi belum sampai 10 menit ia menyerap energi alam, tiba-tiba seekor siluman musang api tingkat tujuh langsung berlari menyerang Ling Yan.
"Sial, bagaimana mungkin ada siluman tingkat tinggi di perbatasan antara bagian luar dan bagian pertengahan hutan kegelapan?"
Ling Yan yang melihat musang api tersebut maju menyerangnya dengan kecepatan tinggi sontak langsung bereaksi menghindarinya dan melompat ke samping.
Tapi baru saja Ling Yan ingin bereaksi lebih lanjut, tiba-tiba musang api tersebut mengayunkan ekornya dan berhasil mengenai Ling Yan hingga terpental beberapa meter.
"Ugh...." Beruntung Ling Yan sempat mengalirkan tenaga dalamnya untuk melindungi tubuhnya sebelum terkena serangan dari ekor siluman musang api itu.
"Groarr!!!"
Siluman musang api itu kembali mengaum dan kembali melesat menyerang Ling Yan, terlihat dari dalam mulut siluman itu mengeluarkan sedikit kepulan asap tipis yang membuat ekspresi wajah Ling Yan menjadi buruk.
"Gawat, dia ingin menyemburkan api dari dalam mulutnya." Ling Yan sontak melesat bergerak menjauh dengan ilmu meringankan tubuhnya.
"Hei bocah, mengapa kau lari seperti itu? bukankah kau memiliki api spiritual? dasar payah." Ucap api abadi dari dalam tubuh Ling Yan.
Ling Yan yang mendengar ucapan api abadi sontak tersadar dan menghentikan langkahnya.
"Benar juga, mengapa aku bisa melupakan ini." Ucap Ling Yan sambil menghentikan langkahnya.
Ia lalu mengalirkan tenaga dalamnya dan menggunakan api abadi untuk melindungi tubuhnya. Seketika tubuh Ling Yan diselimuti oleh kobaran api abadi berwarna biru terang.
Musang api yang melihat itu nampak tidak memperdulikannya dan langsung menyerang Ling Yan dengan kobaran bola api yang ia keluarkan dari dalam mulutnya.
Bola kobaran api itu sontak mengarah ke arah Ling Yan dan mengenainya dengan telak, akan tetapi saat bola api itu mengenai tubuh Ling Yan yang diselimuti oleh api abadi, api yang dikeluarkan oleh siluman musang api langsung terserap masuk ke dalam tubuh Ling Yan.
Siluman musang api tersebut nampak kebingungan saat melihat serangan bola api miliknya tidak mempan kepada Ling Yan, jika saja siluman tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia, mungkin saat ini ia sudah mengatakan "Apa? bagaimana bisa?."
Ling Yan lalu bergerak cepat menarik pedang darah api dari sarungnya dan mengalirkan kobaran api abadi hingga menyelimuti pedang itu.
"Teknik pedang api pemusnah!!" Ling Yan menggunakan teknik pedangnya dan maju menyerang siluman musang api itu.
Tetapi ternyata kecepatan siluman musang api itu lebih cepat dari yang dibayangkan oleh Ling Yan, dengan gerakannya yang begitu gesit, siluman musang api itu dapat menghindari serangan Ling Yan dengan mudah.
Ling Yan yang tidak mengenai sasaran yang ia tuju kini mendaratkan serangannya ke tanah dan membuat lubang yang lumayan besar akibat energi kekuatan api abadi.
"Sial, dia berhasil menghindar." Ling Yan lalu mengalihkan perhatiannya pada siluman musang api itu dan ternyata siluman tersebut kembali bergerak menyerang Ling Yan dengan ekornya.
Ling Yan yang melihat itu sontak mendapatkan celah yang begitu lebar, ia lalu bergerak cepat dengan pedangnya sambil mengalirkan tenaga dalam yang ia miliki.
"Kobaran api sakral surgawi, teknik pedang api membelah samudera." Ling Yan maju menyerang dan berhasil memotong pangkal ekor siluman musang api itu.
"Groarr!!"
Siluman musang api itu mengaum kesakitan saat ekornya dipotong oleh Ling Yan. Siluman itu lalu melompat dan menatap Ling Yan marah.
Setelah itu ia kembali maju menyerang Ling Yan dengan cakarnya dan gerakan serangan yang begitu brutal hingga membuat Ling Yan kesulitan untuk menghindari serangannya itu.
"Sial, serangannya cepat sekali, jika seperti ini terus aku akan kelelahan dengan cepat, kalau begitu." Ling Yan lalu melompat menjauh untuk mengambil jarak aman dari siluman itu.
Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalam yang luar biasa dari dalam tubuhnya dan mengeluarkan 3 jenis api spiritual miliknya.