
Ling Yan yang berada di dalam kereta kuda nampak tersenyum sinis sambil melirik kearah belakang.
"Sepertinya ada yang ingin bermain-main sebentar, kalau begitu aku akan menunggu kalian disini." Batin Ling Yan.
Saat hari sudah berganti malam, Ling Yan mengisyaratkan kepada Jin Yuan untuk menghentikan kereta kudanya, padahal sebelumnya Ling Yan pernah mengatakan kalau mereka tidak akan menghentikan perjalanan sebelum sampai di ibukota.
"Ada apa teman, bukankah kau mengatakan kalau kita akan berhenti saat kita sampai di ibukota?" Tanya Shuyang.
"Itu benar, lagi pula kita masih berada di sekitar hutan, apakah kita tidak sebaiknya melanjutkan perjalanan?" Sahut Xui dan Qianlin.
Ling Yan hanya tersenyum tipis sebelum membenarkan pernyataan mereka bertiga.
"Itu benar, tapi sebelum itu ada sekelompok orang asing yang ingin mengajak kita bermain-main sebentar." Jawab Ling Yan santai.
Mendengar jawaban Ling Yan tentu saja membuat ketiganya memasang ekspresi wajah bingung.
"Sekelompok orang? Bermain-main?." Shuyang dan kedua gadis itu akhirnya mengikuti langkah Ling Yan yang sudah turun dari kereta terlebih dahulu.
Terlihat Ling Yan sedang mengumpulkan beberapa kayu bakar sebelum ia menggunakan api spiritualnya untuk menciptakan api unggun.
"Apa yang kalian tunggu? Apa kalian tidak ingin makan daging ayam ini?" Ling Yan nampak mengeluarkan 4 ekor ayam dari dalam cincin natnya lalu memanggang ayam tersebut di atas api unggun.
Melihat Ling Yan memanggang ayam membuat air liur Shuyang menetes, ia lalu ikut duduk sambil membantu Ling Yan memanggang ayam dan langsung melahapnya setelah ayam itu matang.
Sementara kedua gadis cantik itu baru ikut duduk bersama setelah Shuyang hampir menghabiskan jatah ayam panggangnya, hanya Jin Yuan saja yang tidak ikut duduk bersama mereka karena ia adalah sebuah boneka roh yang tidak memerlukan makanan.
Miao....
"Kau ini selalu saja bangun pada saat kami sedang menyantap makanan, padahal kau tidak memakan makanan yang sama dengan kami." Ujar Ling Yan kepada sahabat kecilnya itu setelah memberikan 3 kristal siluman padanya.
Tepat setelah Ling Yan dan rekannya menghabiskan makanan yang mereka santap, Ling Yan sedikit melirik ke arah pepohonan gelap sambil tersenyum sinis.
"3 orang pendekar suci dan 7 orang pendekar jiwa dan sisanya adalah campuran pendekar berlian, emas dan perak, sepertinya mereka datang dengan kekuatan penuh." Batin Ling Yan.
Setelah itu ia lalu bangkit dari posisinya sambil bergerak meregangkan otot-ototnya kemudian berkata dengan lantang ke arah pepohonan.
"Hehehe mau sampai kapan kalian bersembunyi!! Bukankah kalian sedari tadi ingin bergabung dengan kami!!" Teriak Ling Yan dengan keras.
Shuyang, Qianlin, dan juga Xui yang sedari tadi juga sudah merasakan kehadiran orang-orang yang dimaksud Ling Yan terlihat ikut melakukan hal yang sama.
.
Tak lama kemudian 3 orang pendekar suci keluar dari dalam kegelapan bersama puluhan orang bawahannya yang rata-rata berada di tingkat berlian, emas, dan tingkat perak, serta 7 orang pendekar jiwa.
"Wow..wow..wow.. Banyak juga ternyata, apakah tidak masalah bagi kalian membawa kekuatan penuh untuk membunuh kami?" Ling Yan memasang wajah terkejut yang ia buat-buat.
Sementara ketiga rekannya sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing, hanya Qianlin yang tidak mengeluarkan senjata karena beberapa detik kemudian tenaga dalam yang ia kumpulkan kini berubah menjadi pedang es yang tajam.
Tetapi kehadiran ketiga pemimpin mereka yang berada di tingkat pendekar suci membuat mereka memiliki keberanian lebih karena belum mengetahui kalau Ling Yan dan juga Jin Yuan memiliki kekuatan yang lebih mengerikan daripada ketiganya.
"Jangan banyak bicara kau!! Kalian pikir setelah membunuh adik bungsu kami, kalian akan kami biarkan pergi begitu saja!! serang mereka!!!" Teriak ketua perampok tersebut.
Ling Yan tersenyum tipis sebelum berkata.
"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan, untuk ketiga pendekar suci itu, Jin Yuan dan aku akan membereskannya." Ucap Ling Yan sebelum maju menyerang ketiga pendekar suci tersebut.
"Teknik tubuh ilusi!!!" Ling Yan menciptakan 3 tubuh ilusi untuk membantu rekannya karena jumlah lawan yang mereka hadapi cukup banyak, sementara dirinya sendiri nampak menarik pedang kabut ilusi menyongsong ke arah 2 pemimpin perampok yang paling kuat sekaligus.
Ting!!! Ting!!! Ting!!! Srakkkkk!!! Bomm!!!
Dalam beberapa tarikan nafas, puluhan pendekar aliran hitam kini tergeletak tidak bernyawa di tanah karena keganasan tubuh ilusi serta pedang milik teman-teman Ling Yan.
Beberapa dari para perampok tersebut bahkan ada yang berakhir mati dalam keadaan membeku karena kekuatan elemen es yang dimiliki Xui dan juga Qianlin, dan salah satu dari mereka adalah salah seorang yang memiliki kekuatan pendekar jiwa.
Ini adalah kali pertama Qianlin dan juga Xui menggunakan elemen es pada pertarungan hidup dan mati, dan itu juga merupakan pengalaman pertama mereka membekukan seorang pendekar aliran hitam menggunakan elemen es mereka.
Sementara itu, Ling Yan yang tidak menggunakan teknik permainan api memanglah masih setingkat dengan kekuatan seorang pendekar suci bintang 1.
Tetapi berkat kekuatan fisik dan tenaga dalam yang melimpah, 2 orang pendekar suci bintang 5 bukanlah lawan yang berat bagi Ling Yan, karena saat ini pemuda itu sudah berhasil membawa keduanya kedalam irama bertarungnya.
"Teknik pedang halilintar api biru!" Ling Yan menggabungkan teknik pedang halilintar biru serta api samudra dalam satu jurus dan membuat pedang kabut ilusi diselimuti dua elemen berbeda.
Trang!!!!
Dua pedang berkualitas tinggi yang digunakan oleh kedua pendekar aliran hitam itu seketika patah menjadi dua bagian pada saat mencoba menahan serangan Ling Yan yang bertubi-tubi.
"Sial!!! pedangku patah!!" Umpat kedua pendekar suci itu bersamaan.
Lalu setelah beberapa saat, kedua pendekar suci itu baru menyadari kalau saat ini suasana di sekitar yang awalnya ramai oleh para anggota mereka kini sudah berubah sepi di hiasi puluhan mayat yang bersimbah darah.
Wajah kedua pendekar suci itu menjadi semakin buruk saat mendapati 7 orang pendekar jiwa serta saudara mereka sudah meregang nyawa ditangan Jin Yuan yang ternyata memiliki kekuatan di puncak pendekar suci.
Pandangan mereka bahkan mendapati 3 orang dari pendekar jiwa tersebut berakhir tewas di dalam sebuah bongkahan es yang tidak mereka ketahydari mana asalnya.
"Mu.... mustahil!!! Bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan di puncak pendekar suci." Kedua perampok itu kini baru menyadari kalau mereka baru saja memilih lawan salah dan sepertinya semua itu sudah terlambat sekarang karena Ling Yan sudah mengalirkan tenaga dalam pada pedang kabut ilusi.
"Aku baru saja ingin melepaskan kalian jika kalian tidak datang menyerang kami, tapi sepertinya kalian memang ingin menyerahkan nyawa sendiri." Ling Yan menatap tajam ke arah kedua pendekar suci itu yang saat ini sudah dipenuhi keringat dingin.
Pedang patah yang sebelumnya masih berada di genggaman mereka kini sudah jatuh ketanah bersamaan dengan tubuh keduanya yang ikut berlutut.
Ling Yan kemudian berjalan menghampiri keduanya sebelum menaruh mata pedang kabut ilusi berlapis petir api di leher salah satu dari pendekar aliran hitam itu.
"Jika dipikirkan lagi, ada bagusnya juga kalian datang sendiri kemari, aku jadi tidak perlu susah-susah mencari kalian satu persatu untuk membasmi pendekar keji seperti kalian." Ucap Ling Yan sambil tersenyum mengerikan.