
Ling Han yang baru saja sampai kini mendapati pemandangan seorang pendekar berjubah hitam yang mati dalam keadaan bersimbah darah dengan api kecil yang masih membakar sebagian tubuhnya.
"Apa yang sudah terjadi di kediamanku?" Ling Han bertanya dengan ekspresi wajah memburuk sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
Pandangan matanya kini tertuju pada halaman kediamannya yang hancur berantakan, dan setelah beberapa saat akhirnya pandangannya kini tertuju pada Ling Yan dan juga Xui yang sedang mencoba membantu Ling Mei, serta Ling Yue yang tak sadarkan diri.
Selain itu dia juga menemukan 2 orang bocah yang sedang bersandar di bawah pohon tidak jauh dari posisi Ling Yan dan juga Xui.
Ling Han dengan cepat melesat ke arah Ling Mei yang saat ini sedang di bantu oleh Ling Yan dan Xui "Ling Mei!!!" Teriaknya sambil melesat ke arah putrinya.
Xui yang menyadari kehadiran Ling Han sontak membalikkan badannya saat Ling Han juga sudah berada di hadapannya.
"Ketua Han."
Sementara itu Ling Yan tetap fokus mengalirkan energi kehidupan dari api kehidupan untuk membantu menekan luka dalam yang diterima oleh keduanya.
"Xui, apa yang terjadi? mengapa Ling Mei bisa menjadi seperti ini?" Ling Han bertanya dengan nada khawatir.
Setelah menanyakan itu, perhatian Ling Han kini di alihkan pada Ling Yan saat ini sedang membantu menekan luka dalam Ling Mei.
Ling Han yang melihat itu sontak membulatkan matanya dan mengenali kobaran api berwarna ungu yang digunakan oleh Ling Yan.
"Bukankah itu adalah api kehidupan? tapi setahuku bukankah Ling Yan hanya memiliki api abadi didalam tubuhnya? Atau mungkin...."
Tak lama kemudian akhirnya Ling Yan menghentikan kegiatannya, dan perlahan kondisi tubuh Ling Mei dan ibu Ling Yan sudah membaik, akan tetapi mereka berdua masih belum sadarkan diri.
Melihat itu, Ling Han sontak dengan cepat menyerang Ling Yan dengan beberapa pertanyaan. "Ling Yan, bagaimana dengan putriku? bagaimana dia bisa berakhir seperti ini?"
"Hmm maafkan aku karena telah menarik putrimu dalam masalah sebesar ini ketua, tapi saat ini keadaannya sudah tidak apa-apa, aku sudah mengalirkan energi kehidupan dari api kehidupan yang aku miliki." Jawab Ling Yan.
Ling Han kini bisa bernafas lega saat mengetahui keadaan putrinya sudah membaik, akan tetapi Ling Han kembali mengajukan pertanyaan yang kini mengganggu pikirannya.
"Hmm bolehkah aku mengetahui mengapa pendekar berjubah hitam itu datang dan mengincarmu, apakah itu karena...." Belum sempat Ling Han menyelesaikan kalimatnya, Ling Yan sudah menanggapinya dengan anggukan kepala.
"Hmm dugaanmu tidak salah ketua, tetapi bukan hanya api spiritual yang mereka incar tapi juga teknik pengembangan tingkat tinggi yang dimiliki oleh kedua adik angkatku." Ucap Ling Yan yang kini menatap kedua adik angkatnya yang masih tak sadarkan diri.
"Maksudmu merek mempunyai teknik pengembangan ilmu beladiri tingkat tinggi?" Tanya Ling Han dengan wajah yang berubah serius.
"Itu benar ketua, untuk lebih jelasnya, aku akan menceritakan semuanya nanti, untuk saat ini aku harus menyelesaikan kekacauan yang aku perbuat." Ling Yan lalu mengalihkan pandangannya kearah ibunya dan juga kedua adik angkatnya.
"Ketua, tolong tinggallah disini untuk menjaga mereka." Ucap Ling Yan.
"Hmm baiklah, serahkan padaku, tapi setelah ini kau harus menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir." Ucap Ling Han.
Ling Yan lalu menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Ling Han,
"Xui tetaplah bersama ketua, aku akan segera kembali." Ucap Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Xui.
Setelah mengatakan itu Ling Yan dengan cepat melesat ke arah dimana saat ini pertempuran masih berlangsung.
"Seribu pukulan angin!!!" Ling San berteriak dan mengarahkan serangannya kepada dua orang pendekar emas dari sakte Petir Hitam.
"Aaaaaa." Keduanya berteriak menahan rasa sakit saat serangan Ling San mengenai sasarannya dengan telak.
"Hah.. hah... hah..." Deru nafas Ling San terengah-engah setelah melancarkan serangan itu, pasalnya tenaga dalam yang ia miliki kini sudah terkuras banyak sekali.
Walaupun bantuan dari Klan Li sudah datang untuk membantu, nyatanya semua itu tidak terlalu berpengaruh pada jalannya pertempuran, karena kebanyakan anggota dari Klan Chu dan sakte Petir Hitam memiliki kekuatan pendekar emas berkat pil penembus Xuan yang dikonsumsi oleh anggota dari Klan Chu.
Tak lama kemudian 3 orang pendekar emas dari Klan Chu kembali maju menghadapi Ling San. "Ayo serang dia! dia sudah kehabisan tenaga dalamnya." Ucap salah satu dari mereka.
Tanpa pikir panjang ketiga anggota Klan Chu maju menyerang Ling San. Ling San yang melihat itu sontak kembali bergerak menghindari serangan ketiga lawannya.
Akan tetapi saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba ia merasakan kedua kakinya tidak bisa digerakkan seperti terjepit oleh sesuatu.
Dengan cepat Ling San mengalihkan pandangannya ke bawah dan menemukan tanah yang ia pijak saat ini tengah mengunci pergerakannya.
"Apa? sejak kapan ini...." Ling San memasang wajah kebingungan.
"Hehehe cepat serang dia, dia sudah terkunci oleh jurus pengunci tanahku." Teriak seorang anggota Klan Chu yang berada tidak jauh dari tempat Ling San berdiri.
"Sial!!!" Ling San berdecak kesal sebelum kembali mengarahkan pandangannya ke arah ketiga lawannya yang sudah mulai mendekat ke arahnya.
Namun pada saat ketiganya sudah hampir mendaratkan serangan telak terhadap Ling San, Sebuah serangan mematikan dari arah yang berbeda langsung membuat keduanya terhempas jauh dari tempatnya.
"Teknik tinju kobaran api abadi!!!" Ling Yan melepaskan serangannya dan berhasil mengenai ketiga anggota Klan Chu itu dengan serangan telak.
Kobaran api berwarna biru yang Ling Yan gunakan dengan cepat membakar tubuh ketiganya hingga menjadi gosong layaknya daging yang sudah di bakar.
Ling San yang melihat itu dengan cepat mengarahkan pandangannya ke arah darimana datangnya serangan yang begitu tiba-tiba itu, dan alangkah terkejutnya ia saat kedua matanya melihat Ling Yan yang sedang berdiri dengan kepalan tinjunya yang terselimuti oleh api berwarna biru.
"Ling Yan!!"
Dengan cepat Ling Yan kembali bergerak dan melesat ke arah anggota Klan Chu yang mengunci pergerakan ayahnya.
"Teknik pedang api membelah samudera!!" Ling Yan kembali berteriak seraya mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan menyerang orang itu.
Karena gerakan Ling Yan yang begitu cepat, orang yang menjadi sasaran dari serangan Ling Yan itu tidak sempat bereaksi hingga berakhir mati dengan kepala yang tergeletak di tanah.
Tidak ada suara teriakan dari orang itu saat pedang Ling Yan berhasil menebas lehernya, mungkin karena kecepatan tinggi serta ketajaman pedang darah api yang membuatnya tidak sempat membuka mulutnya.
Ling San yang melihat itu kini hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari dalam mulutnya, sontak setelah beberapa saat, tanah yang mengunci pergerakan Ling San juga sudah hancur.
"Ayah, maaf karena aku datang terlambat, sekarang serahkan sisanya kepadaku." Ucap Ling Yan sebelum memperagakan sebuah teknik bertarung lagi.
"Teknik tubuh ilusi!!" Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusi dan menciptakan 3 buah tubuh lain yang tanpa aba-aba langsung maju menyerang ke arah yang berbeda-beda.
Satu persatu pasukan dari sakte Petir Hitam dan juga Klan Chu kini bertumbangan setelah kehadiran Ling Yan, arus pertempuran langsung berubah seketika hingga sakte Petir Hitam kini menarik mundur pasukannya dan pertempuran akhirnya berakhir dengan kemenangan yang di raih Klan Li dan Klan Ling.