LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 213. Pertarungan Penentuan Peringkat Sekte Seribu Pedang


Sementara Xui yang melihat Ling Yan sedang duduk di depan sebuah benda merah berbentuk seperti telur terlihat mengangkat alisnya.


"Kak Ling Yan, apa yang sedang kak Ling Yan lakukan?, dan benda merah apa ini?, mengapa terlihat seperti telur?" Ling Xuilan langsung menghujani Ling Yan dengan pertanyaan sambil melihat telur merah tersebut.


Xui yang merasa penasaran langsung saja berjalan mendekat dan memperhatikan benda merah itu dari dekat dan setelah memastikan bahwa apa yang ia lihat dihadapannya adalah telur, Xui kembali bertanya kepada Ling Yan dengan ekspresi wajah bingung.


"Telur ini.... mengapa bisa ada telur sebesar ini, dari mana kak Ling Yan mendapatkannya." Tanya Ling Xuilan lagi sambil menatap wajah Ling Yan bingung.


Ling Yan yang sudah tidak bisa menghindari pertanyaan Xui tersebut terpaksa menjawab pertanyaannya itu setelah membuatnya berjanji untuk tidak memberitahu orang lain tentang telur tersebut.


"Sebenarnya telur ini aku dapatkan dari tempat penyimpanan harta Karun Klan kita, walaupun aku tidak tahu betul ini telur binatang seperti apa, tapi aku yakin isi telur ini bukanlah hewan biasa, karena sejauh ini ia bahkan sudah banyak sekali menyerap tenaga dalam ku."


"Ling Xui hanya menganggukkan kepalanya mengerti sebelum akhirnya ia bergidik ngeri karena tiba-tiba aura pembunuh dari dalam telur itu kembali menyeruak.


Walaupun hanya sekejap, tetapi tetap saja aura pembunuh itu sudah cukup untuk membuat Xui ketakutan dan sepontan memeluk lengan Ling Yan.


"Ughhh kak Ling Yan, tadi itu.... apakah itu keluar dari dalam telur." Wajah Xui terlihat sedikit pucat saat itu.


Sementara Ling Yan sendiri, ia terlihat begitu santai karena sudah beberapa kali merasakan aura pembunuh yang sama.


"Hmm aku juga tidak mengerti mengapa telur ini memiliki aura pembunuh semacam itu, tapi mungkin itu ada hubungannya dengan induk dari telur ini." Jawab Ling Yan.


"Maksud kak Ling Yan, induk telur ini adalah binatang yang mengerikan dan sudah sangat banyak membunuh?" Tanya Xui yang masih memeluk lengan Ling Yan.


"Ada kemungkinan seperti itu, tapi entah mengapa aku merasa kalau telur ini ada hubungannya dengan Xiao Hu, ada kemungkinan telur ini berisi binatang gaib seperti Xiao Hu, karena pada saat pertama kali melihatnya, Xiao Hu sampai menggeram keras di hadapan telur ini." Jawab Ling Yan lagi.


Xui menatap Xiao Hu yang sedang memakan kristal siluman dan telur merah tersebut secara bergantian sebelum berkata.


"Jika memang benar telur ini adalah telur binatang gaib, apakah setelah ia menetas nanti ia akan memakan kristal siluman seperti Xiao Hu."


"Hmm sepertinya begitu." Jawab Ling Yan sambil tersenyum tipis.


"Sepertinya sebelum telur ini menetas, aku harus mengumpulkan lebih banyak kristal siluman lagi, apalagi saat ini nafsu makan Xiao Hu juga sudah bertambah, entah apa yang terjadi pada harimau kecil itu, apa mungkin dia akan berevolusi menjadi binatang gaib tingkat 3." Batin Ling Yan.


"Ah sepertinya tidak, ia baru saja berevolusi beberapa bulan yang lalu, tidak mungkin ia akan berevolusi secepat itu." Batin Ling Yan lagi sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah beberapa saat, Ling Yan akhirnya tersadar dan bertanya kepada Xui tentang mengapa ia tiba-tiba datang ke kediamannya.


"Oh iya Xui, apa ada hal penting yang membuatmu datang kemari?" Tanya Ling Yan yang membuat Xui tersadar bahwa ia sudah lupa tujuan sebenarnya ia datang ke kediaman Ling Yan.


"Pertarungan penentuan peringkat, aku baru pertamakali mendengar itu, pertarungan seperti apa yang kau maksud." Jawab Ling Yan terus terang.


"Ah tentu saja kak Ling Yan belum tau, aku akan menjelaskan tentang pertarungan itu."


Pertarungan penentuan peringkat adalah pertarungan latih tanding yang dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun sekali dan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para murid luar, murid dalam ataupun murid inti sekte seribu pedang.


Dalam pertarungan tersebut para murid yang ingin di promosikan menjadi murid dalam atau murid inti, serta ingin naik ke posisi peringkat yang lebih tinggi akan diberikan kesempatan untuk menantang lawan yang ingin mereka lawan.


Jika berhasil menang, maka murid yang menantang tadi akan otomatis menggantikan posisi mereka murid yang kalah dan yang kalah akan turun posisinya pada posisi murid yang sebelumnya mengalahkannya.


Contohnya jika seorang murid luar menantang salah seorang murid dalam sekte dan berhasil menang, maka ia akan langsung dipromosikan menjadi murid dalam menggantikan posisi murid yang berhasil ia kalahkan itu begitupun murid dalam yang menantang para murid inti.


Selain itu para murid yang berhasil memenangkan pertarungan juga akan mendapatkan hadiah sumber daya teknik bertarung dan juga poin misi yang akan di berikan tergantung seberapa tinggi peringkat lawan yang sebelumnya ia kalahkan.


"Jadi dalam 3 hari ini kak Ling Yan bisa mulai memilih salah satu diantara murid dalam yang ingin kak Ling Yan tantang nantinya agar bisa di promosikan menjadi murid dalam sekte." Jelas Xui.


Ling Yan terlihat tidak begitu tertarik dengan pertarungan tersebut dan malah menguap setelah Xui menjelaskannya secara panjang lebar.


"Kak Ling Yan!! apakah kau mendengarkan ku!!!" Xui merasa kesal dengan sikap Ling Yan yang acuh tak acuh dengan apa yang baru saja ia jelaskan.


"Hehehe maaf Xui, tapi walaupun setelah mengalahkan seseorang aku akan diberikan hadiah, sepertinya aku masih tetap tidak tertarik dengan semua itu." Jawab Ling Yan santai.


Jawaban Ling Yan memanglah bukan tanpa alasan, sebab apa yang ia butuhkan untuk keperluan latihannya sepertinya sudah ia miliki semuanya.


Seperti teknik bertarung contohnya, ia bahkan memiliki 2 jenis teknik tingkat langit yang sangat kuat, sementara untuk sumberdaya, ia bahkan baru saja mendapatkan banyak bahan obat yang langka dari salah satu cincin nat milik lawannya tempo hari.


Dan untuk sumberdaya yang berguna untuk mempercepat pelatihan tenaga dalam yang ia miliki, Ling Yan masih memiliki buah apel keabadian dan juga kristal hasil kotoran Xiao Hu yang sewaktu-waktu bisa kembali di hasilkan oleh sahabat kecilnya itu.


"Haihhh... kalau begitu kak Ling Yan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan beberapa bahan obat langka yang akan menjadi hadiah utama, apa kak Ling Yan tahu, tadi aku samar-samar mendengar kalau salah satu hadiah dari bahan obat langka itu bernama kelopak bunga mata jiwa.


Ling Yan yang tadinya bersikap santai tiba-tiba membuka matanya tatkala mendengar nama kelopak bunga mata jiwa di sebutkan oleh Xui, yaitu salah satu bahan untuk membuat pil pelindung jiwa untuk menyerap api spiritual.


"Kelopak bunga mata jiwa!!!" Nada bicara Ling Yan sedikit meninggi dan ia pun kembali mengingat perkataan gurunya Shen Yu.


"Aku akan mengizinkanmu mewarisi api semesta yang aku miliki, tapi sebelum itu, kau harus menaklukkan api langit dan api pembakar jiwa terlebih dahulu, selain itu aku juga tidak akan membantumu untuk meracik pil pelindung jiwa karena kau harus meraciknya sendiri."


Itulah yang dikatakan oleh Shen Yu sebelumnya pada Ling Yan.