LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 159. Sekte Iblis Berdarah


Markas persembunyian sekte Tengkorak iblis.


Terlihat seorang pendekar bertopeng merah darah tengah duduk bersila di dalam sebuah tenda besar yang dikelilingi oleh puluhan pendekar emas yang sedang berjaga di area luar.


Pendekar bertopeng tersebut terlihat membuka kedua matanya lalu menghembuskan nafas panjangnya.


"Huhh....." Setelah nafas panjangnya itu, wajah pendekar tersebut nampak berubah dan dihiasi senyuman mengerikan.


"Aku sudah menunggu kalian." Jin Fan bergumam sejenak sebelum akhirnya 3 orang pendekar berpakaian merah masuk kedalam kediamannya itu.


Salah satu dari ketiga pendekar itu terlihat sepuh dengan rambut dan alisnya yang sudah berwarna putih seluruhnya, dapat disimpulkan bahwa ia merupakan orang terkuat diantara ketiganya.


Adapun seorang lagi adalah pria paruh baya dengan kumisnya yang panjang dan pendekar yang terakhir adalah seorang pendekar wanita bercadar dengan pakaian dan selendang merahnya.


"Jin Fan, semua pasukan ku telah siap, kapan kita akan melakukan penyerangan." Tanya pria sepuh di yang berdiri paling depan.


Jin Fan kembali menyunggingkan senyuman mengerikannya lalu berdiri dari tempatnya bersila, ia lalu berjalan ke arah kursi kebesarannya itu.


"Tidak baik jika membahas ini sambil berdiri, silahkan duduk pak tua Gui Sha." Jin Fan mempersilahkan pria sepuh yang di panggil Wu Gui itu duduk di kursi yang ada di bagian samping depan Jin Fan.


Gui Sha sendiri adalah seorang patriak dari sekte aliran hitam bernama sekte iblis berdarah yang terkenal dengan pemujaan-pemujaan yang harus mengorbankan darah manusia.


Sementara pria paruh baya dan seorang wanita bercadar di belakangnya adalah Wang Lee dan Wu Mei, yaitu 2 orang tetua dari sekte iblis berdarah.


Gui Sha sendiri adalah seorang pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar suci gerbang ke enam, terlampau 2 tingkat dari Jin Fan yang sudah berada di puncak pendekar suci gerbang ke delapan.


Sementara 2 orang tetua dibelakangnya yaitu Wang Lee dan Wu Mei, dua duanya memiliki kekuatan puncak pendekar senior yang sedikit lagi naik ke tingkat pendekar suci.


Tetapi walaupun tingkat kekuatan keduanya sama, tetapi Wang Lee bisa dibilang jauh lebih kuat dari Wu Mei karena Wang Lee adalah seorang pendekar yang pandai mengendalikan racun.


Karena kemahirannya itu pula, Wang Lee bahkan menjadi salah satu pendekar aliran hitam yang cukup disegani, bahkan seorang pendekar suci yang sudah membuka 3 gerbang saja harus berpikir 2 kali untuk berhadapan satu lawan satu dengannya.


"Aku tidak suka berlama-lama, kau tahu itu kan." Gui Sha lalu duduk di bangku tersebut dengan pandangannya yang masih tidak terlepas dari Jin Fan.


"Hehehe, sepertinya kau memang orang yang tidak sabaran." Jin Fan membuka topeng yang menutupi wajahnya yang pucat dengan bekas luka bakar di bagian kiri wajahnya.


Sekte iblis berdarah sendiri merupakan salah satu sekte aliran hitam paling brutal di antara sekte aliran hitam yang ada di kekaisaran Wei, dan karena ke brutalannya itu, sekte iblis berdarah kini menjadi buronan bagi prajurit kekaisaran dan juga sekte-sekte aliran putih.


Namun entah mengapa, walaupun sekte ini seringkali menjadi sasaran dari para sekte aliran putih dan prajurit kekaisaran Wei, namun tetap saja sekte iblis berdarah bisa bertahan bahkan anggotanya terus bertambah.


Gui Sha terlihat sedikit mengerutkan keningnya saat melihat luka bakar yang ada di wajah Jin Fan, karena saat Gui Sha pertama kali melihat wajah Jin Fan waktu itu, ia tidak pernah melihat ada luka disana.


"Apakah luka bakar yang ada di wajahmu itu baru saja kau dapatkan?" Gui Sha bertanya.


Tetapi tetap saja, karena pertanyaan tersebut terlalu sensitif baginya, aura pembunuh dari dalam tubuh Jin Fan tetap lolos dan berhasil membuat ketiga orang itu berkeringat dingin.


Jin Fan mengangkat tangannya dan mengeluarkan 3 kobaran api kecil berwarna abu-abu di tangannya, dan setelah itu boom sebuah vas porselen yang berada di dekat Jin Fan pecah karena terkenal serangan api spiritual itu.


Gui Sha yang menyadari pertanyaannya cukup membuat Jin Fan tersinggung sontak menunjukkan kepala seraya meminta maaf.


"Maaf jika membuatmu tersinggung."


Gui Sha nampak memperhatikan vas porselen yang baru saja Jin Fan hancurkan, dan betapa terkejutnya ia saat melihat api itu membakar habis vas tersebut hingga berakhir menjadi debu.


"Kekuatan api spiritual memang sangat hebat, bahkan sebuah vas porselen PU bisa berakhir menjadi debu seperti itu." Batin Gui Sha.


Jin Fan lalu menarik kembali aura pembunuhnya dan membuat ketiga orang di depannya bernafas lega.


"Maaf karena membuat kekacauan itu." Ucapnya.


"Mengenai rencana kita, tidak lama lagi kita akan melakukannya, tapi sebelum itu, kita harus membebaskan 2 tetua ku terlebih dahulu dari sekte seribu pedang, karena merekalah yang mempunyai informasi tentang kekuatan dari sekte seribu pedang." Jawab Jin Fan sambil menatap wajah Gui Sha dengan tatapan mata penuh makna.


"Cih, jangan bilang kau berencana menyuruhku untuk pergi kesana dan menyelamatkan tetuamu itu, aku tidak begitu bodoh untuk masuk kesana dan menyerahkan nyawaku." Jawab Gui Sha.


"Itu benar, lagi pula kedua tetuamu itu saat ini belum tentu masih selamat." sambung Gui Sha lagi.


"Khikhikhi..... Kedua tetuaku itu tidak akan dibunuh oleh mereka, karena aku tau masih banyak hal yang ingin mereka ketahui dari keduanya, dan juga aku bukan menyuruhmu, tapi tetua yang ada dibelakangmu itu." Jawab Jin Fan sambil menunjuk ke arah Wang Lee.


Wang Lee tidak merespon perkataan Jin Fan dan hanya diam sambil menatapnya dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan, namun berbeda lagi dengan Gui Sha, ia nampak begitu tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jin Fan itu.


"Aku tidak setuju, bagaimana mungkin aku membiarkan tetua terbaikku pergi sendiri kesana." Jawab Gui Sha dengan nada sedikit meninggi.


Walaupun Gui Sha memiliki 2 orang tetua lagi yang berada di tingkat pendekar suci, namun tetap saja Wang Lee adalah tetua terbaik sekte iblis berdarah karena kemampuannya menggunakan racun itu.


"Walaupun kau menjanjikan pada kami banyak sumberdaya dan juga senjata tingkat tinggi setelah melakukan penyerangan, tetapi tetap saja, aku tidak akan membiarkan Wang Lee mengikuti ide bodohmu itu, jika kau sangat ingin mendapatkan api pembakar jiwa itu, maka dapatkanlah sendiri." Gui Sha marah.


Sebenarnya Jin Fan memiliki kesepakatan bersama dengan sekte iblis berdarah untuk menyerang sekte seribu pedang dan menjanjikan pil serta senjata tingkat tinggi padanya jika penyerangan itu berhasil.


Karena tawaran itulah, ketua sekte iblis berdarah akhirnya menyetujuinya karena akhir-akhir ini mereka begitu kesulitan untuk meningkatkan kekuatan karena sering di buru oleh para pendekar aliran putih dan prajurit kekaisaran Wei.


Selain itu, jika penyerangan itu berhasil, mereka juga bisa memanfaatkan darah dari para lawannya yang telah mati sebagai bahan untuk pemujaan aliran sesat mereka.


Dengan begitu, kekuatan dan tenaga dalam mereka juga akan semakin bertambah karena dalam pemujaan tersebut,mereka juga menyerap energi kematian dari orang yang sudah mati dan mengubahnya menjadi tenaga dalam.