
Sementara itu di tempat lain, yakni kekaisaran Tang, Huang Zitao, Liang Qi dan Yuan Xuqi baru saja sampai di sekte naga suci mereka dan sudah mendapatkan kemarahan dari ketua sektenya.
Bug!!!
Huang Zitao terlempar dan menabrak tembok dibelakangnya disertai dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Bagaimana bisa rencana kalian berdua gagal dan kalian dikalahkan oleh orang yang bahkan belum naik ke tingkat pendekar suci."
Yun Zhao berjalan mendekati Huang Zitao yang tertunduk lemas dengan nafas yang tersengal-sengal, dan setelah berada di hadapannya, Yun Zhao meraih leher bawahannya itu dan mengangkatnyabke atas dengan satu tangan.
"Ampuni aku tuan Zhao, aku...."
"Cepat jelaskan padaku atau kau dan keluargamu aku binasakan." Ucap Yun Zhao.
"Ugh.... Kami bukan dikalahkan oleh satu orang ketua, tapi kami dikalahkan karena pulau es utara dibantu oleh seorang pendekar muda sekte seribu pedang dan juga si dewa mabuk." Jelas Huang Zitao yang berhasil membuat Yun Zhao melemahkan cekikannya.
Yun Zhao lalu menurunkan tubuh Huang Zitao dengan kasar sebelum kembali menunggu penjelasan dari salah satu tetuanya itu.
"Dewa mabuk dan pendekar muda sekte seribu pedang, apakah dia pendekar yang sama yang telah membunuh Yuanrang dan Jin Fan."
"Uhuk! Ya tuan, ia juga memiliki seorang pengawal yang memiliki kekuatan pendekar suci gerbang ke enam, selain itu seorang pendekar suci wanita yang memiliki api aneh juga mengganggu rencana kami." Jawab Huang Zitao yang sudah memulihkan keadaannya dengan tenaga dalam.
Ia sedikit melirik ke arah Liang Qi dan juga Yuan Xuqi yang tengah tergeletak tidak sadarkan diri tidak jauh dari tempatnya berlutut.
"Aura pembunuh milik ketua Yun Zhao bahkan bisa membuat pendekar suci seperti mereka tidak sadarkan diri." Batin Huang Zitao sambil menelan ludahnya kasar.
Didalam pikirannya saat ini hanya ada rasa ketakutan karena memikirkan seberapa kuat sebenarnya kekuatan yang dimiliki ketua sektenya itu.
"Api aneh? Apa kau tidak pernah melihatnya sebelumnya?" Tanya Yun Zhao lagi.
"Tidak tuan, tapi sepertinya api itu juga salah satu dari api spiritual, karena sebelum kami melarikan diri, wanita itu sempat merebut api dingin dari sekte pulau es Utara." Jawab Huang Zitao cepat.
Mendengar jawaban itu membuat Yun Zhao tertawa lepas.
"Hahahaha Yan Susu, aku tahu itu pasti dia, aku ingin tahu apakan dia berhasil mendapatkan." Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, seorang tetua sekte naga suci bernama Feng Taoha masuk kedalam ruangan.
Feng Taoha yang juga merupakan tetua sekte naga suci merupakan tetua ke 3 dari sekte tersebut, dan ia juga sering dijuluki sebagai pendekar pedang penantang angin.
Ia mendapatkan julukan tersebut karena kecepatan pergerakannya yang melebihi kecepatan angin serta ilmu meringankan tubuhnya yang begitu tinggi.
Selain itu ia juga memiliki ilmu pedang yang paling hebat di seluruh kekaisaran tang serta merupakan 1 dari 3 tetua sekte naga suci yang sudah berhasil naik ke tingkat pendekar bumi bintang 1.
"Hmm apa yang membuatmu datang kemari." Tanya Yun Zhao.
Feng Taoha menunduk dan memberi hormat sebelum menyampaikan apa yang ingin ia katakan.
"Ketua, aku mendapatkan informasi tentang penyerangan tetua Huang di pulau es Utara, menurut informasi yang aku dapatkan, seorang pendekar muda dari sekte seribu pedang bernama Ling Yan berhasil membunuh seorang pendekar aliran hitam yang mencuri api dingin dari pulau es utara."
"Apa!! Bagaimana mungkin!! Bukankah kekuatan pendekar itu sudah hampir berada di tingkat pendekar bumi?" Huang Zitao bereaksi dengan cepat sementara Yun Zhao hanya tersenyum mengerikan.
"Begitu ya, itu artinya hanya tinggal Gu Liang dan pendekar muda itu saja yang memiliki kekuatan api spiritual selain diriku dan juga raja obat, kau tau apa yang aku maksudkan bukan." Yun Zhao melirik ke arah Feng Taoha sambil tersenyum penuh makna.
*****
Sekte gunung tengkorak.
Brak!!!
Seorang pendekar aliran hitam yang tidak lain adalah Gu Liang terlihat berteriak setelah menghancurkan sebuah meja kayu yang ada dihadapannya.
"Apa kau bilang!!! Bagaimana mungkin Yan Susu mati!! Siapa yang sudah berhasil membunuhnya!!" Teriak Gu Liang marah disertai aura pembunuh.
Salah seorang anggota sekte yang saat ini membawa berita kematian Yan Susu terlihat bergetar tapi tidak berani berdiri dari tempatnya.
"Ehh... menurut informasi yang aku dapatkan, Yan Susu dibunuh oleh orang yang sama dengan yang membunuh Jin Fan dan Yuanrang."
Berita kematian Yan Susu memang sudah menyebar ke seluruh wilayah kekaisaran Wei bahkan juga kelima kekaisaran yang lain, dan saat ini yang membuat Gu Liang marah adalah bukan karena kematian Yan Susu melainkan orang yang membunuh Yan Susu.
Kematian Yan Susu justru membuat Gu Liang senang karena saat ini orang yang dapat mengalahkannya kembali berkurang.
Akan tetapi setelah mendengar kalau orang yang membunuhnya adalah Ling Yan, Gu Liang tentu saja naik pitam karena Ling Yan jugalah yang membunuh 2 saudara seperguruannyabyang lain.
Dan hal itu membuat Gu Liang berada dalam ancaman karena menurut informasi yang ia dapatkan, pada saat Ling Yan mengalahkan Yan Susu, pemuda itu bahkan mengeluarkan aura petarung setingkat pendekar bumi saat bertarung dengannya.
Gu Liang menggertakkan giginya sambil menatap ke depan dengan wajah yang memerah.
"Guru Wei!!! Aku pasti akan menghabisi murid ke enam mu itu!! Tunggulah pembalasanku!!" Teriak Gu Liang.
Ia lalu melirik ke arah anak buahnya sebelum berkata.
"Persiapkan keberangkatan kita menuju menara kuno, aku dengar tempat itu akan terbuka 10 hari lagi, kita harus mendapatkan harta Karun di dalamnya serta monster itu sebelum pihak lain mendahului kita." Ucap Gu Liang.
Mendengar perkataan ketua sektenya yang mengatakan menara kuno membuat pria itu sedikit bergetar karena ia tahu betul tempat tersebut dipenuhi hal misterius serta dirumorkan memiliki banyak harta karun tersembunyi di dalamnya.
"Baik ketua!!!" Dengan cepat anak buah Gu Liang keluar dari dalam ruangan yang sudah dipenuhi oleh aura kematian milik ketua sektenya itu.
Ia kali ini begitu bersyukur karena sudah berhasil keluar dari dalam ruangan tersebut tanpa mendapatkan luka sedikitpun dan bahkan segera memberitahu kepada rekannya yang lain untuk segera bersiap-siap.
Karena baginya, menyiapkan proses keberangkatan mereka lebih baik daripada harus menghadap kepada ketuanya yang selalu dipenuhi oleh aura kematian.
*****
"Menara kuno di kekaisaran Wei? Tempat seperti apa itu?" Tanya Ling Yan setelah mendapatkan informasi tersebut dari Shuyang.
"Entahlah, aku juga tidak terlalu mengerti tentang tempat itu, tetapi menurut buku milik tetua Yan Shiki tempat ini hanya akan terbuka selama 100 tahun sekali dan di dalamnya terdapat banyak harta Karun yang berharga.
Selain itu tempat ini juga dirumorkan dijaga oleh seekor siluman monster yang belum diketahui seperti apa wujudnya, dan banyak yang meyakini bahwa monster tersebut menjaga sesuatu yang paling berharga di dalam tempat itu." Jelas Shuyang.
Ling Yan mengerutkan dahinya setelah mendengar penjelasan Shuyang mengenai menara kuno yang ia dapatkan setelah membaca salah satu buku milik Yan Shiki.
Sebenarnya Ling Yan sedikit tidak percaya saat Shuyang mengatakan kalau ia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu buku milik Yan Shiki, tetapi setelah membaca buku itu sendiri ia akhirnya percaya dengan informasi tentang menara kuno tersebut.