
Setelah menyantap makan malam masing-masing, terlihat para anggota rombongan dan para pengawal lain tidak dapat menahan kantuknya.
Ling Yan yang melihat itu memutuskan untuk menyuruh yang lainnya untuk tidur terlebih dahulu dan melakukan tugas penjagaan terlebih dahulu.
Pada saat rekannya tertidur, terlihat Ling Yan tengah duduk di depan api unggun sambil bersila dan menggunakan aura petarungnya untuk memeriksa sekitarnya.
Walaupun Ling Yan sudah menyebar tubuh ilusi untuk mengawasi keadaan sekitarnya, akan tetapi akan lebih baik jika ia memastikan ke amanan dari pada hanya duduk diam di depan api unggun.
3 jam berlalu sejak Ling Yan berjaga malam, Yan Shiki kini terbangun dan melihat Ling Yan yang masih terjaga sambi duduk bersila di depan api unggun.
Yan Shiki dapat melihat kalau Ling Yan tidak sedang berlatih tetapi sedang memeriksa sekitarnya dengan tenaga dalam yang ia miliki.
Yan Shiki menepuk pundak Ling Yan sambil berkata.
"Ini sudah cukup lama, serahkan sisanya padaku." Ucap Yan Shiki disambut anggukan kepala dari Ling Yan.
Ling Yan yang juga sudah tidak bisa menahan kantuk akhirnya bangkit dari tempatnya dan memutuskan untuk beristirahat, dan dengan cepat Ling Yan tertidur pulas hingga masuk kedalam alam mimpi yang belum pernah sekalipun ia alami.
"Dimana ini.....!" Ling Yan melihat sekelilingnya dan hanya bisa melihat bahwa ia sedang mengambang dan dikelilingi pemandangan cahaya bintang dalam kegelapan malam.
"Apakah ini alam bawah sadarku?" Ling Yan sedikit menebak, namun semua itu tidak sama seperti yang ia bayangkan karena alam bawah sadarnya tidak seperti itu sebelumnya.
"Bukan, ini tempat yang berbeda, dimana ini." Ling Yan masih terlihat begitu kebingungan sampai akhirnya sebuah cahaya putih terang menampakkan seorang berjubah putih dengan kumis dan jenggot putihnya yang sudah panjang.
"Si...siapa kau." Ling Yan bertanya dengan ekspresi wajah menelisik.
"Hahahaha setelah sekian lama, akhirnya energi jiwa yang aku tinggalkan di dalam lampu pusaka itu bisa bertemu dengan salah satu keturunanku." Orang tua itu tertawa sambil memegangi jenggot putihnya.
"Ling Yan, sang pewaris api abadi dan juga pewaris akar roh surgawi dari Klan Ling ku." Ujar pria tua itu lagi.
"Energi jiwa, lampu pusaka, pewaris akar roh surgawi Klan Ling, jangan-jangan kau adalah...." Ling Yan begitu terkejut sampai tidak bisa menyelesaikan perkataannya.
"Keturunan laki-laki Klan Ling, Ling Yan memberi hormat pada leluhur Ling Tian." Ling Yan langsung mengubah posisinya untuk memberikan hormat pada Ling Tian.
"Ling Tian, Hahahah itulah nama ku saat masih hidup, tapi sepertinya lebih banyak orang yang menjuluki diriku sebagai pendekar roh pengubah takdir." Ucap Ling Tian sambil terbang mengelilingi tubuh Ling Yan.
"Pendekar roh pengubah takdir?, apa maksudnya itu?" Tanya Ling Yan sambil mengangkat alisnya.
Ling Yan membulatkan matanya setelah apa yang dikatakan oleh Ling Tian.
"Bagaimana mungkin ada kekuatan seperti itu, apakah leluhur Ling Tian tidak salah bicara." Batin Ling Yan yang ternyata bisa di dengar oleh Ling Tian.
"Hahahaha anak muda, aku paham kalau kau tidak percaya padaku, apalagi pada saat ini aku sudah mati, apakah kau tau? kematian ku ini disebabkan karena roh takdir yang aku miliki sudah habis pada saat itu, dan orang yang membunuhku bahkan jauh lebih kuat dari kelima kakak seperguruan mu itu." Jawab Ling Tian.
Ling Yan kembali tidak dapat menahan keterkejutannya saat mendengar perkataan Ling Tian yang bahkan mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Bukan hanya itu, ia juga bahkan tidak mengerti tentang roh takdir yang dimaksud oleh Ling Tian yang dapat membuat dirinya memiliki 9 roh cadangan yang dapat membuatnya hidup kembali.
"Sudah kuduga kau tidak akan mengerti tentang roh takdir yang aku maksud, kali ini biarkan aku menjelaskannya padamu."
"Roh takdir adalah roh yang dapat dibentuk oleh seorang pendekar yang memiliki 9 akar roh surgawi di dalam tubuhnya, akan tetapi untuk membentuk roh takdir tersebut, orang itu harus memusatkan 3 jenis elemen dengan atribut berbeda pada pusat akar roh surgawi yang ia miliki.
Contohnya seperti elemen petir, cahaya,dan elemen api terkuat yang kau miliki itu, lalu pada saat kau sudah berhasil naik ke tingkat pendekar suci bintang 1, maka roh takdirmu akan perlahan terbentuk sedikit demi sedikit.
Namun pada saat pembentukan ke sembilan roh takdir tersebut, itu akan memakan waktu yang cukup lama karena membutuhkan begitu banyak garis tenaga dalam untuk membentuk sebuah roh takdir." Jelas Ling Tian pada Ling Yan.
Sebelum Ling Tian melanjutkan penjelasannya, Ling Yan tiba-tiba memotong perkataannya.
"Tunggu sebentar, bukankah saat ini aku hanya memiliki 5 akar roh surgawi, itu artinya aku tidak akan bisa membentuk roh takdir bukan?"
"Hahahaha jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kau hanya memiliki 5 akar roh surgawi, dalam beberapa waktu ini saja ke empat akar roh surgawi mu yang sebelumnya belum menyamai tenaga dalam dari pusat akar rohmu, lalu tiba-tiba saja akar roh itu berhenti menyerap tenaga dalam dan malah membentuk akar roh yang baru bukan?
Itu tandanya pada saat akar roh surgawi mu yang baru mencapai kekuatan yang sama dengan 4 akar roh surgawi yang lain, maka ia akan kembali menumbuhkan cabangnya lagi dan berhenti pada saat kau memiliki 9 akar roh surgawi."
"Bagaimana mungkin kau tahu sampai sedetail itu." Ucap Ling Yan.
"Itu karena aku juga sudah pernah mengalami hal yang serupa denganmu, dan mengenai roh api spiritual yang di ikat oleh cabang akar roh surgawi mu itu, lebih baik kau melepaskan mereka dan menyatukannya pada pusat akar rohmu, karena jika tidak seperti itu, aku takut akar roh surgawi mu malah akan menjadikan roh api spiritual mu menjadi roh takdir dan kau akan kehilangan kekuatan mereka." Jelas Ling Tian yang membuat Ling Yan terkejut kembali.
Ia bahkan begitu bersyukur saat ini ia bisa bertemu dengan Ling Tian, karena jika tidak, maka akar roh surgawinya mungkin sudah membentuk api spiritualnya menjadi roh takdir.
"Anak muda, sepertinya aku tidak akan bisa berlama-lama lagi karena waktu yang aku miliki sudah hampir mencapai batasnya, untuk sisanya, aku serahkan Klan Ling padamu, aku harap kau dapat membawanya menuju kejayaan dimasa yang akan datang."
Setelah mengatakan itu cahaya putih terang milik Ling Tian perlahan memudar dan menghilang bertepatan dengan Ling Yan yang kini terbangun dan disambut oleh sinar matahari pagi yang baru saja terbit.