LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 133. Naga Api Menguasai Langit


Tanpa menunggu lama-lama lagi Ling Yan segera menggunakan teknik bertarung tingkat tinggi nya selagi Bai Lee sedang tidak memperhatikannya saat ini.


"Teknik permainan api jurus pertama, Penggabungan 4 api spiritual!!!" Teriakan Ling Yan sontak membuat Bai Lee terkejut dan saat ia memalingkan pandangannya ke arah Ling Yan kini ia hanya bisa melihat 4 kobaran api berbeda warna sedang menyatu dan menyelimuti tubuh Ling Yan.


Sementara itu tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan langsung bergerak dengan cepat menyerang Gui Hua yang ikut terpana melihat pemandangan ke empat api spiritual tersebut.


"Tinju Kobaran Api." Serangan tubuh ilusi Ling Yan langsung mengarah pada Gui Hua yang kini sudah tersadar dan langsung melompat menjauh menghindari serangan tersebut.


Tubuh ilusi menarik pedangnya dan mengayunkannya ke arah Gui Hua yang tanpa pikir panjang juga ikut menarik pedangnya dan mengalirkan tenaga dalam.


Ting!!!


Dentingan suara pedang beradu kini terdengar pada pertarungan tubuh ilusi dan Gui Hua.


Sementara itu Ling Yan yang kini sudah selesai dengan jurus tingkat tingginya kini maju menyerang Bai Lee yang berada di hadapannya.


Saat ini karena jurus yang ia gunakan, Ling Yan kini memiliki kekuatan yang setara dengan seorang pendekar suci bintang 1 yang artinya setara dengan kekuatan Bai Lee.


"Tinju Kobaran Api!!!" Ling Yan berteriak sambil melayangkan tinju apinya pada Bai Lee


Bai Lee yang melihat itu sontak bereaksi dan mengalirkan tenaga dalam pada tinjunya juga dan berniat mengadu kekuatan tinjunya dengan milik Ling Yan.


"Jangan meremehkanku bocah, Tinju iblis berkobar!!" Bai Lee mengeluarkan tenaga dalam yang tidak kalah kuat dan mengadu tinjunya dengan Ling Yan.


Namun sepertinya ia salah mengenai penilaian kekuatan yang dimiliki oleh Ling Yan hingga membuat jurusnya tidak dapat mengimbangi kekuatan dari ke empat api spiritual.


Dan hasilnya Bai Lee langsung terhempas beberapa meter ke belakang dengan kepalan tangannya yang berlumuran darah dan bekas luka bakar.


"Sial kekuatan macam apa yang dimiliki anak itu." Ekspresi wajah Bai Lee kini berubah menjadi buruk saat menyadari kekuatan Ling Yan saat ini berada di atasnya.


Bai Lee terlihat menatap tajam ke arah Ling Yan dengan sangat tidak percaya.


"Bagaimana mungkin seorang pendekar suci sepertiku kalah dengan bocah yang baru berumur belasan tahun ini!!!"


Kedua bola mata Bai Lee kini memerah wajahnya kini dipenuhi oleh aura hitam yang berbentuk seperti kepala kelabang hitam, dan tak lama kemudian ia meneriakkan sebuah jurus.


"Rasakan kekuatanku yang sebenarnya bocah tengik!! Jurus amukan kelabang iblis." Baru saja ia selesai meneriakkan itu, Bai Lee sudah berada di depan Ling Yan dan melayangkan tinjunya.


Dengan cepat Ling Yan bereaksi dan menahan pukulan dari lawannya.


Boom!!! suara ledakan dahsyat dari pertarungan keduanya kini terdengar dan membuat tempat berpijak mereka berlubang berbentuk kawah yang tidak terlalu besar.


Sementara itu Xiao Hu yang sedang menatap tajam ke arah 2 orang pendekar jiwa kini sudah kehilangan kesabarannya dan langsung menerkam mereka berdua.


Kedua pendekar jiwa tersebut langsung bereaksi dengan cepat menghindari serangan Xiao Hu dan memberikan serangan balasan.


"Hiahh serangan pedang pembelah angin!!"


Kedua serangan tersebut kini mengarah pada Xiao Hu dengan cepat, akan tetapi Xiao Hu menyadari hal tersebut dan melompat menghindarinya dan tanpa di duga Xiao Hu tiba-tiba melompat menerkam pendekar pengguna palu itu hingga tewas.


Sementara yang 1 lagi melihat kesempatan datang untuk menyerang, dengan cepat mengayunkan pedangnya pada leher Xiao Hu yang saat ini sudah tidak dapat menghindar.


"Mati kau harimau sialan!!" Namun belum sempat ayunan pedang itu mengarah pada Xiao Hu, sebuah pisau api berwarna biru tertancap pada kepalanya dan membuatnya tewas seketika.


Ting!!!


"Beraninya kau menyerang orang lain saat pertarungan kita." Gui Hua berdecak kesal saat mendapati kedua anak buahnya juga ikut gugur dan salah satunya mati karena tubuh ilusi yang ia lawan saat ini.


Tubuh ilusi Ling Yan hanya tersenyum sinis dan terus melayangkan serangan pedangnya pada Gui Hua sampai akhirnya ia mengeluarkan sebuah jurus pedang.


"Pedang api pemusnah!!!" Dengan susah payah Bai Lee menghindar dan tanpa ia sadari tubuh ilusi itu bergerak dengan cepat ke arahnya sambil memungut sebuah pisau yang dilemparkan Ling Yan sebelumnya.


Sebuah jurus kembali di arahkan ke arah Gui Hua. "Pedang api membelah samudera!!" namun bersamaan dengan itu ada sebuah pisau yang dilemparkan ke arah dimana Gui Hua kini melompat menghindari serangan pedang pembelah samudera itu.


Dan setelah pisau itu hampir mengenai Gui Hua, ia langsung cepat bereaksi dan menghindarinya karena mengetahui pisau tersebut memiliki racun.


Tetapi sayangnya walaupun sudah berhasil menghindar, tetap saja pisau tersebut berhasil menggores sedikit bahu kanannya dan membuat raut wajahnya menjadi buruk seketika.


"Hmp sudah selesai." Tubuh ilusi Ling Yan berkata sambil tersenyum sinis ke arah Gui Hua yang memegangi bahu kanannya yang mulai terasa panas dan perih.


Ia berusaha semampunya mengalirkan tenaga dalam untuk menetralisir racun tersebut, tapi semua itu tidak akan ada gunanya kecuali ia memiliki penawar racun yang cukup kuat seperti bunga lotus perak berusia 100 tahun.


Tubuh ilusi Ling Yan kini sudah menghilang dari pandangan bersamaan dengan teriakan kesakitan yang terdengar dari mulut Gui Hua yang kini sudah tidak dapat mengalirkan tenaga dalam karena Meridian kecilnya yang tersumbat karena racun ular hijau raksasa.


Sementara itu Bai Lee yang sedang beradu jurus dengan Ling Yan sedikit kehilangan fokus saat mendengar suara kesakitan Gui Hua itu yang kini membuatnya terkena pukulan telak di dadanya.


Bai Lee menggertakkan giginya sambil bergumam "Heh dasar tidak berguna, aku akan mengakhiri ini sekarang juga." Bai Lee mengumpulkan tenaga dalam yang sangat besar pada kedua tangannya hingga membentuk rupa iblis api yang berkobar.


Ling Yan yang melihat itu sedikit menelan ludahnya menatap iblis api yang terus bertambah besar tersebut.


"Ada apa denganmu, apakah kau berpikir akan kalah dengan jurus tingkat bumi itu, cepat gunakan jurus naga api menguasai langit itu!!!." Api abadi menyadarkan Ling Yan.


"Tapi aku tidak yakin bisa menggunakan teknik itu karena belum terlalu menguasainya."


"Apa kau mau mati, cepat lakukan!!!" Api abadi kembali berteriak dalam pikiran Ling Yan.


"Ayo lakukan tuan, aku yakin kau pasti bisa melakukannya, kami percaya padamu." Api samudra meyakinkan.


Ling Yan lalu mengumpulkan keyakinan dari dalam dirinya dan mulai memperagakan jurus tersebut.


"Hiahhhhh!!!!!!" tenaga dalam yang luar biasa kini menyeruak keluar bersamaan dengan gabungan ke empat api spiritual dari dalam tubuh Ling Yan, dan lama kelamaan keempat gabungan api tersebut kian membesar dan mulai membentuk kobaran api yang menyerupai seekor naga raksasa.