
Para prajurit yang mendengar perkataan pendekar bertopeng di depannya sontak menganggukkan kepala dan langsung bergerak bersama-sama menyerang lawannya.
Sebenarnya pada saat pendekar bertopeng muncul secara tiba-tiba, para prajurit juga sama terkejutnya dengan anggota sakte kelabang hitam, namun setelah mereka mengetahui kalau pendekar ini sepertinya datang untuk membantu mereka, ekspresi wajah para prajurit itu menjadi tenang dan entah kenapa mereka malah mengikuti perkataan Ling Yan.
Ling Yan menatap sejenak pertarungan antara kedua belah pihak sebelum mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan ikut bergerak menyerang 3 pendekar berlian di depannya.
Ling Yan melakukan tebasan yang dahsyat dengan tenaga dalamnya dan mengarahkannya pada 3 orang lawannya. Sedangkan ketiga pendekar sasaran Ling Yan yang melihat arah serangan Ling Yan langsung mengincar mereka bertiga sekaligus, sontak saja bergerak menangkis serangan Ling Yan dengan pedangnya masing-masing.
Ting!!!!!
Suara dentingan pedang yang beradu langsung terdengar di telinga. Terlihat dengan jelas walaupun ketiganya bekerja sama dan berhasil menangkis serangan Ling Yan, namun karena perbedaan kekuatan yang terlalu jauh serta kualitas tulang raja naga milik Ling Yan, ketiga pendekar tersebut tetap saja kewalahan dan alhasil ketiganya termundur kebelakang karena tidak mampu bertahan.
"Dia kuat sekali." Salah satu dari mereka mengumpat keras sambil melihat pedang di tangannya yang saat ini sudah mulai retak karena beradu dengan pedang darah api.
"Bahkan pedang milikku sampai rusak seperti ini." Pandangan pendekar kalajengking hitam itu sontak saja mengarah ke pedang milik kedua rekannya yang juga bernasib sama seperti pedang miliknya, padahal pedang ketiganya termasuk pedang kualitas elit yang lumayan susah untuk di dapatkan.
Sementara itu si pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam yang melihat ketiga rekannya yang terpukul mundur kini tidak tinggal diam. Ia lalu mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan langsung bergerak melompat menyerang Ling Yan dengan teknik pedang yang ia miliki.
"Beraninya kau menyerang tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu, Teknik pedang kalajengking hitam, sengatan pembunuh!!!" Teriak pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam yang langsung mengarahkan serangannya pada Ling Yan.
Sontak Ling Yan bergerak reflek dan melompat ke arah kanan untuk menghindari serangan tersebut, dan tepat saat pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam itu mendaratkan serangannya yang hanya bisa mengenai tanah.
"Teknik pedang api, penghancur gunung!!!" Ling Yan langsung mengalirkan tenaga dalam dan api kehidupan pada pedangnya lalu mengayunkan pedangnya mengarah ke lawan yang saat ini hanya berjarak kurang dari 30 inci darinya.
Namun walaupun gerakan serangan yang dilakukan oleh Ling Yan begitu cepat, tetapi sepertinya lawan yang dihadapinya saat ini memiliki ilmu meringankan tubuh yang cukup tinggi hingga ia berhasil menghindar dari serangan Ling Yan yang seharusnya mengenainya.
Boom!!!!
Serangan yang dilakukan oleh Ling Yan kini menghantam tanah di depannya hingga membuat sebuah kawah yang lumayan besar karena efek pedang darah api yang di aliri tenaga dalam dan api kehidupan.
Para pendekar berlian sakte kelabang hitam yang baru saja menyaksikan kekuatan yang dimiliki oleh Ling Yan terlihat menelan ludahnya kasar dan berdecak keras di dalam hati serta membuat ekspresi wajah ketiganya menjadi buruk.
Sedangkan si pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam terlihat menggertakkan giginya saat menyaksikan kekuatan yang dikeluarkan oleh Ling Yan.
"Kekuatan yang luar biasa, bahkan itu lebih kuat dari teknik bertarung bumi tingkat rendah, sepertinya teknik pedang yang ia gunakan barusan setara dengan teknik bertarung bumi tingkat menengah." Gumam pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam.
Namun kenyataan yang sebenarnya tidaklah seperti yang di pikirkan oleh pria itu, karena teknik yang dimiliki oleh Ling Yan hanyalah teknik bertarung hitam tingkat tinggi yang didukung oleh pedang darah api dan api kehidupan.
"Hmp, mengapa luka goresan kecil ini semakin lama semakin sakit?." Ia mencoba mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan rasa sakit yang ada di lengannya.
"Eh... mengapa rasa sakitnya malah bertambah?." Wajah dari pemimpin kelompok sakte kalajengking hitam itu nampak kebingungan dan kembali mengalirkan lebih banyak tenaga dalam pada lukanya.
Bukannya membuat luka goresan pisau itu membaik, tenaga dalam yang ia alirkan malah membuat lukanya semakin parah dan terasa panas seperti terbakar.
Ling Yan yang melihat itu hanya tertawa ringan yang kini disadari oleh pria sepuh di hadapannya. "Jangan-jangan kau.... tapi sejak kapan."
Pandangan kini tertuju pada Ling Yan yang kini menatapnya sinis dan bersamaan dengan itu pula ia mulai merasakan tenaga dalamnya yang terkuras sangat cepat serta detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.
"Kau terkena racun siluman ular sisik hijau raksasa tingkat 9 yang aku dapatkan dari hutan kegelapan, sayang sekali sepertinya dewa kematian akan segera datang menjemputmu." Ucap Ling Yan yang berhasil membuat wajah lawannya menjadi buruk.
Mendengar nama racun siluman ular sisik hijau raksasa membuat wajah pria sepuh itu memucat dan semakin panik, pasalnya racun ular sisik hijau raksasa tingkat 5 saja dapat membunuh seorang pendekar suci, apalagi yang baru saja ia dengar ini adalah racun siluman ular hijau yang sudah naik ke tingkat 9.
Dan dapat bertahan dari racun tersebut dalam waktu diatas 10 menit sudah termasuk sebuah keberuntungan atau pun juga sebuah pencapaian besar.
"Kau... beraninya kau meracuniku seperti ini, aku akan..." Nafas dari pria sepuh tersebut perlahan menjadi sesak disertai detak jantung yang terus melaju dengan cepat, dan saat ia baru ingin mengeluarkan satu kata lagi.
"Mem...." Kalimat yang ingin keluar dari mulutnya langsung saja tertahan di ikuti oleh tubuhnya yang akhirnya jatuh ketanah dengan darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinganya.
"Itulah balasan bagi pendekar aliran hitam yang memiliki sifat keji sepertimu." Gumam Ling Yan yang menatap mayat lawannya dingin.
Sampai saat ia matipun ia tidak pernah mengetahui nama serta wajah orang yang membunuhnya, bahkan mungkin ia tidak pernah menduga kalau orang yang membunuhnya memiliki umur yang sangat berbeda jauh dengannya.
Ling Yan lalu mengalihkan perhatiannya dan menatap dingin pada 3 orang pendekar berlian yang kini berdiri mematung saat melihat tubuh pemimpin yang sudah tidak bernyawa.
Menyadari bahwa Ling Yan menatap ketiganya dengan ekspresi wajah yang begitu dingin, terlihat ekspresi mereka bertiga menjadi begitu buruk seakan-akan tengah melihat dewa kematian di depannya.
Ada keinginan untuk segera pergi dari tempat itu di dalam pikiran ketiga pendekar itu, namun tatapan mata Ling Yan yang begitu tajam serta mengintimidasi membuat kedua kaki kaki mereka menolak untuk bergerak.
"Aku dengar kelompok kalajengking hitam sangat meresahkan masyarakat kota Bufeng terutama para pedagang dan keluarga bangsawan seperti mereka, kalau begitu lebih baik aku mengurangi jumlah kalian agar tidak terjadi hal yang sama seperti sebelumnya."
"Teknik tubuh ilusi." Ling Yan membuat satu tubuh ilusi dengan kekuatan api sakral surgawi pada tubuh ilusi tersebut, dan tanpa menunggu waktu lama ketiga pendekar berlian itu kini mengikuti jejak pemimpin kelompoknya yang baru saja dijemput oleh dewa kematian.
Bersamaan dengan itu, para prajurit yang mengawal kereta kuda keluarga Jia juga sudah berhasil memukul mundur lawannya karena unggul dari segi kekuatan serta teknik bertarung.