LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 75. Bertemu Dengan Kawan Lama


Tak terasa sinar matahari kini sudah hampir terbenam di ufuk barat, yang menandakan sebentar lagi siang akan berganti malam.


Ling Yue yang sedari tadi tidak melihat Ling Yan keluar dari kamarnya kini kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar Ling Yan dan tanpa pikir panjang langsung membukanya.


"Ling Yan kau dari pagi belum makan apapun, apa kamu terlalu sibuk untuk...." Ling Yue tidak menyelesaikan kalimatnya saat ia tidak menemukan Ling Yan di dalam kamarnya.


"Ling Yan!!!" Ling Yue mencoba mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar Ling Yan tetapi ia tidak menemukannya di manapun.


"Kemana anak itu, perasaan ku sejak tadi ia tidak pernah keluar dari dalam kamarnya." Gumam Ling Yue sambil mengerutkan keningnya.


Berselang beberapa saat, perhatian Ling Yue kini teralihkan pada secarik kertas di atas tempat tidur Ling Yan.


"Ini...." Ling Yue lalu meraih secarik kertas itu yang berisi surat yang ditulis oleh Ling Yan.


Ayah, ibu, jika kalian membaca surat ini, itu berarti aku sudah lumayan jauh dari kediaman Klan Ling, tidak perlu khawatir padaku aku bisa menjaga diri.


Sebenarnya aku pergi untuk melakukan petualangan untuk menjadi lebih kuat.Maafkan aku karena tidak memberitahukan ini pada kalian, karena kalau aku beritahu, ibu pasti tidak akan mengizinkanku hehe.


"Dasar anak nakal, dia pergi tanpa pamit pada ibunya sendiri, awas saja kalau dia pulang nanti." Umpat Ling Yue.


*****


"Haicchuu!! Sial, siapa yang mengumpat padaku malam-malam seperti ini." Ucap Ling Yan sambil mengusap hidungnya yang terasa sedikit gatal.


Ling Yan saat ini sudah sampai di bagian terluar hutan kegelapan dan sedang duduk bersila mencoba mencari dimana letak meridian-meridian kecil di tubuhnya.


Jika saat pertama kali memasuki hutan kegelapan Ling Yan masuk melalui desa Huazi, kali ini Ling Yan masuk kedalam hutan kegelapan melewati jalan yang berbeda.


Terlihat saat ini didepan Ling Yan terdapat api unggun dan juga sebuah daging siluman kelinci bertanduk yang sedang ia panggang. Sebenarnya Ling Yan baru masuk selama beberapa menit di dalam hutan kegelapan, dan tanpa sengaja bertemu dengan seekor siluman kelinci itu.


Karena merasa lapar akhirnya Ling Yan menangkap siluman itu dan memanggangnya untuk menjadi santapannya malam ini.


Ling Yan terus mencoba mencari dimana letak meridian-meridian kecil di dalam tubuhnya, dan setelah beberapa saat entah itu sebuah kebetulan atau sebuah keberuntungan, Ling Yan berhasil menemukan 2 titik meridian kecil di dalam tubuhnya dalam waktu singkat.


Tanpa menunggu waktu lama, Ling Yan lalu memfokuskan tenaga dalamnya pada kedua meridian kecilnya itu dan langsung mencoba membukanya.


Setelah berhasil membuka kedua meridian di dalam tubuhnya, Ling Yan lalu menghembuskan nafas panjangnya dan terlihat kepulan asap tipis keluar dari dalam mulut Ling Yan.


"Huft... akhirnya aku sudah membuka sebanyak 20 meridian kecil didalam tubuh, tinggal 5 meridian kecil lagi yang harus aku buka agar bisa memurnikan kekuatan jiwaku." Gumam Ling Yan.


Butuh waktu selama 2 jam bagi Ling Yan untuk membuka 2 buah meridian kecilnya dan setelah beberapa saat Ling Yan akhirnya tersadar kalau daging siluman yang ia panggang kini sudah berubah menjadi hitam seperti arang.


"Ah aku terlalu fokus sampai-sampai tidak menyadari daging yang aku panggang jadi gosong seperti ini." Ling Yan tersenyum kecut sejenak sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahh sepertinya malam ini aku harus makan roti kering lagi, walaupun disini sangat jarang ditemukan siluman tingkat menengah, tapi akan sangat berbahaya jika sampai bertemu dengan mereka di malam hari."


Ling Yan lalu mengeluarkan roti kering dari dalam cincin natnya dan mulai memakan makanannya satu persatu. Namun baru saja Ling Yan menghabiskan satu potong roti.


Groarr!!!


Tiba-tiba seekor siluman banteng tanduk besi tingkat 5 keluar dari dalam semak belukar tidak jauh dari tempatnya.


"Eh dia kan..." Ling Yan yang melihat siluman itu keluar dari dalam semak belukar secara tiba-tiba langsung dapat mengenali siluman itu.


"Bukankah siluman ini yang waktu itu mengejarku hingga masuk ke bagian terdalam hutan kegelapan?" Ling Yan menatap siluman itu dengan raut wajahnya yang serius.


Pasalnya siluman tersebutlah yang membawanya ke dalam situasi yang begitu berbahaya hingga bertemu dengan siluman gorilla titan api 3 tahun yang lalu.


Akan tetapi Ling Yan sebenarnya juga ingin sekali berterima kasih pada siluman banteng itu, karena jika siluman itu tidak mengejarnya sampai kebagian terdalam hutan kegelapan, Ling Yan juga tidak akan bisa menemukan gulungan teknik Menentang Kehendak Langit dan Bumi yang sekarang ini ada di tangannya.


Siluman banteng itu menatap Ling Yan dengan mata yang memerah dan bersiap menyerang Ling Yan.


"Ouh kau sangat sensitif kawan, ayolah santai sedikit, bukankah kita baru saja kembali bertemu setelah 3 tahun yang lalu." Ucap Ling Yan.


Siluman banteng tanduk besi itu malah menatap Ling Yan dengan tatapan semakin geram sambil menghembuskan nafas dari dalam hidungnya.


"Hmp kau sama saja seperti 3 tahun yang lalu, tidak kusangka dalam waktu 3 tahun kau berhasil naik ke tingkat 5, jika jika kekuatanku masih sama seperti yang dulu mungkin aku akan lari darimu tapi kali ini berbeda." Ucap Ling Yan.


Ling Yan lalu menarik pedang darah api dari punggungnya dan bersiap menghadapi siluman tersebut, dan tanpa aba-aba siluman itu langsung maju menyerang Ling Yan dengan sangat cepat.


Sontak Ling Yan juga ikut bergerak maju dan mengalirkan tenaga dalam pada pedang darah api miliknya. Seketika Ling Yan mengeluarkan api sakral surgawi pada pedangnya dan menggunakan teknik bertarung miliknya.


"Walaupun kau sudah membawaku ke dalam bahaya 3 tahun yang lalu, tapi aku juga berterima kasih tentang itu, berkat kau aku mendapatkan keberuntungan yang sangat berarti dalam hidupku." Ucap Ling Yan sebelum membelah tubuh siluman itu dengan pedang darah api.


"Teknik pedang api membelah samudera!!" Dengan sekali ayunan pedang, Ling Yan berhasil membunuh siluman banteng itu dan membelah tubuhnya menjadi dua bagian.


"Hehehe sepertinya malam ini aku tidak akan makan roti kering saja." Ling Yan terkekeh sebelum mengambil inti kekuatan siluman banteng itu dan memasukkannya kedalam cincin natnya.


Ling Yan lalu memotong daging siluman banteng yang baru saja ia bunuh itu dan tanpa berpikir panjang Ling Yan langsung bergerak memanggangnya.


Setelah beberapa lama akhirnya daging yang Ling Yan panggang kini telah matang sempurna dan tanpa ragu lagi Ling Yan langsung menikmati daging itu.


"Emm daging siluman ini lumayan keras juga." Gumam Ling Yan sambil terus menyantap daging itu.


"Ugh...." Ling Yan dapat merasakan energi dari dalam daging yang telah ia santap seperti mempengaruhi kualitas tulangnya.


Sontak dengan cepat Ling Yan memfokuskan energi tersebut pada tulang harimau besinya dan dapat ia rasakan bahwa khasiat dari daging tersebut sangat baik untuk meningkatkan kualitas tulang seorang pendekar.


"Tulang harimau besi ku meningkat sedikit, daging siluman banteng tanduk besi ini ternyata memiliki khasiat yang sangat hebat, kalau begitu inti kekuatan siluman ini pasti akan bisa meningkatkan kualitas tulang ku juga." Ucap Ling Yan.