
Paviliun rumah obat.
Han Li yang masih berbaring di tempat perawatan terlihat mengerjapkan matanya dan tersadar kalau dirinya saat ini berada di atas tempat tidur.
Walaupun pada saat kemenangannya tadi kesadarannya masih terjaga, tapi tetap saja karena kehabisan tenaga dalam dan sempat terkena serangan dari lawannya, tubuhnya kini masih terbaring lemah di atas tempat tidur itu.
Ia terlihat tersenyum puas kembali saat mengingat dirinya yang berhasil mengalahkan murid inti yang kekuatannya berada satu tingkat di atasnya.
Han Fung yang baru saja memasuki ruangan terlihat menatapnya datar sebelum akhirnya tersenyum tipis di hadapannya.
"Sepertinya kau terlalu memaksakan diri saat pertarungan tadi, apakah itu karena kau melihat salah satu temanmu mengalahkan seorang murid yang juga berada di atas tingkatan yang ia miliki?" Tanya Han Fung sambil berjalan mendekat dan duduk di sebuah kursi yang ada di samping tempat tidur Han Li.
Han Li melirik kakaknya sebentar sebelum mengalihkan pandangannya kembali.
"Bukan seperti itu, aku hanya berusaha untuk keluar dari zona nyamanku, karena mungkin dengan aku melakukan ini, perkembangan ilmu ku dalam bertarung akan meningkat sangat pesat." Jawabnya sambil mengingat kembali bagaimana Ling Yan mengalahkan seorang pendekar senior pada saat mereka menjalankan misi bersama.
Ia masih bisa mengingat saat melawan seorang pendekar aliran hitam yang kekuatannya berada di bawahnya saja hampir membuatnya kehilangan nyawanya.
Apalagi pada saat melihat pertarungan Shuyang yang bahkan mengalahkan seorang murid yang berada dua tingkat di atasnya, Han Li menjadi semakin termotivasi dan tidak mau tertinggal.
"Aku tau itu, aku lihat pada saat pertarungan mu tadi, kau menggunakan sebuah teknik bertarung yang cukup hebat, apakah Ling Yan yang memberikannya padamu?." Tanya Han Fung lagi.
Han Li tersenyum kecut karena tebakan kakaknya itu tidak salah.
"Bagaimana kau bisa tau?."
"Hahaha tentu saja aku tau, beberapa waktu lalu ia bahkan bersedia menukar sebuah teknik bertarung hitam dengan sebuah sumberdaya dengan begitu mudahnya denganku, apalagi aku juga belum pernah melihat teknik bertarung yang kau miliki itu di sekte dan Klan Han kita." Jelas Han Fung sambil mengeluarkan sebuah botol obat dari cincin natnya.
Ia lalu mengeluarkan sebutir pil berwarna merah muda dan memasukkannya kedalam mulut Han Li.
Han Li tidak menolaknya dan bahkan dengan senang hati menerimanya karena ia tahu pil tersebut adalah pil penyembuh khusus yang hanya dimiliki oleh Klan nya bernama pil bunga sakura.
Pil bunga sakura merupakan pil penyembuh khusus yang hanya dimiliki oleh Klan Han dan tidak ada satupun orang kecuali Klan Han yang mengetahui resepnya.
Bisa dikatakan pil penyembuh ini termasuk pil tingkat menengah dan khasiatnya juga sangat baik dan di akui di berbagai wilayah kekaisaran Wei dan kekaisaran Ning.
Pernah sekali ada seorang ahli peracik obat yang mencoba untuk meneliti pil tersebut dan menemukan bahan-bahan obat yang ada di dalamnya, namun setelah ia mencoba menyatukan pil ini, tungku obat tersebut malah meledak dan tidak pernah sekalipun berhasil.
"Terimakasih." Ucap Han Li setelah menelan pil bunga sakura tersebut.
Han Fung tersenyum hangat sebelum kembali berdiri dari tempatnya.
"Maaf karena aku tidak bisa menemanimu lebih lama." Ucap Han Fung.
"Aku mengerti, aku harap kau tidak kalah dari senior Wang Zu." Ujar Han Li tanpa menatap ke arah kakaknya.
"Aku akan mengalahkannya." Setelah mengatakan hal itu, Han Fung lalu berjalan keluar karena ia saat ini akan kembali ke arena pertarungan utama.
Setelah kepergian Han Fung, Han Li yang masih terbaring setelah menelan pil bunga sakura kini sudah mulai membaik dan bangun dari posisinya.
"Huhhhh.... tenaga dalamku kembali terisi cukup cepat." Ucapnya sambil bergerak sedikit.
Sebenarnya sebelum Han Fung datang tadi, orang-orang paviliun rumah obat sudah memberikan pil penyembuh kepada Han Li sebelumnya.
Han Fung yang masih duduk di atas tempat tidur kembali mengalihkan pandangannya ke arah pintu saat merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari luar.
"Aku tau kau sedang berada di luar." Ucap Han Fung yang membuat seorang gadis yang cukup cantik keluar dari persembunyiannya.
Gadis cantik itu tidak lain merupakan gadis yang sebelumnya memperhatikan Han Li pada saat berlatih teknik ledakan petir 3 hari yang lalu di kediaman Gao Lang.
Han Li melihat gadis itu sedikit menunjukkan kepalanya tapi ia dengan cermat bisa langsung mengenalinya.
"Ini adalah kali kesembilan kau memperhatikanku selama aku bergabung dengan sekte seribu pedang bukan?" Kata Han Li yang langsung membuat gadis itu semakin menunjukkan kepalanya dengan wajah yang sedikit memerah.
Dari ekspresi wajahnya, Han Li bisa melihat ada sedikit rasa kekhawatiran saat ia melihat Han Li yang sedang berada di tempatnya.
Tanpa mengatakan apapun, gadis itu berjalan mendekat ke arah Han Li, lalu ia mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam cincin natnya dan memberikannya pada Han Li.
Belum sempat Han Li bereaksi, entah mengapa gadis itu tiba-tiba menaruh gulungan tersebut di depannya dan langsung berlari keluar dari kamar itu.
Han Li begitu kebingungan saat melihat gadis tersebut tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
"Gadis yang aneh, aku bahkan belum bertanya siapa nama gadis itu.." Batin Han Li sebelum pandangannya tertuju pada gulungan yang diberikan oleh gadis itu.
Han Li mengambil gulungan itu dan membukanya.
"Selamat atas kemenanganmu." Itulah yang tertulis pada kalimat pertama yang ada di dalam gulungan tersebut dan membuat Han Li yang membacanya sedikit mengulas senyum di sudut bibirnya.
Lalu setelah itu ia kembali membuka lebih lebar gulungan itu dan membaca kalimat lainnya, tapi alangkah terkejutnya ia saat menemukan sebuah liontin perak dengan kristal berwarna ungu pada liontin tersebut.
Han Li memperhatikan liontin perak itu selama beberapa detik dan merasakan kalau ia pernah melihatnya sebelumnya.
"Liontin kristal ungu? ini..... sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya??." Tanya Han Li dalam hati.
Ia mulai mengingat-ingat dimana ia pernah melihat liontin kristal ungu yang ada dihadapannya itu, dan pada saat ia mendapatkan ingatannya tersebut.
Bayangan ingatan Han Li 10 tahun yang lalu.
"Qiao Yu, berjanjilah padaku, jika suatu saat nanti kita berada di tempat yang berbeda dan sangat sulit untuk bertemu, berjanjilah padaku untuk menjaga liontin kristal ungu ini."
Ucap seorang anak laki-laki berusia 7 tahun kepada seorang gadis kecil yang seumuran dengannya sambil menyerahkan liontin yang ada di tangannya..
Gadis kecil yang ia panggil dengan nama Qiao Yu itu terlihat menerimanya dengan ragu-ragu sambil menganggukkan kepalanya.
*****
Setelah mengingat kejadian masa kecilnya, Han Li dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah kalimat terakhir yang ada di dalam gulungan itu.
"Han Li, apakah kau masih mengingat ku?" Itulah yang tertulis di kalimat kedua dalam gulungan tersebut dan tidak adalagi kalimat berikutnya.
Setelah membaca kalimat itu, Han Li terlihat mengalihkan pandangan ke arah pintu dengan begitu cepat sambil bergumam.
"Jangan-jangan.... dia adalah....."