LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 282. Tingkat Pendekar Suci


Ling Yan menatap hal itu dengan ekspresi wajah yang tidak percaya, bagaimana tidak, pedang sekelas pusaka langit itu kini terpotong menjadi dua bagian dan membuatnya menjadi pedang pendek seketika.


"Tidak mungkin!! Ini.... bagaimana bisa!!" Ling Yan kembali mengalihkan pandanganya ke arah iblis hati itu yang sedari tadi sudah menertawakan Ling Yan.


"Hahahaha!! Sudah lihatkan kekuatan yang kau miliki ini tidak ada bandingannya dengan kekuatanku, bahkan pedang sekelas pusaka langit saja tidak akan berguna melawanku.


Apalagi saat ini aku menggunakan pedang kabut ilusi, salah satu dari 7 pusaka penguasa dunia yang paling kuat."


Ling Yan kembali mengumpat sebelum meraih salah satu pedang lain yang sebelumnya pernah ia gunakan juga yaitu pedang milik Yu Zhong.


"Aku adalah seorang pendekar aliran putih, aku tidak percaya kalau aku tidak bisa mengalahkanmu!!! Hiah!!! Pedang Api penghancur gunung!!!"


Pertarungan kembali berlanjut dan kali ini pertukaran jurus pedang keduanya terjadi lebih dari 30 kali tetapi hasilnya tetap saja dimenangkan oleh iblis hati Ling Yan.


Ling Yan terduduk sambil menatap 7 pedang yang telah rusak setelah ia gunakan untuk melawan iblis hatinya, dan saat ini hanya tertinggal satu pedang terakhir yaitu pedang petir angin milik Xui.


"Heh dasar sampah, kau hanya bisa merusak pedang pedang berharga itu dengan kekuatanmu yang sekarang." Ucap iblis hati lagi disambut tatapan penuh amarah dari Ling Yan.


"Kali ini tidak lagi." Mata Ling Yan berubah menjadi penuh sinar disertai ke enam api spiritual yang sudah menjadi kekuatannya.


Api abadi, api sakral surgawi, api kehidupan, api pembakar jiwa, api samudra dan api langit keluar membentuk lingkaran dibelakang tubuh Ling Yan.


"Teknik permainan api jurus pertama.... Penggabungan 6 inti api spiritual!!!!"


Tenaga dalam Ling Yan yang awalnya hanya tinggal satu akar roh surgawi lagi kembali penuh bahkan tenaga dalam itu sudah setingkat dengan kekuatan seorang pendekar bumi bintang 3 sama seperti sebelumnya.


"Teknik permainan api? Kau pikir aku tidak bisa melakukan hal yang sama." Iblis hati menyarungkan pedang kabut ilusi sebelum memperagakan teknik yang sama dengan Ling Yan.


Baik teknik pedang ataupun teknik yang lainnya, semuanya dikuasai iblis hati dengan sangat baik bahkan bisa dibilang lebih baik dari Ling Yan.


Kini tingkat kekuatan keduanya sudah sama kuat yaitu tingkat pendekar bumi bintang 3, dan di detik berikutnya pertarungan keduanya kembali terjadi dengan pertukaran jurus yang dahsyat bahkan sampai ke tahap jurus tingkat langit.


"Naga Api Menguasai Langit!!" Secara bersamaan keduanya mengeluarkan teknik yang sama kembali dan membuat seluruh pohon disekitarnya terbakar habis karena api spiritual.


Tak sampai disitu, setelah pertukaran jurus tersebut, serangan susulan dari Ling Yan dan juga iblis hatinya terus berkelanjutan bahkan berbagai elemen yang telah Ling Yan kuasai sudah ia keluarkan seluruhnya.


"Pisau angin memecah langit!!"


"Seribu pukulan angin!!!"


Kedua teknik yang baru saja Ling Yan teriakkan adalah 2 dari banyaknya jurus dan juga teknik bertarung yang telah ia gunakan saat melawan iblis hatinya.


Namun hingga akhir dari pertarungan barusan,hasil pertarungan tersebut tetap saja dimenangkan oleh iblis hatinya dan membuat Ling Yan menderita luka bakar yang cukup parah.


Api spiritual yang tadinya menyelimuti tubuh Ling Yan kini sudah menghilang diganti dengan pemandangan pakaiannya yang sudah robek sepenuhnya dan menyisakan celananya yang hanya menutupi bagian vitalnya.


Iblis hati Ling Yan terlihat mengerutkan dahinya melihat tekad kuat di dalam ekspresi dan tatapan mata Ling Yan yang tidak pernah berubah dari awal pertarungan keduanya.


"Kenapa.... kenapa kau sampai berbuat sejauh ini dan tidak menyerah pada keadaan saja." Ucap iblis hatinya dengan tatapan tidak dapat diartikan.


"Padahal aku sudah mengatakan kalau kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku hanya dengan kekuatan seperti itu." Ucap iblis hati itu lagi dengan kata-kata yang sama.


"Tapi kenapa.... kenapa kau lebih memilih melawanku dari pada membiarkan aku membantumu membalas dendam, padahal rasa sakit yang kau alami saat ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang kau terima di hatimu."


Nada bicara iblis hati Ling Yan terasa sedikit tertekan dan benar saja beberapa detik kemudian sebuah buliran air mata yang bening lolos dari sudut mata iblis hati itu.


Walaupun iblis hati adalah sebuah roh yang tercipta dari kebencian seseorang, tetapi tetap saja mereka juga merupakan bagian dari orang itu serta merasakan juga kepedihan yang sama yang pernah dialami oleh pemiliknya.


"Sebenarnya apa yang membuatmu dapat menahan rasa sakit itu!!" Teriak iblis hati dengan suara serak.


Ling Yan mulai bangkit dari posisinya sebelum berjalan ke arah pedang petir angin milik Xui walaupun ia harus beberapa kali terjatuh lalu bangkit kembali.


"Sepertinya kali ini kau menjadi sangat cerewet ya!." Ucap Ling Yan yang sudah memegang pedang petir angin.


Ling Yan sedikit tersenyum saat memandang ke arah iblis hatinya.


"Aku akui, rasa sakit yang aku dapatkan saat ini memang tidak sebesar perasaan yang aku alami 3 tahun yang lalu." Ucap Ling Yan sambil membayangkan kembali masa lalunya.


"Penghinaan, penindasan, ejekan, dijauhi serta tidak dianggap oleh anggota Klanku sendiri memang begitu menyakitkan." Ling Yan kembali terjatuh dan mencobanya berdiri sambil bertumpu pada pedangnya.


"Tapi diantara mereka semua, tidak semuanya membenciku." Bayangan orang tuanya, kedua adik angkat serta Xui dan Ling Haotian kini mengisi pikiran Ling Yan, dan itu juga terjadi pada iblis hati yang membuatnya sedikit tertegun.


"Seperti diriku, kau juga merasakan keyakinan mereka padaku bukan?" Ling Yan menatap wajah iblis hatinya dengan senyuman yang membuat iblis hatinya merapatkan giginya.


"Dan saat ini, bukan hanya mereka, tetapi seluruh anggota Klanku, semuanya menaruh harapan yang sangat besar padaku."


Kata-kata Ling Yan itu membuat aura hitam dari iblis hatinya perlahan memudar tapi tidak dengan kebencian yang dimiliki oleh iblis hati tersebut.


"Hentikan semua omong kosong ini kau pikir dengan semua itu kau bisa mengalahkan ku!!! Itu tidak akan terjadi." Iblis hati berteriak sambil berlari ke arah Ling Yan dengan api abadi pada pedang kabut ilusi.


Ling Yan masih tetap bertumpu pada pedangnya sambil tersenyum ke arah iblis hatinya Yeng berlari maju menyerang.


"Aku tahu aku memang tidak bisa mengalahkanmu dengan kekuatan yang aku miliki, karena kau juga memiliki itu semua sama sepertiku bahkan lebih kuat." Jawab Ling Yan.


Hingga pada saat iblis hatinya sudah mulai mendekat ke arahnya.


"Tapi.... mungkin sesuatu yang lain bisa saja membuat kebencian itu menghilang."


Tepat pada saat iblis hatinya sudah berjarak hanya selangkah lagi darinya, tiba-tiba Ling Yan melepaskan pedang petir angin dan membawa iblis hati itu kedalam pelukannya.


Tanpa disangka gerakan iblis hati itu malah berhenti dengan tangan memegang pedang ke atas di selingi dengan buliran air mata yang kembali lolos dari sudut matanya.


"Aku mengerti perasaan yang kau alami, tetapi kau adalah bagian dari diriku, jadi kau pastinya juga bisa memahami dan memaafkan mereka seperti yang aku lakukan." Ucap Ling Yan sambil tersenyum hangat.


Secara ajaib tubuh dari iblis hati Ling Yan mendadak berubah menjadi benih-benih cahaya dan perlahan cahaya tersebut masuk kedalam lautan roh yang ia miliki.


Seketika itu juga kesadaran Ling Yan kembali dan membuatnya terbangun di sebuah ruangan yang tidak lain adalah menara seribu pedang, saat ini ia juga sudah bisa merasakan tubuhnya memiliki kekuatan baru yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.