
Wajah Gu Xingyi nampak sedikit tidak senang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Huyan Qiu, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menyuruh Huyan Qiu mengirim pesan kepada anak buahnya untuk datang sebelum acara lelangnya di mulai.
Tap tap tap.
Gu Xingyi nampak mengerutkan dahinya pada saat mendapati seorang pendekar yang memakai penutup wajah datang bersama salah seorang bawahannya.
"Siapa dia? Aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya." Tanya Gu Xingyi di dalam hati, ia nampak sedikit menelisik kekuatan yang dimiliki pendekar itu tetapi ia tidak mendapatkan apapun dari penglihatannya.
Gu Xingyi bisa melihat tatapan mata orang itu yang sangat tajam serta mendominasi, selain itu ia juga dapat merasakan aura yang begitu berbeda keluar dari dalam tubuh orang itu.
"Auranya berbeda dari kebanyakan pendekar yang sudah pernah aku temui." Batin Gu Xingyi.
Ia kemudian sedikit melirik kepada pengawalnya yang memiliki kekuatan pendekar suci tetapi pengawalnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan karena ia juga tidak dapat melihat apapun.
Gu Xingyi sedikit membungkuk memberi hormat kepada pendekar yang ada di hadapannya, karena menurut penilaiannya pendekar yang ada di hadapannya saat ini setidaknya memiliki kekuatan seorang pendekar suci.
"Maaf senior, kalau boleh tau, apa yang membuatmu datang ke tempat kami?" Tanya Gu Xingyi dengan sopan.
Kali ini ia bersikap sebisa mungkin untuk tidak menyinggung orang yang ada dihadapannya, karena bisa saja orang yang ada dihadapannya saat ini memiliki kekuatan di atas pendekar suci, apalagi ia juga tidak tahu sama sekali identitas pendekar bertopeng yang ada dihadapannya.
"Hmm...." Tanpa sepatah katapun pendekar bertopeng itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin natnya dan memberikan benda tersebut kepada Gu Xingyi.
"Ini.... apakah kau berniat melelang benda ini di asosiasi lelang harta?" Tanya Gu Xingyi disambut anggukan kepala dari pria bertopeng tersebut.
Tentu saja Gu Xingyi menerima benda tersebut karena ia begitu mengenali benda berharga itu.
"Masukkan benda ini kedalam barang utama lelang." Ucap Gu Xingyi kepada Huyan Qiu.
Huyan Qiu yang juga mengetahui identitas benda tersebut nampak sedikit berkeringat sebelum menerima benda tersebut dan membawanya dengan begitu tergesa-gesa.
"Terimakasih telah percaya kepada asosiasi kami, kami akan mengatur agar benda milik tuan itu menjadi barang utama kami." Ucap Gu Xingyi sambil membungkuk.
Pendekar bertopeng itu hanya mengangguk sebelum berbalik meninggalkan asosiasi lelang harta tanpa sepatah katapun.
"Pemimpin, apakah perlu aku mengikuti dan menyelidiki pendekar bertopeng itu?" Tanya pengawal Gu Xingyi yang memiliki kekuatan pendekar suci.
Gu Xingyi menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak ingin mencari masalah dengan orang yang tidak dikenali identitasnya, jika kita salah bergerak sedikit saja dan menyinggungnya, bisa saja itu menjadi awal kehancuran asosiasi kita."
Pengawal Gu Xingyi mengangguk mengerti sambil menatap punggung pendekar itu yang mulai menjauh.
"Apakah kau juga merasakan aura yang dimiliki orang itu?" Tanya Gu Xingyi.
"Ya ketua, menurut penglihatan ku ia memiliki aura yang tidak biasa, tetapi rasanya aku pernah merasakan aura yang sama dengan yang dimiliki oleh orang itu." Jawab pengawal Gu Xingyi.
"Hmm begitu ya, aura pendekar ini memang hampir sama dengan aura pendekar muda bertopeng yang sering sekali datang ke asosiasi kita untuk membeli kristal siluman bukan, apa mungkin dia memiliki hubungan dekat dengan pendekar muda itu?." Sahut Gu Xingyi.
Pengawal Gu Xingyi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak yakin, tetapi aura pendekar muda yang dimaksud oleh Gu Xingyi memang memiliki aura yang hampir sama dengan pendekar bertopeng yang baru saja mereka temui.
Sementara itu pendekar muda bertopeng yang dimaksud saat ini baru saja sampai di kota batu hitam bersama ke empat rekan petualangannya.
"Cepatlah kita harus sampai di ibukota sebelum matahari terbenam besok." Ucap seorang pendekar yang di punggungnya terdapat dua kapak merah.
Sementara Shuyang yang melihat mereka.
"Bukannya mereka pendekar dari asosiasi lelang harta, mengapa mereka terlihat begitu terburu-buru?" Tanya Shuyang.
Sebelum Ling Yan menjawab pertanyaan Shuyang, Qianlin sudah membuka mulutnya terlebih dahulu.
"Mereka sedang membawa benda berharga milik sekte pulau es utara untuk di lelang di ibukota 2 hari lagi, itulah mengapa mereka begitu terburu-buru." Jawab Qianlin.
Mendengar jawaban Qianlin tentang barang berharga membuat Shuyang begitu antusias.
"Barang berharga? apa itu?"
"Mengenai itu aku juga tidak tahu pasti benda seperti apa yang dimaksud, tapi aku tau kalau benda itu milik tetua Bing Yue, dan setahuku benda itu ia dapatkan pada saat melakukan perjalanan di daerah Xudong." Jawab Bing Qianlin.
Ling Yan sedikit terkejut mendengar kata Xudong dari Qianlin, karena daerah tersebut adalah tujuan utama yang akan mereka datangi selanjutnya tempat dimana menara kuno berdiri.
"Apa mungkin dia mendapatkannya di dalam menara kuno." Batin Ling Yan tapi ia tidak menanyakan hal tersebut kepada Qianlin.
"Sebaiknya kita juga bergerak menuju ibukota sekarang, lagi pula tujuan kita selanjutnya juga searah dengan ibukota kekaisaran Wei." Ujar Ling Yan.
Dari arah penginapan kota batu hitam, Jin Yuan yang memang sedari tadi pergi untuk mengambil kereta kuda yang mereka titipkan sebelumnya kini sudah sampai di tempat mereka.
Tanpa pikir panjang Ling Yan dan yang lainnya akhirnya naik ke atas kereta kuda dan melanjutkan perjalanan mereka.
Dia atas kereta kuda Shuyang yang juga mengetahui Xudong adalah tujuan mereka selanjutnya nampak mendekati Ling Yan dan berbisik.
"Bukannya Xudong adalah tujuan utama kita kali ini, itu adalah tempat yang sama dengan yang disebutkan Qianlin, apakah dia mendapatkan benda itu di menara kuno." Tanya Shuyang penasaran.
Ling Yan hanya mengangkat kedua tangannya menandakan ia tidak tahu sebelum meminta rekannya untuk mengawasi sekitar dengan waspada, karena saat ini Ling Yan ingin melakukan pelatihan pernafasan.
"Serahkan pada kami master, kau bisa berlatih tanpa memikirkan sekitarmu." Jawab Jin Yuan sambil mengendalikan kereta kudanya.
"Terimakasih." Ling Yan mulai bersila sebelum melafalkan ilmu jalan langit yang membuat energi alam di sekitarnya berkumpul dan masuk kedalam lautan rohnya.
"Memang tidak ada seorangpun dari kita yang bisa menyaingi kecepatan latihan Ling Yan, dalam sekejap energi alam yang ada disekitar kita bahkan diserap dalam waktu beberapa tarikan nafas saja." Batin Shuyang.
Sementara Qianlin yang baru kali ini melihat Ling Yan melakukan latihan pernafasan nampak menahan nafasnya, karena baru kali ini ia melihat seorang pendekar yang menyerap energi alam sebanyak itu hanya dalam satu tarikan nafas saja.
"Ling Yan.... sebenarnya teknik latihan seperti apa yang dia gunakan." Batin Qianlin.
Di dalam meditasinya, Ling Yan terus melafalkan teknik ilmu jalan langit, serta memfokuskan akar roh surgawinya untuk menyerap energi alam di sekelilingnya.
Dalam waktu yang relatif singkat,energi alam yang melimpah terus menerus diserap oleh akar roh surgawi Ling Yan dan di ubah menjadi tenaga dalam.
Tetapi pada saat berhasil membentuk 30 garis tenaga dalam, separuh dari tenaga dalam itu tiba-tiba menghilang seakan terserap masuk kedalam akar roh surgawinya.
"Ini terjadi lagi, ternyata memang akar roh surgawiku yang menyerap energi alam yang selama ini aku miliki."