LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 245. Wajah Baru


Setelah mengatakan itu Ling Yan lalu memasuk embun hijau bergaris tingkat 5 itu kedalam botol obat sebelum memasukkan bahan-bahan obat yang baru kedalam tungku obatnya.


"Baiklah.... mulai dari awal lagi..." Ling Yan kembali mengalirkan tenaga dalamnya dengan api kehidupan dan api samudra secara bersamaan kedalam tungku obat, tetapi kali ini Ling Yan menambah sedikit tenaga dalamnya hingga membuat kobaran dari kedua api itu menjadi cukup besar.


Sementara itu di tempat yang sama, seorang gadis cantik yang sering dijuluki sebagai seorang Dewi di sekte seribu pedang terlihat tengah memperagakan teknik pedangnya tidak jauh dari tempat Ling Yan.


"Hiahhhhh......" Sesekali ia melirik ke arah Ling Yan untuk memastikan bahwa Ling Yan masih tetap mengawasi latihannya.


Sementara Ling Yan yang masih asyik dengan ramuan pil obatnya sendiri, terlihat memasang wajah seriusnya saat menggunakan teknik api pembakar untuk membuat pil obat yang ia inginkan.


Walaupun Ling Yan sibuk dengan ramuan obatnya dan terlihat seperti tidak memperhatikan latihan Zhao Yun Zhi, nyatanya Ling Yan tetap bisa mengawasi Ling Yan dengan baik tanpa melihatnya sekalipun.


"Perhatikan gerakan tanganmu!!! gerakan yang barusan kau lakukan masih bisa lebih baik lagi!! usahakan untuk tidak melirik ke arah yang lain pada saat melakukan gerakan itu." Ucap suara itu yang sebenarnya berasal dari tubuh ilusi Ling Yan yang sedang berbaring di atas pohon bersama Xiao Hu.


Sementara Zhao Yun Zhi yang di awasi oleh tubuh ilusi Ling Yan hanya bisa mengangguk patuh dan menjawab "Baikk!!!" di setiap teguran yang dilakukan oleh tubuh ilusi Ling Yan.


Tidak jauh dari tempat Zhao Yun Zhi berlatih, Shuyang yang melihat ke arah Ling Yan dan mendapati ada sebuah wajah baru disana terlihat mengangkat alisnya.


"Sejak kapan senior Yun Zhi berlatih ilmu pedang dari Ling Yan?" Ucap Shuyang penuh tanya.


Mendengar pertanyaan guru mudanya itu, kelima murid Shuyang yaitu Yan Yang, Han Li, Zhu Qing, Xui, dan Ling Mei hanya bisa memasang wajah kebingungan karena ini juga pertama kalinya mereka melihat Zhao Yun Zhi berlatih di bawah bimbingan Ling Yan.


Sebenarnya pada saat pertemuan Ling Yan dengan Zhao Yun Zhi waktu itu, Zhao Yun Zhi sudah mulai melaksanakan latihan dengan Ling Yan keesokan harinya.


Namun karena mereka semua baru kali ini datang kembali ke bagian belakang sekte untuk berlatih, maka dari itulah mereka baru mengetahui kalau Ling Yan ternyata memiliki seorang murid yang tidak lain adalah sang Dewi seribu pedang.


"Shuyang, apakah kau juga baru melihat mereka hari ini?" Tanya Xui dengan rasa penasaran.


"Ya..... begitulah, beberapa waktu lalu aku memang tidak pernah datang kemari karena ada misi mendesak yang ditugaskan kepadaku bersama Han Li dan Yan Yang, kalau tidak salah misi kami bertiga adalah mengantarkan surat kepada beberapa wilayah sekte lain.


Entah itu surat apa? aku juga tidak mengerti, yang terpenting kami bertiga pergi bersama salah satu dari jagoan sekte dan juga beberapa tetua pedang yang lain, bagaimana dengan kalian?." jawab Shuyang sambil mengangkat satu jarinya.


Ketiga gadis itu saling memandang sejenak sebelum Ling Mei berkata.


"Guruku beberapa waktu lalu memberikan sebuah metode latihan baru, jadi aku juga baru kali ini kembali kesini." Jawab Ling Mei sebelum memandang ke arah Xui dan Zhu Qing.


"Kami berdua diminta oleh guru Gao Lang mengurus beberapa persiapan pertemuan antar sekte aliran putih beberapa hari lagi, dan itu semua baru selesai kemarin." Jawab Xui mewakili.


Ling Yan yang memiliki pendengaran tajam dapat dengan jelas mendengar percakapan antara teman-temannya tiba-tiba saja terkejut dan menghentikan penyulingan obatnya, karena baru kali ini mendengar tentang pertemuan antar ketua sekte aliran putih, apalagi pertemuan seperti ini biasanya diadakan disaat ada sebuah masalah genting.


"Bommmm!!!!!!" Dan karena Ling Yan menghentikan penyulingan obat secara tiba-tiba, perputaran api di dalam tungku obat menjadi tidak stabil dan berakhir meledak membuat semua orang yang ada di tempat itu termasuk Zhao Yun Zhi menoleh ke arahnya.


"Uhuk-uhuk!!!" Ling Yan keluar dari kepulan asap dan mendapati Zhao Yun Zhi yang menatapnya dengan wajah khawatir.


"Ling Yan!! kau tidak apa-apa!!" Tanya Zhao Yun Zhi.


Sementara Xui dan beberapa rekan lainnya yang sudah terbiasa dengan ledakan dari tungku obat milik Ling Yan itu hanya memasang ekspresi biasa saja sambil berjalan mendekat.


Ling Yan tersenyum canggung sambil membersihkan pakaiannya yang kotor karena asap.


"Tidak, tidak masalah, aku bisa mengatasinya." Jawab Ling Yan yang kini menatap ke arah rekan-rekannya yang berjalan mendekat.


Sementara Yun Zhi yang melihat ke enam muda mudi itu terlihat menatap mereka datar sambil membatin.


"Apakah mereka teman-teman Ling Yan?" Batinnya sambil memperhatikan mereka berenam satu persatu.


"Kak Ling Yan!! ada apa? tidak biasanya kak Ling Yan meledakkan tungku obat seperti tadi." Ucap Xui yang langsung berjalan mendekat sambil memeluk lengan Ling Yan.


Sementara Ling Yan yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum canggung mendapati tatapan teman-temannya yang lain sedang menatapnya dengan ekspresi wajah yang tidak dapat di artikan.


"Ah... tidak, hanya saja aku merasa sedikit terkejut tadi karena mendengar percakapan kalian, apakah benar dalam beberapa hari ini para petinggi aliran putih akan mengadakan pertemuan?" Tanya Ling Yan penasaran.


"Sepertinya begitu, beberapa waktu lalu aku memang menjalankan misi mengantar surat ke beberapa tempat, dan salah satunya adalah sekte gunung bunga persik, kau tau gunung bunga persik ternyata memiliki banyak sekali Dewi yang parasnya sangat cantik." Ucap Shuyang dengan nada bicara berbunga-bunga.


para gadis yang ada di tempat itu sontak menatap wajah Shuyang dengan ekspresi wajah tidak suka sesaat setelah ia mengatakan hal itu di hadapan mereka.


Sementara Ling Yan, Han Li dan Yan Yang hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan Shuyang barusan.


"Aku dan Zhu Qing juga di tugaskan untuk melakukan persiapan penyambutan para petinggi sekte-sekte itu, mungkin pertemuan itu akan berlangsung kurang lebih 3 hari dari sekarang." Sambung Xui.


Mendengar penjelasan teman-temannya itu, Ling Yan lalu menduga-duga kalau masalah yang akan mereka bahas akan ada kaitannya dengan api pembakar jiwa dan Yuanrang yang sebulan yang lalu sempat datang ke sekte ini.


Sementara itu, Shuyang yang melihat Ling Yan tiba-tiba terdiam kembali bertanya dan memecah lamunannya.


"Ada apa teman, apakah ada sesuatu yang salah?" Tanya Shuyang.


Ling Yan yang tersadar terlihat menggelengkan kepalanya pelan sebelum berkata.


"Ah bukan apa-apa, aku jadi teringat kalau hari ini adalah waktunya bagiku untuk melaporkan hasil latihan pada guru Shen Yu, maaf karena tidak bisa menemani latihan kalian, Yun Zhi!! kau bisa berlatih teknik tenaga dalam bersama dengan Shuyang karena dia adalah masterku."


Belum sempat mereka semua bereaksi, Ling Yan sudah melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya meninggalkan tempat tersebut setelah memasukkan tungku serta semua bahan obat miliknya kedalam cincin.


Sementara itu, Shuyang dan yang lainnya hanya bisa menatap punggung Ling Yan yang mulai menjauh dengan ekspresi wajah kebingungan.


"Apakah kalian merasakan ada hal yang aneh?" Tanya Shuyang dengan ekspresi wajah kebingungan.


Namun ekspresinya itu kembali berubah pada saat mendapati Zhao Yun Zhi yang sudah memberi hormat kepadanya.


"Master, mohon bimbingannya." Ucap Zhao Yun Zhi sambil membungkuk.