LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 241. Meracik Pil Tingkat 5


Kekaisaran Feng


Markas komplotan pembunuh bayaran bunga darah kali ini kedatangan seorang tamu yang tidak lain adalah Jin Fan.


Jin Fan yang di tugaskan oleh Yuanrang untuk mencari sekutu dalam penyerangan sekte seribu pedang sebenarnya sudah mendatangi 3 tempat yang berbeda yang dulunya memiliki masalah dengan sekte seribu pedang.


Sekte-sekte tersebut adalah sekte panah kegelapan, sekte menara feniks, dan juga sekte iblis bayangan, namun dari ketiga sekte tersebut, hanya 2 diantara mereka yang bersedia ikut dalam kerjasama penyerangan terhadap sekte seribu pedang.


Karena sekte menara feniks merupakan sekte aliran netral tidak seperti dua sekte lainnya yang merupakan sekte aliran hitam.


Bagi menara feniks, penyerangan terhadap sekte seribu pedang akan menimbulkan kekacauan yang tidak mereka inginkan, dan bisa saja memancing para aliran putih seperti gunung bunga persik, sekte kuil cahaya dan aliran putih lainnya untuk menyerang mereka.


Seandainya saja Jin Fan mengatakan kalau sekte seribu pedang memiliki lebih dari 2 roh api spiritual, mungkin menara feniks akan mempertimbangkan kerjasama yang ditawarkan oleh Jin Fan tersebut.


Akan tetapi Jin Fan tidak melakukan hal itu dan hanya memberikan keuntungan berupa teknik bertarung serta sumber daya jika saja penyerangan terhadap sekte seribu pedang berhasil.


Jin Fan juga tidak memiliki keberanian untuk mengancam para petinggi menara feniks, karena meskipun kekuatan yang ia miliki memang berada di atas para petinggi sekte tersebut ia tetap tidak akan bisa bertahan jika melawan 5 orang pendekar suci bintang 7 sekaligus dengan kekuatan yang ia miliki.


Apalagi salah satu dari kelima pendekar suci itu, ada seorang ahli racun yang bisa saja membuat dirinya mati konyol jika mencoba untuk melawannya.


Kembali ke kediaman kelompok pembunuh bayaran bunga darah, Xiang Yu selaku pemimpin kelompok pembunuh bayaran, yang sebelumnya memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk tidak keluar dari markas persembunyian mereka, terlihat memasang ekspresi wajah tertarik saat Jin Fan menawarkan sebuah kerjasama kepada kelompok pembunuh bayaran itu.


"Kau cukup bermurah hati karena menyiapkan sumber data yang cukup banyak untuk mendapatkan bantuan dari kami." Xiang Yu tersenyum tipis sebelum kembali berkata.


"Kami memang memiliki masalah dengan sekte seribu pedang selama beberapa hari terakhir ini, karena beberapa murid dan salah satu tetua pedang mereka selalu berhasil menggagalkan rencana pembunuhan yang akan kami lakukan terhadap keluarga Jia." Ucap Xiang Yu.


Jin Fan yang mendengar itu terlihat mengulas senyuman di balik topeng yang menutupi setengah wajahnya.


"Kalau begitu, kesepakatan kita ini sudah berhasil, aku dan sekutu yang lain akan menunggu kedatangan kalian di sekte serigala neraka."


Setelah mengatakan itu, Jin Fan lalu meninggalkan wilayah markas bunga darah dan memutuskan kembali ke sekte serigala neraka setelah mendapatkan 3 dukungan dari 4 sekte yang ia kunjungi.


Sementara itu, Xiang Yu yang baru saja mendapatkan lumayan banyak sumber daya dari Jin Fan.


"Sekte seribu pedang, kalian akan membayar cukup mahal untuk para petinggiku yang telah kalian bunuh."


*****


Sementara itu di lain tempat.


Setelah kemenangan Ling Yan 3 hari yang lalu dan kenaikan posisinya menjadi tetua pedang, Ling Yan tidak membuang-buang waktu lagi dan langsung pergi ke paviliun rumah obat untuk mengambil bahan obat yang ia perlukan untuk meracik pil tingkat 5 dan 6.


Tentu saja saat mengambil bahan obat tersebut ia tidak mendapatkannya secara gratis melainkan ia harus menukarkan semua poin misi yang ia miliki untuk mendapatkan bahan-bahan obat tersebut.


Apalagi bahan-bahan obat yang ia butuhkan tidaklah sedikit karena ia baru saja akan berlatih untuk membuat pil obat tingkat menengah sebelum membuat pil pelindung jiwa.


Ling Yan tidak mungkin meracik pil pelindung jiwa secara langsung sebelum ia bisa meracik pil tingkat 6 terlebih dahulu, karena bahan obat yang ia miliki sangatlah terbatas.


Sebelum mulai meracik pil tingkat menengah, Ling Yan terlebih dahulu dahulu meminta petunjuk dari Shen Yu, lalu setelah itu ia kemudian pergi ke tempat dimana ia biasanya berlatih meracik pil dimana Shuyang sudah berada di sana sedari tadi.


"Salam tetua pedang Ling Yan." Sapa Shuyang dengan ucapan yang sangat formal.


Ling Yan yang mendengar itu tentu saja begitu risih karena tidak terbiasa di panggil dengan sebutan tersebut, bahkan pada saat berada di dalam paviliun rumah obat, Ling Yan dengan sengaja mempercepat langkahnya untuk menghindari para murid yang menyapanya dengan sebutan tetua.


Hanya Xui dan Zhu Qing sajalah murid sekte yang memanggilnya dengan namanya selain itu, semua murid sekte yang lain memanggilnya dengan sebutan tetua.


"Shuyang, bisakah kau hentikan sikap formalitas mu itu padaku, telingaku selalu terasa panas saat ada seseorang yang memanggilku seperti itu, apalagi kita inikan seumuran." Ling Yan tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi.... bukankah seharusnya memang seperti itu, walaupun kau seumuran denganku, tetapi kau sudah menyandang nama sebagai tetua pedang." Jawab Shuyang.


"Hahhhh." Ling Yan mengehela nafas beratnya sambil mencoba membuat Shuyang tidak melakukan hal formal itu lagi padanya.


Dan setelah memastikan Shuyang tidak memanggilnya dengan sebutan tetua pedang lagi, Ling Yan akhirnya mulai mengeluarkan tungku obat serta bahan-bahan obat tingkat menengah yang akan ia gunakan untuk latihan.


Shuyang yang melihat bahan obat yang begitu banyak itu tidak dapat menahan tmrasa keterkejutannya.


"Banyak sekali." Ucapnya.


"Tentu saja, aku tidak mungkin bisa meracik pil tingkat menengah hanya dalam sekali percobaan bukan, makanya aku mengambil persediaan yang cukup banyak." Jawab Ling Yan.


Ia lalu mengeluarkan Xiao Hu dari dalam jubahnya karena ia tidak ingin membuat teman kecilnya itu terganggu saat ia mulai meracik obat.


"Oh iya, pil seperti apa yang akan kau buat." Tanya Shuyang penasaran.


Ling Yan lalu menjawab dengan senyuman manisnya.


"Sebuah pil penyembuh tingkat menengah." Jawab Ling Yan sambil memasukkan bahan obat kedalam tungku obatnya.


"2 helai daun bunga anggrek ungu, sari bunga teratai perak 3 helai rumput gajah dan ekstrak bunga hati matahari, lalu yang terakhir sebuah inti kekuatan siluman elemen kayu bintang 3."


Ling Yan melelehkan inti kekuatan siluman tersebut menggunakan api samudra lalu memasukkannya kedalam tungku obat dan memulai racikan obatnya.


Sama seperti pertama kali meracik pil obat tingkat 1, tungku obat milik Ling Yan langsung meledak menandakan pil yang coba ia racik gagal terbentuk.


"Uhuk-uhuk." Wajah Ling Yan yang terkena ledakan racikan obatnya sendiri kini menjadi hitam legam membuat Shuyang tidak bisa menahan tawanya.


"Hahahaha!!!! Ling Yan, wajah hitammu itu sudah sangat mirip dengan tungku obat ini Hahahaha!!!" Tawa Shuyang pecah dan menyamakan wajah Ling Yan dengan tungku obatnya yang memang juga berwarna hitam.


Sementara Ling Yan yang ditertawakan oke temannya itu hanya membersihkan wajahnya menggunakan kain lap yang sudah ia sediakan sejak tadi.


"Seandainya saja kau adalah seorang peracik obat, mungkin kau juga akan merasakan apa itu ditertawakan seperti ini." Ujar Ling Yan.


Lalu setelah itu ia kembali memasukkan bahan obat yang lain dan memulai racikan obat yang baru, tapi kali ini ia sebisa mungkin mengurangi kekuatan api yang ia gunakan untuk meracik pil tersebut.


Sayangnya racikan pil obat yang kedua kalinya berakhir sama saja dengan yang pertama, bahkan ledakan yang terjadi kali ini lebih besar daripada yang sebelumnya, tetapi kali ini Ling Yan sudah mengantisipasinya dan membuat ledakan obat tersebut tidak membuat wajahnya menjadi hitam lagi.