LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 57. Ling Mei vs Chu Ma


Ling Haotian yang melihat itu langsung menghentikan pertandingan dan mengumumkan pemenangnya.


"Chu Ying menyerah, pemenangnya perwakilan dari Klan Ling, Ling Xuilan." Teriaknya.


Melihat Xui mengalahkan perwakilan dari Klan Chu, penonton yang memihak pada Klan Ling kini bersorak meriah merayakan kemenangan Xui.


Xui yang berhasil memenangkan pertandingan kini menatap wajah ayahnya sekilas lalu memalingkan wajahnya ke arah Ling Yan yang tengah tersenyum hangat padanya.


"Kerja bagus Xui." Teriak Ling Yan dari luar arena.


Xui yang mendengar teriakan Ling Yan sontak tersenyum dan kini mulai berjalan keluar dari dalam arena menuju tempat dimana Ling Yan menunggunya.


"Selamat atas kemenanganmu Xui, tadi itu jurus pedang petir yang sangat hebat." Ucap Ling Yan memberi selamat padanya.


"Tapi itu kan teknik bertarung yang kak Ling Yan berikan padaku, jadi seharusnya aku yang berterima kasih bukan." Jawabnya.


"Ah sudahlah, itu tidak penting, yang paling penting sekarang kau sudah berhasil melaju ke babak selanjutnya." Ucap Ling Yan sambil mengacak-acak rambut Xui.


Xui hanya tersenyum manis mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ling Yan. Setelah berselang beberapa saat, belum sempat Ling Haotian mengumumkan pertandingan selanjutnya, Chu Ma yang sedari tadi sudah menunggu gilirannya, tanpa pikir panjang langsung melompat naik ke atas arena.


"Aku selanjutnya." Ucapnya dengan nada bicara yang sedikit sombong.


Benar saja, no urut yang ia dapatkan adalah no yang sama dengan yang di dapatkan oleh Ling Mei.


"Sepertinya anak dari ketua Chu sangatlah bersemangat hari ini." Ucap Li Wei kepada Chu Ning.


"Hehe itulah semangat anak muda, bukan begitu ketua Ling." Ucap Chu Ning dengan senyum sinisnya.


Ling Han hanya menatap sekilas Chu Ning lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arena, kini ia bisa melihat putrinya Ling Mei yang sedang berjalan naik ke atas arena.


"Hoho nampaknya yang akan menjadi lawan dari putraku adalah putri cantikmu Ling Mei ketua Ling, aku harap dia dapat memberikan perlawanan yang berarti pada putraku." Ucap Chu Ning dengan senyum sinisnya.


Sementara itu di atas arena, Chu Ning yang melihat Ling Mei sedang berjalan naik ke atas arena merasa sedikit terpesona dengan kecantikan yang ia miliki.


Sementara itu di bangku penonton, sorak sorai orang-orang yang melihat Ling Mei naik ke atas arena kini sudah bergemuruh memuji kecantikan gadis itu.


"Ling Mei kalahkan anak dari Klan Chu itu!!!" Teriak salah satu teman Ling Mei yang saat ini sedang duduk diantara penonton.


"Hmm ternyata yang menjadi lawan pertamaku adalah seorang gadis yang sangat cantik, bagaimana kalau kau menyerah saja, aku tidak akan tega memukul wajah cantikmu itu." Ucap Chu Ma.


Mendengar perkataan Chu Ma, Ling Mei tidak memperdulikannya, malahan saat ini ia langsung memasang kuda-kuda dan menarik pedang yang tersarung di pinggangnya.


"Ah ternyata walaupun kau terlihat sangat cantik, tapi kau terkesan tidak sabaran ya, kalau begitu aku juga tidak akan sungkan lagi." Ucap Chu Ma lalu ikut memasang kuda-kudanya dan menarik pedangnya.


Saat ini Ling Mei sudah berhasil menembus tingkat perak bintang 5 dan memiliki kemampuan bertarung yang cukup hebat, akan tetapi karena Chu Ma telah meminum pil pemberian Yu Huang, kekuatan Chu Ma saat ini berada dua tingkat lebih kuat dari Ling Mei.


Ling Haotian yang sudah melihat keduanya bersiap kini langsung memulai pertandingan,


dan saat Haotian selesai berkata mulai, Ling Mei langsung bergerak menyerang dengan kecepatan tinggi dengan teknik pedangnya.


Seketika Ling Mei melakukan gerakan jurus pedang dan dengan cepat membentuk sebuah energi menyerupai angin tornado lalu mengarahkan serangannya pada lawannya.


Ling Mei berpikir ingin menyelesaikan pertarungan dengan cepat menggunakan serangan kejutan, akan tetapi keputusan yang ia lakukan itu sepertinya tidak sesuai dengan rencana awalnya.


Chu Ma yang menyadari serangan yang dilancarkan oleh lawannya langsung bereaksi dengan cepat dan melompat ke samping menghindari serangan itu.


Setelah berhasil menghindar dari serangan itu, Chu Ma lalu tersenyum sinis dan menatap ke arah Ling Mei yang saat ini menggertakkan giginya.


"Hmm ingin mengalahkanku dengan serangan yang tiba-tiba, kau terlalu percaya diri." Chu Ma lalu melesat dengan kecepatan tinggi dan maju menyerang dengan pedangnya.


Ling Mei yang melihat itu sontak menggunakan pedang di tangannya untuk menahan serangan yang dilancarkan lawannya. Dentingan suara pedang kini terdengar saat pedang keduanya bertemu.


Akan tetapi, karena perbedaan kekuatan diantara keduanya, Chu Ma berhasil membuat Ling Mei terpukul mundur beberapa langkah kebelakang.


Dari sini dapat terlihat jelas perbedaan kekuatan diantara keduanya lumayan jauh, dan itu juga sangat berpengaruh besar terhadap pertandingan keduanya.


Akan tetapi Ling Mei tidak ingin dikalahkan semudah itu, Ling Mei kembali maju menyerang dengan pedangnya dan sontak disambut dengan gerakan cepat Chu Ma yang menghindari setiap serangannya itu.


Sesekali Chu Ma juga menggunakan pedangnya untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh Ling Mei, dan karena terlalu tergesa-gesa dalam menyerang, Ling Mei melupakan satu hal yang sangat penting yaitu pertahanannya yang terbuka lebar.


Chu Ma tanpa pikir panjang langsung memanfaatkan kelengahan lawannya itu dan dengan cepat menyerang menggunakan teknik pedang yang ia miliki.


"Teknik pedang kobaran api." Teriaknya yang kini mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, hingga sebuah kobaran api yang cukup besar menyelimuti pedang itu.


Dengan cepat Chu Ma menyerang dan mengarahkan serangannya pada pergelangan tangan Ling Mei yang menggenggam pedang ditangan kanannya.


Ling Yan yang melihat itu sontak memperingatkan Ling Mei akan serangan yang dilancarkan oleh Chu Ma.


"Bahaya!!" Teriak Ling Yan dari luar arena yang berhasil membuat Ling Mei tersadar.


Beruntung Ling Mei bereaksi dengan cepat dan berhasil menghindar dari serangan itu, akan tetapi pedang yang ada di tangannya kini terlepas dan jatuh cukup jauh dari tempatnya berdiri.


Terlihat di punggung tangan kanan Ling Mei saat ini terdapat sebuah luka bakar karena sedikit terkena kobaran api milik Chu Ma.


Chu Ma yang kini berada dekat dengan pedang Ling Mei yang jatuh di atas arena, kini menendang pedang itu hingga jatuh keluar dari dalam arena.


Ia lalu menatap ke arah tangan Ling Mei yang terkena luka bakar akibat serangannya barusan.


"Aku sarankan padamu untuk menyerah sekarang, aku tidak ingin melukai tubuh cantik mu itu lebih jauh, lihatlah, bahkan kau sudah tidak memiliki pedang di tanganmu saat ini." Ucapnya sambil tersenyum sinis.


Mendengar perkataan Chu Ma, Ling Mei membalasnya dengan senyum tipis.


"Hehehe aku tidak akan mempermalukan ayahku didepan seluruh anggota Klan ku, jadi jangan pernah berpikir aku akan menyerah sebelum benar-benar kau kalahkan." Ucap Ling Mei yang kini mengalihkan pandangannya ke arah Ling Han.


Ling Han yang melihat Ling Mei memalingkan pandangan kearahnya, kini tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak akan mengecewakan seluruh anggota Klan Ling." Ling Mei lalu mengalirkan tenaga dalam dan memusatkannya pada kedua tinjunya, tenaga dalam yang begitu besar kini menyeruak keluar membentuk 2 buah aura angin yang menyelimuti kedua tinju miliknya.