LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 229. Sekte Gunung Tengkorak


Ia lalu menatap ke arah 3 orang pendekar lain yang masih menyandra Yu Lao sambil berkata.


"Lepaskan dia." Ucap Tzu Ning yang perintahnya langsung dilakukan oleh ketiga pendekar tersebut.


Aura api naga Yin Yang dari tubuh Yan Susu kini perlahan memudar, setelah itu senyuman sinis diwajahnya kini kembali terukir.


"Hmm siapa kalian berdua sebenarnya, apa hubungan kalian dengan ketua kami, dan dari mana kau mendapatkan api spiritual itu?" Tanya Tzu Ning setelah melihat luka bakar di lengan wanita yang ada di hadapannya.


Tetapi belum sempat Yan Susu menjawab pertanyaannya, tiba-tiba saja sebuah suara berat khas dari Gu Liang terdengar di telinga Tzu Ning.


"Biarkan mereka masuk, aku mengenali salah satu dari mereka." Ucap Gu Liang di dalam pikiran Tzu Ning.


Mendengar perkataan ketua sektenya itu lantas membuat Tzu Ning membulatkan matanya sebelum akhirnya berkata pada Yan Susu.


"Ketua sekte ku mengizinkan kalian untuk menemuinya, sekarang ikuti aku." Setelah mengatakan itu Tzu Ning lalu melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya di ikuti oleh Yan Susu, Yu Lao, serta ketujuh pendekar tadi.


Pada saat perjalanan ketiganya, Tzu Ning yang memimpin jalan di depan nampak melirik ke arah belakang sambil membatin.


"Wanita ini.... walaupun aku merasakan kekuatannya masih berada dibawah ketua sekte, tapi setelah melihat api spiritual yang ia miliki, aku masih bisa merasakan kalau ia masih mempunyai kesempatan besar untuk menang jika berhadapan secara langsung dengan ketua." Batin Tzu Ning.


Cukup jauh Tzu Ning membawa Yan Susu serta Yu Lao masuk kedalam hutan di gunung tengkorak, semaksimal mereka masuk lebih jauh, semakin pekat pula aura kematian yang mereka rasakan.


Yu Lao yang sedari tadi memang tidak terbiasa dengan aura kematian di disekitarnya pun masih terlihat pucat dengan kering dingin yang membasahi punggungnya.


Yu Lao bahkan sampai mengumpat di dalam hatinya sendiri.


"Sial!!! Sebenarnya tempat macam apa ini, mengapa semakin dalam kami masuk aura kematian yang aku rasakan malah semakin mencekam." Umpatnya.


Ia lalu melirik ke arah tujuh orang pendekar yang sebelumnya menyandra mereka berdua.


"Bagaimana cara mereka bertahan dari aura kematian ini sementara mereka hanyalah pendekar yang berada di tingkat pendekar raja dan tingkat pendekar senior, aku yang seorang pendekar suci saja sampai di buat seperti ini, apakah mereka memiliki teknik khusus." Batin Yu Lao.


Hingga berselang beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di depan di Depa sebuah markas yang cukup besar dan luas, dan di wilayah markas tersebut terdapat sebuah bangunan yang cukup besar dan tidak lain merupakan kediaman tempat tinggal Gu Liang serta kelima petinggi sekte gunung tengkorak.


Saat memasuki wilayah markas tersebut, Yan Susu dan juga Yu Lao kini bisa melihat kumpul perampok yang menjadi anggota dari sekte aliran hitam tersebut.


Selain para perampok itu, mereka juga bisa melihat ada banyak wanita yang tengah duduk meringkuk di dalam sel dengan keadaan tidak berbusana dan terlihat hanya menatap kosong kedepan.


Yu Lao bisa menebak secara langsung kalah para wanita yang ada di dalam sel tersebut pasti sudah melewati hari-hari yang membuat para perampok disana merasa sangat senang.


Ada pula sekitar lebih dari 100 orang pemuda yang terlihat dirantai serta diberikan tanda budak pada punggungnya, dalam sekali lihat, para pemudanya tersebut bahkan seperti baru saja di tangkap oleh para perampok ini dan siap untuk dijual.


"Oh... ternyata kalian memiliki cukup banyak budak disini." Ucap Yan Susu yang pandangannya masih tertuju pada para budak tersebut.


"Kami berniat untuk menjual mereka semua untuk para keluarga kalangan atas di negri seberang, sementara untuk para wanita itu, mungkin mereka akan tinggal disini sedikit lebih lama sebelum mereka merasakan hal yang sama." Jawab Tzu Ning.


Meskipun kelima kekaisaran di negeri bagian tengah ini sudah mengumumkan untuk menghilangkan perbudakan, namun nyatanya para pendekar aliran hitam ini tetap saja melakukannya demi keuntungan mereka sendiri.


Apalagi permintaan berupa budak dari negri luar saat ini semakin meningkat karena merasa budak budak dari negri tengah termasuk dalam rentetan budak terbaik.


Tentu saja para pemuda dan gadis-gadis yang ada disana merupakan penduduk yang mereka culik pada saat melakukan penjarahan pada sebuah desa di sekitar wilayah markas mereka berdiri.


Tidak hanya di kekaisaran Ning, di empat kekaisaran yang lain pun hal serupa mereka lakukan guna untuk mendapatkan keuntungan dari para kalangan konglomerat dari negri luar.


Alasan para perampok ini menculik para penduduk dan menjual mereka sebagai budak pun sama seperti kelompok lain, yaitu untuk mendapatkan koin emas, senjata, ataupun sumberdaya agar kelompok mereka bisa menjadi lebih dan lebih kuat lagi.


Sesampainya di kediaman ketua sekte, Yan Susu dan juga Yu Lao kini berpapasan dengan 2 orang pendekar suci lagi bernama Lao Qin, dan Lao Qun yang wajahnya sangat mirip.


Tatapan keduanya terlihat begitu datar serta tidak mempedulikan kehadiran keduanya, dan dari raut wajah keduanya itu, Yan Susu dapat melihat aura pembunuh serta aura haus darah yang sangat kuat.


"Hmmm ternyata disini memiliki sepasang pendekar kembar yang cukup mengerikan, siapa mereka?." Tanya Yan Susu.


Tzu Ning melirik Yan Susu sejenak sebelum menjawab.


"Lao Qin dan Lao Qun, mereka adalah tangan kanan dan tangan kiri ketua sekte kami, dan diantara para petinggi sekte, mereka berdualah yang paling kuat setelah ketua sekte kami." Jawab Tzu Ning.


Mereka berdua lalu dibawa masuk kedalam dan melewati terowongan yang cukup panjang di hiasi beberapa obor yang terbuat dari tulang dan tengkorak manusia.


Sesampainya di dalam, Yu Lao dan Yan Susu kini bertemu dengan seorang pria muda dengan wajah putih yang tengah duduk sambil memasang senyuman manisnya tetapi malah terlihat begitu mengerikan di mata keduanya.


"Khekhekhekhe adik Yan Susu, entah sudah berapa lama kita tidak bertemu semenjak kejadian waktu itu." Ucap pria pemuda itu yang tidak lain adalah Gu Liang.


Yan Susu terlihat mengerutkan dahinya saat melihat wajah Gu Liang yang tidak pernah berubah semenjak terakhir kali mereka bertemu, padahal seharusnya umur dari Gu Liang sudah jauh berada di atasnya, bahkan umurnya juga berada di atas murid pertama gurunya yaitu Yun Zhao.


Gu Liang lalu memberikan kode kepada bawahannya untuk meninggalkan tempat tersebut dan langsung di ikuti oleh para bawahannya itu.


Setelah itu, ia lalu bangkit dari tempatnya dan turun mendekat ke arah Yan Susu.


"Aku penasaran, sebenarnya kerja sama apa yang kau ingin tawarkan padaku hingga membuat dirimu sampai datang kemari." Ucap Gu Liang berjalan mengelilingi adik seperguruannya itu.


Yan Susu terlihat ingin menjawab pertanyaan tersebut, tapi sebelum kata-kata yang ia ingin katakan keluar dari mulutnya, ia tiba-tiba saja merasakan aura kematian yang begitu pekat dari arah kanannya.


Dan pada saat ia berpaling, pandangannya langsung tertuju pada sebuah dinding penyegel yang didalamnya terdapat sebuah roh kobaran api berwarna hitam.


Mata Yan Susu terlihat begitu terbelalak saat melihat pemandangan roh api tersebut yang berbentuk tengkorak manusia serta bagian sekelilingnya yang dipenuhi oleh aura kematian yang berwarna merah.