
"Ah.... kalau begitu aku juga akan ikut denganmu, pertarungan antara murid inti mungkin masih cukup lama dan aku masih punya banyak waktu untuk mengikutinya nanti, bagaimana dengan kalian." Ucap Ling Yan.
"Hmm sepertinya kami akan disini saja, kami masih ingin melihat pertarungan sambil mempelajari berbagai macam gaya bertarung." Jawab Xui yang disambut anggukan setuju dari rekannya yang lain.
Ling Yan akhirnya mengangguk dan mengikuti langkah Han Fung menuju paviliun rumah obat, sementara itu Han Fung yang berjalan di depan nampak sedikit berpikir tentang perkataan Ling Yan sebelumnya.
"Tadi ia berkata masih punya banyak waktu sebelum ia mengikuti pertarungan bagian murid inti, apakah ia juga berniat melakukan pertarungan ketiga? sebenarnya seberaoa banyak kekuatan yang ia miliki." Batin Han Fung yang merasa bahwa Ling Yan terlalu memaksakan diri.
Bagaimana tidak, ia baru saja melakukan 2 pertarungan sekaligus yang bisa dilihat kalau ia pasti menggunakan tenaga dalam yang cukup banyak.
Seandainya saja ia mengetahui kalau Ling Yan masih memiliki cadangan tenaga dalam yang lebih banyak dari tenaga dalam seorang pendekar berlian pada akar roh surgawi yang ia miliki, mungkin Han Fung tidak akan berpikir seperti itu.
Sementara itu di dalam pikiran Ling Yan saat ini.
"Apakah kau yakin merasakan ada aura petarung milik seorang pendekar aliran hitam yang tersembunyi." Ucap Ling Yan pada api abadi di dalam tubuhnya.
"Ya, aku merasakannya, selain itu.... aku juga merasakan pendekar ini bukan pendekar biasa, walaupun aura yang ia miliki sudah menghilang, tetapi aku bisa merasakan dengan jelas adanya hawa api spiritual darinya." Ucap api abadi.
Ling Yan sedikit tersentak karena perkataan api abadi kepadanya, karena jika hal itu memang benar, maka itu berarti keberadaan api pembakar jiwa telah di ketahui keberadaannya oleh musuh-musuhnya yang lain.
"Api spiritual? apa mungkin dia adalah salah satu dari murid guru Wei? tapi mengapa guru Shen tidak merasakannya." Tanya Ling Yan bingung.
"Apakah kau yakin ia tidak merasakan hal tersebut, sekarang coba perhatikan baik-baik siapa yang telah menunggu mu di sana." Ucap api abadi yang membuat Ling Yan langsung mengalihkan pandangan dimana gurunya Shen Yu sedang berdiri.
Melihat Shen Yu yang tengah berdiri, Ling Yan dan Han Fung lalu menghampirinya.
"Salam guru Shen." Ucap Ling Yan memberi hormat di ikuti oleh Han Fung yang melakukan hal yang sama.
"Salam tetua Shen." Ucap Han Fung.
Shen Yu hanya menganggukkan kepalanya sejenak sebelum berkata.
"Maafkan aku Han Fung, tapi ada sesuatu yang ingin aku bicarakan 4 mata dengan muridku, bisakah kau membiarkan kami bicara." Ucap Shen Yu yang disambut anggukan kepala dari Han Fung.
"Aku mengerti tetua Han, kalau begitu aku ijin pergi menemui adikku di dalam paviliun rumah obat." Han Fung memberi hormat kembali sebelum berjalan menjauh dari keduanya.
Melihat Han Fung yang sudah berjalan menjauh dan menyisakan mereka berdua, Shen Yu akhirnya membuka pembicaraan yang akan ia bahas.
"Ling Yan, apakah kau tau apa yang akan aku bicarakan denganmu." Ucap Shen Yu.
"Api spiritual seorang pendekar aliran hitam." Jawab Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari gurunya.
"Hmm kalau begitu ayo cari tempat lain untuk membicarakannya." Setelah mengatakan hal tersebut, kedua guru dan murid itu langsung menghilang dari tempatnya.
*****
"Apa katamu!!! 4 jenis api spiritual!!! dari mana ia mendapatkan roh api spiritual sebanyak itu." Teriak Yuanrang.
Senyuman sinis dari Yan Susu kini terukir sambil berkata.
"Bukankah itu bagus, jika kita bisa merebut ke enam api spiritual yang saat ini berada di dalam sekte seribu pedang, maka peluang kita untuk mengalahkan Yun Zhao juga akan semakin besar, lagi pula kita juga bisa mendapatkan teknik naga api menguasai langit milik guru Wei." Ucap Yan Susu.
Yuanrang kali ini setuju dengan apa yang dikatakan oleh Yan Susu kepadanya, akan tetapi ada sesuatu hal yang mengganjal pikirannya yang membuat dirinya tidak ingin mengajak Gu Liang untuk bekerja sama.
"Tapi jika kita mengajak Gu Liang untuk bekerja sama, apakah kau pikir kita akan mendapatkan bagian dari ke enam api spiritual jika kita berhasil mendapatkannya." Jawab Yuanrang.
Jin Fan yang mendengar itu juga setuju dengan perkataan Yuanrang, bagaimana tidak, Gu Liang bisa saja mengkhianati ketiganya pada saat mereka sudah berhasil mendapatkan roh api spiritual itu.
"Kau benar, Gu Liang bisa saja berkhianat kepada kita, apalagi saat ini kekuatannya sudah berada di atas kita bertiga." jawab Jin Fan.
Walaupun salah satu dari mereka memiliki api spiritual yang peringkatnya lebih tinggi daripada Gu Liang, nyatanya kekuatan Gu Liang saat ini tetap saja berada di atas ketiganya, apalagi teknik yang mereka miliki seperti teknik permainan api dan yang lainnya juga dimiliki oleh Gu Liang.
Melihat ketiga saudara seperguruannya yang merasa tidak yakin, Yan Susu malah melakukan hal sebaliknya sebelum akhirnya ia terkikik geli.
"Hihihi!! jika itu yang membuat mu berpikir untuk mundur, maka aku memiliki sebuah rencana cadangan." Yan Susu terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin natnya yakni berupa sebuah botol putih yang entah berisi apa di dalamnya.
"Kita bisa menggunakan ini untuk membunuhnya jika ia berani melakukan hal yang tidak kita inginkan, tentu saja itu akan kita lakukan jika ia menghindari kita." Ucap Yan Susu.
Yuanrang dan Jin Fan terlihat saling memandang dan mengerti kalau apa yang ada di dalam botol putih tersebut tidak lain adalah sebuah racun yang sangat kuat.
"Hahahaha!!! kalau begitu, setelah ini aku ingin kau menemui Gu Liang untuk mengajaknya bekerja sama, sementara Jin Fan, kau pergilah mengajak sekutu dari berbagai sekte aliran hitam yang lain.
Berikan tawaran menggiurkan kepada mereka agar kita bisa menggunakan kekuatan penuh saat menyerang sekte seribu pedang, sementara aku sendiri, aku akan pergi menyelidiki sekte seribu pedang dan memastikan bahwa ke enam roh api spiritual itu memang benar-benar berada di sana.
*****
Di tengah penduduk kota heihan terlihat seorang berjubah hitam dengan wajah menggelap sedang berjalan di sekitaran area kota tersebut.
Orang berpakaian hitam itu tidak lain adalah Yuanrang yang baru saja keluar dari kawasan sekte seribu pedang setelah memastikan ke enam api spiritual yang dimaksud oleh Yan Susu memang benar berada di dalam sekte tersebut.
Sebenarnya Yuanrang masih ingin berada di dalam kawasan sekte seribu pedang untuk melihat sendiri seperti apa wajah dari murid ke enam gurunya itu.
Akan tetapi setelah merasakan kehadiran di ketahui oleh seseorang dari sekte tersebut, Yuanrang akhirnya mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
Di balik jubahnya, senyuman mengerikan dari Yuanrang kini terukir di sudut bibirnya sambil menggumamkan sesuatu.
"Tak kusangka sekte menengah seperti sekte seribu pedang ternyata memiliki roh api spiritual, tunggulah sebentar lagi, pada saat waktunya tiba, ke enam api spiritual yang ada di sekte ini pasti akan menjadi milik kami, aliansi 4 pilar roh api."
Setelah mengatakan itu Yuanrang akhirnya kembali melangkah pergi dan tak lama kemudian ia pun akhirnya menghilang dari kota heihan dan kembali ke sektenya.