LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 308. 2 Kelopak Bunga Mekar


Namun bersamaan dengan itu pula, satu kelopak bunga yang ada di ujung akar roh surgawi milik Ling Yan kini sudah mekar sepenuhnya dan itu baru disadari oleh Ling Yan.


"Bahkan separuh dari tenaga dalam yang baru saja aku bentuk di serap oleh akar roh surgawiku...!! Eh... Tunggu sebentar, sejak kapan ada bunga yang mekar di ujung akar roh surgawiku yang pertama!!!" Batin Ling Yan masih dalam meditasinya.


Kali ini Ling Yan bisa melihat kalau di ujung salah satu akar roh surgawinya itu terdapat sebuah kelopak bunga kuning yang indah mekar dengan begitu suburnya.


Ling Yan terus melanjutkan latihannya karena begitu penasaran dengan bunga mekar yang ada di ujung akar roh surgawinya itu.


"Apa mungkin akar roh surgawiku menyerap tenaga dalam untuk memekarkan bunga ini?."


Ling Yan yang melihat kedalam lautan rohnya nampak memperhatikan bunga mekar tersebut dengan seksama sebelum akhirnya menyadari kalau hanya ada 8 akar roh saja yang bergerak membuka meridian-meridian kecil yang ada di tubuhnya.


"Sepertinya memang benar, aku bahkan baru sadar kalau yang membuka meridian-meridian kecil yang ada di tubuhku hanya ada 8 akar roh saja." Batin Ling Yan.


Baru saja Ling Yan memikirkan hal tersebut, tiba-tiba salah satu dari akar roh surga yang tadinya bergerak membuka meridian-meridian kecil juga ikut berhenti.


"Hmm knapa akar roh ku berhenti." Ling Yan kemudian mendekatkan jarak pandangnya pada akar roh surgawinya itu.


"Itu..... Dia juga menyerap tenaga dalam." Baru beberapa saat berselang, Ling Yan yang masih memperhatikan akar rohnya itu dikejutkan oleh sebuah kelopak bunga kecil yang baru saja muncul di ujung akar rohnya itu.


"Ini kelopak bunga yang sama, tapi mengapa kali ini warna kelopaknya berbeda?" Ling Yan sedikit kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi pada akar roh surgawinya itu.


Awalnya akar roh surgawinya hanya menyerap energi alam yang sangat banyak seperti didalamnya terdapat ruang hampa yang tidak berdasar.


Setelah itu akar roh surgawi itu malah berkembang dan memiliki sembilan cabang yang terus membantu Ling Yan membuka seluruh meridian-meridian kecil di tubuhnya serta membantunya mengumpulkan tenaga dalam.


Lalu yang terjadi sekarang adalah setelah menyerap energi alam yang begitu banyak, 2 dari akar roh surgawi itu malah menumbuhkan 2 kelopak bunga indah yang belum Ling Yan ketahui apa kegunaannya.


"Apa yang sebenarnya terjadi, apakah ini berhubungan dengan tingkat pendekar roh?" Semakin Ling Yan memikirkan hal tersebut semakin ia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Hingga beberapa saat setelah bunga kedua mekar, Ling Yan mengakhiri latihannya dan mendapati langit sudah mulai gelap ditandai dengan matahari yang hampir terbenam.


"Ahh... berapa lama aku berlatih." Batin Ling Yan sambil memperhatikan sekelilingnya, ia bisa melihat Qianlin Xui dan Shuyang sedang menatapnya dengan wajah penasaran.


"Mengapa kalian menatapku seperti itu?" Ling Yan begitu heran dengan tatapan rekan-rekannya saat ini kecuali Jin Yuan yang masih berfokus mengendalikan laju kereta kudanya.


"Tidak ada, hanya saja pada saat kau berlatih tadi, kau seakan tidak sadar dengan apa yang berada di sekitarmu, kami bahkan sempat bertarung melawan beberapa perampok tapi kau sama sekali tidak menyadari hal tersebut." Jawab Shuyang.


"Perampok!!" Ling Yan memperhatikan pakaian rekan-rekannya itu tapi tidak mendapati adanya tanda-tanda pertarungan dari mereka.


"Tidak masalah tuan, aku sudah mengatasi semua orang yang menghalangi jalan kita." Ucap Jin Yuan yang membuat Ling Yan mengerti.


"Sepertinya kau menjadi sedikit malas pada saat aku sedang berlatih." Sindir Ling Yan yang sebenarnya menyuruh Shuyang untuk mengatasi jika ada perampok Yaang menghalangi jalan mereka.


Tentu saja itu semua agar Shuyang terbiasa dengan pertarungan sebenarnya hingga dapat meningkatkan kemampuan bertarungnya, tetapi saat Ling Yan tidak menyadari hal itu Shuyang malah memanfaatkan kekuatan Jin Yuan yang bisa menyelesaikan semua itu dengan cepat.


"Sudahlah, tidak perlu terlalu keras padanya, lagi pula perampok yang menyerang tadi memang bukanlah sesuatu yang bisa ia atasi sendiri." Jelas Qianlin membantu Shuyang.


Ling Yan menghela nafas sebelum berkata.


"Kali ini kau selamat." Ling Yan kembali duduk sambi menyilangkan tangannya.


Sementara itu 2 kilometer dibelakang kereta kuda yang saat ini mereka tumpangi, terkapar lebih dari 100 mayat orang perampok yang kekuatan setara dengan pendekar perak, emas dan juga berlian, dan diantara mayat-mayat tersebut terdapat sebuah gumpalan darah segar yang meleleh dan mendidih.


Tap!!!


Sekelompok perampok yang baru saja tiba terlihat membulatkan matanya melihat seluruh rekannya yang ia tugaskan di tempat itu mati dengan satu luka tusukan pada jantungnya.


Pemimpin perampok itu terlihat sangat marah bahkan mengeluarkan aura pembunuh yang begitu kuat.


"Siapa orang yang melakukan ini pada kelompok Banteng Utara!!!."


Aura pembunuh orang itu semakin bertambah pada saat mendapati sebuah gumpalan darah dimana di dekatnya terdapat sebuah plat perunggu yang ia kenali, dan tentu saja ia sudah bisa menebak apa yang telah terjadi pada pemilik plat perunggu tersebut.


"Bai Haki bahkan dikalahkan seperti ini, dia adalah pengguna racun." Batin perampok itu karena mencium aroma racun pada darah rekannya.


Pemimpin perampok itu lalu melirik ke arah para bawahannya sebelum berkata.


"Antarkan pesanku pada kedua kakakku, aku harus membalas dendam pada orang yang telah melakukan ini kepada adik bungsuku."


Tepat setelah perintahnya itu, 3 orang dari kelompok perampok tersebut langsung melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju markas mereka.


Kelompok perampok banteng Utara adalah kelompok yang baru-baru ini terbentuk dan belum terlalu dikenal oleh khalayak banyak.


Walaupun kelompok perampok ini baru berumur beberapa bulan, tetapi mereka sudah cukup banyak merekrut anggota mereka.


Siapa sangka kelompok Banteng Utara yang baru saja terbentuk itu memiliki 4 pemimpin yang 3 diantaranya memiliki kekuatan di atas pendekar senior bahkan yang terkuat sudah mencapai tingkat pendekar suci bintang 4.


Sebelum akhirnya salah seorang tetuanya yaitu Bai Haki yang memiliki kekuatan paling lemah mati ditangan Jin Yuan yang sedang melakukan perjalanan bersama Ling Yan dan yang lainnya.


Bisa dibilang perampok benteng Utara saat ini merupakan kelompok perampok yang memiliki kekuatan pemimpin terkuat di kekaisaran Wei.


Awalnya para pendekar aliran hitam ini sedang melakukan perjalanan menuju Xudong sama seperti Ling Yan dan yang lainnya, namun karena melihat ada banyak kereta kuda pedagang yang melewati kawasan itu, mereka akhirnya memutuskan untuk merampok para pedagang yang lewat selagi melanjutkan perjalanan mereka.


Karena itulah, entah kesialan apa yang mereka dapatkan, mereka malah bertemu dengan rombongan Ling Yan yang dikawal oleh Jin Yuan dan membuat sebagian besar dari mereka harus meregang nyawa termasuk salah satu dari tetua mereka.


"Yang lain ikutlah denganku untuk mengikuti mereka, aku yakin orang yang membunuh Bai Haki masih belum jauh dari tempat ini."


Whussss!!!


Tanpa berpikir lebih jauh, sekelompok perampok yang dipimpin oleh seorang pendekar suci bernama Bai Long itu bergerak menuju arah dimana Ling Yan dan para rekannya berada.