
"Aku tidak peduli dengan semua itu, seperti pesan yang ditinggalkan oleh senior Shen Long, jika aku memiliki kekuatan tetapi tidak menggunakannya untuk melindungi semua orang yang aku sayangi, maka semua itu akan sia sia." Ucap Ling Yan yang sontak menarik pedang darah api dari dalam sarungnya dan bersiap menyerang lawannya.
"Hehehe kau terlalu percaya diri anak muda, kalau begitu aku akan menunjukkan padamu apa yang disebut dengan kekuatan yang sebenarnya."
*****
Sementara itu di lain tempat, Ling Han yang sedang berada di dekat arena pertarungan yang saat ini tengah terjadi pertempuran berdarah, masih di sibukkan dengan lawannya Yu Huang yang juga seorang pendekar raja.
Entah sudah berapa banyak mereka berdua bertukar jurus, akan tetapi saat ini pertarungan keduanya masih terlihat seimbang dan tanpa celah sedikitpun.
Ling Han lalu mengalirkan tenaga dalamnya dan memusatkan tenaga dalam itu pada tangan kanannya yang mengepal.
"Walaupun aku malu mengakui ini, tapi aku sangat berterima kasih pada Ling Yan yang sudah mengajarkanku." Ling Han berkata sambil terus memusatkan tenaga dalamnya.
Tak berselang lama setelah itu, kini sebuah kobaran api sudah terbentuk dan menyelimuti kepalan tinjunya. "Teknik tinju kobaran api!!" Ling Han berteriak dan mengarahkan serangannya pada Yu Huang.
Yu Huang yang melihat itu sontak tak mau mengalah. Yu Huang dengan sigap mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan ikut memperagakan sebuah teknik bertarung miliknya.
"Teknik pedang petir nirwana!!!" Setelah teriakannya itu, Yu Huang lalu mengayunkan pedangnya dan seketika sebuah kilatan petir keluar dan mengarah dengan cepat menuju sasarannya.
Kedua serangan yang dilakukan oleh keduanya kini bertemu, menyebabkan sebuah ledakan besar hingga membuat keduanya terpental beberapa meter kebelakang.
"Kau lumayan hebat pak tua, tidak sia-sia kau menjadi lawanku saat ini, tetapi sepertinya anak muda yang coba kau lindungi itu saat ini sedang dalam masalah." Ucap Yu Huang.
Ling Han mengerutkan dahinya beberapa saat setelah mendengar apa yang dikatakan Yu Huang itu, "Apa maksudmu?" Ling Han masih memasang wajah bingung dengan dahi yang mengkerut.
"Hehehehe." Yu Huang hanya tertawa sinis melihat ekspresi wajah Ling Han saat ini, dan beberapa waktu kemudian, ia mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda, dan mendapati sebuah rombongan pendekar berpakaian hitam lainnya yang baru muncul.
"Sepertinya rombongan tetua Wushang sudah sampai, sebentar lagi Gulungan teknik ilmu halilintar bumi dan juga api spiritual milik bocah itu, pasti akan menjadi milik kami."
Ling Han sontak ikut mengalihkan pandangannya kearah dimana Yu Huang memandang, dan alangkah terkejutnya ia saat matanya melihat segerombolan pendekar berjubah hitam yang ikut membantu Klan Chu menyerang kediaman Klan Ling.
Raut wajah Ling Han seketika berubah menjadi buruk saat melihat keadaan yang tadinya sama kuat, kini berubah drastis dengan posisi Klan Ling menjadi terpojok.
"Kalian..." Ling Han kembali mengalihkan pandangannya ke arah Yu Huang yang saat ini sedang tertawa licik ke arahnya.
"Hehehehe, kalian pikir kami akan menyerang tanpa persiapan yang matang, asal kau tau saja, masih ada satu Pendekar Raja lagi yang ikut dalam pertempuran ini, bahkan kekuatannya jauh diatasku."
Raut wajah Ling Han kini menjadi lebih buruk lagi setelah mendengar perkataan Yu Huang,
pasalnya, jika pendekar raja itu tidak berada di sini sekarang, kemungkinan terbesar yang dapat ia pikirkan adalah mungkin saat ini pendekar raja itu tengah berhadapan dengan Ling Yan.
Dan tanpa ia sadari, apa yang ada di dalam pikirannya saat ini memang benar adanya.
Di sisi lain, dimana pertempuran berlangsung, Ling San yang saat ini sedang di sibukkan oleh beberapa Pendekar perak dari anggota Klan Chu, sontak dibuat terkejut oleh kedatangan segerombolan pendekar berjubah hitam yang ikut membantu Klan Chu menyerang kediaman Klan Ling.
"Tetua kedua, tetua ketiga, bantu aku menghabisi pendekar berjubah hitam yang baru saja tiba itu." Setelah meneriakkan itu, Ling Yan dengan cepat melesat dan maju menyerang segerombolan pendekar berjubah hitam.
Ling Yuan dan tetua ketiga Ling Ao yang mendengar perkataan Ling San, langsung menebas dan menghabisi lawannya sebelum ikut bersama Ling San menyerang ke arah segerombolan pendekar berjubah hitam itu.
Satu persatu dari Pendekar berjubah hitam kini tumbang tak bernyawa, akan tetapi karena jumlah mereka yang terlalu banyak, Ling San, Ling Yuan, dan juga Ling Ao hanya bisa menahan sebagian besar dari mereka dan membuat pihak dari Klan Ling terpojok.
Ling Haotian yang sudah berhasil menghabisi kesepuluh pendekar berjubah hitam yang tadinya mengepung tubuh ilusi Ling Yan pun kini ikut bersama Ling San menahan segerombolan pendekar berjubah hitam yang baru saja tiba.
Sementara itu, Li Wei yang tadinya unggul saat berhadapan dengan Chu Ning, kini menjadi terpojok saat seorang pendekar berlian anggota dari sakte Petir Hitam ikut membantu Chu Ning menghadapi Li Wei.
"Sial, beraninya kalian mengeroyokku seperti ini." Umpat Li Wei yang saat ini sudah mulai kelelahan dan tenaga dalamnya mulai terkuras.
"Hehehe, kami pendekar aliran hitam akan melakukan segala cara agar mendapatkan kemenangan." Ucap pendekar berjubah hitam itu lalu kembali menyerang Li Wei.
*****
Ling Yan yang saat ini sedang berhadapan dengan seorang pendekar raja bernama Wushang langsung menarik pedang darah api dari sarungnya dan mengalirkan tenaga dalamnya.
"Teknik pedang api membelah samudera!!" Aura api kehidupan kini menyelimuti pedang darah api di tangannya.
Tanpa ada rasa keraguan didalam hatinya, Ling Yan kini melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Wushang yang sedari tadi berdiri di hadapannya.
Wushang yang menjadi sasaran dari serangan Ling Yan, dengan lihainya menghindari setiap serangan yang Ling Yan lakukan.
"Oh, ternyata inilah yang disebut api spiritual." Ucapnya disela pertarungan.
Walaupun pola serangan yang Ling Yan lakukan memang sulit untuk ditebak oleh seorang yang memiliki kemampuan pendekar berlian, akan tetapi saat ini lawan yang ia hadapi memiliki kekuatan yang terlampau sangat jauh dengan tingkatannya.
Dengan segenap kekuatan yang ia miliki, Ling Yan terus berusaha mengimbangi kecepatan yang dimiliki oleh lawannya, akan tetapi setelah beberapa saat, akhirnya sebuah tendangan keras mendarat cukup telak pada tubuh Ling Yan dan membuatnya terlempar cukup jauh.
Ling Yan dapat merasakan organ dalam tubuhnya terguncang saat Wushang mendarat tendangannya pada tubuh Ling Yan, dan membuatnya memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.
"Kak Ling Yan!!" Xui berteriak histeris saat melihat Ling Yan terlempar cukup jauh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Wushang lalu berjalan mendekat ke arah Ling Yan yang tergeletak, "Hmm jadi hanya seperti ini kekuatan seorang yang memiliki api spiritual di dalam dirinya, aku pikir.... kau akan memberikan hiburan yang cukup menarik untukku, membosankan sekali." Ucap Wushang dengan santainya.
Ling Yan berusaha keras menahan rasa sakit yang menyerang tubuhnya, dengan segenap kekuatan yang ia miliki, Ling Yan kembali berdiri dan menatap marah ke arah Wushang.
"Masih bisa berdiri rupanya." Ucap Wushang sambil menaikkan alisnya.
"Api abadi, api kehidupan, bersiaplah." Ucap Ling Yan dalam pikirannya.
"Bocah, apakah kau yakin ingin menggunakan teknik permainan api? ini akan menjadi sangat berbahaya jika kau tidak mengalahkannya dalam sekali serangan." Ucap api abadi.