
Han Li sendiri yang baru saja sampai, tiba-tiba saja disuguhi pemandangan dimana seorang pria yang memeluk kucing sedang di apit oleh dua orang wanita cantik saudara seperguruannya.
Ada perasaan tidak suka dalam pikiran Han Li melihat Ling Xuilan berada di dekat Ling Yan, karena pada saat pertama kali bertemu dengan Xui, ia memang sudah tertarik pada saudara seperguruannya itu.
Namun sepertinya untuk saat ini ia harus menghilangkan perasaannya itu karena ada perasaan sedikit mencekam tengah terjadi di depannya sekarang.
Ling Xuilan terlihat masih menunggu jawaban dari Ling Yan dengan tatapan matanya yang tajam.
"Ahaha Xui, waktu itu aku berada dalam masalah pada saat perjalanan pulang dari hutan kegelapan menuju kediaman keluarga dan berakhir pingsan di pinggiran hutan, untung saja rombongan tuan putri Zhu Qing menemukanku yang sedang terluka waktu itu." Jawab Ling Yan tidak berbohong.
"Lalu setelah itu kak Ling Yan ikut denganku menuju istana." Sambung Zhu Qing yang membuat aura Pembunuh Ling Xuilan semakin pekat.
Perasaan canggung tanpa adanya kata ataupun kalimat yang keluar dari dalam mulut ketiganya kini terjadi dan membuat Ling Yan salah tingkah.
Ling Yan sangat benci dengan posisinya sekarang yang serba salah dimana Ling Xuilan dan Zhu Qing berada di sisi kanan dan kirinya, namun untungnya Shuyang yang sudah selesai dengan kegiatan pemulihan tenaga dalam membuat kondisi tersebut menjadi cair kembali.
"Wahhhhhhhh saudaraku pil yang kau berikan padaku adalah pil tingkat menengah ya, tenaga dalam milikku bahkan bisa pulih secepat ini." Shuyang berbicara tanpa melihat sekeliling dan malah meregangkan otot-ototnya yang sudah kembali normal.
"Jika begini, aku pasti akan dengan mudah menjadi anggota sekte jika bertemu lawan yang berada di bawah tingkatan ku--" Shuyang baru menyadari sekitarnya ketika ia selesai berbicara.
Lalu pada saat pandangannya tertuju pada Zhu Qing yang sedang menatap ke arahnya.
"Eh.... dia...." Shuyang sangat terkejut melihat Zhu Qing yang sangat cantik di matanya.
"Cantik sekali." Batinnya yang terpesona oleh kecantikan Zhu Qing.
"Emm Xui, Zhu Qing, perkenalkan ini adalah Shuyang, dia adalah saudaraku sekarang." Ling Yan memperkenalkan Shuyang pada keduanya untuk menghilangkan rasa canggung tersebut.
Setelah memperkenalkan Shuyang, pandangan mata Ling Yan kini tertuju pada Han Li yang sedari tadi menatap mereka bertiga.
"Dan kau...." Ling Yan baru menyapanya karena sedari tadi ia tidak menyadari kehadiran pemuda itu.
"Han Li, aku salah satu murid dalam peringkat ke 176 dari seribu murid." Han Li memperkenalkan dirinya.
Ling Yan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan merasakan ada perasaan tidak suka dalam tatapan mata Han Li padanya.
Tetapi ia tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut karena hal itu tidak penting baginya, sementara Shuyang sendiri terlihat masih menatap Zhu Qing yang saat ini mulai risih dengan tatapannya itu.
Sementara itu di sekitar tempat Ling Yan berdiri saat ini sudah mulai di penuhi oleh para pendekar muda yang akan mengikuti ujian terakhir hari ini.
"Sepertinya ujian terakhir akan segera dimulai." Ujar Ling Yan sambil memandang ke sekeliling, dan tak lama kemudian, Gao Lang yang akan menjadi pengadil dalam ujian terakhir kini sudah berada di atas arena.
Shuyang yang mendengar itu akhirnya tersadar
Walaupun saat pengujian kemarin Shuyang sudah mengetahui tingkat kekuatan Ling Yan setara dengannya, namun setelah melihat kemampuan bertarung Ling Yan kemarin saat mengalahkan Yun Yhuchen, Shuyang sudah bisa menebak kalau ia tidak akan bisa mengalahkan Ling Yan karena kemampuan bertarung Ling Yan berada sangat jauh di atasnya.
"Para peserta yang akan mengikuti ujian terakhir harap naik satu persatu ke atas arena untuk mengambil no urut yang telah di acak, nomor urut itu akan menentukan dengan siapa kalian akan berhadapan di atas arena pertarungan nantinya." Gao Lang berkata dengan tenaga dalamnya di atas arena.
"Siapa yang berhasil menjadi pemenang pertarungan dengan syarat lawannya tidak bisa melanjutkan pertandingan, menyerah, ataupun terkena serangan dan keluar dari arena, akan secara langsung terpilih menjadi murid sekte seribu pedang." Sambung Gao Lang lagi.
Setelah pengumuman tersebut, Ling Yan dan Shuyang lalu naik ke atas arena untuk mengambil no urut masing-masing.
"Kak Ling Yan semangat." Ling Yan menyemangati Xui sambil mengambil kembali Xiao Hu yang sudah tidak takut padanya lagi.
Setelah mengambil no urut masing-masing, keduanya pun kembali ketempat sebelumnya dan membuka kertas kecil yang baru saja mereka ambil itu.
"Hmm, bagaimana saudaraku, kau mendapatkan no urut berapa." Shuyang begitu penasaran dengan nomer urut Ling Yan dan malahan belum membuka nomer urutannya sendiri.
Melihat tingkah laku Shuyang itu, Ling Yan hanya menggelengkan kepalanya sebelum melanjutkan membuka secarik kertas yang ia ambil tadi.
"10!!" Ling Yan berkata dengan nada suara yang datar, sementara Shuyang, ia malah sedikit bergetar saat mulai membuka secarik kertas miliknya.
"Jadi kak Ling Yan akan bertanding di melawan no urut 10 bukan " Ucap Xui disambut anggukan kepala dari Ling Yan.
"Bagaimana mana denganmu." Han Li yang sedari tadi diam kini bertanya pada Shuyang yang masih sangat perlahan membuka secarik kertas itu.
Shuyang menghentikan gerakannya saat ia sudah melihat angka yang ia buka, dan ternyata.
"Wooo aku mendapatkan angka 1!!! hahahah." Entah mengapa ia begitu senang dengan hal itu dan tertawa keras.
Dan disela tawanya itu, salah satu peserta bernama Yuan Ping menghampirinya dan menatap sinis ke arah Shuyang.
"Ternyata hanya kau yang akan menjadi lawanku, padahal aku sangat berharap kalau orang ini yang akan ku lawan." Yuan Ping terlihat menatap sinis ke arah Ling Yan.
Selain itu ia juga menatap rendah ke arah Shuyang yang memang sepertinya kekuatan yang ia miliki sedikit lebih tinggi dari Shuyang.
"Berharaplah kau tidak terluka karena tendangan bola apiku." Yuan Ping berkata sedikit sombong dan berjalan ke arah arena, karena pertandingan pertama akan berlangsung antara dirinya melawan Shuyang.
"Hmp mengapa pemuda itu begitu sombong, aku sangat tidak suka dengan pemuda itu." Zhu Qing berbicara dengan nada jengkel karena ia memang sangat tidak menyukai seseorang yang sifatnya seperti itu.
Bahkan pada saat ia masih berada di istana kekaisaran saja, ia langsung menendang keluar salah satu pelayannya yang memiliki sifat tersebut terhadap seorang lelaki miskin di ibukota.
"Shuyang, bisakah kau mengalahkannya dan memberikan pelajaran pada pria itu untukku." Zhu Qing meminta yang sontak membuat Shuyang menjadi lebih bersemangat.
"Baiklah, aku akan berusaha." Shuyang sangat bersemangat setelah diminta oleh Zhu Qing dan dengan cepat ia melompat naik ke atas arena mengikuti orang yang akan menjadi lawannya yaitu Yuan Ping.