
Siuh......
Hembusan angin terlihat menerpa wajah Ling Yan yang masih melanjutkan perjalanan ke arah utara serta Xiao Hu yang terlihat bertengger santai di dalam jubah Ling Yan seakan menikmati perjalanan tersebut.
Matahari pun sudah berada di ufuk barat dan menandakan bahwa sebentar lagi siang akan berganti menjadi malam. Tapi meskipun begitu Ling Yan masih terus melesat dan berlari hingga beberapa saat kemudian ia mulai memperlambat langkahnya dan berhenti.
"Hmm sepertinya hari sudah mulai gelap, lebih baik aku melanjutkan perjalanan besok pagi." Ling Yan nampak menatap sejenak sinar matahari yang mulai redup dan perlahan tenggelam sebelum mencari tempat yang cocok untuk dirinya dan Xiao Hu beristirahat.
Sebenarnya Ling Yan bisa saja melanjutkan perjalanan karena masih memiliki cukup tenaga untuk berlari hingga 3 jam kedepan, namun ia memutuskan untuk menghentikan perjalanannya sekarang karena berpikir walaupun ia melanjutkan perjalanannya, di depan sana pasti belum tentu ada sebuah desa ataupun kota kecil untuk dirinya singgahi.
Selain itu ia juga berniat melanjutkan latihannya untuk membuka kesembilan titik meridian kecilnya yang terakhir agar ia dapat mengendalikan 2 jenis perubahan bentuk elemen.
Setelah beberapa lama akhirnya Ling Yan sudah menemukan tempat yang pas dan sontak saja ia membuat perapian di tempat tersebut.
Setelah itu ia lalu mengeluarkan roti kering dari dalam cincin natnya dan memakannya dengan lahap. Sementara Xiao Hu, ia sudah menghabiskan 3 inti kekuatan siluman tingkat 1 sebelum Ling Yan memakan roti keringnya.
"Kau ini sepertinya semakin hari semakin menambah porsi makan mu." Ling Yan sedikit mengerutkan dahi saat melihat Xiao Hu yang nampak menginginkan sebuah inti kekuatan siluman lagi.
"Ini." Ling Yan lalu memberikan satu inti kekuatan lagi pada teman kecilnya itu dan dalam sekejap inti kekuatan siluman tersebut sudah habis di makannya.
Ling Yan hanya menggelengkan kepalanya sambil memakan roti kering yang ada di tangannya, dan tak lama kemudian akhirnya Ling Yan juga sudah menghabiskan roti kering tersebut.
Setelah menghabiskan makanannya Ling Yan lalu mengeluarkan 5 buah cincin nat milik ke empat pendekar sakte kalajengking hitam yang ia kalahkan siang tadi.
"Hah... miskin sekali, hanya ada 1 juta koin emas didalam setiap cincin nat milik 4 orang pendekar berlian tadi." Ucap Ling Yan santai sambil memasukkan 4 juta koin emas itu.
Mungkin jika ada seseorang yang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Yan, orang itu pasti akan tersedak nafasnya sendiri, pasalnya sebuah koin emas bagi seorang pendekar memang tidak terlalu bernilai karena harga sumber daya yang begitu mahalnya, namun lain halnya penduduk ataupun orang biasa.
Sebuah koin emas bagi masyarakat biasa sendiri termasuk sangat sangat banyak, bahkan bisa ia gunakan untuk memberi makan keluarganya selama satu bulan, dan yang barusan di dapatkan oleh Ling Yan adalah 4 juta koin emas.
"Hmm teknik pedang kalajengking hitam, ini teknik sesat, bakar saja. Lalu ini teknik 1000 kalajengking hitam beracun, sepertinya ini teknik bertarung milik pria yang menyandra gadis tadi, bakar saja, dan yang ini teknik pengembangan kalajengking iblis, ini juga teknik sesat."
Ling Yan nampak memilah-milah beberapa gulungan teknik bertarung milik ke empat pendekar berlian yang tadi ia kalahkan, tapi semua gulungan itu berakhir menjadi abu dan terbakar oleh api abadi milik Ling Yan.
"Hmm tida ada satupun yang dapat aku ambil selain koin emas, tapi sepertinya akan ada barang yang lumayan bagus di dalam sini." Ling Yan menatap sebuah cincin nat milik pendekar jiwa sakte kelabang hitam sebelum memeriksanya.
"Hmm lumayan, ada lebih dari 5 juta koin emas di dalamnya, dan selain itu ada beberapa pil penyembuh dan juga pil pemulih tenaga dalam tingkat menengah." Ucap Ling Yan sambil tersenyum.
Ling Yan lalu memasukkan semua yang baru saja ia dapatkan kedalam cincin natnya dan kembali melihat beberapa gulungan milik pendekar jiwa itu, dan hasilnya ia hanya bisa mengambil sebuah gulungan teknik bertarung hitam tingkat menengah.
"Ini teknik bertarung hitam tingkat menengah bernama pisau bara api, tapi seingatku.... bukankah pendekar tadi adalah seorang pengguna pedang?" Ling Yan sedikit bingung, namun setelah beberapa saat ia lalu membuang rasa kebingungannya itu.
"Ah untuk apa aku memperdulikan itu, mungkin saja ia mendapatkannya dari pendekar lain yang ia kalahkan, lebih baik aku menyimpan teknik ini karena lumayan cocok untukku, aku bisa mempelajarinya nanti." Ucap Ling Yan sambil memasukkan gulungan tersebut kedalam cincin natnya.
"Hei kucing kecil, bisakah kau berjaga bersama tubuh ilusiku selagi aku berlatih?" Tanya Ling Yan.
Xiao Hu terlihat hanya mengangguk setuju sebelum merubah wujudnya menjadi wujud asli dari binatang gaib tingkat 2.
"Hmm, Teknik tubuh ilusi." Ling Yan menggunakan tekniknya dan membuat satu tubuh ilusi untuk berjaga-jaga.
Ling Yan lalu berjalan dan duduk bersila di depan perapian sambil menutup kedua matanya dan mulai mencari letak meridian kecilnya.
*****
Ditempat lain.
Suasana sakte seribu pedang terlihat tenang saat malam hari dengan 2 orang murid sakte yang bertugas untuk menjaga pintu gerbang.
Kedua murid itu adalah 2 orang murid dalam yang memiliki kekuatan seorang pendekar emas bintang 5.
"Hei Xiao Li, bukankah malam ini rasanya sedikit aneh." Ucap salah satu dari keduanya yang bernama Fei.
"Hah... itu mungkin hanya perasaan mu saja Fei." Jawab Xiao Li yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama.
"Kau ini berkata seakan tidak merasakan apa-apa, tapi kau juga sangat khawatir kan." Xiao Li hanya diam mendengarkan perkataan temannya sambil menelan ludah.
Berselang beberapa saat kemudian, pandangan Fei tiba-tiba saja jatuh pada sebuah bayangan di bawah kegelapan malam yang nampak seperti seorang pria paruh baya yang berjalan ke arah keduanya.
Fei sedikit mengerutkan keningnya sebelum bertanya pada temannya. "Hei Xiao Li, coba lihat disana ada seseorang yang sedang berjalan kemari." Ucanya sambil menunjuk ke arah yang ia lihat.
Xiao Li yang mendengar perkataan temannya itu sontak ikut mengalihkan pandangannya, dan benar saja ia juga melihat bayangan seorang pria paruh baya yang sedang berjalan ke arah keduanya.
"Hei, siapa disana." Xiao Li dan Fei sedikit bersiaga sambil memegang senjata masing-masing.
Mendapati tidak ada jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan, Xiao Li kembali berkata "Hei bisakah kau menjawab pertanyaan ku?"
Bertepatan setelah pertanyaan yang ia katakan barusan, tiba-tiba saja sebuah kabut tebal menutupi penglihatan keduanya hingga tidak dapat melihat kesekelilingnya.
Dan yang selanjutnya adalah.
Bruk!!! Tubuh keduanya terjatuh lemas tak bernyawa dengan posisi tengkurap. Tidak ada suara teriakan atau apapun yang terdengar, yang ada hanyalah tubuh keduanya yang terlihat terseret dan digantikan oleh 2 orang yang kini sudah menyerupai wajah keduanya.
Terlihat kedua orang yang menyerupai 2 orang murid sakte seribu pedang itu yang saling menatap dan tertawa sinis beberapa saat sebelum menggantikan tugas dari keduanya.