LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 207. Mengerami Telur


Setelah kejadian di kediaman keluarga Jia tempo hari, kini Ling Yan dan rombongan keluarga Jia sudah berada di ibu kota dan kini sudah mulai melakukan perjalanan kembali menuju kota heihan.


Entah mengapa setelah kejadian tersebut, perjalanan yang dilakukan oleh rombongan tidak mendapatkan kesulitan sama sekali dan malahan para pengawal keluarga Jia lebih banyak bersantai dari pada melakukan tugasnya.


Di bagian belakang kereta kuda Ling Yan terlihat duduk sendiri dan sedang memberi makan kepada Xiao Hu.


"Kau tidak makan selama 3 hari, tapi jika sedang makan kau menghabiskan lebih dari 7 kristal siluman, bahkan kristal siluman tingkat 2."


Sementara Xiao Hu yang sedang makan terlihat tidak mempedulikan Ling Yan dan hanya berfokus pada kristal silumannya.


Ling Yan lalu teringat dengan telur merah yang ia dapatkan dari makam Klannya dan langsung mengeluarkan telur tersebut.


"Hmm telur ini... bagaimana cara menetaskannya ya"


Ling Yan sedikit berpikir dan mulai bergerak untuk memeluk telur tersebut seperti sedang mengeraminya seperti ayam yang mengerami telurnya sendiri.


"Sepertinya posisi ini sedikit terlihat bodoh." Ujar Ling Yan tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja telur merah itu kembali menyerap tenaga dalam Ling Yan dengan cepat seperti yang terjadi pada saat ia masih berada di makam Klannya.


"Ugh.... dia menyerap tenaga dalam ku dengan cepat." Ling Yan awalnya berniat untuk menarik diri dari telur itu, akan tetapi ia mengurungkan niatnya dan ingin melihat seberapa banyak telur tersebut akan menyerap tenaga dalam miliknya.


Lima menit berselang akhirnya telur merah itu berhenti menyerap tenaga dalam Ling Yan dan kali ini Ling Yan kehilangan sebanyak 500 tenaga dalamnya.


"Ugh.... telur ini, ia bahkan menyerap hampir seperempat tenaga dalam yang aku miliki, kekuatan penyerapannya sangat luar biasa." Ling Yan menggelengkan kepalanya sebelum kembali menatap telur merah tersebut.


"Eh... telur ini menjadi sedikit berbeda, warna merah yang tadinya memenuhi permukaan telurnya menjadi sedikit memudar, apakah itu karena tenaga dalam yang telah ia serap." Ling Yan menatap telur itu dan kembali merasakan detak jantungnya yang menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Sepertinya telur ini membutuhkan tenaga dalam untuk menetas, tetapi sepertinya ia tidak bisa menyerap lebih dari 500 tenaga dalam ku dalam sehari, kalau begitu aku akan menyimpanmu dulu." Ling Yan kembali memasukkan telur tersebut kedalam cincin natnya dan mendapati Xiao Hu juga sudah selesai dengan kegiatan makannya.


"Waktunya mengembalikan tenaga dalam ku yang hilang." Ling Yan duduk bersila dan memfokuskan dirinya.


"Teknik ilmu jalan langit."


Sementara itu Shuyang yang sedari tadi memperhatikan Ling Yan terlihat sedikit bingung melihat tingkahnya yang aneh.


"Benda merah tadi itu benda apa ya, aku tidak terlalu memperhatikannya, sudahlah." Shuyang kembali membuang fikirannya tersebut.


Di dalam tubuh Ling Yan, akar roh surgawi yang kini mengikat 5 elemen berbeda di dalam tubuh Ling Yan terlihat mengembang secara perlahan dan membentuk sebuah cabang benang energi baru di dalam tubuhnya.


Ling Yan yang merasakan hal tersebut tidak bergeming sedikitpun dan hanya terus melanjutkan latihannya hingga tidak pernah ia menyangka akar roh itu menjalar sendiri dan membantunya membuka Meridian-Meridian kecil Ling Yan hingga membuatnya berhasil menguasai elemen baru yang lain.


"Akar roh surgawi ini.... bagaimana bisa ia menemukan titik Meridian di dalam tubuhku." Setelah kejadian itu, akar baru dari akar roh surgawi itu kembali ke bentuk semula dan mengikat elemen baru Ling Yan yaitu elemen cahaya.


"Penyerapan energi alamku kembali bertambah cepat berkat akar roh surgawi itu, tunggu dulu, apa lagi itu, bagaimana bisa lampu pusaka itu masuk kedalam alam roh ku."


Pecahan roh api abadi yang ada di dalam lampu itu tiba-tiba saja keluar dan menyatu pada roh api abadi milik Ling Yan dan membuat roh api abadi itu menjadi sempurna seutuhnya dan membuat tenaga dalam yang ada di pusat akar roh surgawinya menjadi penuh.


"Sepertinya setelah aku berhasil mengumpulkan tenaga dalam pada kelima akar roh surgawi yang lain, aku akan bisa naik ke tingkat pendekar suci." Ling Yan menyelesaikan latihannya sambil tersenyum puas dengan apa yang baru saja ia dapatkan.


Dan tanpa terasa dalam latihannya itu ternyata memakan waktu cukup lama hingga ia kini baru menyadari kalau siang sebentar lagi akan berganti menjadi malam.


"Kau baru selesai dengan latihanmu?" Yan Shiki menghampiri Ling Yan yang baru saja membuka matanya.


"Ahhahaha maaf tetua Yan, aku sampai tidak sadar jika berlatih terlalu lama." Jawab Ling Yan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak masalah, lagi pula tidak ada halangan apapun saat perjalanan tadi, kalau begitu bisakah kau menggantikan posisiku untuk berjaga."


Ling Yan segera mengangguk kepalanya mengerti disambut senyuman dari Yan Shiki, dan setelah itu terlihat Yan Shiki merubah posisinya menjadi bersila melakukan pelatihan pernafasannya.


"Jika dipikirkan, aku sepertinya tidak pernah memberi kesempatan berlatih pada tetua Yan selama perjalanan ini, kalau begitu sekarang waktunya bagiku untuk berjaga." Batin Ling Yan.


"Tetua Yan tidak perlu khawatir tentang keadaan sekitar, aku akan menjaga rombongan kali ini."


"Teknik tubuh ilusi." Ling Yan memerintahkan kepada tubuh ilusinya untuk memeriksa keadaan sekitar hutan terlebih dahulu karena matahari akan segera terbenam sebentar lagi.


Setelah memastikan keadaan sekitarnya aman, barulah Ling Yan melompat dari tempatnya dan berjalan maju ke barisan depan menemui Tao Ming yang sedang duduk di kereta kuda yang di tempati oleh Jia Li.


"Senior Tao Ming, sepertinya hari sudah mulai gelap, lebih baik sekarang kita berhenti untuk mengistirahatkan rombongan kereta kuda kita."


"Apakah kau yakin tidak apa-apa bila beristirahat di tempat ini, hutan ini terkenal cukup rawan dan dihuni oleh beberapa siluman, bahkan ada beberapa rumor tentang siluman kera api bintang 5 hidup disekitar Hutan ini." Tanya Tao Ming.


"Hmm tidak masalah, aku sudah menyebar tubuh ilusiku untuk mengawasi sekitar hutan dan tidak menemukan tanda-tanda dari hewan itu." Ling Yan menjawab dengan begitu yakin.


Ling Yan sedikit melirik kearah Jia Li yang nampak mengalihkan pandangan darinya.


"Sepertinya dia sedikit marah karena terus aku acuhkan, Tapi itu akan lebih baik bagiku." Ling Yan lalu berjalan kebelakang dan memberitahu kepada seluruh rombongan untuk berhenti dan membuat kemah di hutan tersebut.


Setelah membuat kemah untuk semua anggota rombongan, Ling Yan yang ingin makan daging ayam hutan langsung mengambil langkah untuk berburu sejenak, dan tak lama kemudian ia pun akhirnya kembali dengan membawa 2 ekor ayam hutan serta 3 ekor kelinci hutan.


"Kau sudah kembali, bagaimana mungkin bisa secepat itu?" Han Li sampai berdecak kagum melihat keahlian Ling Yan dalam berburu.


Sebenarnya bukan Ling Yan yang memiliki keahlian, namun kecepatan gerakan Ling Yan yang bertambah hingga membuatnya bisa menangkap buruannya tanpa harus menunggu lama.