LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 149. Aura Pembunuh Ling Xuilan.


Biasanya saat malam hari, Ling Yan melakukan latihan sejenak walaupun hanya sekedar menyerap sedikit energi alam. Namun entah mengapa malam ini ia merasa begitu lelah dan memutuskan untuk beristirahat saja untuk memulihkan.


Sebenarnya Ling Yan merasa lelah bukan karena ia menghabiskan banyak tenaga dalam atau karena menggunakan teknik tingkat tinggi terlalu sering, karena untuk dirinya yang saat ini sudah mencapai tingkat pendekar senior, semua itu tidak akan menjadi masalah besar baginya.


Mungkin karena tekanan dan beban pikiran Ling Yan yang membuatnya lelah, apalagi masalah kelima murid-murid Wei Tian Long yang membuat pikiran Ling Yan sangat terbebani.


Ling Yan terlihat tidur begitu nyenyak malam ini dan terlihat wajahnya yang begitu tenang seperti baru kali ini ia beristirahat dengan sangat nyaman.


Sampai akhirnya mentari pagi yang bersinar membangunkannya bersama dengan sahabat kecilnya yang baru saja terbangun juga.


"Ughh." Ling Yan melenguh sejenak sebelum akhirnya membuka kedua matanya dan menatap kesekelilingnya.


"Sepertinya aku tidur dengan sangat nyenyak semalam, aku bahkan tidak menyadari Xiao Hu yang berpindah tempat dari jubahku." Ucap Ling Yan.


"Sepertinya kau tidak boleh mengulangi hal seperti semalam, kau bahkan tidak menyadari binatang peliharaanmu yang berpindah tempat, akan sangat berbahaya jika kau berada di luar atau saat itu kau sedang menjadi incaran seseorang." Api abadi memperingatkan Ling Yan karena kecerobohannya.


Ling Yan hanya diam saja tanpa membantah apa yang dikatakan oleh roh api abadi di dalam tubuhnya karena yang ia katakan tadi memang benar.


"Aku mengerti."


Seperti biasa Ling Yan mengeluarkan 3 inti kekuatan siluman dan memberikannya pada Xiao Hu, setelah itu ia lalu membersihkan diri dan mengisi perutnya sebelum berangkat menuju sekte seribu pedang untuk mengikuti ujian terakhir.


Dalam perjalanannya menuju sekte seribu pedang, Ling Yan merasakan ada sesuatu hal yang berbeda dari kota heihan hari ini, ia merasa kalau sebelumnya ada lebih banyak pendekar aliran putih yang berada di kota heihan.


Namun hari ini Ling Yan melihat pendekar-pendekar itu sudah tidak ada di sekitar kota tersebut.


"Apa mungkin mereka semua kebetulan berpindah tempat secara bersamaan." Ling Yan merasa sedikit aneh dengan keadaan tersebut.


Namun setelah sampai di depan gerbang sekte seribu pedang, Ling Yan menyingkirkan semua pikirannya itu sampai seseorang menyapa dirinya sambil menepuk pundaknya dari belakang.


"Selamat pagi teman, ternyata kau sampai lebih cepat dariku." Pria ini adalah Shuyang yang sebelumnya bersama Ling Yan pada saat ujian masuk kemarin.


Ling Yan lalu membalikkan badannya yang berhasil membuat Shuyang sedikit mengangkat alisnya.


"Wah teman, aku pikir saat kau menutup wajahmu menggunakan topeng kemarin karena wajahmu ada yang luka atau apa, tapi ternyata tida ada masalah apapun." Shuyang berkata sambil memperhatikan wajah Ling Yan yang saat ini memang sudah tidak memakai topeng.


Ling Yan hanya tersenyum tipis sebelum bertanya.


"Seharusnya kau sudah menyiapkan tenagamu untuk hari ini bukan, tapi mengapa aku lihat tenaga dalammu tidak seperti saat pertama kemarin."


Ling Yan yang berada di tingkat pendekar senior saat ini bisa melihat jumlah tenaga dalam milik Shuyang tidak terisi sepenuhnya dan bahkan hanya separuh garis tenaga dalam saja yang sudah ia pulihkan.


"Haihhh.... karena kemarin aku bertanding sebanyak 3 kali, aku jadi menggunakan sangat banyak tenaga dalam hingga tidak sempat memulihkannya, tapi walaupun begitu, aku masih sangat yakin bisa memenangkan pertandingan terakhir dan menjadi murid sekte ini." Shuyang terlihat sangat bersemangat walaupun di dalam hatinya ia berharap bertemu lawan yang mudah agar tidak kesulitan.


Ling Yan hanya menggelengkan kepalanya pelan sebelum akhirnya mengeluarkan sebuah pil pemulih tenaga dalam dari cincin ruangnya.


"Apakah kau benar-benar ingin lulus ujian?" Ling Yan bertanya.


"Kalau begitu telan pil ini dan pulihkan tenaga dalammu sepenuhnya, aku tidak ingin melihat saudaraku malah terkapar di tengah arena saat pertandingannya baru saja dimulai." Ucap Ling Yan sambil melemparkan pil pemulih tenaga dalam itu pada Shuyang.


Shuyang menangkap pil tersebut tanpa ragu dan langsung menelannya, karena ia memang sangat membutuhkan pil ini.


"Teman, mengapa kau sangat baik padaku." Tanya Shuyang.


"Entahlah, aku hanya merasa kau adalah orang yang baik." Jawab Ling Yan yang disambut senyuman dari Shuyang sebelum ia kemudian bersila untuk menstabilkan tenaga dalamnya.


"Kak Ling Yan." Xui yang melihat Ling Yan dari kejauhan langsung saja menuju tempat dimana Ling Yan berdiri dan menyapanya.


"Xui." Ling Yan yang melihatnya pun hanya tersenyum sampai saat Xui berada di hadapannya.


Xiao Hu yang mencium aroma dari Xui sontak keluar dari dalam jubah Ling Yan dan matanya pun tertuju pada gadis itu.


"Miaooo...."


"Oh hai Xiao Hu." Xui tersenyum pada harimau kecil itu dan sontak membuat Xiao Hu melompat ke pelukan Ling Xuilan.


Ling Yan agak merasa sedikit bingung melihat tingkah Xiao Hu tersebut yang sepertinya sudah sangat menyukai Ling Xuilan dari pada dirinya.


"Padahal aku yang lebih dulu dan lebih lama bersamanya, tapi setelah bertemu Xui kemarin, ia bahkan sudah sangat menyukai Xui sekarang." Umpat Ling Yan yang membuat Xui tertawa.


"Xui!!!!" Han Li yang sedang bersama dengan Zhu Qing dan melihat Ling Xuilan dan Ling Yan yang sedang bercakap-cakap dari jauh langsung memanggilnya.


Awalnya Zhu Qing tidak memperhatikan Ling Yan secara seksama dan beranggapan bahwa pria tersebut bukanlah orang yang terlalu penting, namun saat pandangan keduanya bertemu.


"Tuan putri! Ternyata benar, ia juga menjadi murid sekte seribu pedang bahkan sekarang ia sudah hampir naik ke tingkat perak." Ling Yan bergumam.


Sementara Zhu Qing sendiri yang saat ini melihat Ling Yan langsung saja berlari ke arahnya meninggalkan Han Li sendirian dengan tatapan bingung.


"Eh... padahal aku berniat berjalan duluan tadi, tapi mengapa malah aku yang tertinggal di sini." Han Li menatap bingung sebelum mengikuti langkah Zhu Qing yang berlari ke arah Ling Yan dan Ling Xuilan.


"Salam tuan putri Zhu Qing, lama tidak bertemu." Ling Yan menyapa Zhu Qing dengan formal dan membuat Zhu Qing sedikit kesal.


"Kak Ling Yan!!! mengapa kau memanggilku dengan sebutan tuan putri? kita baru saja bertemu, tapi kau sudah memanggil ku secara formal lagi."


Ling Yan hanya tersenyum tipis dengan apa yang dikatakan oleh Zhu Qing tersebut.


Sementara Ling Xuilan terlihat tidak heran dengan ke akraban keduanya karena sebelumnya Zhu Qing memang pernah datang ke keluarga Ling untuk mencari Ling Yan.


Namun di dalam hati kecilnya, Ling Xuilan merasa ada sedikit perasaan tidak suka terhadap ke akraban keduanya itu.


"Kak Ling Yan, sehari setelah kepergian mu waktu itu, tuan putri datang ke kediaman Klan kita untuk mencarimu, sebenarnya apa hubungannya tuan putri dengan dirimu." Tanya Ling Xuilan sambil tersenyum penuh makna.


Ling Yan yang mendapatkan pertanyaan tersebut terlihat sedikit gugup dan merasakan ada hawa pembunuh yang sedikit keluar dari tubuh Xui dan sengaja di arahkan padanya, bahkan Xiao Hu sampai melompat kembali ke pelukan Ling Yan sambil menatap wajah Xui dengan ekspresi wajah ketakutan.