
Akan tetapi belum sempat ia sampai di tempat yang akan ia tuju, 2 orang pendekar suci berwajah kembar yang tidak lain adalah Lao Qun dan Lao Qin kini berdiri menghadangnya.
"Kau terlihat terlalu terburu-buru pak tua, tidakkah kau ingin bermain-main sebentar dengan kami." Ucap Lao Qun dengan senyuman mengerikannya.
Mu Beiyan yang dihadang oleh dua orang Pendekar suci itu terlihat menatap datar ke arah mereka dan mendapati pedang yang ada di tangan keduanya telah berlumuran darah.
"Sialan!!!" Baru saja Mu Beiyan berdecak kesal, tanpa aba-aba, kedua Pendekar aliran hitam itu langsung menyerang secara bersamaan dengan teknik pedang yang sama juga.
"Pedang iblis neraka!!!" Teriak kedua pendekar kembar itu.
Melihat serangan itu langsung membuat Mu Beiyan berekreasi dengan cepat. "Cahaya petir langit!!!" Mu Beiyan berhasil menahan serangan kedua Pendekar kembar itu dengan sekali gerakan.
Lalu setelah gerakannya tersebut, gantian Mu Beiyan yang maju menyerang menggunakan pedang dan 2 elemen yang berbeda pada pedangnya.
"Kilatan Cahaya Surga!!!" Pertarungan 2 melawan satu akhirnya terjadi antara Lao Qun dan Lao Qin melawan Mu Beiyan.
*****
Di saat yang bersamaan dengan kekacauan yang sedang terjadi pada sekte seribu pedang, tepatnya di dalam menara seribu pedang, Ling Yan yang sudah 15 hari berada di dalam menara masih terlihat diselimuti oleh api pembakar jiwa yang belum selesai ia serap.
Namun setiap api pembakar jiwa itu berhasil menyelimuti tubuh Ling Yan, api abadi terus menghalangi racun api jiwa yang mencoba mengambil alih tubuh Ling Yan.
Terlihat tidak ada perubahan sedikitpun pada aura api pembakar jiwa yang menyelimuti tubuh Ling Yan, bahkan saat ini kesadaran Ling Yan sudah hilang dan masuk kedalam ruang kehampaan milik roh api pembakar jiwa.
"Dimana aku...." Ling Yan tersadar dengan keadaan sekitarnya yang sangat mirip dengan keadaan saat ia bertemu dengan leluhur Klannya.
Tetapi pada saat membuka matanya, ia hanya bisa melihat sebuah roh api kecil berwarna kuning berbentuk seperti seekor burung yang tengah menutup tubuhnya dengan sayap.
Ling Yan mencoba mendekati roh api tersebut dan menebak kalau roh api itu tidak lain adalah bentuk sebenarnya dari roh api pembakar jiwa.
Setelah berada cukup dekat dengan roh api kecil itu, tiba-tiba saja sebuah ingatan muncul di dalam pikiran Ling Yan dan membuatnya bisa melihat seorang pria tua bersama dengan roh api yang baru saja ia lihat sedang menatap langit malam yang penuh bintang.
"Dia..... dia berpakaian seperti ketua sekte Zhao Zhang, tapi aku tidak bisa mengenali siapa orang itu." Batin Ling Yan sambil melihat dari kejauhan.
Anehnya walaupun Ling Yan berdiri cukup jauh dari keduanya, Ling Yan dapat dengan jelas mendengar suara percakapan antara keduanya.
"Xiao Yi, jika saja nanti aku menghilang dari dunia ini dan meninggalkan mu, apakah kau akan membenciku." Ucap pria paruh baya itu membuat roh api pembakar jiwa menatapnya Dena tatapan mata yang tidak bisa di artikan.
"Mengapa kau berkata seperti itu, apakah itu artinya kau akan meninggalkan aku suatu saat nanti?" Tanya api pembakar jiwa kepada pria tua tersebut.
Pria tua itu terlihat menyunggingkan senyuman penuh arti sebelum berkata.
"Xiao Yi, di dunia ini tidak ada sesuatu yang abadi, bahkan seorang yang memiliki kekuatan yang sangat kuat seperti ku juga akan mati pada akhirnya." Jawab pria tua itu tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.
"Xiao Yi, berjanjilah satu hal padaku." Ucap pria tua itu lagi.
Api pembakar jiwa lalu menatap penuh tanya ke arah pria tua itu sambil berkata.
"Aku harus berjanji seperti tentang apa?" Tanya api pembakar jiwa.
"Berjanjilah untuk tetap menjadi api spiritual yang baik seperti sekarang, dan jika suatu saat ada sesuatu yang terjadi kepadamu karena ulahku, maka berjanjilah untuk tidak membenciku sedikitpun." Ujar pria tua itu disambut anggukan kepala serta senyuman dari roh api pembakar jiwa.
Ling Yan bisa melihat dirinya saat ini sedang berada di dalam menara seribu pedang, tempat dimana api pembakar jiwa disegel, tetapi tempat tersebut terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya.
"Ini.... bukankah ini menara seribu pedang." Ucap Ling Yan menatap sekelilingnya sebelum akhirnya pandangannya tertuju pada pria tua sebelumnya yang tengah melakukan gerakan aneh yang tidak pernah ia lihat.
"Teknik Segel tujuh lapisan surga!!!" Ling Yan bisa mendengar teriakan pria tua itu sebelum akhirnya melihat energi yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh pendekar tersebut.
Energi yang ia rasakan itu sama seperti energi yang beberapa waktu lalu ia rasakan saat Shen Yu dan para tetua sekte seribu pedang membuat segel 7 lapisan pada menara seribu pedang sebelumnya.
Dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati ternyata segel yang di buat oleh pria tua itu merupakan segel yang sama dengan segel yang selama ini mengurung api pembakar jiwa.
Ling Yan akhirnya menyadari, kalau sebenarnya roh api pembakar jiwa adalah milik dari ketua sekte sebelumnya, dan ketua sekte tersebut menyegel api pembakar jiwa di dalam sekte seribu pedang.
"Maafkan aku Xiao Yi, aku terpaksa melakukan ini karena aku sudah tidak bisa bertahan hidup lagi, aku harap kau bisa menjadi berguna bagi para murid sekte selanjutnya sambil menunggu takdir yang akan mempertemukan mu dengan seorang pendekar yang lebih baik dariku." Setelah mengatakan itu, pria tua tersebut terlihat meninggalkan menara seribu pedang tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.
Sementara Xiao Yi terlihat berusaha keras menabrakkan dirinya untuk menghancurkan segel tersebut sambil memanggil nama tuannya yang ia sebut sebagai Zhao Wei.
"Zhao Wei!! mengapa kau melakukan ini padaku!! bukankah kau dan aku sudah pernah berjanji untuk terus selalu bersama sampai akhir, kau tidak boleh melakukan hal seperti ini padaku."
Ling Yan bisa melihat air mata berbentuk api keluar dari sudut mata roh api pembakar jiwa dan tak lama kemudian air mata itu berubah menjadi kobaran api merah tua yang tidak lain adalah racun api jiwa.
Tatapan mata roh api pembakar jiwa perlahan di penuhi kebencian, dan tatapan kebencian itu terus berlangsung hingga roh api pembakar jiwa menjadi sebesar burung Phoenix raksasa.
"GROARRRR!!!!"
Tepat setelah auman keras dari roh api pembakar jiwa itu, Ling Yan pun kembali masuk kedalam kehampaan milik api pembakar jiwa dan menemukan dirinya sedang berdiri di depan roh api kecil itu.
"Tadi itu..... tadi itu adalah ingatan singkat dari roh api pembakar jiwa." Ling Yan perlahan mendekatkan jarinya dan menyentuh tubuh dari roh api tersebut.
Tapi belum sempat Ling Yan berhasil menyentuhnya, tiba-tiba saja roh api pembakar jiwa terbangun dari tidurnya dan menatap dingin ke arah Ling Yan.
"Manusia..... bagaimana bisa ada manusia yang masuk kedalam kehampaan ilahi ku." Tatapan roh api pembakar jiwa menjadi semakin dingin saat melihat Ling Yan.
Sementara Ling Yan yang mendapatkan tatapan dingin itu terlihat tidak terpengaruh sedikitpun, bahkan terlihat ia malah menyunggingkan senyuman di bibirnya.
"Xiao Yi, namamu Xiao Yi bukan?" Ucap Ling Yan dengan senyuman khasnya.
Roh api pembakar jiwa yang dipanggil oleh Ling Yan dengan nama yang sudah lama sekali tidak terdengar di telinganya itu terlihat menatap dalam ke arah Ling Yan seperti sedang melihat seorang pria yang sudah sangat lama tidak ia lihat.
"Tuan Zhao Wei...." Namun bersamaan dengan selesainya kalimat yang ia katakan itu, ingatannya tentang Zhao Wei yang menyegelnya kembali melintas di dalam pikirannya.
Ling Yan yang melihat tatapan mata roh api pembakar jiwa yang awalnya berubah manjadi hangat lalu berubah lagi menjadi tatapan marah terlihat mengerutkan dahinya.
"Mengapa tatapan matanya kembali berubah seperti itu." Batin Ling Yan.
Lalu di detik berikutnya, entah apa yang merasuki roh api pembakar jiwa itu, tiba-tiba saja roh api pembakar jiwa itu menyerang Ling Yan dengan racun api jiwa yang ia miliki.
Tetapi serangannya itu bisa dengan mudah dipatahkan oleh Ling Yan menggunakan api abadi yang ada di dalam tubuhnya.