LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 188. Harta Karun


Yan Shiki melirik ke arah Ling Yan sejenak sebelum mempercepat langkahnya menuju ke arah rombongan, sementara Ling Yan, ia terlihat menatap beberapa cincin nat milik para pembunuh itu yang saat ini ada di tangannya.


Setelah menyelesaikan kegiatan membakar mayat, Ling Yan lalu duduk dibawah sebuah pohon dan memeriksa satu persatu cincin nat yang baru saja ia dapatkan.


Dimulai dari cincin nat milik para pendekar jiwa yang berisi 6 juta koin emas serta beberapa gulungan teknik bertarung hitam tingkat menengah.


"Hmm pisau angin, teknik bertarung ini lebih rendah dari pada pisau bara api milikku, sepertinya ini tidak akan terlalu berguna untukku." Ujar Ling Yan sambil membuang gulungan itu kedalam api.


"Hmm langkah kilat, ini adalah sebuah ilmu meringankan tubuh, sepertinya ini akan cukup berguna bagi Shuyang, dan yang satu ini teknik bertarung hitam tingkat tinggi bernama ledakan petir, akan kuberikan ini pada Han Li." Ling Yan segera menyimpan kedua gulungan itu kedalam cincin natnya.


"Selebihnya hanya berisi teknik bertarung kuning, dan beberapa senjata tingkat rendah." Ling Yan melemparkan sisanya kedalam api lalu membuka cincin nat milik pendekar raja yang tadinya dihadapi oleh Yan Shiki.


"Teknik bertarung hitam tingkat tinggi, tendangan tanpa bayangan, ini sepertinya akan sangat berguna jika aku gabungkan dengan api spiritual." Ling Yan lalu memasukkannya kedalam cincin natnya.


Selain koin emas dan teknik bertarung, cincin nat milik pendekar raja itu juga terdapat beberapa pil penyembuh dan pil pemulih tenaga dalam tingkat menengah.


Lalu yang terakhir, Ling Yan kini memeriksa cincin nat milik pendekar berkumis tebal yang ia kalahkan sebelumnya.


Tanpa ia sangka-sangka, di dalam cincin nat itu terdapat berbagai macam bahan obat yang biasanya digunakan untuk membuat pil tingkat menengah.


"Wah... dari mana orang ini mengumpulkan bahan obat sebanyak ini, apakah ia baru saja membunuh seorang ahli peracik obat." Ujar Ling Yan sambil memasukkan bahan-bahan obat tersebut.


"Rumput awan kelabu, Akar bunga surga, bunga anggrek bulan, buah kristal hati, ginseng darah berusia 50 tahun, dan sebuah sumber daya yang lumayan langka, bunga kristal api dan es, ini bisa dibilang aku mendapatkan harta karun yang sangat besar." Ling Yan tersenyum sumringah karena sumber daya yang ia dapatkan sangat banyak.


Dengan cepat ia memasukkan bahan obat itu kedalam cincin natnya lalu kembali memeriksa cincin nat milik pendekar berkumis tebal itu.


"Eh gulungan ini...." Ling Yan mendapatkan sebuah gulungan di antara tumpukan koin emas milik pendekar berkumis tebal itu.


"Teknik penghilang hawa pembunuh! sepertinya ini adalah teknik yang mereka gunakan untuk menghilangkan aura keberadaan mereka pada saat menjalankan misi." Ujar Ling Yan.


Ling Yan tidak bisa berhenti berdecak kagum dengan barang-barang yang ia temukan saat ini, bukan hanya bahan pil dan teknik bertarung, bahkan sekarang ia menemukan sebuah gulungan yang mungkin akan sangat berguna baginya dimasa depan.


"Dengan teknik ini, aku tidak akan pernah kesulitan lagi jika suatu saat akan melakukan rencana penyelinapan seperti saat memata-matai sekte Tengkorak iblis."


Ling Yan lalu memasukkan gulungan itu dan berniat mempelajarinya setelah kembali ke sekte seribu pedang. Setelah semua mayat tersebut terbakar habis, barulah Ling Yan kembali ke tempat dimana rombongan keluarga Jia memindahkan semua kereta kudanya.


Sesampainya di sana,. Ling Yan dapat melihat Shuyang,Han Li dan juga Yu Leng yang sedang duduk di kereta kuda yang tadinya ditempati oleh Ling Yan juga.


Dari kejauhan ia dapat melihat kalau Shuyang dan Han Li sedang menunggu Ling Yan dan terlihat seperti ada hal penting yang ingin mereka tanyakan pada Ling Yan.


Saat Ling Yan sudah mulai mendekat, Shuyang dan Han Li yang merasakan kehadiran Ling Yan langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Ling Yan, sementara Yu Leng, ia terlihat meneguk arak dari dalam botolnya.


"Ahahaha maaf membuat kalian menunggu, aku dan tetua Yan harus membereskan mayat-mayat tadi sebelum...." Ling Yan mengehentikan perkataannya saat melihat Shuyang dan Han Li menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Haihh.... sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya, lagi pula mereka juga sudah melihatku mengalahkan seorang pendekar senior tadi, mereka pasti tidak akan percaya jika aku mengatakan kalau aku hanya memiliki sedikit keberuntungan, padahal aku sudah susah payah menyembunyikan kekuatanku, tapi ya sudahlah." Batin Ling Yan.


"Hmm maaf, aku akan menceritakan semuanya kepada kalian, tapi setelah aku menceritakannya, berjanjilah padaku untuk tidak memberitahukannya pada orang lain." Ling Yan menghela nafas berat sebelum menceritakan semuanya kepada Shuyang dan Han Li tentang kekuatan dan teknik tingkat tinggi yang ia gunakan tadi.


"Pendekar senior.... tapi bagaimana bisa." Han Li berdecak tidak percaya sama seperti Shuyang.


"Untuk itu aku tidak bisa menceritakan secara mendetail, karena itu akan memakan waktu yang sangat lama, selain itu... aku punya sesuatu yang lumayan bagus untuk kalian." Ling Yan mengeluarkan 2 buah gulungan dari dalam cincinnya lalu memberikan masing-masing kepada dua rekannya itu.


"Aku melihat ilmu meringankan tubuh yang kau miliki cukup lemah, jadi aku memberikanmu teknik langkah kilat ini, dan yang satu ini bernama teknik ledakan petir, aku sudah pernah memberikan teknik bertarung pada Shuyang, jadi aku berikan ini untukmu." Jelas Ling Yan.


"Ling Yan, jangan-jangan kau mendapatkan teknik ini...." Shuyang belum menyelesaikan perkataannya.


"Hehehe seperti yang kau pikirkan, aku mendapatkannya dari cincin nat milik para pendekar itu." Sambung Ling Yan sambil tersenyum.


"Walaupun teknik ini adalah milik dari seorang pendekar aliran hitam, tapi selama teknik tersebut bukan merupakan teknik sesat dan digunakan untuk kebaikan, maka kita tidak akan dicap sebagai seorang pendekar aliran hitam, dan juga kalian pasti ingin menjadi seorang murid inti juga bukan? jika kalian mempelajarinya, ini pasti akan sangat membantu dalam ujian nanti." Jelas Ling Yan.


Shuyang dan Han Li terlihat sedikit khawatir dengan apa yang ada di genggaman tangan mereka, namun setelah Ling Yan membujuk kedua temannya itu, akhirnya mereka memutuskan untuk mempelajari teknik tersebut.


"Baiklah, sepertinya yang kau katakan ada benarnya, lagi pula jika kami hanya bergantung dengan teknik bertarung yang diberikan oleh sekte, maka perkembangan kekuatan kami hanya akan sebatas itu saja dan tidak bisa melampaui kekuatan para tetua." Kata Han Li yang membuat Ling Yan tersenyum.


Dengan rasa yakin dari keduanya, akhirnya mereka memasukkan gulungan masing-masing ke dalam cincin natnya tanpa ada beban lagi.


Sementara Yu Leng yang melihat pemandangan itu terlihat menyunggingkan senyuman penuh makna dari sudut bibirnya.


"Selain kuat, anak ini juga memiliki sosok kepemimpinan yang baik, memang pantas dikatakan sebagai seorang jenius yang muncul seratus tahun sekali." Batinnya sambil meneguk kembali botol arak ditangannya.


*****


Pagi hari di kota teratai, di daerah kekuasaan klan Ling yaitu desa huazi, terlihat ada seorang pendekar berwajah putih dengan pedang di pinggangnya sedang berjalan ke arah kediaman Klan Ling.


Pendekar berwajah putih pucat itu kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang lalu lalang di sekitar jalan desa tersebut.