LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 276. Roh Pedang Kabut Ilusi


"Sial apa yang terjadi pada ke enam api spiritual yang ada di tubuhku." Umpat Ling Yan kesal.


Ia terus mencoba memanggil ke enam api spiritual yang ada di dalam tubuhnya tapi tetap saja tidak ada jawaban dari ke enam api spiritual itu, karena yang terjadi saat ini adalah ke enam roh api spiritual tersebut sedang masuk dalam fase tidur karena Ling Yan sudah hampir sampai ke tahap pendekar suci.


Ia tidak menyangka, pada saat dibutuhkan seperti ini, ke enam api spiritual yang ada didalam tubuhnya malah tidak dapat membantunya sedikitpun.


"Arghhhh..... lautan rohku bisa meladak jika keadaannya seperti ini terus." Ucap Ling Yan sambil berusaha melepaskan diri dari gejolak energi alam itu.


Namun semakin ia mencoba untuk keluar, semakin besar dan kuat pula jumlah energi alam masuk kedalam tubuhnya.


Tepat pada saat akar roh surgawinya tidak dapat menampung tenaga dalam lagi, tiba-tiba seluruh energi alam yang keluar dari dalam pedang kabut ilusi mendadak menghilang seketika.


"Eh.... apa yang baru saja terjadi? kemana perginya energi alam yang melimpah itu." Ling Yan yang kebingungan mencoba memeriksa sekitarnya dan hanya mendapatkan sebuah benda bulat yang sangat ia kenali.


"Ini.... bukannya." Ling Yan mendapati telur merah yang selama ini ia erami tengah berada di dekat kakinya dan terlihat corak merah di permukaan telur tersebut sudah terbentuk menyerupai seekor burung secara sempurna.


"Haha ternyata kau yang menyerap semua energi alam itu, hahaha kau belum menetas tapi sudah membantuku sejauh ini, aku sangat bersyukur memilikimu." Ucap Ling Yan sambil menempelkan wajahnya pada permukaan telur tersebut.


Ling Yan kini dapat merasakan tubuhnya sudah dipenuhi oleh kekuatan yang sangat besar, karena berkat energi alam yang terserap oleh akar roh surgawinya, kini Ling Yan sudah tinggal selangkah lagi untuk naik ke tingkat pendekar suci.


Pandangan Ling Yan kembali tertuju pada pedang kabut ilusi dan kitab ilmu pedang tanpa wujud yang masih berada ditempatnya.


"Kalau begitu sekarang waktunya untuk maju." Ling Yan memasukkan telur tersebut terlebih dahulu kedalam cincin natnya sebelum berjalan mendekati pedang kabut ilusi.


Ling Yan kembali melangkah maju seperti sebelumnya, dan kali ini sudah tidak adalagi gejolak energi alam yang keluar dari pedang kabut ilusi itu.


Saat Ling Yan sudah berhasil membuat jarak pedang dan dirinya hanya terlampau kurang dari setengah meter, Zhao Zhang dan Shen Yu nampak tidak dapq menahan senyuman manis yang terukir di wajahnya.


"Dia berhasil melewati ujian pertama, sekarang kita hanya bisa menunggu, apakah ia bisa menarik pedang itu dari sarungnya." Ucap Zhao Zhang sambung perlahan berdiri dari tempatnya.


Sebelum mengulurkan tangannya untuk memegang gagang pedang itu, Ling Yan sedikit berkata didalam hati dan meminta izin kepada leluhur sekte seribu pedang terdahulu.


"Leluhur, aku tidak bermaksud untuk merebut apa yang telah menjadi milikmu, tapi izinkan aku mewarisi kekuatan pedang ini untuk mencegah kekacauan di dunia persilatan." Batin Ling Yan.


Tak lama setelah itu, Ling Yan akhirnya mengulurkan tangannya tanpa ada rasa ragu, hingga pada saat pedang kabut ilusi berada digenggaman tangannya.


Whussss....


Sebuah kabut tebal tiba-tiba menutupi pandangan Ling Yan, dan kabut tersebut hanya bisa dilihat olehnya.


Lain halnya dengan Zhao Zhang dan Shen Yu, mereka nampak mengerutkan dahinya melihat Ling Yan yang tiba-tiba terdiam di tempat tanpa bergerak sedikitpun.


"Mengapa Ling Yan malah diam saja saat menggenggam pedang itu?" Tanya Shen Yu pada Zhao Zhang.


"Aku juga tidak mengerti, tapi sepertinya ia saat ini tengah masuk kedalam ilusi dari roh yang ada di dalam pedang itu." Jawab Zhao Zhang.


Saat ini keduanya hanya bisa melihat tatapan mata Ling Yan begitu kosong dan hanya tertuju pada pedang kabut ilusi itu.


Sementara itu didalam kabut ilusi, Ling Yan terlihat mengedarkan pandangan ke sekelilingnya tapi hanya mendapati sebuah kabut tebal.


Beberapa saat kemudian, sebuah suara berat terdengar dari arah belakang Ling Yan.


"Hoho... Lebih dari seratus tahun berlalu, tapi baru ada seseorang lagi yang berhasil menyentuhku." Ucap suara itu.


"Siapa disana." Ling Yan menatap sekelilingnya tanpa menurunkan kewaspadaannya.


"Padahal tingkatan yang kau miliki masih sangat rendah, tapi bagaimana bisa kau berhasil menyentuh pedang kabut ilusi?" Ucap suara itu lagi.


Ling Yan kembali berbalik dan mendapati seorang lelaki tua dengan janggut dan rambut putih panjang sedang berdiri sambil memegang dagunya.


Ling Yan menaikkan alisnya sedikit sebelum bertanya lebih jauh.


"Kau.... Siapa kau sebenarnya?" Tanya Ling Yan berhasil membuat kakek tua itu terkejut.


"Ehh.... Kau bisa melihatku?" Tanya kakek tua itu tidak percaya.


Ling Yan merasa kalau kakek tua yang ada dihadapannya saat ini sedikit memiliki gangguan kejiwaan.


"Tentu saja aku bisa melihatmu, kau kan sedang berdiri di depan...."


Ling Yan menghentikan kata-katanya saat mendapati kakek tua tersebut tidak memiliki kali dan hanya melayang tanpa berpijak.


"Ahh!!! Hantu!!!!" Teriak Ling Yan.


Tepat setelah teriakannya itu, Ling Yan mendapatkan pukulan pada bagian kepalanya dari kakek tua tersebut.


"Sial aku ini roh pedang kabut ilusi, bukan hantu!!" Jawab kakek tua itu kesal.


"Bukannya kau itu sama halnya dengan roh orang yang sudah mati, itu artinya kamu itu hantu bukan?" Ujar Ling Yan sambil mengusap kepalanya yang baru saja terkena pukulan.


"Haih.... Terserah kau sajalah." Kakek tua itu lalu memperhatikan Ling Yan dengan teliti sebelum kembali mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Haisss kau ini masih sangat lemah, bagaimana mungkin kau bisa mewarisi pedang ini." Kakek tua itu kembali mengulang perkataannya sebelumnya.


Ling Yan sedikit menggerutu didalam hati karena terus-menerus di hina sebagai pendekar yang lemah.


"Sial padahal aku ini seorang pendekar senior, sebenarnya harus seberapa kuat tingkatan seseorang untuk menjadi kuat dimatanya."


"Tentu saja masih sangat jauh dari kau, karena pemilikku sebelumnya adalah seorang pendekar takdir surga yang memiliki 5 akar roh surgawi." Jawab kakek tua itu yang dapat mendengar suara hati Ling Yan.


Ling Yan ingin menggerutu tapi saat mendengar akar roh surgawi, Ling Yan akhirnya mendapatkan sesuatu yang bisa ia banggakan.


"Heh!! Hanya 5 akar roh surga apa hebatnya orang itu." Jawab Ling Yan dengan nada angkuh.


"Tentu saja dia sangat hebat, bahkan kekuatan miliknya....." Kakek tua itu mengehentikan kata-katanya dan berakhir ternganga saat merasakan bahwa Ling Yan ternyata juga memiliki akar roh surgawi juga.


"Kau!!! Bagaimana bisa kau memiliki akar roh surgawi yang sudah lengkap!!! Ini.... Ini bakat yang sangat langka." Kakek tua itu nampak begitu terkejut saat melihat akar roh surgawi Ling Yan secara langsung.


"Dasar! padahal tadi kau mengataiku bocah lemah dan masih tidak pantas untuk mewarisi pedang kabut ilusi ini." Ling Yan membalikkan badannya sambil menyilangkan tangannya angkuh.


Padahal di balik itu semua Ling Yan terlihat melirik sedikit kebelakang sambil tersenyum jahil pada roh kakek tua dibelakangnya.


"Ekhmm maaf untuk itu, perkenalkan namaku adalah Guo Kai, aku adalah roh pedang kabut ilusi yang menemani Zhao Lin dimasa jayanya." Jelas kakek tua tersebut.