LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 127. Lari Dari Bahaya.


Keesokan harinya Xiao Hu kini sudah terbangun dari tidurnya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya layaknya seekor kucing kecil. Ia memalingkan pandangannya ke kiri dan kanan sambil mencari keberadaan Ling Yan yang semalam tidur disampingnya.


Namun pemuda tersebut ternyata sudah tidak ada di tempat dan kini terlihat Ling Yan tengah duduk bersila di tempat yang sama semalam.


Miao....


Xiao Hu berjalan pelan ke arah Ling Yan dan berniat berbaring di pangkuan pemuda itu, namun belum sempat ia melangkah sebanyak tiga langkah, tiba-tiba tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan sebelum bermeditasi mengangkat tubuh Xiao Hu sambil berkata dan tersenyum.


"Hehehe jangan ganggu tubuh asliku dulu ya, dia sedang fokus dengan 2 meridian kecilnya." Tubuh ilusi Ling Yan membawa Xiao Hu sedikit menjauh dan memberikan inti kekuatan siluman untuk sarapan harimau kecil itu.


Sementara itu di tempat Ling Yan sendiri, tenaga dalam miliknya terlihat berputar mengelilingi tubuhnya secara stabil dan terus bertambah banyak dari waktu ke waktu.


Saat ini Ling Yan sudah berhasil membuka salah satu meridian kecilnya dan hanya tersisa 1 meridian kecil terakhir yang belum terbuka, dan untuk membuka meridian terakhir itu bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan konsentrasi penuh, dan tenaga dalam yang lumayan besar.


Setelah beberapa lama kemudian, tiba-tiba saja aliran tenaga dalam yang mengelilingi tubuh Ling Yan berhenti lalu kemudian kembali menyeruak keluar disertai dengan 4 jenis api spiritual dan menimbulkan ledakan tenaga dalam yang lumayan besar.


Boomm!!!!!!


Pohon pohon yang berdiri tegak disekeliling Ling Yan terlihat bergetar disertai beberapa burung yang beterbangan akibat ledakan tenaga dalam tersebut.


Ling Yan lalu membuka kedua matanya yang terpejam, ia menatap kedua tangannya sambil terfokus dengan kekuatan baru yang saat ini ia miliki.


"Perasaan ini, aku tidak menyangka, selain mendapatkan perubahan elemen yang lain dengan membuka 50 meridian kecil di dalam tubuh, ternyata aku juga mendapatkan tenaga dalam tambahan sebanyak 20 garis, dengan begini aku hanya butuh sedikit waktu lagi untuk naik ke tingkat pendekar jiwa bintang 3."


Ling Yan tersenyum senang sambil menatap kedua tangannya yang seperti di penuhi oleh kekuatan. Berkat tambahan tenaga dalam tersebut Ling Yan kini sudah memiliki tenaga dalam sebanyak 322 tenaga dalam.


Jika digabungkan dengan kekuatan fisik serta kualitas tulang raja naga yang ia miliki, kekuatan Ling Yan saat ini sudah bisa mengimbangi kekuatan seorang pendekar raja bintang 9 tanpa menggunakan jurus pertama teknik permainan api serta pisau beracunnya.


"Entah kekuatan seperti apa yang aku dapatkan jika menggunakan teknik permainan api bersamaan dengan teknik pemberian guru ini." Ling Yan menatap gulungan teknik naga api menguasai langit yang kini berada di genggaman tangannya.


"Hahaha tapi sepertinya aku belum mampu menggunakan teknik bertarung langit bersamaan dengan teknik permainan api sebelum mencapai tingkat pendekar jiwa bintang 5, kecuali aku bisa mengendalikan tenaga dalam dengan sangat baik." Gumam Ling Yan sambil tertawa kecil.


Akan tetapi tawa kecil yang Ling Yan lakukan segera terhenti saat dirinya melihat ada seekor kupu-kupu hitam yang tidak biasa hinggap di atas jubah hitam yang sebelumnya ia kenakan.


"Kupu-kupu itu bukan kupu-kupu biasa, sial aku dilacak." Ling Yan dengan segera menyerang kupu-kupu tersebut hingga menghilang bersama jubah hitamnya yang kini sudah terbakar.


Bersamaan dengan itu, di tempat Bai Lee dan beberapa anggota saktenya yang ikut.


"Ugh....."


Bai Lee melenguh pelan merasakan bahwa tenaga dalam yang ia ciptakan menjadi kupu-kupu hitam sudah lenyap.


"Bergerak lebih cepat, pendekar itu baru saja menyadari keberadaan kita, ayo!!!"


Bai Lee dan kelompoknya mempercepat laju langkahnya menuju lokasi Ling Yan saat ini yang sudah tidak jauh dari sana.


"Teknik Tubuh Ilusi!!!!!"


Dengan segera Ling Yan menggunakan teknik tubuh ilusinya dan membuat 3 kloning dirinya sendiri yang memiliki kekuatan 1/3 dari kekuatan yang ia miliki, bersamaan dengan itu tubuh ilusi yang tadinya membawa Xiao Hu bersamanya juga sudah kembali.


"Aku merasa ada yang mengikuti kita saat ini, dan sepertinya mereka sudah dekat, aku ingin kalian berempat menahannya untukku, karena sepertinya orang ini memiliki kekuatan di atas pendekar senior."


Ling Yan berkata dengan nada serius sebelum mengambil Xiao Hu dan membawanya pergi bersamanya sambil melesat sangat cepat meninggalkan 4 tubuh ilusi yang ia ciptakan.


Sementara itu ketiga tubuh ilusi Ling Yan terlihat mengambil posisi masing-masing di balik rerumputan, sementara yang satunya lagi tetap berdiri ditempat agar musuh mengira tubuh ilusi tersebut adalah Ling Yan yang asli.


Dan sesuai dengan yang Ling Yan pikirkan, kini Bai Lee dan kelompoknya sudah sampai di tujuan dan berhadapan dengan salah satu tubuh ilusi miliknya.


"Dia seorang pendekar suci, untung saja aku menyadarinya sebelum mereka sampai." Ling Yan yang tengah berlari bersama Xiao Hu di dalam jubahnya sedikit menggertakkan giginya, dan setelah itu ia lalu menghilangkan aura keberadaannya sambil terus berlari menjauh ke arah Utara.


"Aku harus mencari tempat yang sangat aman dan terpaksa meningkatkan kekuatanku dengan menyerap kristal itu." Gumamnya.


Sementara itu.


"Akhirnya aku menemukanmu anak muda." Ucap Bai Lee sambil menatap wajah pemuda di hadapannya dengan aura pembunuh.


Bertepatan dengan kalimatnya itu, tiba-tiba saja pisau-pisau terbang yang dilemparkan oleh ketiga tubuh ilusi Ling Yan yang lain beterbangan dari arah rerumputan dan mengincar kelompok Bai Lee.


Bai Lee yang merasakan hal itu sontak saja bereaksi dengan cepat menghindari pisau terbang tersebut sambil memperingati seluruh anggota sakte kelabang hitam yang ikut dengannya.


"Sial, menghindar!!!!" Teriaknya sambil melompat menghindari pisau itu.


Namun sepertinya suara teriakan Bai Lee itu sedikit terlambat dan membuat semua anggota saktenya terlambat dalam bereaksi, dan hasilnya beberapa dari anggota saktenya terkena pisau tepat di leher dan jantungnya dan membuatnya tewas seketika. Sementara yang lainnya memang tidak terkena tepat di titik vital namun sempat menggores lengan ataupun betis dan anggota tubuh mereka yang lain.


Meskipun hanya luka kecil yang diterima oleh mereka, namun pisau pisau tersebut merupakan pisau yang sama dengan yang Ling Yan gunakan untuk membunuh tetua mereka.


3 tubuh ilusi Ling Yan akhirnya berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dan kini berhadapan dengan kelompok sakte kalajengking hitam.


"Sepertinya kita hanya perlu melawan orang tua itu saja, karena yang lainnya sekarang sudah tidak lebih dari mayat hidup." Ucap salah satu tubuh ilusi Ling Yan yang membuat Bai Lee mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu." Belum sempat Bai Lee berkata lebih jauh, tiba-tiba saja para anggota saktenya yang tersisa berteriak menahan sakit dengan nafas yang terengah-engah.


"Argh.....!!!!"


"Ada apa dengan kalian." Bai Lee terlihat panik melihat anggota saktenya yang kesakitan, dan setelah beberapa saat, ia akhirnya menyadari apa yang terjadi sambil matanya tertuju pada luka bekas pisau yang kini mulai bengkak dan membiru.


Ia lalu menatap ke arah 4 tubuh ilusi Ling Yan yang kini berada di hadapannya dengan marah dan mata yang mulai memerah.


"Jadi ini yang membuat tetua sakteku mati." Bai Lee mengumpat keras dan beberapa saat kemudian semua anggota saktenya kini sudah meregang nyawa.