
"Ling Yan, apakah kau benar-benar ingin memiliki telur itu." Ling Han berkata dengan nada bicara yang sedikit ragu.
"Iya, sepertinya didalam telur ini ada binatang yang menarik, aku akan memilih ini sebagai yang ke tiga." Ling Yan lalu memasukkannya ke dalam cincin natnya sebelum berkata lagi.
"Aku sudah memilih 3 benda yang aku inginkan, aku tidak menginginkan yang lain." Ujar Ling Yan lagi.
"Hmm sebelum kita keluar dari sini, aku ingin memberikan sesuatu lagi padamu." Ling Han memasukkan tangan ke sakunya dan mengeluarkan sebuah Plat yang terbuat dari perak bertuliskan LING di sana.
Ini adalah Plat ketua Klan Ling, aku ingin setelah kau berumur 17 tahun nanti, kau bersedia menjaga Klan Ling kita dan membawanya menuju kejayaan dimasa depan.
Ling Yan membulatkan matanya sebelum kembali menatap Ling Han guna mencoba menolak hal itu, akan tetapi perkataan Ling Han selanjutnya membuat Ling Yan tidak dapat menolak Plat tersebut.
"Aku mohon jangan menolak ini Ling Yan, kau adalah generasi muda terkuat di Klan Ling kita, bahkan akupun sudah bukan tandinganmu lagi, memang posisi ketua Klan seharusnya dimiliki oleh keturunan laki-lakiku namun aku sama sekali tidak memiliki keturunan laki-laki, apalagi aku sudah mulai menua, jadi.... aku serahkan Klan Ling padamu."
Ling Yan lalu mengepalkan tangannya sebelum menerima Plat tersebut.
"Aku akan berusaha ketua Han, aku akan berusaha." Ling Yan menerima Plat tersebut dan memasukkannya kedalam cincin natnya.
*****
Setelah keluar dari ruangan penyimpanan harta Karun Klan Ling, Ling Yan kini sedang berada di tengah-tengah keramaian kota teratai dan terlihat berjalan ke arah kediaman keluarga Jia, tempat dimana para rekannya berada.
Sebelum pergi dari kediamannya, ia sempat berpamitan terlebih dahulu dengan kedua orang tua dan adik angkatnya. Awalnya Yu Fei dan Yu Qian berusaha membujuk Ling Yan agar membiarkan mereka berdua ikut dengannya.
Akan tetapi Ling Yan tidak mengizinkan mereka untuk ikut, walaupun sebenarnya mereka berdua kini memang memiliki kekuatan untuk menjaga diri sendiri karena perkembangan kekuatan mereka berdua memang lebih cepat dari anak- anak yang usianya hampir sama dengan mereka.
Terlebih lagi saat ini Yu Leng baru saja bertemu dengan kedua cucunya itu, ia tidak mungkin langsung membawa keduanya pergi pada saat Yu Leng baru bersama keduanya dalam 1 malam.
Selain itu, alasan lain yang membuat Ling Yan menyuruh keduanya untuk tinggal adalah Yu Leng nantinya bisa mewariskan keduanya teknik bertarung tingkat tinggi miliknya dan juga mungkin pedang dewa halilintar yang memang akan diberikan pada Yu Fei.
Ling Yan juga telah memberikan semua harta yang ia dapatkan dari cincin nat Yu Zhong kepada Ling Han termasuk teknik bertarung dan benda berharga lainnya.
Lebih tepatnya bertukar, karena setelah ia memberikan cincin nat milik Yu Zhong itu, Ling Han membiarkan Ling Yan memilih salah satu dari teknik bertarung bumi yang ada di rak harta Karun milik Ling Tian.
Sebenarnya Ling Yan masih bertanya-tanya didalam hatinya, mengapa Ling Han tidak pernah memberikan teknik bertarung tingkat tinggi kepada para anggota Klan Ling jika memang didalam tempat penyimpanan harta memiliki begitu banyak teknik bertarung tingkat bumi.
Namun sebelum ia melayangkan pertanyaan itu kepada Ling Han, Ling Yan sudah terlebih dahulu mengerti alasannya bahwa sebuah keserakahan pasti akan muncul jika para anggota Klan mengetahui hal tersebut.
"Hmm... mungkin akan lebih baik jika aku juga merahasiakan tentang tempat penyimpanan harta Karun itu." Batin Ling Yan yang kini sudah berada di depan kediaman keluarga Jia.
Ling Yan bisa melihat ada beberapa kereta kuda yang sebelumnya di gunakan oleh rombongan Jia Li yang di kawal olehnya sebelumnya.
Terlihat juga beberapa kereta kuda yang sebelumnya tidak berisi apa-apa itu kini telah terisi oleh barang dagangan yang akan dibawa oleh rombongan keluarga Jia menuju ibukota sebelum akhirnya kembali ke kota heihan.
"Ling Yan!!!" Ling Yan membalikkan badannya dan mendapati Jia Li yang sedang tersenyum manis di sebelahnya.
"Aku pikir kau akan kembali setelah beberapa hari." Jia Li terlihat begitu senang saat ini sambil menggandeng tangan Ling Yan.
"Eh putri Jia Li, apakah tidak masalah jika kau melakukan hal ini disini." Ling Yan merasa sedikit tidak enak dengan kelakuan Jia Li terlebih lagi saat ini ada beberapa pengawal yang ada di tempat tersebut.
"Apa masalahnya dengan mereka, kalian pergilah, disini sudah ada Ling Yan yang menjagaku." Usir Jia Li yang membuat kedua pengawal itu serentak pergi menjauh.
"Haihhh.... sepertinya ini akan berlangsung cukup lama." Ling Yan menghela nafas berat karena sebelumnya ia memang sudah mengira kalau hal itu akan terjadi padanya.
Ling Yan akhirnya pasrah dan terpaksa berjalan berdampingan dengan Jia Li yang terus bergelayut manja di lengannya, dari awal Jia Li memang sudah menyukai Ling Yan pada saat pertama kali ia menyelamatkannya dulu.
Lalu setelah kejadian sebelumnya pada saat serangan dari anggota pembunuh bunga darah, perasaan yang dimiliki oleh Jia Li kembali bertambah karena Ling Yan kembali menyelamatkan nyawanya saat itu.
Belum sempat 5 menit mereka berjalan, keduanya sudah berpapasan dengan Jia Wu, Tao Ming dan juga Yan Shiki yang sedang berbincang-bincang.
"Eh, Jia Li apa yang kau lakukan dengan pemuda itu, dan kau apa yang kau lakukan dengan adikku." Jia Wu sedikit menaikkan nada bicaranya saat ia melihat adiknya sedang menggandeng tangan Ling Yan di hadapannya.
Ling Yan yang berada di posisi itupun hanya terlihat mematung karena tatapan dari ketiga orang didepannya, sementara Jia Li, ia terlihat tidak masalah, sebaliknya ia malah menyunggingkan senyuman manisnya sambil mempererat pegangannya.
"Eh tuan muda, jangan salah paham dulu, aku dan Jia Li tidak...." Ling Yan mencoba menjelaskan tentang apa yang terjadi.
Namun belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Jia Li tiba-tiba memotong perkataannya hingga mengubah suasana tersebut menjadi semakin canggung.
"Dia adalah Ling Yan, orang yang menyelamatkanku sekaligus orang yang aku sukai." Jawab Jia Li yang membuat Ling Yan membuka mulutnya lebar.
Sementara itu Yan Shiki yang mendengar hal tersebut terlihat berbatuk sedikit sebelum undur diri.
"Uhuk-uhuk, maaf tuan muda, aku harus kembali melihat kedua muridku." Ujar Yan Shiki sebelum akhirnya hilang dari pandangan Ling Yan.
"Sialan ketua Yan, bukannya membantu ia malah meninggalkanku dalam posisi ini." Batin Ling Yan menggerutu.
Sementara itu, Jia Wu yang mendengar perkataan Jia Li tadi hanya terdiam bersama Tao Ming yang berada di sebelahnya.
"Ehhh maaf tuan muda, bisakah aku pergi sekarang aku harus pergi menemui kedua temanku yang lain." Ling Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berusaha menghindar dari tempat tersebut.
"Ehh tuan putri, bisakah aku pergi sekarang?" Tanya Ling Yan sambil mencoba melepaskan pelukan Jia Li.
"Tentu, tapi biarkan aku Ikut dengan mu." Perkataan Jia Li kembali membuat Jia Wu melebarkan matanya dan bahkan saat ini bukan Ling Yan yang berjalan di ikuti oleh Jia Li melainkan Jia Li yang menarik Ling Yan menuju tempat Shuyang dan Han Li berada.